Damsiki, Nuraini Adung
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IDENTIFIKASI SAMPAH LAUT (Marine debris) DI EKOSISTEM MANGROVE PANTAI GURALAHA KELURAHAN MAFUTUTU KECAMATAN TIDORETIMUR KOTA TIDORE KEPULAUAN: 3Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Nuku Ade, Amiyati; Damsiki, Nuraini Adung; Azis, Mahruf
DINTEK Vol. 18 No. 01 (2025): Volume 18 No.1, Maret 2025
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah laut merupakan bahan padat yang sengaja maupun tidak sengaja di buang ke laut sehingga dapat merusak ekosistem laut. Belum adanya tempat pembuangan sampah sehingga salah satu penyebab banyaknya sampah di Kelurahan Mafututu khususnya pada ekosistem mangrove Pantai Guralahasehingga sebagian besar masyarakat membuang sampah ke laut. Tujuan dari skripsi ini adalah untukmengetahui jumlah, berat dan jenis sampah laut terdapat di Lokasi Penelitian.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskripsi kualitatif. Pengumpulan data sampah laut (Marine debris) di Lokasi Penelitian pada stasiun penelitian yang terdapat 3 plot didalamnya yang berukuran 50 x 25m (25 meter ke arah laut dan 25 meter ke arah darat) dari hasil penelitian ditemukan 5 kategori sampah laut (Marinedebris) yakni : plastik, kaca, karet, logam, dan Styrofoam. Skripsi ini menunjukan bahwajumlah sampah laut yang ditemukan di Lokasi Penelitian sebanyak 260 item dengan total berat sampah 12.176gram.Total kepadatan dan kepadatan relatif berdasarkan jumlah potongan per item pada Lokasi Penelitian yang paling tertinggi yaitu 0.448 untuk sampah jenis plastik dan yang paling rendah adalah sampah jenis Styrofoam 0.0005 sedangkan kepadatan relatif yang tertinggi masih dengan sampah jenis plastik 64% dan kepadatan relatif terendah yaitu 0,769%. Jumlah total kepadatan dan kepadatan relatif berdasarkan berat sampah yang paling tertinggi yaitu sampah jenis kaca 1.241 (39%) total kepadatan terendah yaitu sampah jenis Styrofoam 0.0043 (0%).
SEBARAN JENIS-JENIS SAMPAH LAUT PADA KAWASAN WISATA DI DESA MAITARA UTARA KECAMATAN TIDORE UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN: Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Nuku Abubakkar, Nadya Paramitha Salim; Damsiki, Nuraini Adung; Ahmad, Muhammad Ali
DINTEK Vol. 18 No. 01 (2025): Volume 18 No.1, Maret 2025
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Maitara Utara merupakan salah satu desa yang dijadikan objek wisata. Objek wisata tersebut dapat mendatangkan pengujung dan berpotensi terjadi penumpukan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan jenis-jenis sampah laut serta mengetahui faktor-faktor lingkungan yang dapat mempenggaruhi sebaran jenis-jenis sampah laut pada kawasan wisata di desa Maitara Utara Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan. Pengambilan data sampah laut dikumpulkan dengan cara terlebih dahulu memasang plot dengan ukuran 40 m x 25 m (20 meter ke arah laut dan 20 meter ke arah darat). Selanjutnya, mengumpulkan setiap jenis sampah yang terdapat pada plot tersebut. Kemudian dilakukan ulangan sebanyak 3 kali untuk setiap lokasi dengan prinsip “line parallel”. Berdasarkan hasil pengamatan sampel sampah laut yang diperoleh di lokasi penelitian, terdapat 2 karakteristik sampah laut yaitu makro-debris dan meso-debris. sampel sampah laut yang dikumpulkan terdiri atas 5 kategori yaitu sampah plastik, logam/metal, kaca, Pakaian dan kayu. Jumlah total jenis sampah laut yang ditemukan adalah 692 item. sampah laut yang paling banyak ditemukan adalah jenis plastik yang berkisar 540 item dan paling sedikit adalah pakaian yaitu 7 item.Jumlah total kepadatan dan kepadatan relatif terbesar sampah laut berdasarkan jumlah potongan peritem pada stasiun pengamatan adalah 0,377 sedangkan jumlah total kepadatan dan kepadatan relatif terkecil adalah 0,314. Jumlah total kepadatan dan kepadatan relatif terbesar sampah laut berdasarkan jumlah berat peritem pada stasiun pengamatan adalah 15,5 gr/m2sedangkan jumlah total kepadatan dan kepadatan relatif terkecil adalah 15,4 gr/m2.
INVENTARISASI JENIS DAN KEANEKARAGAMAN LAMUN DI KELURAHAN DOWORA KECAMATAN TIDORE TIMUR KOTA TIDORE KEPULAUAN Toduho, Julaiha; Ahmad, Muhammad Ali; Damsiki, Nuraini Adung
DINTEK Vol. 18 No. 01 (2025): Volume 18 No.1, Maret 2025
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem yang tinggi produktifitas organiknya dengan memiliki fungsi ekologis yang cukup besar bagi wilayah pesisir. Tujuan penelitian adalah mengetahui jenis dan jumlah Lamun yang terdapat di Kelurahan Dowora Kecamatan Tidore Timur Kota Tidore Kepulauan dan mengetahui keanekaragaman Lamun yang ada di Kelurahan Dowora Kecamatan Tidore Timur Kota Tidore Kepulauan. Pengambilan data lamun Pengambilan sampel dilakukan dengan metode “Line Transek”, Pengambillan sampel terdiri dari 3 (tiga) stasiun dengan 1(satu) lintasan. Setiap stasiun berjarak 50 meter dan setiap lintasan dilakukan tiga kali pengulangan penempatan kuadran yang berukuran 100 x 100 cm dengan jarak antara setiap penempatan kuadran 15 meter pada setiap stasiunnya.Meletakan garis transek (line transek) yang ditarik tegak lurus secara vertikal dengan meteran rol sejauh 50 meter kearah laut,setiap kuadran 100 x 100 cm, dibuat petak berukuran 25 x 25 cm. mengidentifikasi jenis lamun yang ditemukan pada tiap petak contoh/plot dan dihitung jumlah setiap individunya serta pengambilan sampel lamun dilakukan pada saat air surut terendah. Berdasarkan identifikasi jenis lamun yang diamati pada lokasi penelitian ditemukan dua jenis lamun yaitu Cymodecea rotundata dan Enhalus acoroides. Berdasarkan hasil analisis indeks keanekaragaman diketahui bahwa pada ketiga stasiun pengamatan nilai indeks keanekaragaman tertinggi terdapat pada jenis Cymodecea rotundata dengan nilai berkisar antara 0,243– 0,274 sedangkan indeks keanekaragaman terendah terdapat pada jenis Enhalus acoroides dengan nilai berkisar antara 0,104 – 0,125 Berdasarkan hasil perhitungan indeks keseragaman pada ketiga stasiun pengamatan menunjukan bahwa nilai indeks keseragaman tertinggi terdapat pada lamun jenis Enhalus acoroides dengan nilai berkisar antara 1,069 – 1,143 dan nilai indeks keseragaman terendah terdapat pada lamun jenis Cymodecea rotundata dengan nilai berkisar antara 0,350 – 0,395 Berdasarkan hasil analisis indeks dominasi diketahui bahwa nilai indeks dominasi tertinggi terdapat pada jenis Enhalus acoroides dengan nilai berkisar antara 0,742 – 0,792 sedangkan nilai indeks dominasi terendah terdapat pada jenis Cymodecea rotundata dengan nilai berkisar antara 0,012 – 0,019.
Kondisi Padang Lamun dalam Mendukung Keseimbangan Ekosistem di Pesisir Pantai Mafututu Kecamatan Tidore Timur Kota Tidore Kepulauan Sudin, Dewi Sartika; Ahmad, Muhammad Ali; Damsiki, Nuraini Adung
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas tinggi serta berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Namun, keberadaannya sering terancam oleh aktivitas manusia dan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis lamun serta mendeskripsikan kondisi padang lamun berdasarkan komposisi, kerapatan, dan tutupan di pesisir Pantai Mafututu, Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan. Kajian pustaka menunjukkan bahwa kesehatan padang lamun dapat dinilai melalui parameter ekologi dan lingkungan, seperti suhu, salinitas, pH, arus, dan substrat. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling pada dua stasiun penelitian, menggunakan transek garis dan kuadrat 1x1 m untuk pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh jenis lamun di lokasi penelitian, yaitu Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Enhalus acoroides, Syringodium isoetifolium, Halophila ovalis, Halodule pinifolia, dan Thalassodendron ciliatum. Pada stasiun I, kerapatan tertinggi dengan jenis lamun Cymodocea rotundata dan terrendah dengan jenis lamun Halophila ovalis. Sedangkan pada stasiun II dengan jenis lamun Cymodocea rotundata dan terrendah dengan jenis lamun Halodule pinifolia. Parameter lingkungan yang terukur, meliputi suhu 24–25°C, salinitas 28–31‰, pH 5–7, serta kecepatan arus 0,8-0,10 m/s, masuk dalam kategori lambat dan sangat lambat, berada pada kisaran mendukung pertumbuhan lamun. Dengan demikian, kondisi padang lamun di pesisir Pantai Mafututu tergolong “baik” dengan status “kaya sehat”, sehingga masih berperan optimal dalam mendukung ekosistem pesisir. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pengelolaan dan konservasi berkelanjutan ekosistem lamun.
Keanekaragaman Bivalvia pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Pantai Kelurahan Mafututu Kecamatan Tidore Timur Kota Tidore Kepulauan Hayatudin, Fahima; Damsiki, Nuraini Adung; Ahmad, Muhammad Ali
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 1.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bivalves are organisms that belong to the phylum Mollusca, which are generally found and live in intertidal areas. The coastal waters of Kelurahan Mafututu Tidore Timur District Tidore Islands City, have the potential for a rich diversity of bivalves in the seagrass ecosystem can serve as an indicatior to dscribe the condition of the waters. This study aims to determine the diversity of bivalves in the seagrass ecosystem of coastal waters of Kelurahan Mafututu, Tidore Timur District Tidore Islands city. The research was conducted in october 2025 at tow observation stations located in the Majui and Tasuma. The sampling mothod used was a quantitative descriptive method with a transect and 1x1 m quadran thchnique, along with measurements of environmental parameter such as temperature, salinity, and pH. The results showed that at station 1, there were 7 species of bivalves with at total of 24 individuals, while at station 2 there were 4 species with a total of 19 individuals. The species found were Anadara sp, Anadara antiquate, Gafrarium tumidum, spondylus gaederopus, Corbicula fluminea, Danox faba and Callista chione Environmental parameters showed salinity of 30-33‰ temperature 28-29˚C, and pH values of 6, which are still withn optimal ranges for marine life. The Shannon wiener diversty index values H'= 1,56 at station 1 and H'=1,37 at station2 indicated a medium moderate level of diversity. The evenness indx values E= 0,86 at station 1 and E= 0,98 at station 2 show a high level of evenness among the spcies
Struktur Komunitas Gastropoda pada Ekosistem Mangrove di Kelurahan Tosa Kecamatan Tidore Timur Kota Tidore Kepulauan Samaun, Masrul; Damsiki, Nuraini Adung; Azis, Mahruf
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 3.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastropods are one of the mangrove animals utilized by humans as food because they have a high protein source. The mangrove ecosystem in Tosa Village has not been fully explored its potential, especially in terms of Gastropod diversity. Identification of the types of Gastropods in this area is important to provide baseline data and to provide input for the government and community in efforts to conserve and manage mangrove ecosystems sustainably. The study was conducted in August-October 2025, this type of research is quantitative description. The results obtained there are 18 species of gastropods. The diversity index of gastropods found in the mangrove ecosystem of Tosa Village is classified as moderate, the uniformity index at stations I and II is low category while at station III is moderate category, the dominance index is moderate category at station II while stations I and III have high dominance index values.