Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Risk Factors For Coastal Community on The Incidence of Hypertension Riani, Putri Nur; Pratiwi, Wulan; Sari, Ratih Indah; Syifa, Putri Rifatus
Sains Medisina Vol 3 No 6 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i6.787

Abstract

Pendahuluan: Penyakit degeneratif adalah kondisi tidak menular yang berkembang seiring waktu dan memerlukan penanganan khusus. Salah satu contoh tipikal adalah hipertensi, yang memengaruhi semua kelompok populasi dan berkontribusi signifikan terhadap angka penyakit dan kematian, terutama di Asia Tenggara. Berbagai faktor risiko, termasuk gangguan pembuluh darah, genetika, dan gaya hidup tidak sehat, menyebabkan hipertensi. Di Indonesia, sebagian besar penduduk miskin (63,47%) tinggal di wilayah pesisir dan pedesaan. Komunitas ini cenderung memiliki status ekonomi rendah, pengetahuan kesehatan terbatas, serta kebiasaan pola makan dan gaya hidup yang buruk, sehingga meningkatkan kerentanan mereka terhadap hipertensi. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka yang didukung oleh sumber data sekunder. Hasil: Lima belas artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Kesamaan ditemukan pada faktor risiko lingkungan dan perilaku yang terkait dengan tingginya insiden hipertensi. Perbedaan diamati pada variabel penelitian, lokasi, ukuran sampel, dan luaran spesifik. Temuan kunci bersama menunjukkan hubungan yang kuat antara faktor gaya hidup dan prevalensi hipertensi. Kesimpulan: Hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor perilaku seperti pengetahuan, kepatuhan pengobatan, pola makan (termasuk asupan garam dan makanan berlemak), stres, merokok, dan konsumsi kopi. Faktor-faktor lain yang berkontribusi meliputi aktivitas fisik dan kondisi sosial ekonomi. Saran: Akademisi sebaiknya lebih lanjut mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap hipertensi. Institusi kesehatan didorong untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat tentang faktor risiko terkait hipertensi guna mendorong pencegahan dini dan gaya hidup yang lebih sehat.
Edukasi Kesehatan Mengenai Penyakit Jantung Koroner Bagi Warga Desa Simpang Empat Sungai Baru Kabupaten Tanah Laut : Pengabdian Sari, Ratih Indah; Dwi Wulan Apriani; Yanti Fauziah; Yuvita; R.Topan Aditya Rahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2315

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan yang umumnya memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Program berbasis komunitas ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai faktor risiko, langkah pencegahan, dan strategi deteksi dini PJK melalui edukasi kesehatan terarah. Kegiatan dilaksanakan di Desa Simpang Empat Sungai Baru melalui ceramah interaktif tatap muka yang didukung media visual, melibatkan 180 peserta (80 laki-laki dan 100 perempuan). Mayoritas peserta berada pada kelompok usia dewasa (79%), dengan sebagian besar berpendidikan terakhir Sekolah Dasar (68,6%), dan proporsi yang cukup besar memiliki riwayat hipertensi (34%), anemia (31%), atau hiperlipidemia (21%). Sepanjang kegiatan, peserta menunjukkan minat tinggi dan keterlibatan aktif. Meskipun tidak dilakukan pengukuran kuantitatif, hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang disesuaikan secara budaya dan kontekstual, serta diperkuat oleh peran kader kesehatan desa, memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan upaya pencegahan PJK secara berkelanjutan di masyarakat pedesaan. Coronary heart disease (CHD) remains one of the leading causes of mortality in Indonesia, particularly in rural areas where access to healthcare services is often limited. This community-based program aimed to enhance residents’ knowledge of CHD risk factors, preventive measures, and early detection strategies through targeted health education. The intervention was conducted in Simpang Empat Sungai Baru Village via face-to-face interactive lectures supported by visual media, involving 180 participants (80 men and 100 women). Most participants were adults (79%), the majority had completed only primary school education (68.6%), and a substantial proportion reported a history of hypertension (34%), anemia (31%), or hyperlipidemia (21%). Throughout the sessions, participants demonstrated strong interest and active engagement. Although no quantitative evaluation was conducted, the findings indicate that culturally and contextually adapted health education, reinforced by the active involvement of village health cadres, holds considerable potential to strengthen sustainable CHD prevention efforts in rural communities.
Efektivitas Brotowali (Tinospora Crispa) Sebagai Alternatif Terapi Diabetes Melitus: Tinjauan Literatur 2020-2025: Penelitian Sari, Ratih Indah; Yuvita, Yuvita; Apriani, Dwi Wulan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4722

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia resulting from impaired insulin secretion or action. Among various herbal remedies employed as alternative therapies for diabetes, Tinospora crispa, commonly known as brotowali, has attracted considerable scientific interest. This traditional medicinal plant exhibits antidiabetic potential due to its rich content of bioactive compounds such as flavonoids, alkaloids, and terpenoid glycosides. This literature review aims to evaluate recent studies investigating the antidiabetic activity of T. crispa. The review analyzed eight scientific articles published between 2020 and 2025 that met specific inclusion criteria. The findings reveal that T. crispa lowers blood glucose levels, enhances insulin secretion, promotes pancreatic β-cell regeneration, and inhibits α-glucosidase enzyme activity. These therapeutic effects are further potentiated when T. crispa is combined with other medicinal plants. However, several studies also report potential renal. phytotherapeutic agent for diabetes, although further research is necessary to establish its safety and clinical efficacy.
Implementasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis Melalui Bakti Sosial di Swarangan Pratiwi, Wulan; Riani, Putri Nur; Farihi, Muhammad Ilham; Sari, Ratih Indah; Yuvita, Yuvita
PROGRESIF: Jurnal Pengabdian Komunitas Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36406/progresif.v6i1.414

Abstract

Non-Communicable Diseases (NCDs) represent a major and increasing public health challenge in Tanah Laut Regency, particularly in Swarangan Village. The most commonly identified NCDs in the community include diabetes mellitus, gout, cardiovascular disease, and stroke. This community service program aimed to increase community awareness of NCD prevention and facilitate early detection through free health screening services. The program was implemented through collaboration between Borneo Citra Medika Polytechnic of Health and Borneo Citra Medika Hospital, involving healthcare professionals and academic staff. A total of 150 community members participated in the activity. The intervention began with a medical anamnesis to identify health complaints and risk factors, followed by targeted laboratory examinations for participants with clinical indications. The screening results showed that 35 participants (23.3%) underwent blood glucose testing, 29 participants (19.3%) underwent uric acid testing, and 44 participants (29.3%) underwent cholesterol testing, indicating a considerable proportion of individuals at risk of NCDs. The program contributed to increased community awareness, early identification of risk factors, and strengthened preventive health efforts at the community level.