Abstract: Finger injury is one of the most common types of accidents with varied impacts. The diagnosis of finger amputation is usually based on anamnesis of the history of the mechanism of trauma, the cause of trauma, the extent of contamination in the wound area, and direct clinical physical examination of the amputated finger. This study aimed to obtain the profile of traumatic amputation of finger at Rumah Sakit Umum Daerah Bitung from January 1 to April 30, 2023. This was a descriptive and retrospective study with a cross sectional design. Data were obtained from medical records of patients diagnosed as traumatic amputation of finger from January 1, 2020 to April 30, 2023. The results showed a total of 15 patients consisted of 13 males (87%) and two females (13%). Domestic accident was the most common cause, besides work accidents and traffic accidents. The most common type of trauma is sharp trauma and surgical procedures were performed in the form of stump repair and reamputation due to serious wound contamination and coming to the hospital after more than 24 hours. In conclusion, traumatic amputation of finger is most common among males, aged 10-60 years, sharp trauma, located in digiti II and III, and duration more than 24 hours, therefore, patients have to undergo stump repair, followed by dysartuculation and debridement. Keywords: finger amputation; finger injuries; finger trauma Abstrak: Cedera jari tangan merupakan salah satu jenis kecelakaan yang tersering dengan dampak bervariasi. Diagnosis amputasi jari biasanya didasarkan pada anamnesis riwayat mekanisme terjadinya trauma, penyebab trauma, besarnya kontaminasi pada area luka, serta pemeriksaan fisik klinis secara langsung ke jari yang teramputasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil kasus amputasi jari traumatik di Rumah Sakit Umum Daerah Bitung selang 1 Januari 2020–30 April 2023. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan desain potong lintang. Data penelitian diperoleh melalui penelusuran catatan medik penderita yang dirawat dengan diagnosis amputasi jari traumatik selang periode 1 Januari 2020 sampai dengan 30 April 2023. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 15 penderita selama selang waktu tersebut, terdiri dari 13 laki-laki (87%) dan dua perempuan (13%). Kejadian terbanyak didapatkan pada kecelakaan domestik selain kecelakaan kerja dan kecelakaan lalu lintas. Jenis trauma terbanyak ialah trauma tajam dan telah dilakukan tindakan pembedahan berupa stump repair serta reamputasi. Simpulan penelitian ini ialah kasus amputasi jari traumatik yang tersering pada jenis kelamin laki-laki, usia 10-60 tahun, penyebab trauma tajam, lokasi pada digiti II dan III, dengan durasi tindakan lebih dari 24 jam, dan karenanya mengharuskan pasien untuk menjalan prosedur stump repair, diikuti dengan disartikulasi dan debridemen. Kata kunci: amputasi jari; cedera jari; trauma jari