This Author published in this journals
All Journal Journal of Mathematics Education and Application (JMEA) MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian JTIEE (Journal of Teaching in Elementary Education) Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Didaktika: Jurnal Pemikiran Pendidikan Indonesian Journal of Primary Science Education (IJPSE) Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman ALENA : Journal of Elementary Education Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Educational Insights Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Cendikia Pendidikan Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Trigonometri: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Journal Innovation In Education Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika Jurnal Elementaria Edukasia Realisasi: Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain Jurnal Al-Hikmah Way Kanan PUSAKA: Journal of Educational Review Jurnal Pendidikan Dirgantara Argopuro : Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Terpadu Tipe Webbed Kelas IV Sekolah Dasar Untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah admin; Arissona Dia Indah Sari
DIDAKTIKA Vol 23 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.169 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilakukan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran terpadu tipe Webbed untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada tema kepahlawanan yang meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, PPKN, dan Matematika di kelas IV sekolah dasar. Pengemabangan perangkat mengacu model 4-D Thiagarajan,dkk. Proses pengembangan tersebut terdiri dari empat tahap, yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Hasil pengembangan berupa Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP), Lembar kegiatan siswa (LKS), dan tes hasil belajar (THB). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pengembangan perangkat pembelajaran terpadu tipe Webbed untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah serta penerapannya secara khusus bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keterlaksanaan perangkat pembelajaran; (2) mendeskripsikan aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran; (3) mendeskripsikan respon siswa setelah diterapkan pembelajaran; (4) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar setelah mengikuti pembelajaran; (5) mendeskripsikan peningkatan kemampuan memecahkan masalah.Rancangan penelitian menggunakan penelitian pengembangan, karena diawali dengan pengembangan perangkat pembelajaran. Sasaran penelitian adalah siswa kelas IV B SDN Rangkah VII surabaya pada tahun pelajaran 2013-2014 dengan jumlah murid 44 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi lembar validasi, angket, tes hasil belajar, dan dokumentasi.Berdasarkan hasil analisis didapatkan hasil penelitian yaitu (1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan dikategorikan valid oleh validator dan tes hasil belajar memenuhi kriteria valid, reliabel, dan sensitivitas; (2) dalam penerapannya perangkat tersebut praktis, keterlaksanaan pembelajaran terpadu tipe webbed memperoleh persentase 93,6% termasuk dalam kategori baik; (3) serta dalam penerapannya perangkat tersebut efektif, aktivitas siswa memperoleh persentase sebesar 73% termasuk dalam kategori aktif, respon siswa terhadap penerapan pembelajaran memperoleh persentase sebesar 94% termasuk dalam kategori baik, peningkatan hasil belajar siswa memperoleh persentase sebesar 78% termasuk dalam kategori tinggi, dan peningkatan kemampuan memecahkan masalah memperoleh persentase 75% termasuk dalam kategori tinggi. Kesimpulan bahwa penelitian pengembangan perangkat pembelajaran terpadu tipe Webbed untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah adalah baik.
PENERAPAN MODEL PBLMATEMATIKA MATERI SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG KELAS IV SDN 01 SUKOANYAR Laila Nur Qomariyah; Nur Fauziyah; Arissona Dia Indah Sari
JUSEDA Vol 2 No 2 (2018): JTIEE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.113 KB) | DOI: 10.30587/jtiee.v2i2.752

Abstract

Penerapan model PBL (Problem Based Learning) pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah pada peserta didik khususnya jenjang sekolah dasar. Peneliti akan menerapkan model PBL (Problem Based Learning) pada proses pembelajaran. Model PBL (Problem Based Learning) adalah model pembelajaran yang di dalamnya terdapat serangkaian aktivitas pembelajaran untuk memecahkan masalah nyata dengan melalui beberapa tahapan sehingga peserta didik memperoleh pengetahuan dan melatih keterampilan untuk memecahkan masalah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN 01 Sukoanyar di kecamatan cerme tahun ajaran 2017-2018 dengan jumlah 14 peserta didik. Penelitian ini menggunakan lembar tes kemampuan pemecahan masalah dan lembar observasi aktivitas peserta didik sebagai instrumen penelitian. Hasil analisis data dalam penelitian ini diperoleh bahwa, terdapat tiga tingkatan kemampuan pemecahan masalah yaitu sangat baik diraih 2 peserta didik atau 14%, tingkatan baik diraih 7 peserta didik atau 50%, dan tingkatan cukup diraih 5 peserta didik atau 36% . Aktivitas peserta didik dalam penerapan model PBL (Problem Based Learning) termasuk dalam kriteria baik karena berada pada skala 61% ≤ P ≤ 80% yang dilihat dari rata-rata persentase seluruh pertemuan adalah 79% .
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT MENGGUNAKAN MEDIA POTAKA PESERTA DIDIK KELAS V SDN DERMO Nur Halimatus Sa’diyah; Arissona Dia Indah Sari
JUSEDA Vol 3 No 1 (2019): JTIEE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.787 KB) | DOI: 10.30587/jtiee.v3i1.1134

Abstract

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Terdiri dari dua siklus yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek yang dipilih oleh peneliti peserta didik kelas V SDN Dermo Benjeng Gresik, tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 15 peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan, Pada siklus I observasi aktivitas peserta didik rata-rata 51,43%, dan pada siklus II menjadi 75,33%. Sedangkan hasil tes pemahaman konsep pada siklus I nilai rata-rata klasikal 53% dan pada siklus II nilai rata-rata 80%. Peningkatan terjadi karena adanya perbaikan pada siklus II dengan membuat pembelajaran lebih menarik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menggunakan model kooperatif tipe TGT dan media POTAKA dapat meningkatkan pemahaman konsep pada Mata Pelajaran Matematika Peserta Didik Kelas V SDN Dermo materi Bilangan Bulat.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT MENGGUNAKAN MEDIA POTAKA PESERTA DIDIK KELAS V SDN DERMO Nur Halimatus Sa'diyah; Sri Uchtiawati; Arissona Dia Indah Sari
JUSEDA Vol 4 No 1 (2020): JTIEE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jtiee.v4i1.1511

Abstract

This type of research uses classroom action research. Consists of 2 cycles, namely: planning, implementation, observation and reflection. The subject chosen by the researcher is the fifth grade student of SDN Dermo-Benjeng-Gresik, the academic year 2018/2019 which amounts to 15 students. The results of this study showed that in the first cycle 1 the observation of the activities of students averaged 51,43% and in the second cycle II became 75,33%. While the results of the concept understanding test in the first cycle I the classical average value of 53% and in the second cycle II the average value was 80%. In the crease occurred because of improvement in the second cycle II by making learning more interesting. Based on the results of the study it can be concluded that using the cooperative type TGT models and POTAKA media can improve the understanding of concepts on mathematics subjects in class V SDN Dermo integer material.
PENGEMBANGAN MODUL PERKULIAHAN MATEMATIKA 1 MELALUI PERMAINAN ENGKLEK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH Arissona Dia Indah Sari; Iqnatia Alfiansyah
JUSEDA Vol 2 No 2 (2018): JTIEE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.045 KB) | DOI: 10.30587/jtiee.v2i2.756

Abstract

Nilai matakuliah matematika 1 tentang pemecahan masalah yang berkaitan dengan bilangan mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Gresik masih tergolong rendah, hal ini ditunjukkan dari hasil ujian capaian pembelajaran khusus, mahasiswa yang mencapai nilai diatas 70 atau predikat (B) hanya 30% dari jumlah mahasiswa 41 orang. Rendahnya nilai hasil ujian capaian pembelajaran diduga disebabkan karena mahasiswa tidak dapat menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan bilangan, hal ini tampak dari hasil tes awal mahasiswa semester 1 Program Sudi PGSD Universitas Muhammadiyah Gresik.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan modul perkuliahan matematika 1 berbasis Ethnomathematics melalui permainan “Engklek” untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah matematika ahasiswa PGSD, dan menghasilkan modul perkuliahan matematika 1 berbasis Ethnomathematics melalui permainan “Engklek” untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah matematika mahasiswa PGSD yang berkualitasPenelitian akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan pengembangan modul perkuliahan yang menggunakan model 4-D atau four D Models yang dikemukakan oleh (Thiagarajan, 1974) sebagai berikut : tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), tahap penyebaran (disseminate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Modul perkuliahan Matematika 1 yang dikembangkan dikategorikan valid oleh validator dan kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa yang telah dianalisis berdasarkan tahapan menurut Polya telah meningkat sebesar 79%.Kata Kunci: Pengembangan modul, Engklek, Pemecahan Masalah
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA MATERI PERKALIAN PESERTA DIDIK KELAS III MI NURUL ULUM WONOSARI GRESIK Lilis Rahmawati; Arissona Dia Indah Sari
Jurnal Al-Fatih Vol 5 No 2 (2022): Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2022
Publisher : STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted at MI Nurul Ulum Wonosari with the subject of class teachers and 3rd grade students totaling 10 students. This study aims to analyze problem solving skills and interest in learning mathematics in multiplication material for third grade students at MI Nurul Ulum Wonosari. According to the result of interviews, the problem-solving ability of students is still relatively low, because they still cannot understand and solve story problems correctly. In addition, in the learning process the teacher has explained the material well, but the teacher has not taught them how to count multiplication in a simple and efficient way. Based on these problems, researchers will conduct reseach with qualitative methods, namely reasearch that aims to analyze the conditions that occur in the field, using descriptive methods. The tests carried out were by conducting interviews and distributing a number of test questions about problem solving and distributing questionnaires of interest in learning mathematics. After doing the research, it was found that the students’ mathematical problem solving abilities were in good category, and the result of the questionnaire distribution showed that students had a very high interest in learning mathematics.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA MATERI PERKALIAN SISWA KELAS III UPT SD NEGERI 117 GRESIK Putri Firdatun Nisa’; Arissona Dia Indah Sari
Jurnal Al-Fatih Vol 5 No 2 (2022): Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2022
Publisher : STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was to analysis of the ability to understand the concept and interest in learning mathematics multiplication theory in third grade of UPT SD Negeri 117 Gresik. The purpose is to describe how much students are able to understand the concept of multiplication and their interest in learning mathematics. The research is a qualitative research that used descriptive methods. The data used in this research were obtained using test and questionnaire. The is all third grade students of UPT SD Negeri 117 Gresik. The results showed in very good category there are 5%, in good category there are 36%, and in enough category there are 59%. Interest in learning mathematics is 32% in very high category and 68% in enough category. It can be concluded overall the ability to understand the concept in good category with percentage 70,8% and the interest in learning mathematics overall in enough category with percentage 74,5%.Concept Understanding Ability, Interests, Multiplication Theory.
PENGARUH MINAT BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PERKALIAN SISWA KELAS IV MI TARBIYATUL BANIN JAMBU SEMAMPIR GRESIK Laili Mauliddina; Arissona Dia Indah Sari
Jurnal Al-Fatih Vol 5 No 2 (2022): Al-Fatih: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2022
Publisher : STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted by fourth grade students of MI Tarbiyatul Banin, in Jambu Hamlet, Semampir Village, Cerme District, Gresik Regency, East Java Province. This study aims to analyze the influence of interest in learning on the ability to understand the mathematical concept of multiplication. This study uses quantitative methods with data collection techniques using tests and distributing questionnaires to students. After conducting the research, the researcher found that there was a significant effect between students' interest in learning and understanding of mathematical concepts. In the normality test, it was obtained that the concept understanding sig was 0.052 and learning interest was 0.200, so the data variables were normally distributed. In the homogeneity test, the sig value of 0.408> 0.05, it can be concluded that the variable understanding of mathematical concepts and the variable of interest in learning are homogeneous. So the researcher will use parametric test. In the correlation test, the data obtained from the variable interest in learning and the variable understanding of mathematical concepts have a relationship or correlation because the significant value is r table, 0.570 > 0.339 so that there is a significant influence between students' learning interest on understanding mathematical concepts of fourth grade students at MI Tarbiyatul Banin.
PENERAPAN STRATEGI KWL (KNOW-WANT TO KNOW-LEARNED) PADA KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN PESERTA DIDIK KELAS III SD Widya Noviyanti; Nanang Khoirul Umam; Arissona Dia Indah Sari
JUSEDA Vol 6 No 1 (2022): JTIEE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jtiee.v6i1.4643

Abstract

Reading is one aspect of language skills. Reading comprehension skills are the ability of students after reading to obtain information and understand the meaning contained in the reading text. However, some students are able to read but do not understand the content of what has been read. The application of the KWL (Know-Want to Know-Learned) strategy can make students active during the process before, during, and after reading, so it is suitable to be applied to reading comprehension lessons. This research is a qualitative descriptive study that aims to describe the process, results and difficulties experienced by students in implementing the KWL (Know-Want to Know-Learned) strategy during the learning process. In this study using data collection techniques in the form of tests, interviews, observation and documentation. While the data analysis in this study is in the form of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the activities of students at the second meeting were able to follow the KWL steps than at the first meeting. The ability of students when working on questions at the second meeting was more independent and increased than the first meeting. The difficulty faced by students is when making conclusions from the contents of the reading text
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PERKALIAN KELAS III MI ROUDLOTUL ULUM YOSOWILANGUN Dwi Ajeng Yuniarti; Arissona Dia Indah Sari
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v13i2.7647

Abstract

Soal-soal latihan buku siswa pada materi perkalian masih kekurangan latihan soal yang berhubungan dengan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah, sehingga sulit untuk menilai kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi perkalian. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat tes untuk soal-soal uraian tentang keterampilan pemecahan masalah. Model ADDIE 5 tahap digunakan dalam pengembangan. Instrumen yang digunakan lembar validasi, lembar respon siswa dan tes kemampuan siswa. Teknik pengumpulan data didapatkan dari anaisis kevalidan, analisis kepraktisan desain dan analisis keefektifan. Hasil validasi dari 2 validator yaitu ahli materi dan guru mata pelajaran yaitu 86,1% dari ahli materi, 90,7% dari guru mata pelajaran. Respon siswa memperoleh 87,96% yang artinya sangat baik dan tes kemampuan pemecahan masalah siswa dalam mengerjakan soal materi perkalian yang dikembangkan mendapatkan rata-rata 83% dengan ketuntasan belajar 80%. Oleh karena itu, latihan soal tes kemampuan pemecahan masalah efektif dalam pembelajaran pada materi perkalian mata pelajaran matematika.