Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI DESA MAITARA SELATAN KECAMATAN TIDORE UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN: Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Nuku Yahya, Muh Rivai; Ahmad, Muhammad Ali; Azis, Mahruf
DINTEK Vol. 18 No. 01 (2025): Volume 18 No.1, Maret 2025
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas mangrove dinilai sangat penting keberadaannya karena fungsinya yang sangat beragam, diantaranya adalah sebagai pelindung pantai dari hempasan ombak dan angin kencang, penahan abrasi, penampung air hujan sehingga dapat mencegah banjir, dan penyerap limbah yang mencemari perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mangrove yang terdapat di desa Maitara Selatan Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan yang terkait dengan : Kerapatan relatif jenis, Frekuensi relatif jenis, Penutupan relatif jenis dan Indeks nilai penting. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu informasi ilmiah kepada masyarakat tentang struktur komunitas mangrove yang terdapat di desa Maitara Selatan Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan dan sebagai data awal bagi penelitian selanjutnya mengenai ekosistem mangrove serta memberikan informasi bagi pemerintah setempat, hal ini dimaksud sebagai upaya perlindungan serta pelestarian ekosistem mangrove, sehingga dalam pemanfaatannya tetap diiringi dengan upaya perlindungan dan pelestarian. Pengambilan data menggunakan metode “line transek” diperoleh komposisi jenis mangrove setelah diindentifikasi berdasarkan ciri-ciri dari bentuk akar, daun, bunga dan kulit batang maka terdapat 2 jenis yaitu Rhizophora sp dan Sonneratia alba.Nilai kerapatan relatif tertinggi dalam kategori pohon yaitu jenis Sonneratia alba, sedangkan nilai kerapatan relatif terendah adalah jenis Rhizophora sp. Nilai kerapatan relatif tertinggi dalam kategori anakan yaitu jenis Rhizophora sp, sedangkan nilai kerapatan relatif terendah adalah jenis Sonneratia alba. Nilai kerapatan relatif tertinggi dalam kategori semaian yaitu jenis Rhizophora sp, sedangkan nilai kerapatan relatif terendah adalah jenis Sonneratia alba. Nilai indeks nilai penting tertinggi dalam kategori anakan yaitu jenis Rhizophora sp, sedangkan nilai indeks nilai penting terendah adalah jenis Sonneratia alba. Nilai indeks nilai penting tertinggi dalam kategori semaian yaitu jenis Rhizophora sp, sedangkan nilai indeks nilai penting terendah adalah jenis Sonneratia alba.
SEBARAN JENIS-JENIS SAMPAH LAUT PADA KAWASAN WISATA DI DESA MAITARA UTARA KECAMATAN TIDORE UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN: Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Nuku Abubakkar, Nadya Paramitha Salim; Damsiki, Nuraini Adung; Ahmad, Muhammad Ali
DINTEK Vol. 18 No. 01 (2025): Volume 18 No.1, Maret 2025
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Maitara Utara merupakan salah satu desa yang dijadikan objek wisata. Objek wisata tersebut dapat mendatangkan pengujung dan berpotensi terjadi penumpukan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan jenis-jenis sampah laut serta mengetahui faktor-faktor lingkungan yang dapat mempenggaruhi sebaran jenis-jenis sampah laut pada kawasan wisata di desa Maitara Utara Kecamatan Tidore Utara Kota Tidore Kepulauan. Pengambilan data sampah laut dikumpulkan dengan cara terlebih dahulu memasang plot dengan ukuran 40 m x 25 m (20 meter ke arah laut dan 20 meter ke arah darat). Selanjutnya, mengumpulkan setiap jenis sampah yang terdapat pada plot tersebut. Kemudian dilakukan ulangan sebanyak 3 kali untuk setiap lokasi dengan prinsip “line parallel”. Berdasarkan hasil pengamatan sampel sampah laut yang diperoleh di lokasi penelitian, terdapat 2 karakteristik sampah laut yaitu makro-debris dan meso-debris. sampel sampah laut yang dikumpulkan terdiri atas 5 kategori yaitu sampah plastik, logam/metal, kaca, Pakaian dan kayu. Jumlah total jenis sampah laut yang ditemukan adalah 692 item. sampah laut yang paling banyak ditemukan adalah jenis plastik yang berkisar 540 item dan paling sedikit adalah pakaian yaitu 7 item.Jumlah total kepadatan dan kepadatan relatif terbesar sampah laut berdasarkan jumlah potongan peritem pada stasiun pengamatan adalah 0,377 sedangkan jumlah total kepadatan dan kepadatan relatif terkecil adalah 0,314. Jumlah total kepadatan dan kepadatan relatif terbesar sampah laut berdasarkan jumlah berat peritem pada stasiun pengamatan adalah 15,5 gr/m2sedangkan jumlah total kepadatan dan kepadatan relatif terkecil adalah 15,4 gr/m2.
INVENTARISASI JENIS DAN KEANEKARAGAMAN LAMUN DI KELURAHAN DOWORA KECAMATAN TIDORE TIMUR KOTA TIDORE KEPULAUAN Toduho, Julaiha; Ahmad, Muhammad Ali; Damsiki, Nuraini Adung
DINTEK Vol. 18 No. 01 (2025): Volume 18 No.1, Maret 2025
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem yang tinggi produktifitas organiknya dengan memiliki fungsi ekologis yang cukup besar bagi wilayah pesisir. Tujuan penelitian adalah mengetahui jenis dan jumlah Lamun yang terdapat di Kelurahan Dowora Kecamatan Tidore Timur Kota Tidore Kepulauan dan mengetahui keanekaragaman Lamun yang ada di Kelurahan Dowora Kecamatan Tidore Timur Kota Tidore Kepulauan. Pengambilan data lamun Pengambilan sampel dilakukan dengan metode “Line Transek”, Pengambillan sampel terdiri dari 3 (tiga) stasiun dengan 1(satu) lintasan. Setiap stasiun berjarak 50 meter dan setiap lintasan dilakukan tiga kali pengulangan penempatan kuadran yang berukuran 100 x 100 cm dengan jarak antara setiap penempatan kuadran 15 meter pada setiap stasiunnya.Meletakan garis transek (line transek) yang ditarik tegak lurus secara vertikal dengan meteran rol sejauh 50 meter kearah laut,setiap kuadran 100 x 100 cm, dibuat petak berukuran 25 x 25 cm. mengidentifikasi jenis lamun yang ditemukan pada tiap petak contoh/plot dan dihitung jumlah setiap individunya serta pengambilan sampel lamun dilakukan pada saat air surut terendah. Berdasarkan identifikasi jenis lamun yang diamati pada lokasi penelitian ditemukan dua jenis lamun yaitu Cymodecea rotundata dan Enhalus acoroides. Berdasarkan hasil analisis indeks keanekaragaman diketahui bahwa pada ketiga stasiun pengamatan nilai indeks keanekaragaman tertinggi terdapat pada jenis Cymodecea rotundata dengan nilai berkisar antara 0,243– 0,274 sedangkan indeks keanekaragaman terendah terdapat pada jenis Enhalus acoroides dengan nilai berkisar antara 0,104 – 0,125 Berdasarkan hasil perhitungan indeks keseragaman pada ketiga stasiun pengamatan menunjukan bahwa nilai indeks keseragaman tertinggi terdapat pada lamun jenis Enhalus acoroides dengan nilai berkisar antara 1,069 – 1,143 dan nilai indeks keseragaman terendah terdapat pada lamun jenis Cymodecea rotundata dengan nilai berkisar antara 0,350 – 0,395 Berdasarkan hasil analisis indeks dominasi diketahui bahwa nilai indeks dominasi tertinggi terdapat pada jenis Enhalus acoroides dengan nilai berkisar antara 0,742 – 0,792 sedangkan nilai indeks dominasi terendah terdapat pada jenis Cymodecea rotundata dengan nilai berkisar antara 0,012 – 0,019.
Swot Analysis to Determine a Company's Strategy in the State of the Covid -19 Plaguein XYZ Company Safa’at; Nuzulul Fatimah; Ahmad, Muhammad Ali
Journal of Islamic Economics Perspectives Vol. 3 No. 2 (2021): September (2021) The Journal of Islamic Economics Perspectives.
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, State Islamic University of  Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jiep.v3i2.44

Abstract

PT. XYZ is a company engaged in the field of readymix concrete. This study aims to determine the company's strategy in a covid-19 epidemic state, it is hoped that the company will be able to deal with it well. The method used is by interviewing employees in accordance with their fields and collecting the necessary documents, from the data are evaluated and then the strategy is prepared. From the results of the study concluded that with the SWOT analysis the company's position is located in quadrant 4.
Do You Want to Know Me? : (Brands as Local Wealth Identity) Lazuardi, Sofyan; Ardi Setyawan, Mohammad; Suprihandari, Miya Dewi; Ahmad, Muhammad Ali
Journal of Islamic Economics Perspectives Vol. 4 No. 2 (2022): September (2022) Journal of Islamic Economics Perspectives
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, State Islamic University of  Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jiep.v4i2.78

Abstract

Natural wealth is one of the reasons an area makes it an identity. Natural wealth with distinctive characteristics is one of the regional assets that must be maintained and developed. Its development requires sufficient thought and knowledge for the local community and government. Exploration of natural resources should still be carried out wisely for the sake of the future of natural wealth and the region, including the people. South Kalimantan, especially the Cempaka area, contains natural resources that must be preserved, processed and developed wisely in order to improve the economic conditions of the community and the region itself. Efforts to increase knowledge about natural assets and their ownership as well as products produced by the local community, including brands, are very necessary to be carried out by the government and non-governmental organizations that have attention in this field (Dickinson, P., 2001).
Analisis Kepadatan Sampah Plastik Pada Ekosistem Lamun (Seagrass) Di Perairan Pantai Jiko Cobo Lingkungan Cobo Pantai Kecamatan Tidore Timur Kota Tidore Kepulauan Failisa, Mardiyanti A; Damsiki, Nuraini A.; Ahmad, Muhammad Ali
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 11.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah laut merupakan bahan padat yang sengaja maupun tidak sengaja di buang ke laut sehingga dapat merusak ekosistem laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis sampah plastik pada ekosistem lamun dan menganalisis kepadatan sampah plastik pada ekosistem lamun terdapat di lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskripsi kuantitatif. Pengumpulan data sampah plastik di lokasi penelitian yang terdapat 2 stasiun, stasiun I terletak dibagian yang padat pemukiman dan stasiun II terletak dibagian yang minim pemukiman. Hasil penelitian ditemukan 4 jenis sampah plastik yakni : PETE/PET (Polyethylene terephthalate), HDPE (Polyethylene berdensitas tinggi), LDPE (Polyethylene berdensitas rendah), PP (Polypropylene). Penelitian ini menunjukan bahwa jumlah sampah plastik yang ditemukan di lokasi penelitian sebanyak 284 item dengan total berat sampah 1000 gram. Kepadatan dan kepadatan relatif berdasarkan jumlah potongan per item pada lokasi penelitian stasiun I paling tertinggi yaitu 0,0112 stasiun II sebnyak 0,005 untuk sampah plastik jenis PETE/PET (Polyethylene terephthalate), dan yang paling rendah pada stasiun I sebnyak 0,0005 stasiun II sebanyak 0,0002 adalah sampah plastik jenis LDPE (Polyethylene berdensitas rendah), sedangkan kepadatan relatif tertinggi pada stasiun I yaitu 84% stasiun II sebanyak 76% untuk sampah plastik jenis PETE/PET (Polyethylene terephthalate), dan kepadatan relatif terendah pada stasiun I 3% dan II sebanyak 3% adalah sampah plastik jenis LDPE (Polyethylene berdensitas rendah). Jumlah total kepadatan dan kepadatan relatif berdasarkan berat sampah yang paling tertinggi pada stasiun I sebanyak 0,045 (84%) stasiun II sebanyak 0,0121 (76%) yaitu sampah plastik jenis PETE/PET (Polyethylene terephthalate), total kepadatan terendah pada stasiun I sebanyak 0,0017 (3%) stasiun II sebanyak 0,0008 (5%) yaitu sampah plastik jenis LDPE (Polyethylene berdensitas rendah).
DETERMINANTS OF ENTREPRENEUR’S PERFORMANCE IN MSMEs IN EAST JAVA Mustika, Hindah; Handayani, Nur; Amanah, Lailatul; Abbas, Ansar; Ahmad, Muhammad Ali
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan (JEBIK): Article in Progress
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jebik.v14i3.82310

Abstract

Entrepreneur's performance is the result of work that has been finished by someone and this will have a positive impact on the sustainability of an organization. The purpose of this research aims to test and analyze the influence attitude to entrepreneur, subjective norm, perceived behavior control, intention to entrepreneur, spirituality on entrepreneur's performance in maintaining the survival of MSMEs in East Java. Methodology a quantitative survey was carried out and the data sample of 251 classic product business owners in East Java was collected using quota sampling technique. Partial least squares-based structural equation modeling (PLS-SEM) was employed to test the hypothesized relationships. Results that for the direct influence test of the 5 hypotheses there were two significant influence tests accepted and an indirect influence test where there were 4 hypotheses, of which one significant hypothesis was accepted. The results of this research have implications for owners of MSMEs, especially in East Java, to understand that it is necessary to think about intrinsic and extrinsic motivation so that it will become a strategy in maintaining survival. JEL: L66, L67, L68.
Kondisi Padang Lamun dalam Mendukung Keseimbangan Ekosistem di Pesisir Pantai Mafututu Kecamatan Tidore Timur Kota Tidore Kepulauan Sudin, Dewi Sartika; Ahmad, Muhammad Ali; Damsiki, Nuraini Adung
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas tinggi serta berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Namun, keberadaannya sering terancam oleh aktivitas manusia dan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis lamun serta mendeskripsikan kondisi padang lamun berdasarkan komposisi, kerapatan, dan tutupan di pesisir Pantai Mafututu, Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan. Kajian pustaka menunjukkan bahwa kesehatan padang lamun dapat dinilai melalui parameter ekologi dan lingkungan, seperti suhu, salinitas, pH, arus, dan substrat. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling pada dua stasiun penelitian, menggunakan transek garis dan kuadrat 1x1 m untuk pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh jenis lamun di lokasi penelitian, yaitu Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Enhalus acoroides, Syringodium isoetifolium, Halophila ovalis, Halodule pinifolia, dan Thalassodendron ciliatum. Pada stasiun I, kerapatan tertinggi dengan jenis lamun Cymodocea rotundata dan terrendah dengan jenis lamun Halophila ovalis. Sedangkan pada stasiun II dengan jenis lamun Cymodocea rotundata dan terrendah dengan jenis lamun Halodule pinifolia. Parameter lingkungan yang terukur, meliputi suhu 24–25°C, salinitas 28–31‰, pH 5–7, serta kecepatan arus 0,8-0,10 m/s, masuk dalam kategori lambat dan sangat lambat, berada pada kisaran mendukung pertumbuhan lamun. Dengan demikian, kondisi padang lamun di pesisir Pantai Mafututu tergolong “baik” dengan status “kaya sehat”, sehingga masih berperan optimal dalam mendukung ekosistem pesisir. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pengelolaan dan konservasi berkelanjutan ekosistem lamun.
Keanekaragaman Bivalvia pada Ekosistem Padang Lamun di Perairan Pantai Kelurahan Mafututu Kecamatan Tidore Timur Kota Tidore Kepulauan Hayatudin, Fahima; Damsiki, Nuraini Adung; Ahmad, Muhammad Ali
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 1.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bivalves are organisms that belong to the phylum Mollusca, which are generally found and live in intertidal areas. The coastal waters of Kelurahan Mafututu Tidore Timur District Tidore Islands City, have the potential for a rich diversity of bivalves in the seagrass ecosystem can serve as an indicatior to dscribe the condition of the waters. This study aims to determine the diversity of bivalves in the seagrass ecosystem of coastal waters of Kelurahan Mafututu, Tidore Timur District Tidore Islands city. The research was conducted in october 2025 at tow observation stations located in the Majui and Tasuma. The sampling mothod used was a quantitative descriptive method with a transect and 1x1 m quadran thchnique, along with measurements of environmental parameter such as temperature, salinity, and pH. The results showed that at station 1, there were 7 species of bivalves with at total of 24 individuals, while at station 2 there were 4 species with a total of 19 individuals. The species found were Anadara sp, Anadara antiquate, Gafrarium tumidum, spondylus gaederopus, Corbicula fluminea, Danox faba and Callista chione Environmental parameters showed salinity of 30-33‰ temperature 28-29˚C, and pH values of 6, which are still withn optimal ranges for marine life. The Shannon wiener diversty index values H'= 1,56 at station 1 and H'=1,37 at station2 indicated a medium moderate level of diversity. The evenness indx values E= 0,86 at station 1 and E= 0,98 at station 2 show a high level of evenness among the spcies