Mardiyana, Mardiyana
Prodi Pendidikan Matematika FKIP UNS

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MEMECAHKAN SOAL CERITA PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN BERDASARKAN LANGKAH- LANGKAH POLYA DITINJAU DARI KECEMASAN MATEMATIKA (PENELITIAN DILAKUKAN DI SMPN 16 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016) Widaninggar, Nisita Nariswari; Mardiyana, Mardiyana; Kurniawati, Ira
Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI, Volume 1, Nomor 1, Januari 2
Publisher : F.KIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.902 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses berpikir siswa SMPN 16Surakarta yang memiliki kecemasan matematika tinggi dalam memecahkan masalah soal cerita pada pokok bahasan lingkaran berdasarkan langkah-langkah Polya, (2) mengetahui proses berpikir siswa SMPN 16 Surakarta yang memiliki kecemasan  matematika  sedang  dalam  memecahkan  masalah  soal  cerita  pada pokok bahasan lingkaran berdasarkan langkah-langkah Polya. (3) mengetahui proses berpikir siswa SMPN 16 Surakarta yang memiliki kecemasan matematika rendah dalam memecahkan masalah soal cerita pada pokok bahasan lingkaran berdasarkan   langkah-langkah   Polya.   Penelitian   ini   menggunakan   metode deskriptif kualitatif, subjek penelitian ditentukan melalui purposive sampling. Subjek pada penelitian ini adalah 6 orang siswa kelas VIII B SMPN 16 Surakarta yang terdiri dari 2 orang siswa dengan kecemasan tinggi, 2 orang siswa dengan kecemasan sedang, dan 2 orang siswa dengan kecemasan rendah . Teknik   pengumpulan   data   pada   penelitian   ini   menggunakan   angket   dan wawancara berbasis tugas yang dilakukan pada materi lingkaran. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validasi data dilakukan  dengan  triangulasi  waktu.  Hasil  dari penelitian ini  adalah:  (1) proses berpikir berdasarkan langkah-langkah Polya pada siswa dengan kecemasan tinggi   hanya   sampai   pada   tahap   memahami   masalah   (2)   proses   berpikir berdasarkan langkah-langkah Polya pada siswa dengan kecemasan sedang sampai pada tahap memeriksa kembali prosedur dan hasil penyelesaian (3) proses berpikir berdasarkan langkah-langkah Polya pada siswa dengan kecemasan rendah sampai pada tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN LANGKAH-LANGKAH FACIONE PADA MATERI PROGRAM LINEAR DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWAKELAS XI MAN PURWODADI TAHUN AJARAN 2016/2017 Fikri, Farisa Nur; Mardiyana, Mardiyana; Kuswardi, Yemi
Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI, Volume 1, Nomor 2, Maret 201
Publisher : F.KIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.215 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI MAN Purwodadi tahun ajaran 2016/2017 dalam menyelesaikan permasalahan program linear berdasarkan langkah Facione bagi siswa yang tergolong pada minat belajar tinggi, sedang, dan rendah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket dan wawancara berbasis tugas. Validasi data yang digunakan adalah triangulasi waktu. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa siswa dengan minat belajar tinggi memiliki kemampuan berpikir kritis dalam pemecahan masalah matematika pada materi program linear berdasarkan langkah Facione yaitu siswa dapat menyelesaikan permasalahan, namun tidak melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaannya dan tidak dapat mengerjakan dengan menggunakan cara lain. Siswa dengan minat belajar sedang memiliki kemampuan berpikir kritis dalam pemecahan masalah matematika pada materi program linear berdasarkan langkah Facione yaitu siswa tidak menyelesaikan permasalahan, sampai pada langkah menilai situasi dan membuat keputusan awal namun tidak sempurna. Siswa dengan minat belajar rendah memiliki kemampuan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika pada materi program linear berdasarkan langkah Facione yaitu siswa tidak dapat menyelesaikan persamasalahan, sampai langkah memperdalam pengetahuan dan mengumpulkan informasi yang relevan yaitu tidak membuat model matematika sesuai informasi yang diberikan.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL IDENTITAS TRIGONOMETRI PADA SISWA KELAS X SEMESTER 2 SMA NEGERI 1 KARTASURA TAHUN AJARAN 2015/2016 Jingga, Annisa Astra; Mardiyana, Mardiyana; Setiawan, Rubono
Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI Vol 1, No 5 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika SOLUSI, Volume 1, Nomor 5, September
Publisher : F.KIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.914 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan letak kesalahan serta faktor-faktor penyebab kesalahan yang dilakukan oleh siswa dari kelompok tinggi, kelompok sedang, maupun kelompok rendah dalam menyelesaikan soal identitas trigonometri. Subjek penelitian terdiri dari dua siswa kelompok tinggi, empat siswa kelompok sedang, dan tiga siswa kelompok rendah. Pengambilan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode dokumentasi, metode tes, dan metode wawancara. Langkah-langkah analisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa kesalahan yang dilakukan semua kelompok siswa adalah kesalahan berupa memutuskan menggunakan strategi  menjabarkan masing-masing hubungan perbandingan trigonometri yang mengakibatkan perhitungan menjadi rumit, penyebabnya adalah ketidakmampuan siswa menentukan hubungan antara rumus pada identitas trigonometri; kesalahan menuliskan tanda operasi matematika dan kesalahan menuliskan tanda operasi matematika dan kesalahan dalam melakukan operasi hitung bentuk aljabar, penyebabnya adalah siswa tidak teliti saat melakukan perhitungan. Kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelompok sedang dan kelompok rendah antara lain memilih strategi mengeliminasi kedua persamaan yang mengakibatkan perhitungan menjadi rumit, salah dalam melakukan operasi hitung bentuk aljabar, ketidakmampuan siswa menyelesaikan soal dengan benar,  kesalahan berupa mengeliminasi kedua persamaan, operasi hitung tiba-tiba mengalami perubahan yang tidak semestinya. Penyebab kesalahan kedua kelompok ini adalah siswa tidak terpikirkan ide lain, kurang memahami konsep operasi hitung bentuk aljabar, kurang terampil dalam melakukan manipulasi aljabar, ketidakmampuan siswa menentukan hubungan antara rumus pada identitas trigonometri, dan salah menafsirkan tulisannya