Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANCANGAN POLRES KUBU RAYA Sanjaya, Wahyu
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 8, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmars.v8i1.40144

Abstract

Kepolisian Resor atau Polres adalah struktur komando Kepolisian Republik Indonesia di daerah kabupaten/kota. Polres memiliki satuan tugas kepolisian yang lengkap, layaknya Polda, dan dipimpin oleh seorang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Di Kabupaen Kubu Raya saat ini belum memiliki Polres sehingga masyarakat Kubu Raya masih menggunakan Mapolresta Pontianak untuk mengurusi segala hal yang berhubungan dengan pihak kepolisian dan penegakan hukum. Kondisi ini jelas terasa sangat kurang efektif untuk beroperasi karena akan terjadi penumpukan masyarakat kabupaten dan masyarakat kota dalam satu lokasi yang sama. Oleh karena itu perancangan Mapolres Kubu Raya dibuat untuk memfasilitasi baik pihak aparat kepolisian maupun masyarakat di Kabupaten Kubu Raya untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban bagi masyarakat Kabupaten Kubu Raya. Analisa data dilakukan setelah seluruh data terkumpul yang kemudian dipelajari lebih lanjut untuk mendapatkan konsep perancangan yang mampu memberikan solusi permasalahan secara desain. Adapun analisa yang dilakukan dibagi menjadi beberapa bagian yaitu : analisa internal, analisa eksternal, analisa bentuk dan analisa struktur. Ide gagasan dalam konsep fungsi dan filosofis. Ide awal dari pemilihan bentuk didasarkan pada karakter kepolisian dan citra Kabupaten Kubu Raya itu sendiri yang kemudian dikombinasikan dengan hasil analisa internal maupun eksternal. Kata kunci: Polres, Keamanan dan Ketertiban
PENGARUH FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Sanjaya, Wahyu; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67656

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) salah satu jenis tanaman hortikultura yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Media tanam yang dapat digunakan untuk budidaya bawang merah adalah tanah aluvial. Kendala dari tanah aluvial adalah kurangnya unsur hara yang terdapat dalam tanah. Kendala tersebut bisa diatasi dengan pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) ditambah dengan pemberian bahan organik, salah satunya yaitu pupuk kandang kambing. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara pemberian FMA dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di desa Sungai Palai, Kecamatan Pemangkat pada tanggal 20 Desember 2022 sampai dengan 23 Februari 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) faktorial dengan petak utama dan anak petak. Pemberian FMA sebagai petak utama (m) terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu m0 = diberi FMA dan m1 = tanpa diberi FMA. Pemberian pupuk kandang kambing sebagai anak petak (p) terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu p1 = 5 ton/ha, p2 = 10 ton/ha, p3 = 15 ton/ha dan p4 = 20 ton/ha. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat basah panen, berat kering angin, jumlah umbi per rumpun, diameter umbi dan infeksi akar oleh FMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian FMA dan pupuk kandang kambing pada variabel berat basah panen dan berat kering angin. Pemberian pupuk kandang kambing pada dosis 20 ton/ha mampu memberikan hasil berat basah panen dan berat kering angin yang terbaik. Pemberian FMA memberikan hasil terbaik pada infeksi akar oleh FMA.