Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Penurunan Stunting Terhadap Balita di Kabupaten Garut: Pendekatan Gap Analysis, SWOT dan Litmus Test Kharisma, Bayu; Wardhana, Adhitya; Batti, Patrisia; Yudistira, A. Muhammad Arya; Rachmawati, Rizka; Ramdhani, Asrul Sugih; Wibiseno, Qisthio; Ulandari, Fitri Dwi
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i6.969

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola pemberian makan tinggi protein hewani terhadap balita dalam penurunan stunting, mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam penurunan stunting dan menyusun strategi perbaikan pola pemberian makanan tinggi protein hewani balita dalam penurunan stunting di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah gap analysis, analisis SWOT, dan tes Litmus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Garut pada tahun 2023 menjadi salah satu Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat dengan tingkat prevalensi stunting cukup tinggi dan berada di atas tingkat prevalensi stunting Provinsi Jawa Barat dan Nasional. Kabupaten Garut memiliki banyak peluang yang dapat dimanfaatkan dalam pencegahan stunting, adanya alokasi anggaran untuk program kelas Ibu balita, dan potensi pengembangan peternakan sehubungan dengan kepemilikan lahan yang luas dan beraneka ragam tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Meskipun demikian, Kabupaten Garut masih memiliki kelemahan, seperti belum maksimalnya pengolahan makanan protein hewani untuk balita, balita cenderung memiliki pola makan yang tidak bervariasi, dan skor PPH konsumsi pangan hewani belum memenuhi skor ideal. Beberapa strategi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut. Pertama, meningkatkan keterampilan ibu dalam mengolah makanan protein hewani dengan membuat kelas memasak bersama petugas puskesmas dan kader posyandu. Kedua, pelaksanaan sharing session dalam meningkatkan nafsu makan balita dengan memanfaatkan program kelas ibu balita. Terakhir, pengembangan peternak lokal dalam rangka meningkatkan jumlah produksi daging ternak untuk menambah supply protein hewani