Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Sistem Penerangan Jalan Umum Bertenaga Surya Rahmat Ihsani Yuskar; Anggar Rusdinar; Irwan Purnama
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Panel Fotovoltaik (PV) mampu mengolah masukkan berupa temperatur dan iradiasi matahari menjadi keluaran daya yang diinginkan. Panel PV bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi sistem penerangan jalan umum. Pada sistem penerangan jalan umum penggunaan panel surya sangat berpengaruh terhadap cuaca. Sistem tersebut diterapkan pada jalan yang minim akan penerangan pada malam hari. Penelitian ini juga bertujuan untuk merancang sistem penerangan jalan umum berbasis konverter DC/DC Single Ended Primary Inductor Converter(SEPIC) yang terintegrasi dengan Maximum Power Point Tracking (MPPT) serta Pulse Width Modulation (PWM) dan merancang rangkaian lampu LED agar dapat bekerja secara otomatis pada saat malam hari dan siang hari. Penelitian yang dilakukan adalah dengan menerapkan algoritma MPPT dan PWM. Pada penyelesaian tugas akhir ini, hasil pengujian saat siang hari panel PV mengisi baterai aki sampai terisi penuh, dibutuhkan waktu pengisian baterai selama 7,51 jam. Sedangkan saat malam hari baterai mampu menyalakan lampu LED selama 45 menit. Setelah diteliti lebih lanjut efisiensi yang diperoleh MPPT sebesar 0,95%, sedangkan efisiensi yang diperoleh PWM sebesar 39,34%. Kata Kunci: Pulse Width Modulation, Maximum Power Point Tracking, Single Ended Primary Inductor Converter, Panel Fotovoltaik. Abstract Photovoltaic Panel (PV) is able to process various temperatures and solar irradiation into the desired purchasing power. PV panels can be used as public street lighting energy. In the general street lighting system the use of solar panels is very striking against the weather. The system is applied to minimal roads that will illuminate at night. The research carried out is by applying the Maximum Power Point Tracking (MPPT) algorithm and Pulse Width Modulation (PWM). This is one of two DC End DC Inductors (SEPIC) DC / DC Inductors that are connected to MPPT and PWM and LED lights so that they can work directly in the day and day. At this time, the purchase result during the day the PV panel fills the battery until it is fully charged, it takes a battery charging time of 7.51 hours. Whereas when the holiday battery LED lights for 45 minutes. After further research, the MPPT was 0.95%, while the efficiency obtained by PWM was 39.34%. Keywords: Pulse Width Modulation, Maximum Power Point Tracking, Specific Single Inductor Inductor Converter, Photovoltaic Panel.
Perancangan Driver Motor Dc Brushless Dengan Sistem Pengereman Regeneratif Pada Mobil Listrik Galih Ryan Bagastama; Angga Rusdinar; Irwan Purnama
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

listrik sebagai penggerak dengan baterai sebagai sumber energi. Kendala utama yang muncul akibat penggunaan baterai adalah membutuhkan waktu recharging yang lama, dibutuhkan waktu berjam-jam untuk mengisi tenaga listriknya terisi penuh. Metode yang dikembangkan saat ini mengatasi kendala tersebut dengan memanfaatkan regenerasi energi saat dilakukan pengereman elektrik. Di dunia otomotif dikenal adanya pengereman regeneratif elektrik dengan mengkonversikan energi mekanis sistem menjadi energi listrik melalui proses menyalurkan energi dari motor listrik ke dalam baterai selama proses pengereman. Pada Tugas Akhir ini dirancang suatu driver motor DC brushless dengan sistem pengereman regeneratif pada mobil listrik. Driver motor DC brushless dengan metode six-step menggunakan rangkaian bidirectional inverter 3 fasa. Driver motor menerima acuan kontrol dari komponen switching yang dikontrol oleh mikrokontroler. Pengereman regeneratif dilakukan dengan memanfaatkan sisa putaran motor DC brushless saat pedal gas dilepas. Arus regeneratif akan mengalir dari motor ke baterai melalui dioda freewheeling. Hasil yang didapat dari Tugas Akhir ini adalah sistem mampu menggerakan motor DC brushless di sekitar 160 RPM. Bidirectional inverter mampu mengonversi arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC) dengan tegangan sekitar 24,4V – 24,8V ketika tanpa beban maupun dengan beban dan arus 0,3A – 0,4A dikondisi dengan beban. Rata-rata pengereman regeneratif mampu menghasilkan energi sebesar 5,47 Watt. Kata kunci : Pengereman Regeneratif, Driver Motor Tiga Fasa, Bidirectional Inverter, DC brushless motor, MOSFET IRF3710
Perancangan Kendali Satu Siklus Pada Konverter Daya DC/DC Kemal Muhammad Rais; Irwan Purnama; Kharisma Bani Adam
eProceedings of Engineering Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konverter merupakan sebuah alat yang dapat menghasilkan sistem pengubah tegangan dan suplai daya. Tegangan keluaran yang konstan adalah hal yang sangat penting untuk menghasilkan suplai daya yang diharapkan. Perubahan tegangan keluaran dipengaruhi oleh berbagai macam faktor pengganggu, salah satunya beban yang berubah dan ripple yang besar. Pada penelitian tugas akhir ini akan dirancang sebuah purwarupa konverter SEPIC beserta sistem kendali tegangan outputnya. Tegangan output dari konverter menjadi parameter untuk dikendalikan. Dengan cara menggunakan teknik kendali satu siklus pada rangkaian agar gangguan pada tegangan input tidak akan mempengaruhi tegangan keluar setiap satu siklus penyakelaran. Dari hasil eskperimen yang dihasilkan, output tegangan mendekati nilai set point 15 Volt yang sudah ditentukan Dari hasil pengukuran pada saat transient, rise time yang dicapai yaitu 10 ms dengan settling time 72 ms, overshoot sebesar 16.1 V, dan steady state error sebesar ± 0.3 V atau 0.05 % dari set point. Ini menunjukan bahwa teknik kendali satu siklus bisa digunakan sebagai kendali tegangan konverter sepic. Kata Kunci : Konverter Sepic, Tegangan, Kendali Satu Siklus
Sistem Navigasi Kursi Roda Otonom Dengan Sensor Laser Muhammad Afan Aljafar; Angga Rusdinar; Irwan Purnama
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem navigasi menjadi bagian terpenting pada autonomous mobile robot agar mampu bergerak secara mandiri. Sistem navigasi pada autonomous mobile robot diartikan sebagai kemampuan untuk memandu pergerakan dari suatu lokasi ke lokasi lain yang dituju melalui penentuan lokasi dan arah gerakanya. Pada penelitian ini, kursi roda merupakan autonomous mobile robot-nya menggunakan navigation stack package pada framework ROS sebagai sistem navigasinya. navigation stack merupakan konsep program jaringan mobile robot, dan menggunakan sensor LiDAR untuk melakukan navigasi juga melakukan pemetaan ruangan terlebih dahulu, serta menggunakan sistem kendali adaptif untuk kecepatan motor dc. Terdapat juga sistem yang tergabung di dalam navigation stack package untuk mengendalikan posisi kursi roda yaitu metode kendali odometry, yang memanfaatkan pemodelan fisik differential drive mobile robot untuk mendapatkan kecepatan linier dan sudut dari masing-masing roda penggerak, kemudian dari perolehan kecepatan tersebut didapatkan jarak perpindahan dan sudut perpindahan dari kursi roda. kursi roda mengunakan sensor laser LiDAR. Kursi roda bergerak secara otonom dengan aktuator motor dc yang kecepatannya terkendali dengan sistem kendali PID dengan nilai konstanta P = 0.16, I = 5.5, dan D = 0 pada masing-masing mikrokontroler yang terhubung pada motor dc kanan dan kiri. Dengan sistem navigation stack package, sensor LIDAR dan pengendali PID pada kecepatan motor dc Kursi roda mampu berjalan secara otonom dengan pola lurus dari titik (0,0) menuju (2.9 , 0), berjalan lurus dari titik (2.3, -1.3) menuju (2.3, -3.3), dan berjalan secara otonom dengan pola bolak-balik dari titik awal (0,0) menuju titik kedua (29,0) dan kembali ke titik awal, dengan rentang kesalahan sebesar 0.58% - 98.99%. Kata Kunci : Autonomous Navigation, LIDAR, ROS, Odometry, SLAM, PID.
Sistem Pemetaan Pada Kursi Roda AutonomSistem Pemetaan Pada Kursi Roda Autonomous Menggunakan Sensor Lidar A1m1ous Menggunakan Sensor Lidar A1m1 Risna Septisari; Angga Rusdinar; Irwan Purnama
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Adanya batasan kemampuan secara fisik dan mental, penyandang disabilitas memiliki kemungkinan untuk menggunakan kursi roda dalam membantu pergerakannya [1]. Kursi roda pada umumnya terdapat 2 jenis diantaranya kursi roda manual dan kursi roda otonomus. Kursi roda manual adalah kursi roda yang pergerakannya masih dibantu oleh orang lain dalam mendorong kursi roda atau kursi roda manual bisa digerakkan dengan memutar roda yang ada di samping kanan dan kiri kursi roda. Sedangkan, kursi roda otonomous adalah kursi roda yang pergerakannya dibantu oleh kontroler berbentuk joystick dimana pengguna dapat bebas menggerakan kursi roda dari satu tempat ke tempat yang lain. Kursi roda otonomous ini belum sepenuhnya menjadi otonomous dikarenakan kursi roda otonomous tersebut dalam perpindahannya masih di kontrol oleh kontroler yang mana diinginkan berupa fitur kursi roda tersebut dapat berjalan sendiri sesuai navigasi [2]. Untuk memenuhi fitur tersebut bagian pertama yang dibutuhkan adalah sistem pemetaan. Sistem pemetaan adalah sistem penggambaran atau pembacaan dari permukaan suatu objek yang diperkecil dengan menggunakan skala untuk mempresentasikan ukuran peta yang tergambar dengan ukuran peta sebenarnya [2]. Untuk mendapatkan penggambaran dari permukaan suatu objek perlu adanya sebuah sensor yang dapat membaca permukaan suatu objek. Salah satu sensor yang dapat menggambarkan sistem pemetaan 2 dimensi dengan baik adalah sensor LiDAR. Dalam sistem pemetaan biasanya dinyatakan dengan menggunakan parameter jarak, sudut dan nilai x, y. Pada penelitian sistem pemetaan sebelumnya sistem pemetaan memiliki parameter dalam pembacaan sudutnya 00 hingga 0,50 pada jarak 0 – 1500 mm [3]. Dalam penelitian sistem pemetaan ini akan dibuat sistem pemetaan dengan pengukuran ruangan jarak ukur sejauh 1 meter hingga 5 meter dalam pembacaan sudut 0, 45, 90, 135, 180, -45, -90, -135, -180. Pada penelitian ini sensor LiDAR akan diletakkan pada titik tengah sebuah ruangan dalam keadaan diam dan tidak berpindah sehingga, sistem pemetaan ruangan mampu menggambarkan peta ruangan secara keseluruhan melalui bantuan framework Robot Operating System kemudian ditampilkan melalu software Rviz. Input untuk pembuatan peta berasal dari nilai jarak dan sudut pembacaan sensor LiDAR. Hasil penelitian ini adalah didapatkannya sistem pemetaan 2 dimensi pada ruangan tertutup, beserta nilai jarak dalam satuan meter dan sudut dalam satuan derajat dengan nilai error sebesar 0.99% sebagai bukti bahwa sensor LiDAR merupakan sensor yang dapat berfungsi dengan baik dan diterapkan pada kursi roda otonomus. Kata Kunci : Sensor LiDAR, Sistem Pemetaan. Abstract There are limitations on physical and mental abilities, people with disabilities have the possibility to use a wheelchair to help their movement [1]. There are generally 2 types of wheelchairs, including manual wheelchairs and autonomous wheelchairs. A manual wheelchair is a wheelchair whose movement is still assisted by others in pushing a wheelchair or a manual wheelchair can be moved by turning the wheels on the right and left of the wheelchair. Meanwhile, an autonomous wheelchair is a wheelchair whose movement is assisted by a joystickshaped controller where users can freely move the wheelchair from one place to another. This autonomous wheelchair has not yet become fully autonomous because the autonomous wheelchair in its displacement is still controlled by the controller, which means that the wheelchair feature can run independently according to navigation [2]. To fulfill this feature, the first part needed is a mapping system. Mapping system is a system of depicting or reading from the surface of an object which is reduced by using a scale to present the size of the map drawn with the actual map size [2]. To get a depiction of the surface of an object, it is necessary to have a sensor that can read the surface of an object. One of the sensors that can describe the 2-dimensional mapping system well is the LiDAR sensor. In a mapping system it is usually expressed using parameters of distance, angle and the values of x, y. In previous mapping system research, the mapping system had parameters in the angle reading of 00 to 0.50 at a distance of 0 - 1500 mm [3]. In this mapping system research, a mapping system will be made with the ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.8, No.2 April 2021 | Page 10702 measurement of a measuring distance of 1 meter to 5 meters in an angle reading of 0, 45, 90, 135, 180, -45, -90, - 135, -180. In this study, the LiDAR sensor will be placed at the center point of a room in a stationary state and not moving so that the room mapping system is able to describe a map of the room as a whole through the help of the Robot Operating System framework then displayed through the Rviz software. The input for map creation comes from the distance and angle values of the LiDAR sensor reading. The results of this study are the obtaining of a 2-dimensional mapping system in a closed room, along with distance values in meters and angles in degrees with the error value as much as 0.99 % proove that the LiDAR sensor is a sensor that can function properly and is applied to autonomous wheelchairs. Keywords: LiDAR sensor, mapping system.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Daya Ugv (unmanned Ground Vehicle) Noval Hadriawan; Angga Rusdinar; Irwan Purnama
eProceedings of Engineering Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi di bidang persenjataan dan militer juga semakin berkembang pesat, salah satunya adalah mulai banyaknya pengoperasian Unmanned Vehicle atau kendaraan tanpa awak seperti pengoperasian pada kendaraan darat atau UGV (Unmanned Ground Vehicle). Selama bertahun-tahun UGV telah digunakan di berbagai aplikasi seperti intuk penggunaan kebersihan, medis, dan militer [1]. Pemanfaatan prototipe sistem monitoring daya pada UGV ini dapat dimaksimalkan untuk operasi UGV seperti misi pengiriman perlengkapan logistik perang, karena akan sangat mempermudah dan mengurangi risiko yang disebabkan karena mayoritas sistem pengiriman saat ini masih dilakukan secara personel (dibawa oleh manusia) atau dengan sistem drop dengan kendaraan udara. Sistem juga dapat dipantau dari jarak jauh melalui platform IoT MIT App Inventor yang dapat diunduh melalui gawai Android untuk melihat data baterai secara realtime. Penelitian ini menggunakan sensor tegangan, sensor arus, Mikrokontroler Arduino Mega, LoRa Shield Dragino, dan platform IoT. Hasil dari monitoring baterai yang dilakukan menunjukkan error pada pengukuran sensor hanya menunjukkan 2,78% dengan akurasi 97,22%, dengan daya tempuh baterai menyisakan 53% pada baterai 60 Volt, 51% pada baterai 12 Volt 18Ah, dan 78% pada baterai 12 Volt 70Ah selama 89 menit pengoperasian. Delay pada komunikasi LoRa ke Antares menunjukkan rata-rata 491 milisekon untuk waktu pengiriman. Sehingga sistem monitoring ini dinilai cukup akurat, dan diharapkan sistem monitoring ini dapat membantu pengoperasian UGV Rover. Kata Kunci: UGV (Unmanned Ground Vehicle), Baterai VRLA, IoT
Rancang Bangun Sistem Monitoring Baterai Uav (unmanned Aerial Vehicle) Untuk Menentukan Estimasi Waktu Dan Jarak Terbang Secara Real-time Ismail Maulana Juned; Angga Rusdinar; Irwan Purnama
eProceedings of Engineering Vol 9, No 2 (2022): April 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pesawat tanpa awak atau biasa disebut UAV (Unmanned Aerial Vehicle) adalah salah satu wahana tanpa awak di udara yang mana dapat terbang tanpa pilot, menggunakan gaya aerodinamik untuk menghasilkan gaya angkat (lift), dapat terbang secara autonomous atau dioperasikan dengan radio kontrol. Akan tetapi, tidak jarang terjadi kendala yang dialami oleh pengguna UAV ketika menerbangkannya, seperti UAV yang tibatiba jatuh ketika berada di udara. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya fitur untuk mengetahui kapasitas baterai pada UAV, sehingga pengguna tidak dapat mengetahui estimasi waktu dan jarak yang mampu ditempuh oleh UAV hingga kembali mendarat. Maka dibutuhkan sebuah fitur untuk mengetahui kapasitas baterai UAV ketika sedang melakukan operasi terbang. Dengan metode pengukuran kapasitas baterai menggunakan sensor arus dan sensor tegangan yang berlandaskan pengujian data dengan melakukan perhitungan konsumsi daya baterai, maka dapat dibuat sebuah sistem yang mampu memberikan informasi mengenai estimasi waktu dan jarak terbang UAV. Sistem tersebut mampu megirimkan informasi secara real-time kepada pengguna sehingga pengguna dapat memantau dan memperkirakan waktu dan jarak tempuh UAV hingga kembali mendarat. Kata Kunci: UAV (Unmanned Aerial Vehicle), baterai, waktu dan jarak, sensor, monitoring
Communication System Between Electric Vehicle and Electric Vehicle Charging Station Based on AC Powerline Carrier Gustyan Sukmara, Reza; Purnama, Irwan; Rusdinar , Angga
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract - Electric vehicles are increasingly common in everyday life, especially in developed countries, while Indonesia is starting to adopt this concept. In electric vehicles, the Controller Area Network (CAN) serves as a central hub for data distribution throughout the vehicle, managing information from sensors, component status, and more. Charging is an important aspect of electric vehicles, which is crucial for the proper functioning of the vehicle. Establishing a communication link between the vehicle and the charging station offers significant benefits to both the user and the vehicle, enabling real-time diagnostics during routine charging. This is the driving force behind the development of Electric Vehicle Power Line Communication (EVPLC). The purpose of EVPLC is to enable data transfer through a two-way communication system via AC current used to charge the vehicle's battery. Researchers have developed an EVPLC module and validated the concept through simulations of an Electric Vehicle Charging Station (EVCS) and Electric Vehicle Controller Area Network (EVCAN). This approach aims to demonstrate the feasibility of implementing EVPLC in real-world charging stations and electric vehicles, ensuring efficient communication and diagnostics during the charging process. Keywords - CAN, Bidirectional, EVCS, EVCAN, AC, electric vehicle.
Communication System Between Charging Station And Electrical Vehicle Using Power Line Communication Satria Yogsakti, Don Bosko; Purnama, Irwan; Rusdinar, Angga
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract - Electric vehicles are now starting to enter into a regular life, at least in its original sense of the word (for developing countries like Indonesia). In an electric vehicle, there is a little something called the Controlled Area Network (CAN) that serves as the central repository of how different parts in your car communicate with one another like sensors and part conditions. An electric vehicle always comes with a certain amount of charging, which is one of the very essential aspects of running properly. This would be advantageous if the vehicle had a means of communicating with the charging station to provide direct diagnostics on the vehicle's state while it is being charged by simply keeping up its routine maintenance. This is the major reason for the development of Electric Vehicle Power Line Communication (EVPLC). What is intended thereby, is to assure that a data transfer activity with a bidirectional communication mechanism can take place via the AC flowing over via the charging cable of the battery electric vehicle. Realizing the concept, researchers established an EVPLC module with emulated EVCS and EVCAN simulators through online simulation to show it can be deployed into a real electric vehicle (EV) charging station and car. Keywords - CAN, Bidirectional, EVCS, EVCAN, AC
Electrical Vehicle Power Line Communication Tristan Daru , Alexander; Purnama, Irwan; Rusdinar, Angga
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract - Nowadays, electric vehicle is starting to be a reguler thing in a daily life, especially in advanced countries, while Indonesia is currently adopting that concepts. In an eletric vehicle, there is a Controlled Area Network (CAN) which functions as the central area for all the data distribution through out the vehicle, including sensors, part conditions, and others. Insaparable activity from electric vehicles is charging, since it is one of the most crucial factors to runs properly. Having a communication mechanism between the vehicle with the charging station would give benefits, for both the user also the vehicle, making it possible to have a direct diagnostic of the vehicle state while regulerly charging it. That is the main reason for a developmet in Electric Vehicle Power Line Communication (EVPLC). The goal is to assure that it is possible to have a data transfer activity with bidirectional communication mechanism through the running AC current that charges the battery of the vehicle. While grasping that concept, the researchers created an EVPLC module through a simulated Electrical Vehicle Charging Station (EVCS) and Electrical Vehicle Controlled Area Network (EVCAN) simulation to prove the concept to be implemneted onto a real EVCS and electric vehicle. Keywords - CAN, Bidirectional, EVCS, EVCAN, AC
Co-Authors A Halim Aam Muharam Abdul Halim Adi Febrianton Adi Febrianton Adi Febrianton adi, Adi Febrianton Agung Mahardiono, Novan Amin Amin Andi Herwati Angga Rusdinar Augustina Asih Rumanti Baihaqi, Muhammad Yeza Bandiyah Sri Aprillia Carolus Kaswandi Clara Lavita Angelina Desri Kristina Silalahi Dwianda, Yudi Eka Rakhman Priandana Febrianton, Adi Galih Ryan Bagastama Gustyan Sukmara, Reza Haerani, nining Haerul, Haerul Halawa, Edmun Hazra Yuvendius I Gede Putu Oka Indra Wijaya Ilma Mufidah Indah Purnama Puilltri Indah Purnama Putri Indra Sucipta Irdansyah, Irdansyah Ismail Maulana Juned Ivonita Simbolon, Artha Iwan Rohman Setiawan Jangkung Raharjo Jonathan, Martuagus Joni Welman Simatupang Kemal Muhammad Rais Kharisma Bani Adam Khwarizmi, Ahmad Faishal Mahersa, Radya Putra Marza Ihsan Marzuki, Marza Ihsan Masriyanto, Masriyanto Mohamad Ramdhani Muhammad Afan Aljafar Muhammad Arifin Muhammad Fadil Muhammad Ridho Rosa Muhammad Ridwan Muhammad Zakiyullah Romdlony Munajat, Muhammad Mustika, Widya Sinta Nadiya, Ulfah Noval Hadriawan Novi Prihatiningrum Nugraha, Alfiqri Radifa Porman Pangaribuan Purnama Putri, Indah Putri, Indah Purnama Putri, Indah Purnama Rahman , M. Aulia Rahmat Ihsani Yuskar Ramaddan, Arya Imansyah Rashad Abul Khayr Raudhah Nurul Auliya Ridlho Khoirul Fachri Risna Septisari Rizqi, Febrian Maulana Romiyadi Rospawan, Ali Samsuri, Faisal Satria Yogsakti, Don Bosko Sepfitrah Setiawan, Iwan Rohman Setiyadi, Surawan Sihotang, Psalmen Sudarmono Sasmono Tristan Daru , Alexander Vincent Vincent, Vincent Widiati, Bibiana Rini Yudi Dwianda Yudi Dwianda Yusuf Nur Wijayanto Yusuf Nur Wijayanto