Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : TEKNO

Perencanaan Proyek Dengan Metode PERT Pada Pekerjaan Rehabilitasi Puskesmas Mokoditek, Kab. Bolaang Monggondouw Utara Kambu, Kaleb Y.; Inkiriwang, Revo L.; Arsjad, Tisano Tj.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60364

Abstract

Metod Program Evaluation and Review Technique (PERT) adalah metode penjadwalan yang digunakan untuk perencanaan dalamM anajemen proyek merupakan penerapan pengetahuan, keterampilan, alat, dan teknik untuk kegiatan proyek agar memenuhi persyaratan proyek. Dalam pembangunan Rehabilitasi Puskesmas Mokoditek diperlukan perencanaan yang matang agar pekerjaan dapat berjalan sesuai waktu, biaya dan mutu yang disepakati sejak awal. Maka diperlukan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT )dalam perencanaan untuk menguji apakah pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu. Berdasarkan hasil wawancara pekerjaan Rehabilitasi tidak menggunakan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) dalam perencanaan. Dalam mencapai tujuan penelitian ini, maka untuk menganalisis data digunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian didapati jalur kritis pada Pekerjaan Struktur Lantai 1, Pondasi Telapak – Kaki kolom – Beton Sloop 20/30 – Beton Sloop 15/20 – Tiang kolom (k1) – Beton Balok (B1) – Beton Balok (B2) – Beton Balok (B3) – Plat Lantai Beton – Steger Penyangga – Balok Tangga – Plat Tangga Beton Besi – Tiang Kolom (K2) – Ring Balok dan berdasarkan hasil pengolahan data, peneliti mendapatkan probabilitas Proyek Rehabilitasi Puskesmas Mokoditek dapat selesai tepat waktu yaitu 82% dengan menggunakan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT). Kata kunci: Program Evaluation and Review Technique (PERT)
Perencanaan Jadwal Pelaksanaan Proyek Pembangunan Gedung Dan Renovasi Halaman Kantor Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Manado Pulukadang, Salsabila A. P.; Sumanti, Febrina P. Y.; Inkiriwang, Revo L.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.65142

Abstract

Perencanaan jadwal berfungsi sebagai acuan untuk menjalankan proyek konstruksi agar semua pekerjaannya tercapai sesuai dengan target waktu. Precedence Diagram Method (PDM) merupakan cara penjadwalan pekerjaan menggunakan network planning yang merupakan metode Activity On Noda (setiap pekerjaan digambarkan pada simpul/noda bukan pada anak panah). Salah satu keuntungan utama dari PDM adalah memungkinkan digunakan beberapa jenis skenario ketergantungan antar pekerjaan dalam sebuah proyek konstruksi. Dalam Penelitian ini, peneliti menggunakan Microsoft Project (MP), salah satu software pemrograman dalam bidang manajemen proyek. Analisis penjadwalan pelaksanaan mengambil proyek pembangunan Kantor Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II sebagai studi kasus. Dengan menggunakan MP, peneliti berhasil menunjukan bahwa penjadwalan proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegiatan atau pekerjaan yang masuk dalam jalur kritis terdiri dari 25 item pekerjaan dan total durasi proyek yang dihasilkan adalah 126 hari kerja. Kata kunci: perencanaan jadwal, Precedence Diagram Method, Microsoft Project, jalur kritis
Evaluasi Sistem Penyediaan Air Bersih Pada Perumahan Viola Watutumou Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara Wahyuni, Annisa; Supit, Cindy J.; Inkiriwang, Revo L.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66789

Abstract

Sistem penyediaan air bersih merupakan salah satu prasarana penting dalam menunjang kebutuhan dasar masyarakat di kawasan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyediaan air bersih di Perumahan Viola Watutumou, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, dengan meninjau kondisi sumber air, sistem distribusi, serta kemampuan sistem dalam memenuhi kebutuhan air penduduk pada kondisi eksisting dan proyeksi di masa mendatang. Analisis sistem distribusi dilakukan menggunakan perangkat lunak EPANET 2.0 dengan mempertimbangkan data debit air, jaringan pipa, dan jumlah pelanggan. Maka hasil perhitungan diperoleh total panjang jaringan pipa distribusi 2.322,21 m, debit penyaluran air 36 m³/jam, dan debit distribusi 4,788 m³/jam. Proyeksi penduduk pada 2043 tahun sebanyak 1.366 jiwa, kebutuhan air bersih di perumahan viola watutumou pada tahun 2043 adalah sebesar: lt/det. Maka Reservoir yang dibutuhkan: debit 10 l/s, volume minimum 450 m³, dengan dimensi p x l x t (525 m³). Kata kunci: sistem penyediaan air bersih, distribusi air, EPANET 2.0, reservoir, perumahan