Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Seleksi Mahasiswa Baru Jalur Non-tulis Menggunakan Algoritma Ant-miner M. Abdul Jabbar; Indwiarti Indwiarti; Fitriyani Fitriyani
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seleksi mahasiswa baru jalur non-tulis adalah salah satu dari jalur masuk Universitas dengan jumlah pendaftar yang tinggi. Tugas akhir ini membahas bagaimana cara melakukan seleksi mahasiswa baru jalur non-tulis dengan menggunakan rules yang didapat dari metode klasifikasi. Diharapkan rules hasil klasifikasi dapat digunakan untuk membantu mengevaluasi penerimaan mahasiswa baru dari jalur non-tulis. Klasifikasi terhadap data seleksi mahasiswa baru jalur non-tulis dapat dilakukan dengan algoritma ant-miner. Ant-miner (ant-colony based data miner) adalah algoritma yang digunakan untuk mengekstrak rules klasifikasi dari data dan telah memberikan hasil yang cukup memuaskan dalam beberapa jenis data kompleks yang telah diujikan. Tugas akhir ini juga bertujuan untuk menghasilkan analisis dari penggunaan algoritma ant-miner terhadap data seleksi mahasiswa baru jalur non-tulis. Hasil penelitian tugas akhir ini menunjukkan bahwa algoritma ant-miner menghasilkan akurasi training dan testing yang cukup baik, tidak overfitting, dan menghasilkan rules dengan akurasi, recall dan presisi yang baik sehingga dapat digunakan untuk mengevaluasi penerimaan mahasiswa baru jalur non-tulis. Kata kunci : Klasfikasi, Seleksi Mahasiswa Baru, Ant-colony optimization, Ant-miner
Kriptografi Rsa Pada Aplikasi File Transfer Client-Server Based Muhammad Arief; Fitriyani Fitriyani; Nurul Ikhsan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi membuat kemudahan dalam berkomunikasi. Kemudahan ini juga membuat mudahnya tersebar data-data privat seseorang. Dibutuhkan suatu pengamanan data. Algoritma RSA merupakan algoritma kriptografi yang memiliki tingkat keamanan tinggi. Kunci RSA dengan panjang 1024 bit dapat memakan waktu ratusan tahun untuk dibobol jika menggunakan metode brute force. Dalam penelitian ini, enkripsi RSA pada file akan diimplementasikan dalam sebuah aplikasi FTP client. Saat proses upload, file akan dienkripsi sehingga file tersebut tidak bisa dibaca sembarang orang. Hanya yang memiliki kunci yang dapat membacanya. Dengan ini dihasilkan mekanisme berbagi file yang lebih aman walaupun menggunakan sebuah jaringan publik. Dari beberapa percobaan, dihasilkan bahwa algoritma RSA dapat digunakan untuk enkripsi dan dekripsi sebuah file untuk meningkatkan keamanan pada suatu jaringan publik. Namun dikarenakan penggunaan JVM yang terbatas, ukuran file yang dapat dienkripsi juga terbatas. Kata Kunci : Kriptografi, RSA, FTP
Kriptanalisis Dengan Metode Brute Force Pada Graphics Processing Unit Rafiqa Humaira; Fitriyani Fitriyani; Nurul Ikhsan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kriptografi adalah seni dan ilmu untuk menjaga kemananan pesan. Selain kriptografi berkembang pula kriptanalisis, kriptanalisis adalah ilmu atau seni untuk memecahkan plaintext kriptografi. Metode yang paling sederhana dan mudah dalam melakukan kriptanalisis adalah Brute Force attack. Brute Force adalah metode yang mencoba semua kemungkinan yang ada untuk memecahkan plaintext. Pengujian dalam penelitan ini menggunakan kriptografi RC4. Panjang plaintext dan panjang key yang digunakan 1 s/d 6 karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin panjang plaintext semakin lama waktu yang diperlukan untuk menemukan plaintext sedangkan panjang key tidak berpengaruh terlalu besar dalam memecahkan plaintext. GPU lebih unggul dari CPU saat panjang plaintext lebih dari 3 karakter, dengan persentase 23.11% pada saat 6 karakter panjang plaintext. Kata kunci : Brute force, CPU, GPU, RC4
Simulasi Jarak Aman Berkendara Berbasis Molecular Dynamic Fikri Auzi Al Haq; Nurul Ikhsan; Fitriyani Fitriyani
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simulasi jarak aman berkendara dapat direpresentasikan dengan banyak metode. Proses simulasi yang sering digunakan dalam simulasi jarak aman adalah pendekatan linear yang efektif untuk menggambarkan masalah jarak dan waktu. model linear sering digunakan dalam kasus jarak aman antar kendaraan yang masih bisa diamati satuannya. Karena dapat menggambarkan hubungan antar kendaraan dalam dunia nyata. Pendekatan jarak aman berkendara juga dapat digambarkan menggunakan molecular dynamic serta menggambarkan keadaan antar kendaraan dengan menggunakan persamaan persamaan Newtonian II. Hal ini didasari karena pendekatan simulasi menggunakan molecular dynamic dapat menggambarkan simulasi model linear dengan mengimplementasikan kondisi-kondisi berdasarkan sifat dasar dari sebuah molekul. Hubungan antar kendaraan beserta jarak amannya diibaratkan dua molekul yang saling berinterkasi. Kedua pendekatan tersebut dapat diimplementasikan untuk menyimulasikan jarak aman antar kendaraan dengan jumlah yang terbatas. Pada tugas akhir ini hasil yang didapat dari simulasi jarak aman berbasis molecular dynamic ini berupa jarak antar kendaraan baik terhadap waktu ataupun kecepatan. Hasil simulasi diuji terhadap data hasil observasi dari kasus nyata dengan hasil akurasi terbaik 35,98%. Kata kunci : Simulasi, Model, Molecular dynamic,jarak aman,waktu,linear.
Komputasi Paralel Untuk Solusi Numerik Persamaan Panas 2-D Okky Steviano Sudaro; Fitriyani Fitriyani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mulai dari proses sederhana seperti merebus air sampai dengan proses manufaktur berbagai produk seperti makanan sampai dengan produksi senjata. Panas merupakan salah satu wujud energi yang berperan besar dalam kehidupan manusia. Seiring berjalannya perkembangan ilmu pengetahuan, sifat dari panas sudah dirumuskan ke dalam sebuah persamaan yang disebut sebagai persamaan panas. Persamaan panas tersebut pada dasarnya dapat dikatakan bekerja secara sekuensial atau serial, dengan melibatkan beberapa framework komputasi parallel, yang nantinya akan dianalisis perbandingan performansi dari waktu komputasi baik secara serial maupun parallel. Sebagian percobaan dilakukan di dua mesin yang berbeda, yaitu Brokoli cluster milik program studi Ilmu Komputasi Universitas Telkom dan Notebook ASUS N43SL. Diperoleh hasil dengan signifikansi maksimal dari masing-masing mesin sebesar 3,6358 dan 1,091. Kata kunci : Persamaan Panas, Komputasi Parallel, Komputasi Kinerja Tinggi, OMP, PThread
Deteksi Penyusupan Pada Jaringan Komputer Menggunana IDS Snort Walid Fathoni; Fitriyani Fitriyani; Galih Nugraha Nurkahfi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah keamanan jaringan semakin menjadi perhatian dikarenakan semakin banyaknya alat yang bermunculan dan tehnik yang digunakan oleh seseorang secara ilegal untuk masuk kedalam sistem atau membuat lumpuh sistem yang ada secara ilegal. Selain itu adanya celah dan tidak ada sistem keamanan yang melindungi sistem menjadikan sistem rentan terhadap serangan. Tugas akhir ini disusun untuk melakukan penelitian terhadap beberapa jenis serangan yang ada dan sering terjadi, sehingga dapat membantu menangkal serangan yang dilakukan hacker terhadap sistem. Penulis menggunakan software SNORT dalam penelitiannya dan berdasarkan rule berbasis signature base. Pada penelitian ini penulis berhasil mendeteksi semua serangan yang diujicobakan dan menghasilkan nilai 1 yang berarti pendeteksian berjalan dengan baik. Kata kunci : Keamanan jaringan, kerentanan, sistem deteksi penyusupan, SNORT, IDS
Perbandingan Algoritma Brute Force (bf) Dengan Algoritma Genetika (ag) Menggunakan Pendekatan Komputasi Kinerja Tinggi Erqy Sara Quartian; Fhira Nhita; Fitriyani Fitriyani
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan yang terjadi pada bidang komputasi semakin terlihat dengan dikembangkannya berbagai penemuan dalam bidang teknologi, terutama untuk permasalahan yang menggunakan data yang besar sebagai perhitungan, sehingga apabila dilakukan perhitungan secara serial akan cukup memakan waktu. Kerja komputer secara parallel sangatlah mempengaruhi kinerja dari komputasi itu sendiri. Dengan coding yang efektif, maka pekerjaan komputer secara parallel akan memangkas waktu perhitungan algoritma secara signifikan. Penelitian tugas akhir ini akan membahas bagaimana perbandingan yang dihasilkan dari dua algoritma, yaitu Algoritma Genetika (AG) baik secara serial maupun parallel dan Algoritma Brute Force (BF) dengan menggunakan bahasa C yang terdapat pada arsitektur CUDA yang diterapkan pada studi kasus TSP untuk 101 kota. Keunggulan dari penggunaan AG adalah kemampuannya untuk menyimpan individu terbaik dari sekian perulangan yang telah ditentukan sehingga akan didapat individu terbaik pada akhir perhitungan. AG Serial menghasilkan performansi nilai jarak terpendek sebesar 4801.91 dan nilai fitness 0.000208 untuk penggunaan 100 generasi, ukuran populasi sebanyak 100, probabilitas crossover 0.9, dan probabilitas mutasi 0.1 dengan perhitungan waktu 1.19 detik, sedangkan AG Parallel menghasilkan performansi nilai jarak terpendek sebesar 4739,34 dan fitness 0,000211 untuk penggunaan 100 generasi, ukuran populasi sebanyak 150, probabilitas crossover 0.9, probabilitas mutasi 0.5 dengan perhitungan waktu 1.04 detik. Kata kunci : Algoritma Genetika, Algoritma Bruteforce, Trevelling Salesman Problem, High Performance Computing, CUDA Programming.
Real-time Rendering Dan Kompresi Video Paralel Menggunakan Algoritma Huffman Hanif Wicaksono; Fitriyani Fitriyani; Izzatul Ummah
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Video sebagai salah satu komponen multimedia memegang peranan penting sebagai bentuk informasi visual. Namun kendala terbesar adalah besarnya tempat penyimpanan file. Masalah kedua yang sering dihadapi adalah saat proses kompresi memakan waktu yang cukup lama karena itu digunakan Parallel computing untuk menyelesaikannya. Di dalam tugas akhir ini dibahas penggunaan metode Huffman Code untuk kompresi dengan jumlah data yang besar, yaitu pada sebuah Frame Video dengan menggunakan nilai intensitas warna pada setiap pixel sebagai data dan letak pixel sebagai dimensi matriks. Data yang diamati adalah kecepatan proses kompresi, rasio antara jumlah bit sebelum dan sesudah kompresi, dan perbedaannya menggunakan serial (sekuensial) dan Parallel computing (paralel). Hasil menunjukkan bahwa kecepatan proses kompresi untuk 1 frame membutuhkan waktu sekitar 8 menit sedangkan proses kompresi untuk 1 frame dengan Parallel computing membutuhkan waktu sekitar 4 menit. Sedangkan rasio kompresi antara sekuensial dan paralel sama sekitar 89,82% dan 95,71%. Kata kunci: Pemampatan (kompresi), kode huffman, rendering, Paralel, Skuensial
Analisis Implementasi Low Cost Cluster- High Performance Computing Tiara Nursyahdini; Fitriyani Fitriyani; Izzatul Ummah
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bidang komputasi mengalami kemajuan yang sangat signifikan setiap tahunnya, semua hal tersebut dibuat untuk satu tujuan, membuat ukuran perangkat semakin compact yang digunakan untuk pengolahan data yang semakin besar. Kebutuhan akan komputer berkinerja tinggi yang sangat erat hubungannya dengan supercomputer dan massively parallel processors (MPP) menurut beowulf telah dapat dipenuhi oleh komputer cluster. Supercomputer and MPP sangat kompleks untuk dikembangkan dan membutuhkan biaya yang besar, sedangkan komputer cluster dapat dibangun dari komputer-komputer sebagai node dengan harga yang lebih murah dengan jaringan berkecepatan tinggi. Perangkat lama yang semakin ditingggalkan dan menjadi tumpukan menjadi ide untuk memanfaatkan beberapa perangkat komputer lama menjadi satu kesatuan (pararel) yang memiliki performa lebih tinggi. Kinerja komputer secara pararel akan meningkatkan waktu komputasi, hal ini lah yang menjadi dasar dibuatnya komputer cluster. Penelitian tugas akhir ini akan membahas bagaimana low cost cluster dapat digunakan untuk mengerjakan kasus komputasi kinerja tinggi, dalam hal ini rendering animasi. Pada rendering, mutlak membutuhkan kinerja komputer yang mumpuni. Jika sekuel Lord of The Ring dikerjakan dengan personal computer (PC) yang tercepat saat ini, dibutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk menyelesaikan proses rendering. Bagi para artis grafis 3D atau animator, hal yang paling menyita waktu adalah menunggu proses rendering. Di Indonesia sendiri, produsen animasi rumahan sudah mulai menggeliat, membuat renderfarm sederhana yang berbiaya rendah, akan jadi pilihan yang efisien daripada menyewa atau membeli sejumlah komputer server yang berbiaya tinggi. Penelitian ini menggunakan PC desktop sejumlah 32 node, dengan 1 master untuk membuat renderfarm. Sistem operasi yang digunakan adalah Linux, dengan rendering tools yaitu blender dan brender. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan jumlah node dua kali lipat tidak linear dengan peningkatan waktu komputasi. Speed up terbaik pada ray tracing rendering didapat pada kenaikan 4 node menjadi 8 node, yaitu 93%, speed up cycles rendering terbaik terdapat pada peningkatan 8 node menjadi 16 node yaitu sebesar 91%, dan speed up motion capture terbaik ada pada peningkatan 16 node menjadi 32 node, yaitu sebesar 95%. Kata kunci : komputer cluster, komputasi kinerja tinggi, rendering, renderfarm, blender, brender.
Rendering Animasi Pada Lingkungan Komputasi Kinerja Tinggi Yogi Nugraha; Fitriyani Fitriyani; Nurul Ikhsan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Render adalah proses perubahan sebuah scene objek yang berbentuk vektor menjadi pixel untuk ditampilkan menjadi file gambar atau video. Untuk merender objek yang memiliki kompleksitas yang tinggi akan memerlukan waktu proses yang lama. Oleh karena itu, render dapat dilakukan secara paralel untuk mempersingkat waktu proses rendering. Proses rendering secara paralel dilakukan pada lingkungan komputasi kinerja tinggi, yaitu pada cluster dan Graphics Processing Unit (GPU). Pada cluster terdapat banyak komputer yang terhubung pada jaringan yang dapat mengerjakan proses render secara bersamaan sehingga waktu prosesnya lebih singkat, dan pada GPU proses render dilakukan pada framebuffer GPU yang memiliki kecepatan lebih tinggi dibandingkan default buffer pada RAM yang dapat mempercepat proses render. Pengujian pada network render dilakukan dengan blender menggunakan file blender dolphin dengan 1 dan 10 objek untuk dirender dengan jumlah frame kelipatan 100 dari 100 hingga 1000 dan kelipatan 1000 dari 1000 hingga 10000. Hasil menunjukkan waktu render meningkat sesuai dengan bertambahnya jumlah frame, dan apabila render dilakukan dengan lebih banyak prosesor, maka waktu prosesnya membutuhkan waktu yang lebih singkat. Pengujian GPU dilakukan dengan menggunakan OpenGL pada objek dolphin yang sama yang sudah diekspor menjadi file .obj yang didalamnya terdapat koordinat vertex dan polygon untuk kemudian dibaca dan dirender menjadi sebuah objek dolphin. Hasil menunjukkan pada OpenGL GPU waktu proses render lebih singkat dan objek hasil rendernya terlihat lebih halus dan memiliki proporsi warna yang lebih baik dibandingkan pada OpenGL standar, karena pada OpenGL GPU terdapat proses tambahan yaitu shading dan texturing. Kata Kunci : Render, cluster, paralel, blender, OpenGL.