Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HAK CERAI BAGI PEREMPUAN DAN FAKTOR PENYEBABNYA: DIVORCE RIGHTS FOR WOMEN AND CAUSING FACTORS Fadillah, Rahmat; Syahruji, Syahruji
Mitsaqan Ghalizan Vol. 3 No. 1 (2023): Mitsaqan Ghalizan
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mg.v3i1.5449

Abstract

The phenomenon of lawsuits for divorce in Indonesia is increasing from year to year. Laws and regulations also accommodate divorce rights owned by a wife. This is also in line with Islamic law which also substantially provides the right to file a lawsuit. This study uses a normative-juridical approach, namely an approach that is guided by laws and regulations, theories, and concepts. The results of this study indicate that women also have the right to divorce, but based on strong reasons, and these reasons are in accordance with applicable law, especially Islamic law. As for why the reason appears in the household ark is due to several factors. One side of the reason for the high number of contested divorces cannot be separated from the better understanding of women regarding their rights as wives in the household. The main factors that are the reasons for wives to carry out divorces are disharmony, husbands not fulfilling their obligations (including the economy), persecution, moral crises, interference from third parties, and unhealthy polygamy. Besides that, several other reasons are not dominant.
Kesialan atau Keberkahan Anak Mirip Orang Tua menurut Kepercayaan Masyarakat Dayak Bakumpai Syahruji, Syahruji; Sanawiah, Sanawiah; Tanjung, Ardi Akbar
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4008

Abstract

Indonesia memiliki keragaman budaya dan tradisi lokal yang membentuk sistem nilai serta cara pandang masyarakat terhadap kehidupan, termasuk dalam konteks keluarga dan perkembangan anak. Masyarakat Dayak Bakumpai di Kalimantan Selatan memiliki kepercayaan adat yang memaknai kemiripan anak dengan orang tua bukan sekadar sebagai fenomena biologis, tetapi juga sebagai simbol pewarisan sifat, karakter, dan perjalanan hidup leluhur yang dapat dihubungkan dengan konsep kesialan dan keberkahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kesialan dan keberkahan anak yang mirip dengan orang tua dalam kepercayaan masyarakat Dayak Bakumpai serta mengkaji pandangannya dari perspektif hukum keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan dan studi literatur. Data lapangan diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, dan anggota masyarakat Dayak Bakumpai, khususnya terkait praktik tapung tawar dan penyerahan anak secara maknawi sebagai bentuk ikhtiar budaya. Studi literatur dilakukan dengan menelaah karya ilmiah, jurnal, dan sumber hukum Islam yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kepercayaan adat Bakumpai, kemiripan anak dapat dimaknai sebagai pertanda keberkahan, seperti kehidupan yang sehat, tenteram, dan rezeki yang lapang, maupun sebagai pertanda kesialan, seperti sering sakit, menghadapi kesulitan hidup, atau disharmoni keluarga. Sementara itu, hukum keluarga Islam memandang kemiripan anak sebagai bagian dari sunnatullah dalam penciptaan manusia dan menolak keyakinan yang mengaitkan nasib dengan tanda-tanda tertentu selain kehendak Allah SWT. Oleh karena itu, diperlukan reinterpretasi kepercayaan adat agar selaras dengan prinsip tauhid, tanpa menghilangkan nilai kearifan lokal masyarakat Dayak Bakumpai.