Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

INTEGRASI NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PENDIDIKAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH (SD/MI) KOTA JAYAPURA Rofiki, A. Arif
JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Vol 2, No 1 (2018): JMIE: JMIE (JOURNAL OF MADRASAH IBTIDAIYAH EDUCATION)
Publisher : PD PGMI se Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.126 KB) | DOI: 10.32934/jmie.v2i1.52

Abstract

Local wisdom of the people of Jayapura City in the tradition of Satu Tungku Tiga Batu can be utilized in the education of religious harmony at elementary level of primary school. The synergy of religion and culture through local wisdom One Three Stone Furnace is effective to realize religious harmony in the midst of plurality of tribe, religion, and race in Jayapura City, so that there has never been found any conflict and violence with religion background in Jayapura City. This paper aims to examine the local wisdom of One Three Stone Stoves and its integration in the education of religious harmony. Two findings that can be described in this study are: First: Local Wisdom One Three Stone Furnace plays a role in fostering and maintaining harmony among religious people that are dynamic, humanist and democratic in Jayapura City. Second, the contextualization of religious harmony education with the real life of learners can be done with the integration of local wisdom values in the strengthening of thematic learning materials in SD/MI.               The education of religious harmony needs to be strengthened since childhood at the level of basic education. The role can be optimally applied one of them by integrating the value of local wisdom on learning materials of learners to be more contextual with their daily life. The recommendations of this paper are: (1) The government should give more attention in the effort to cultivate the values through education level. Government policy in preparing facilities and other needs is still expected to be sustainability. (2) The value of local wisdom in strengthening the thematic learning materials in SD/MI is important to be done by educators as the implementation of curriculum 2013. It is hoped that with such integration, learners are more aware of the importance of growing and maintaining the harmony of religious communities in their surroundings. 
PENDEKATAN PERSONAL GURU DALAM MENANGANI PESERTA DIDIK SPEECH DELAY DI SEKOLAH DASAR JUARA AL-HIKMAH JAYAPURA Solatiah, Solatiah; Taslim, Muhammad; Nengsih, Luluk Wahyu; Rofiki, A. Arif; Viratama, Ika Putra
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v6i1.5338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi belajar peserta didik speech delay dan pendektan guru dalam menangani peserta didik speech delay.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan pedagogic. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dapat disimpulkan bahwa kondisi peserta didik speech delay di Sekolah Dasar Juara Al-Hikmah Jayapura diantaranya: a) peserta didik kurang memahami materi yang dijelaskan oleh guru, b) minat belajar peserta didik masih sangat kurang, c) peserta didik kurang berinteraksi, adapun pendekatan yang diterapkan guru dalam menangani peserta didik speech delay dalam belajar diantaranya a) Guru Memberikan Perhatian Khusus, b) Menciptakan Lingkungan Belajar yang Kondusif, c) Mendorong Peserta Didik berinteraksi dengan teman sebaya melalui kegiatan kelompok , dan d) Menyesuaikan Materi Pembelajaran dengan Kemampuan Komunikasi Peserta Didik.
IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) PADA PESERTA DIDIK KELAS V DI SDIT QURROTA A’YUN ABEPURA DALAM MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN Susilo, Pratnya Sekar Anggraweni; Rofiki, A. Arif; Nengsih, Luluk Wahyu; Zulihi; Efendi, Didik
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v6i1.5341

Abstract

Salah satu tujuan dari penyelenggaraan kurikulum merdeka yakni melatih dan membina peserta didik agar mempunyai kreativitas tinggi, mampu bekerjasama, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, serta memiliki keterampilan berpikir kritis. Berbagai macam kemampuan dan keterampilan ini selanjutnya diajarkan kepada peserta didik melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi P5 dan ragam strategi guru untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan melalui P5 di Kelas V SDIT Qurrota A’yun Abepura. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan pedagogik. Adapun sumber data penelitian ini ialah kepala sekolah, wali kelas dan peserta didik kelas Va,b,c,d. Metode penelitian data terdiri dari wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan teknik pengolahan serta analisis data yakni reduksi data, pengorganisasian, dan interpretasi. Sedangkan dalam pengujian keabsahan data, menggunakan kepastian (confirmability). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi P5 di kelas V SDIT Qurrota A’yun Abepura melalui tiga tahapan, (1) Perencanaan, pada tahap ini dibentuk tim fasilitator dengan acuan guru mempunyai sertifikat pelatihan IHT (In House Training) terkait dengan P5, selain itu tim fasilitator berdiskusi untuk menetapkan tema projek. (2) Pelaksanaan, pada tahap ini tim fasilitator (wali kelas) diberikan waktu untuk memberikan materi, membentuk kelompok serta mengajarkan cara pembuatan produk, kemudian peserta didik diminta untuk melaksanakan P5 sesuai dengan tahapan yang telah diajarkan dengan didampingi wali kelas. (3) Evaluasi, pada tahap ini, warga SDIT Qurrota A’yun Abepura bekerja sama dengan mitra luar pada untuk melaksanakan Gelar Karya dan peserta didik bertugas untuk mempresentasikan hasil karya yang telah mereka buat. Terlaksananya implementasi P5 bukan tanpa alasan, melainkan keberhasilan strategi yang digunakan guru untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, seperti keteladanan yang menjadi contoh peserta didik dan pembiasaan yang dilakukan.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERTOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA MELALUI KEGIATAN SEKOLAH DI SDN INPRES 6.88 PERUMNAS 2 KOTA JAYAPURA Amin, Muliaty; Rofiki, A. Arif; Susdiyanto, Susdiyanto; Yusuf, T., Muh.
Inspiratif Pendidikan Vol 8 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ip.v8i2.12361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter bertoleransi antarumat beragama melalui kegiatan sekolah di SDN Inpres 6.88 Perumnas 2 Kota Jayapura. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan  pedagogik. Sumber data penelitian ini adalah kepala sekolah, para tenaga pendidik dan kependidikan, peserta didik, dan orang tua peserta didik. metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan melalui empat tahapan, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter bertoleransi antarumat beragama pada peserta didik melalui kegiatan sekolah terintegrasikan ke dalam dua kegiatan, yaitu: Pertama, kegiatan pengembangan diri diwujudkan dalam kegiatan rutin (berjabat tangan, berdoa setiap hari di akhir pembelajaran, doa bersama, english day, baca senyap, senam waniambey, dan peringatan hari besar agama), kegiatan spontan (menegur peserta didik yang tidak membaur dengan teman lain, membuat kelompok sendiri, dan melakukan tindakan intoleran, serta membiasakan peserta didik untuk memiliki kepedulian sosial terhadap temannya), keteladanan guru, dan pengkondisian (pemasangan poster dan slogan yang berkaitan dengan sikap toleransi dan pembentukan kelompok belajar). Kedua, pengintegrasian nilai toleransi ke dalam mata pelajaran dilakukan dengan cara mencantumkan nilai toleransi ke dalam silabus dan RPP.
DIFFERENCES OF TOLERANCE CHARACTER PLANTING STRATEGIES RELIGIOUS INTEREST STUDENTS IN SDN INPRES 6.88 PERUMNAS 2 KOTA JAYAPURA Rofiki, A. Arif; Amin, Muliaty; Susdiyanto, Susdiyanto; Yusuf T, Muh.
Jurnal Diskursus Islam Vol 8 No 3 (2020): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v8i3.12528

Abstract

This paper discusses the various strategies for cultivating thecharacter of inter-religious tolerance in students of SDN Inpres 6.88Perumnas 2 Kota Jayapura which is carried out through 1) schoolpolicies; 2) habituation to differences; 3) habituation to equations,and 4) group heterogeneity exercises. This research is field research. Theresearch approach used in this research includes methodological(phenomenological) and scientific approaches (normative, juridical, andpedagogical theological approaches). The research method used was aninterview, observation, and documentation. The results of this studyindicate that the character of interreligious tolerance in students of SDNInpres 6.88 Perumnas 2 Kota Jayapura is carried out through severalstrategies, namely: First, school policy. A strong commitment must bepossessed by school policymakers in cultivating the character of tolerancebetween religious believers in students. This commitment is manifested inthe inclusion of the character values of tolerance among religious believersin the mission, goals, and school regulations. Second, habituation todifferences. The teacher accustoms students to differences from an earlyage. This is done by giving understanding to students to appreciate thedifferences that exist between them. Besides, in learning the teacher alsotrains students to appreciate differences of opinion when discussing. Third, habituation to equality. The teacher gives the understanding that allstudents have the same position in a school that is, both become studentswho have the same rights and obligations. Students when learning areaccustomed to the teacher to see the similarities in meaning if there aredifferent answers. . The teacher invites students to think from the samepoint of view, not from each student. Fourth, exercise heterogeneity ingroups. The teacher gives group heterogeneity exercises to students inassigned group discussions during learning. The learning strategy used bythe teacher in group discussion assignments is the cooperative learningstrategy. Students work together in their study groups to complete theassignments the teacher has given them. Heterogeneity of study groups thatfavor cooperation can train and accustom students to learnto respect and tolerate differences that exist between themselves and theirpeers in terms of ethnicity, religion, social strata, or abilities.