Azis, Mahruf
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IDENTIFIKASI SAMPAH LAUT (Marine debris) DI EKOSISTEM MANGROVE PANTAI GURALAHA KELURAHAN MAFUTUTU KECAMATAN TIDORETIMUR KOTA TIDORE KEPULAUAN: 3Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Nuku Ade, Amiyati; Damsiki, Nuraini Adung; Azis, Mahruf
DINTEK Vol. 18 No. 01 (2025): Volume 18 No.1, Maret 2025
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah laut merupakan bahan padat yang sengaja maupun tidak sengaja di buang ke laut sehingga dapat merusak ekosistem laut. Belum adanya tempat pembuangan sampah sehingga salah satu penyebab banyaknya sampah di Kelurahan Mafututu khususnya pada ekosistem mangrove Pantai Guralahasehingga sebagian besar masyarakat membuang sampah ke laut. Tujuan dari skripsi ini adalah untukmengetahui jumlah, berat dan jenis sampah laut terdapat di Lokasi Penelitian.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskripsi kualitatif. Pengumpulan data sampah laut (Marine debris) di Lokasi Penelitian pada stasiun penelitian yang terdapat 3 plot didalamnya yang berukuran 50 x 25m (25 meter ke arah laut dan 25 meter ke arah darat) dari hasil penelitian ditemukan 5 kategori sampah laut (Marinedebris) yakni : plastik, kaca, karet, logam, dan Styrofoam. Skripsi ini menunjukan bahwajumlah sampah laut yang ditemukan di Lokasi Penelitian sebanyak 260 item dengan total berat sampah 12.176gram.Total kepadatan dan kepadatan relatif berdasarkan jumlah potongan per item pada Lokasi Penelitian yang paling tertinggi yaitu 0.448 untuk sampah jenis plastik dan yang paling rendah adalah sampah jenis Styrofoam 0.0005 sedangkan kepadatan relatif yang tertinggi masih dengan sampah jenis plastik 64% dan kepadatan relatif terendah yaitu 0,769%. Jumlah total kepadatan dan kepadatan relatif berdasarkan berat sampah yang paling tertinggi yaitu sampah jenis kaca 1.241 (39%) total kepadatan terendah yaitu sampah jenis Styrofoam 0.0043 (0%).
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI DESA MAITARA SELATAN KECAMATAN TIDORE UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN: Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Nuku Yahya, Muh Rivai; Ahmad, Muhammad Ali; Azis, Mahruf
DINTEK Vol. 18 No. 01 (2025): Volume 18 No.1, Maret 2025
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas mangrove dinilai sangat penting keberadaannya karena fungsinya yang sangat beragam, diantaranya adalah sebagai pelindung pantai dari hempasan ombak dan angin kencang, penahan abrasi, penampung air hujan sehingga dapat mencegah banjir, dan penyerap limbah yang mencemari perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mangrove yang terdapat di desa Maitara Selatan Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan yang terkait dengan : Kerapatan relatif jenis, Frekuensi relatif jenis, Penutupan relatif jenis dan Indeks nilai penting. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu informasi ilmiah kepada masyarakat tentang struktur komunitas mangrove yang terdapat di desa Maitara Selatan Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan dan sebagai data awal bagi penelitian selanjutnya mengenai ekosistem mangrove serta memberikan informasi bagi pemerintah setempat, hal ini dimaksud sebagai upaya perlindungan serta pelestarian ekosistem mangrove, sehingga dalam pemanfaatannya tetap diiringi dengan upaya perlindungan dan pelestarian. Pengambilan data menggunakan metode “line transek” diperoleh komposisi jenis mangrove setelah diindentifikasi berdasarkan ciri-ciri dari bentuk akar, daun, bunga dan kulit batang maka terdapat 2 jenis yaitu Rhizophora sp dan Sonneratia alba.Nilai kerapatan relatif tertinggi dalam kategori pohon yaitu jenis Sonneratia alba, sedangkan nilai kerapatan relatif terendah adalah jenis Rhizophora sp. Nilai kerapatan relatif tertinggi dalam kategori anakan yaitu jenis Rhizophora sp, sedangkan nilai kerapatan relatif terendah adalah jenis Sonneratia alba. Nilai kerapatan relatif tertinggi dalam kategori semaian yaitu jenis Rhizophora sp, sedangkan nilai kerapatan relatif terendah adalah jenis Sonneratia alba. Nilai indeks nilai penting tertinggi dalam kategori anakan yaitu jenis Rhizophora sp, sedangkan nilai indeks nilai penting terendah adalah jenis Sonneratia alba. Nilai indeks nilai penting tertinggi dalam kategori semaian yaitu jenis Rhizophora sp, sedangkan nilai indeks nilai penting terendah adalah jenis Sonneratia alba.
Sebaran Spesies Hiu Berjalan (Hemiscyllium Halmahera) Di Perairan Pulau Tidore Azis, Mahruf; Samaun, Abdul Khalish A.; Dukomalamo, Iksan; Muhammad, Hidayat
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 6.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemiscyllum halmahera merupakan salah satu spesies endemik perairan Maluku Utara. Publikasi sekaligus koleksi spesies hiu berjalan (walking shark) yang ditemukan hingga kini, baru ada sembilan spesies hiu berjalan yang ditemukan di dunia. Enam dari sembilan spesies tersebut ditemukan di wilayah Indonesia, sementara tiga lainnya tersebar terbatas di wilayah Papua Niugini dan utara Australia. Dan salah satu yang ditemukan di Indonesia adalah Hemiscyllum halmahera ini. Sebagai salah satu spesies endemik, tentu saja Hemiscyllum halmahera memiliki distribusi yang sangat terbatas sehingga spesies ini rentan terhadap kepunahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui spesies sebaran spesies Hemiscyllum halmahera di perairan pulau Tidore. Hasil penelitian menjelaskan Hemiscyllum halmahera ditemukan tersebar di Perairan Pantai Goto, Tugulufa, Dowora, Seli, Soadara, Akesahu, Tanjung Tongolo, Tanjung Mareku, Ome dan Perairan Toloa.
Struktur Komunitas Gastropoda pada Ekosistem Mangrove di Kelurahan Tosa Kecamatan Tidore Timur Kota Tidore Kepulauan Samaun, Masrul; Damsiki, Nuraini Adung; Azis, Mahruf
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 3.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastropods are one of the mangrove animals utilized by humans as food because they have a high protein source. The mangrove ecosystem in Tosa Village has not been fully explored its potential, especially in terms of Gastropod diversity. Identification of the types of Gastropods in this area is important to provide baseline data and to provide input for the government and community in efforts to conserve and manage mangrove ecosystems sustainably. The study was conducted in August-October 2025, this type of research is quantitative description. The results obtained there are 18 species of gastropods. The diversity index of gastropods found in the mangrove ecosystem of Tosa Village is classified as moderate, the uniformity index at stations I and II is low category while at station III is moderate category, the dominance index is moderate category at station II while stations I and III have high dominance index values.
"The Diversity and Abundance of Echnodermata in the Waters of Tugulufa Beach, Tidore District, Tidore Kepulauan City" Adha, Rizky Putri Fajrina; Ahmad, Muhammad Ali; Azis, Mahruf
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 3.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Echinodermata is one of the most important animals in the extratern ecosystem because it is useful as one of the components in food, organic waste eaters, and other small animals. This research aims to find out the diversity and abundance of Echinodermata in the Waters of Tugulufa Beach, Tidore District, Tidore Kepulauan City. The research was conducted using the quadratic transect method at four stations with observation of the type and number of individuals, as well as the measurement of environmental parameters. The results of the study found 11 species of Echinodermata, namely Holothuria atra (burned sea cucumber), Holothuria edulis (red sea cucumber), Holothuria scabra (sand sea cucumber), Protoreaster nodosus (sea star), Linckia laevigata (blue starfish), Archaster typicus (sand starfish), Diadema setosumm (Black pig hair), Echinothrix calamaris (sear zebra pig hair), Tripneustes gratilla (pig hair), and Ophiocoma scolopendrina (Snake starfish). The most dominant type is Protoreaster nodosus (Sea Starfish) (38 individuals) at stations I, II, and III, while Holothuria edulis (Red Starfish) (31 individuals) dominates at station IV. The species with the lowest number are H. scabra (Sandfish), A. typicus (Sand sea star), E. calamaris, and T. gratilla (Pig feathers) each of which only found one individual. Diversity values are classified as low to medium, with the largest number of types at station 4 (8 types). Environmental parameters show a temperature of 28–30°C, salinity of 30–32‰, and pH 6–7 which still supports the life of Echinodermata.