Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pertanggungjawaban Hukum Terhadap Pengobat Tradisional Akibat Kelalaiannya Dalam Pelayanan Pasien Suwito, Candra; Nelda, Fitri; Zulfikar, Welli
Jurnal Gagasan Hukum Vol. 2 No. 02 (2020): JURNAL GAGASAN HUKUM
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Hukum Sekolah Pasca Sarjana Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.474 KB) | DOI: 10.31849/jgh.v2i02.8557

Abstract

Kesehatan merupakan Hak Asasi Manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Dalam upaya untuk mendapatkan kesehatan, seseorang tidak hanya mempercayakan kepada jasa kesehatan medis seperti dokter tetapi masih banyak mempercayakan kesembuhan dari penyakitnya kepada pengobatan tradisonal seperti dukun, tabib, dan lain sebagainya. Metode penelitian ini merupakan metode penelitian hukum normatif yuridis. Dengan teknik pengumpulan data yang bersumber dari studi kepustakaan yang berkaitan dengan penelitian ini. Departemen Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa pada tahun 2008, angka kesakitan penduduk secara nasional sebesar 33,24%. Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap pengobatan tradisional ini tinggi. Hasil Pembahasannya bahwa bentuk pertanggungjawaban pidana atas kelalaian pengobat tradisional yang mengakibatkan luka berat atau kematian hingga saat ini masih diatur dengan KUHP, yaitu pasal 359 KUHP dan pasal 360 KUHP jo. 361 KUHP.
Pengaruh Pemberian Gel Ekstrak Daun Buncis (Phaseolus Vulgaris L.) Sebagai Anti-Inflamasi Penyembuhan Luka Bakar Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Ahdiah, Amalia; Nasution, Atika Rimalda; Nelda, Fitri
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 2 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i2.616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gel ekstrak daun buncis (Phaseolus vulgaris L.) sebagai agen anti-inflamasi dalam penyembuhan luka bakar pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar. Luka bakar dapat menyebabkan peradangan yang menghambat proses penyembuhan, sehingga dibutuhkan agen yang dapat mengurangi inflamasi dan mempercepat penyembuhan luka. Ekstrak daun buncis diketahui mengandung senyawa aktif yang memiliki efek anti-inflamasi dan dapat mendukung proses regenerasi jaringan. Pada penelitian ini, tikus putih galur Wistar dibagi menjadi beberapa kelompok, yang masing-masing diberikan perlakuan luka bakar dan pemberian gel ekstrak daun buncis. Setelah periode pengobatan tertentu, dilakukan evaluasi terhadap perubahan kadar inflamasi dan tingkat penyembuhan luka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian gel ekstrak daun buncis secara signifikan dapat mengurangi inflamasi dan mempercepat proses penyembuhan luka bakar pada tikus putih. Temuan ini menunjukkan potensi ekstrak daun buncis sebagai agen terapi anti-inflamasi dalam penyembuhan luka bakar.
Factors associated with dietary adherence among patients with type 2 diabetes mellitus at Royal Prima General Hospital Turnip, Modesto Lam Ulido Putra; Girsang, Ermi; Mukti, Ade Indra; Anggraini, Wenti; Rosar, Naufal; Nardi, Leo; Nelda, Fitri; Djohan, Djohan; Cisca, Anita Merry
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 4 No. 2 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v4i2.7691

Abstract

Background: Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a significant health issue in Indonesia, where management relies heavily on patient dietary adherence. However, adherence levels are often suboptimal. This study aimed to identify the factors associated with dietary adherence among T2DM patients at a major hospital in Medan, Indonesia. Methods: This cross-sectional study was conducted in December 2024 at Royal Prima General Hospital, involving 64 T2DM patients selected through total sampling. Data on demographic characteristics, knowledge, family support, and healthcare provider (HCP) support were collected via structured questionnaires. Dietary adherence was the dependent variable. Data were analyzed using chi-square tests and multivariate logistic regression. Results: A slight majority of patients (53.1%) were adherent to their diet. Multivariate analysis identified age as the most dominant predictor, with patients aged ≥45 years being 18.9 times more likely to be adherent than younger patients (AOR = 18.935, p=0.004). Male gender was also a significant predictor of higher adherence (AOR = 7.652, p=0.01). Paradoxically, good knowledge (AOR = 0.161) and HCP support (AOR = 0.109) were significantly associated with lower odds of adherence. Education and employment status showed no significant association. Conclusion: Age is the most critical factor influencing dietary adherence among T2DM patients in this cohort, with older individuals demonstrating significantly better compliance. Interventions should specifically target younger patients and women, who are at higher risk for non-adherence.