Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Sarana Pembelajaran Terhadap Kinerja Guru Sawianti, Ilmi; Musdalifah, Musdalifah; Susdiyanto, Susdiyanto
Manajemen Pendidikan Vol. 14, No. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.978 KB) | DOI: 10.23917/mp.v14i1.8348

Abstract

This research discusses the influence of the learning facilities on the teacher?sperformance at Public Junior High School 1 Ulaweng, Bone Regency. It aims to: 1)Describe the actual learning facilities; 2) Describe the actual teacher?s performance;3) examine the influence of learning facilities on teacher?s performance at Public JuniorHigh School 1 Ulaweng, Bone Regency. This research uses quantitative methodologywith ex post facto. the samples of this research are 29 teachers of Public Junior HighSchool 1 Ulaweng, Bone Regency. The data were collected using questionnaires andvisual documentations, and then were analysed using product moment correlationcoefficient, simple linear regression, as well correlation. The data analysis indicatesthat: 1) the actual learning facilities are placed in ?adequate? category, indicated by76% ; 2) the favourable score of the actual teacher?s performance with 70% score;3) a 19% positive influence with coefficient correaltion value of 0,437 and regressionequation value of Y: 61.638 + 0.152 X can be seen from the impact of learning facilitieson teacher?s performance.
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA GURU SLB PADA YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRI PUTRA LOWONG Sari, Aisyah Arum; Tifani, Rona Netanya; Susdiyanto, Susdiyanto; Dasmadi, Dasmadi
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.2229

Abstract

This study aims to examine the role of human resource management at the Mandiri Pendidikan Putra Lowong Foundation. Data was obtained through a case study by directly observing the headmaster and teachers at the Special Education School of the Mandiri Pendidikan Putra Lowong Foundation. Training and development play a crucial role in improving the performance of the workforce in the education sector. This is important because the workforce may not be fully prepared for their tasks given the changing needs of society in the field of education. While administratively the workers may already meet the requirements, they still need to keep up with the relevant developments in education. The strategy for human resource development is primarily focused on enhancing skills, and participation in various training programs is mandatory. Furthermore, it is important to acknowledge that one training session is not sufficient. There are various types of training that can be undertaken to enhance skills and competencies. The results from the 2023 report indicate an improvement in the quality of teachers after participating in various training sessions and seminars. Overall, training and development of human resources play a crucial role in enhancing the quality of education and the performance of teachers. The results of this study indicate that human resource management has a positive partial effect on improving the skills of teachers at the Mandiri Pendidikan Putra Lowong Special Education School. With increased training and active participation in activities with students, teachers can more efficiently track the progress of their students and utilize their expertise more effectively.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERTOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA MELALUI KEGIATAN SEKOLAH DI SDN INPRES 6.88 PERUMNAS 2 KOTA JAYAPURA Amin, Muliaty; Rofiki, A. Arif; Susdiyanto, Susdiyanto; Yusuf, T., Muh.
Inspiratif Pendidikan Vol 8 No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ip.v8i2.12361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter bertoleransi antarumat beragama melalui kegiatan sekolah di SDN Inpres 6.88 Perumnas 2 Kota Jayapura. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan  pedagogik. Sumber data penelitian ini adalah kepala sekolah, para tenaga pendidik dan kependidikan, peserta didik, dan orang tua peserta didik. metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan melalui empat tahapan, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter bertoleransi antarumat beragama pada peserta didik melalui kegiatan sekolah terintegrasikan ke dalam dua kegiatan, yaitu: Pertama, kegiatan pengembangan diri diwujudkan dalam kegiatan rutin (berjabat tangan, berdoa setiap hari di akhir pembelajaran, doa bersama, english day, baca senyap, senam waniambey, dan peringatan hari besar agama), kegiatan spontan (menegur peserta didik yang tidak membaur dengan teman lain, membuat kelompok sendiri, dan melakukan tindakan intoleran, serta membiasakan peserta didik untuk memiliki kepedulian sosial terhadap temannya), keteladanan guru, dan pengkondisian (pemasangan poster dan slogan yang berkaitan dengan sikap toleransi dan pembentukan kelompok belajar). Kedua, pengintegrasian nilai toleransi ke dalam mata pelajaran dilakukan dengan cara mencantumkan nilai toleransi ke dalam silabus dan RPP.
PERILAKU NELAYAN DALAM LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK DI DESA TAMALATE KECAMATAN GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR Ramli, Ramli; Getteng, Abd. Rahman; Amin, Muliaty; Susdiyanto, Susdiyanto
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 3 (2017): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i3.6999

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang perilaku dalam kaitannya dengan masyarakat nelayan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif pada lokasi di Desa Tamalate Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Fokus penelitian adalah perilaku nelayan dalam lingkungan keluarga terhadap pendidikan anak. Pendekatan yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologis. Sumber data dalam penelitian ini adalah orang tua  nelayan,  anak nelayan. punggawa, sawi atau buruh nelayan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan instrumen pedoman observasi, pedoman wawancara dan alat-alat dokumen seperti kamera dan lain-lain. Data yang terkumpulkan dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Untuk mendapatkan data yang absah, maka diuji dengan cara ketekunan pengamatan, trianggulasi, dan Pengecekan anggota (member checks). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku  keluarga nelayan dalam  Pendidikan Anak di (informal)  Desa Tamalate Kecamatan Galesong berdasarkan hasil temuan, bahwa: (a) Keluarga nelayan  melakukan  ritual-ritual  appasili  dengan melibatkan keluarga dan tetangga (b) Orang tua nelayan melakukan ritual/upacara kelahiran (appatompolo) yang bernuangsa keagamaan melaui upacara akikah.(c). Orang tua nelayan telah membiasakan anak-anak melaut pada usia dini 8-12 tahun (d) Pendidikan kegamaan yang diwarikan kepada anak dilakukan secara turun temurun (e) Keluarga nelayan melakukan upacara adat dan melakukan persembahan dengan cara memberikan sesajen kepada yang diyakini bisa memberi barakah pada saat turun melaut.
POTRET KEMISKINAN DAN ANAK PUTUS SEKOLAH DI DESA TEMMABARANG KECAMATAN PENRANG KABUPATEN WAJO M, Muhlis; Susdiyanto, Susdiyanto; Masri, Abd. Rasyid
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 3 (2017): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i3.7001

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang potret kemiskinan dan anak putus sekolah di desa Temmabarang Kecamatan Penrang Kabupaten Wajo. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi. Sumber data dalam penelitian ini adalah anak-anak putus sekolah, orang tua yang memiliki anak-anak putus sekolah serta tokoh masyarakat di DesaTemmabarang Kecamatan Penrang Kabupaten Wajo. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dan dibantu dengan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi dengan alat-alat bantu untuk mengumpulkan data seperti tape recorder, video kaset, atau kamera. Data dianalisis dengan teknik editing, kodefikasi data, dan triangulasi. Data diuji keabsahannya dengan perpanjangan keikutsertaan dan ketekunan pengamatan. Potret kemiskinan dan anak putus sekolah di desa Temmabarang Kecamatan Penrang Kabupaten Wajo karena masih minimnya lahan yang bisa digarap untuk pertanian oleh masyarakat sehingga tidak memiliki penghasilan tetap, keberadaan lahan persawahan tidak menjamin karena tidak adanya irigasi, kebutuhan yang semakin hari semakin meningkat, dan tidak memiliki modal untuk berwirausaha serta kurangnya pengetahuan tentang pentingnya pendidikan.
WUJUD IMPLEMENTASI KEARIFAN LOKAL DALAM SIKLUS KEHIDUPAN PADA MASYARAKAT GORONTALO (STUDI PADA TRADISI PERNIKAHAN DAN TRADISI MOLONTALO (TUJUH BULANAN) Tine, Nurhayati; Pabbabari, Musafir; Susdiyanto, Susdiyanto; Ahmad, Abd. Kadir
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 3 (2017): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i3.7028

Abstract

Tulisan ini akan mengelaborasi tentang wujud implementasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam kearifan lokal masyarakat Gorontalo terkait dengan siklus kehidupan. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Gorontalo, dan difokuskan pada adat-istiadat yang masih berlaku di Gorontalo. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi, etnografi, sosio-edukatif, dan hukum Islam. Sumber data primer penelitian ini diperoleh dari individu-individu yang berkompeten dalam hal tradisi dan adat-istiadat masyarakat Gorontalo baik dari lingkungan akademisi, budayawan, tokoh adat, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat lainnya yang masih terlibat aktif dalam berbagai pelaksanaan ritus budaya di Gorontalo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga cara, yaitu: (1) observasi partisipasi; (2) wawancara mendalam; dan (3) penggunaan dokumen. Penelitian ini menggunakan 3 (tiga) instrumen utama yaitu: peneliti sendiri (human instrument); pedoman observasi; dan pedoman wawancara. Analisa data dalam penelitian ini bersifat deskriptif (deskriptif analitis) dan analisis komparatif. Untuk menarik kesimpulan, data yang dihimpun diolah melalui proses reduksi, sajian data, dan verifikasi. Wujud implementasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam kearifan lokal masyarakat Gorontalo terkait dengan siklus kehidupan ditemukan pada beberapa makna edukatif yang diperoleh dari prosesi adat moponika/lenggota lo pohutu (pernikahan) dan molontalo (tujuh bulanan) Masing-masing dari prosesi yang terkait dengan siklus kehidupan tersebut memuat kearifan lokal berupa: 1) perlunya meninggalkan sifat-sifat tercela; 2) penyucian diri dari dosa lahir dan batin; 3) pentingnya menjaga kehalalan dari setiap harta yang dimiliki; 4) memperkuat pendirian, keimanan dan ketakwaan; 5) mempertahankan kesucian dan kehormatan diri; 6) kerendahan hati; 7) hidup hemat; 8) penataan diri mulai dari remaja sampai berumah tangga; 9) menjaga nama baik keluarga; 10) tidak meminta-minta; 11) keberkahan dan kebahagiaan hidup sebagai sasaran akhir; 12) penghargaan terhadap tamu dan kerabat; 13) serta pentingnya kesabaran dalam menjalani kehidupan.
DIFFERENCES OF TOLERANCE CHARACTER PLANTING STRATEGIES RELIGIOUS INTEREST STUDENTS IN SDN INPRES 6.88 PERUMNAS 2 KOTA JAYAPURA Rofiki, A. Arif; Amin, Muliaty; Susdiyanto, Susdiyanto; Yusuf T, Muh.
Jurnal Diskursus Islam Vol 8 No 3 (2020): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v8i3.12528

Abstract

This paper discusses the various strategies for cultivating thecharacter of inter-religious tolerance in students of SDN Inpres 6.88Perumnas 2 Kota Jayapura which is carried out through 1) schoolpolicies; 2) habituation to differences; 3) habituation to equations,and 4) group heterogeneity exercises. This research is field research. Theresearch approach used in this research includes methodological(phenomenological) and scientific approaches (normative, juridical, andpedagogical theological approaches). The research method used was aninterview, observation, and documentation. The results of this studyindicate that the character of interreligious tolerance in students of SDNInpres 6.88 Perumnas 2 Kota Jayapura is carried out through severalstrategies, namely: First, school policy. A strong commitment must bepossessed by school policymakers in cultivating the character of tolerancebetween religious believers in students. This commitment is manifested inthe inclusion of the character values of tolerance among religious believersin the mission, goals, and school regulations. Second, habituation todifferences. The teacher accustoms students to differences from an earlyage. This is done by giving understanding to students to appreciate thedifferences that exist between them. Besides, in learning the teacher alsotrains students to appreciate differences of opinion when discussing. Third, habituation to equality. The teacher gives the understanding that allstudents have the same position in a school that is, both become studentswho have the same rights and obligations. Students when learning areaccustomed to the teacher to see the similarities in meaning if there aredifferent answers. . The teacher invites students to think from the samepoint of view, not from each student. Fourth, exercise heterogeneity ingroups. The teacher gives group heterogeneity exercises to students inassigned group discussions during learning. The learning strategy used bythe teacher in group discussion assignments is the cooperative learningstrategy. Students work together in their study groups to complete theassignments the teacher has given them. Heterogeneity of study groups thatfavor cooperation can train and accustom students to learnto respect and tolerate differences that exist between themselves and theirpeers in terms of ethnicity, religion, social strata, or abilities.
THE VARIOUS FACTORS OF SUPPORTING AND INHIBITING THE IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION (Study at Madrasah Aliyah Negeri 1 Mamuju) Wahyun, Wahyun; Rama, Bahaking; Susdiyanto, Susdiyanto; Achruh, Andi
Jurnal Diskursus Islam Vol 9 No 3 (2021): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v9i3.25630

Abstract

This article examines the various factors supporting and inhibiting the implementation of character education in Madrasah Aliyah Negeri 1 Mamuju. The background of this research is the importance of character education to shape students' character as a solution to moral damage and the threat of national disintegration. This research is descriptive qualitative, with a phenomenological approach. The data sources of this research are primary and secondary data. Primary data was taken from the stakeholders of MAN 1 Mamuju through interviews. Meanwhile, secondary data were taken from documents and literature related to this research. The main instrument is the researcher himself as the key instrument, while the interview guide, observation and documents are complementary instruments. The analysis used is data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results obtained in this research are strategic supporting factors, namely planning, control and evaluation, and operational ones, namely the availability of professional educator resources. In contrast, the inhibiting factors are student discipline and limited facilities owned.