Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

SOSIALISASI RUMAH SEHAT GUNA MENINGKATKAN PENGETAHUAN SERTA KESADARAN BAGI MASYARAKAT Fitriani, Farida; Endriani, Ani; Maulana, Muhmmad Imam; Rayani, Dewi; Kurniawati, Wiwien
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 3 No. 1 (2024): July
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v3i1.12246

Abstract

This community service activity aims to provide knowledge, and increase public understanding and awareness in creating healthy, livable homes and realizing healthy and decent housing management. The method used in this service activity is socialization and in the form of healthy home assistance and evaluation of healthy home assistance. The target of this community service activity is the community of Gontoran Hamlet, Sesaot Village, Narmada, West Lombok. The hope of this service in Gontoran Hamlet, Sesaot Village, Narmada, West Lombok, is that the community will better understand the criteria or indicators for a healthy home, efforts to have a healthy home and the community will play an active role in creating a healthy home by keeping the area around the house more clean, in order to create a healthy family, to organize and improve the quality of good residential areas.
MENGEMBANGKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN MOTIVASI REMAJA MASJID LINGKUNGAN PENGEMPEL Fitriani, Farida; Aryani, Menik; Rayani, Dewi; Kurniawati, Wiwien; Wibawa, Restu
Jurnal Dedikasi Madani Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jdm.v3i2.13310

Abstract

Menjadi seorang wirausaha memiliki ciri-ciri khusus, yaitu percaya diri, berorientasi pada hasil, keberanian mengambil risiko, memiliki jiwa kepemimpinan, berorientasi pada masa depan, dan keorisinilan. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk menginspirasi remaja masjid linkungan Pengempel agar memiliki minat dan motivasi tinggi dalam menjalani wirausaha. Metode pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini akan dilakukan secara terpadu dan partisipatif dengan ceramah dan diskusi. Pada tahap ceramah tim melakukan sosialiasi mengembangkan jiwa kewirausahaan sejak dini bagi remaja masjid lingkungan Pengempel. Sedangkan tahap diskusi dilakukan untuk menambah pemahaman dan tanya jawab seputar kewirausahaan dan membahas mengelola keuangan usaha kepada para remaja. Dengan adanya program ini, luaran yang diharapkan yaitu remaja aktif mengikuti proses pelaksanaan dan memiliki pemahaman serta kemampuan dalam berwirausaha. Remaja juga diharapkan mampu meningkatkan jiwa berwirausaha dengan melakukan tindakan langsung untuk memulai usaha. Mempraktikkan dikehidupan sehari-hari, sebagai bekal di masa depan untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses dan handal.
MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI ICE BREAKING PADA MATA PELAJARAN IPA Kurniawati, Wiwien; Wibawa, Restu; Ikawati, Hastuti Diah
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.1688

Abstract

Minat belajar adalah suatu faktor internal dalam diri seseorang, sehingga minat belajar memiliki hubungan yang erat dengan hasil belajar. Jika minat seseorang kurang maka hasil belajarpun akan rendah, begitupun juga sebaliknya. Hasil belajar dalah keberhasilan yang dicapai oleh siswa, yakni prestasi belajar siswa di sekolah yang mewujudkan dalam bentuk angka. Salah satu aktor yang mempengaruhi hasil belajar itu sendiri adalah minat belajar, dimana minat itu sendiri suatu keinginan yang yang dapat menarik perhatian sehingga timbul rasa keingintahuan terhadap sesuatu yang menarik. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif berupa eksperimen. Eksperimen berkaitan dengan penelitian yang diarahkan untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh perlakuan tertentu. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek maupun subjek yang mempunyai kuantitas karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII Pada mata pelajaran IPA yang berjumlah 23 siswa. Berdasarkan hasil analisis dengan rumus t-test bahwa t-hitung lebih besar dari t-tabel (9 > 8,488), dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya Penggunaan Ice Breaking dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA tentang tata surya di SMP Islam Al-Azhar Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat.
ANALISIS PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MATA KULIAH PENDIDIKAN MULTIMEDIA OLEH MAHASISWA PRODI TEKNOLOGI PENDIDIKAN IKIP MATARAM Kurniawati, Wiwien; Ahmad, Muhtar
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v3i2.3013

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan pentingnya media pembelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajar didalam kelas. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan Mahasiswa dalam pembuatan media pembelajaran yang layak digunnakan dalam proses pembelajaran.  Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dan angket. Teknik analisis data berdasarkan kriteria kelayakan media pembelajaran, yaitu aspek Pewarnaan, aspek Pemakaian Kata dan Bahasa, aspek Tampilan pada Layar, aspek Penyajian, aspek Animasi dan Suara. Berdasarkan hasil uji kelayakan oleh ahli media untuk pembuatan media pembelajaran oleh Mahasiswa pada mata kuliah pendidikan multimedia di program studi Teknologi Pendidikan, perolehan persentase untuk setiap aspek yaitu  aspek Pewarnaan 57 %, aspek Pemakaian Kata dan Bahasa 55 %, aspek  Tampilan pada Layar 58 %, aspek Penyajian 57 %, aspek Animasi dan Suara 56 % yang  artinya media pembelajaran yang dibuat oleh Mahasiswa dalam kategori Layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Sedangkan  untuk uji kelayakan ahli materi memiliki 3 aspek, yaitu aspek Kelayakan Isi, aspek Kelayakan Penyajian, aspek Kontekstual. Hasil analisis  kelayakan oleh ahli materi diperoleh persentase untuk masing-masing aspek yaitu, aspek Kelayakan Isi 99 %, aspek Kelayakan Penyajian 87 %, dan aspek Kontekstual 88 %, dimana semua aspek dalam kategori Sangat Layak. Hal ini dapat dilihat  dari kesesuaian antara media yang dibuat sesuai dengan pemanfaatan dan tujuan pembelajaran. sehingga hal ini dapat disimpulkan bahwa Mahasiswa memiliki kemampuan yang layak dalam pembuatan media pembelajaran untuk digunakan dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Pendidikan Multimedia
OPTIMALISASI KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH MAHASISWA MELALUI PELATIHAN BANTUAN AI Fitriani, Farida; Aryani, Menik; Wibawa, Restu; Kurniawati, Wiwien
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i4.649

Abstract

Pelatihan ini dirancang untuk membantu siswa dalam memahami serta memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan baik untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah. Kegiatan ini dilakukan melalui metode pelatihan menyeluruh yang mencakup tiga tahap, yaitu observasi, pelaksanaa, dan evaluasi. Pelatihan ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Pendidikan Mandalika. Hasilnya, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dan merasa lebih percaya diri dalam mengelola refrensi secara mandiri. Kemampuan pemahaman dan penggunaan bahasa akademik meningkat, serta keterampilan berpikir kritis yang mendalam juga berkembang. AI membantu siswa menyusun daftar pustaka dengan tepat, mengurangi kutipan, dan menjaga kualitas karya ilmiah sesuai standar akademik. Dampak positif pelatihan ini dirasakan tidak hanya oleh mahasiswa, tetapi juga meningkatkan kualitas lembaga akademik. Mahasiswa menjadi lebih siap menghadapi tantangan pendidikan dan penelitian yang memerlukan literasi digital dan pemahaman metodologi ilmiah. Pelatihan ini mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus meningkatkan reputasi akademik perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional.