Improving the quality of learning at the elementary school level, particularly in rural areas such as Cluster 1 in Tungkal Jaya District, still faces significant obstacles, as indicated by suboptimal literacy and numeracy outcomes. This study aims to empirically examine the influence of principal leadership and teacher performance on learning quality, both partially and simultaneously, to fill a research gap that rarely examines the context of rural elementary schools holistically. Using a quantitative approach with an ex post facto design, this study employed a saturated sampling technique involving the entire population of 80 teachers as respondents. Data collection was conducted comprehensively through observation, questionnaires, and documentation, which were then analyzed using linear regression techniques. The research findings revealed that principal leadership contributed 22% of the influence, while teacher performance had a more dominant impact at 45.4%. Simultaneously, these two variables contributed significantly to learning quality, amounting to 51%. In-depth analysis revealed that despite regular evaluations, there were crucial weaknesses in principals' managerial problem-solving skills and a lack of enrichment services for high-achieving students. The main conclusion confirms that the synergy between solution-oriented instructional leadership and adaptive teacher pedagogical performance is a vital determinant in boosting the quality of basic education. ABSTRAKPeningkatan mutu pembelajaran di tingkat sekolah dasar, khususnya pada wilayah pedesaan seperti Gugus 1 Kecamatan Tungkal Jaya, masih menghadapi kendala signifikan yang terindikasi dari capaian literasi dan numerasi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru terhadap mutu pembelajaran, baik secara parsial maupun simultan, guna mengisi celah riset yang jarang mengkaji konteks sekolah dasar pedesaan secara holistik. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto, studi ini menerapkan teknik sampling jenuh yang melibatkan seluruh populasi sebanyak 80 orang guru sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan komprehensif melalui observasi, penyebaran angket, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linier. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memberikan kontribusi pengaruh sebesar 22%, sementara kinerja guru memiliki dampak yang lebih dominan sebesar 45,4%. Secara simultan, kedua variabel tersebut berkontribusi signifikan sebesar 51% terhadap mutu pembelajaran. Analisis mendalam menunjukkan bahwa meskipun evaluasi rutin telah berjalan, terdapat kelemahan krusial pada kemampuan manajerial kepala sekolah dalam memecahkan masalah serta minimnya layanan pengayaan bagi siswa berprestasi. Simpulan utama menegaskan bahwa sinergi antara kepemimpinan instruksional yang solutif dan kinerja pedagogik guru yang adaptif merupakan determinan vital dalam mendongkrak kualitas pendidikan dasar.