Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Perspektif

ANALISIS SEMIOTIKA: MAKNA KRITIK SOSIAL PADA LIRIK LAGU “FOUGHT THE SYSTEM” KARYA TUAN TIGABELAS Ilhamsyah Ginahandiko; Arju Susanto; Tadjuddin Nur
Perspektif Vol 1 No 5 (2022)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v1i5.245

Abstract

Abstrak Penelitian tentang Makna Kritik Sosial Pada Lagu “Fought The System” Karya Tuan Tigabelas: Analisis Semiotika. Bertujuan untuk mengungkap makna pesan kritik yang ingin di sampaikan lewat lirik lagu tersebut. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik yang digunakan adalah analisis semiotika Ferdianan de Saussure. Yang berfokus pada sistem petanda dan penanda serta hubungan sintagmatis dan paradigmatis. Untuk mencari makna kritik sosial pada lirik tersebut, pada setiap lirik lagu ini menggunakan perumpamaan sehingga bisa dianalisis dengan teori semiotika Ferdianan de Saussure. Penelitian ini menemukan makna yang terkandung dalam lagu Fought the System ini adalah sebuah makna kritik sosial untuk menyindir para orang-orang yang berkuasa yang memainkan sistem. Abstract Research on the Meaning of Social Criticism in the Song "Fought the System" by Tuan Tigabelas: Semiotic Analysis. Aims to reveal the meaning of the critical message to be conveyed through the lyrics of the song. The method used is a qualitative research method with a descriptive approach. The technique used is Ferdianan de Saussure's semiotic analysis. Which focuses on the system of signifiers and signifiers as well as sintagmatis and paradigmatis relationships. To find the meaning of social criticism in the lyrics. Each lyric of this song uses parables so that it can be analyzed using Ferdianan de Saussure's semiotic theory. This study finds the meaning contained in the song Fought the System is a meaning of social criticism to satirize the people in power who play the system.
ANALISIS RAGAM BAHASA: KONTEN YOUTUBE PODCAST DEDDY CORBUZIER Geovaldi Rahmadani Dwikarismandiar; Arju Susanto; Tadjuddin Nur
Perspektif Vol 1 No 5 (2022)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v1i5.246

Abstract

Abstrak Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui jenis ragam bahasa pada konten YouTube podcast Deddy Corbuzier. Teknik pengambilan data didapat melalui cara mendownload video dari YouTube Deddy Corbuzier lalu mendengarkan, mencatat, mengidentifikasi serta mengklasifikasikan. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan ragam bahasa yang digunakan narasumber dan pembawa acara dalam podcast tersebut. Peneliti menemukan 28 ragam bahasa yang terdapat dalam podcast yang terdiri atas 4 narasumber. Terdapat 4 ragam bahasa dialek, 3 ragam bahasa kolokial, 5 ragam bahasa jurnalistik, 9 ragam bahasa baku, 4 ragam bahasa santai, 1 ragam usaha, dan 2 ragam bahasa lisan. Faktor latar belakang si penutur sangat memengaruhi gaya bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi. Abstract This study is qualitative research that aims to determine the types of language variety in Deddy Corbuzier's YouTube podcast content. Data retrieval technique is by downloading videos from YouTube Deddy Corbuzier and then listening, recording, finding, and classifying. The purpose of this study is to describe the variety of languages used by the speakers and presenters in the podcast. Researchers found 28 different languages contained in the podcast consisting of 4 speakers. There are 4 varieties of dialect, 3 colloquial languages, 5 journalistic languages, 9 standard languages, 4 casual languages, 1 business variety, and 2 spoken languages. The background factor of the narrative greatly influences the style of language used in communication.
KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA: ANALISIS TOKOH YUDHIS DAN LALA DALAM NOVEL POSESIF KARYA LUCIA PRIANDARINI Reni Sartika; Arju Susanto; Tadjuddin Nur
Perspektif Vol 1 No 5 (2022)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v1i5.249

Abstract

Abstrak Novel selalu menampilkan karakter tokoh yang unik sehingga menarik perhatian pembaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan psikologi tokoh Yudhis dan Lala serta mendeskripsikan struktur id, ego, dan superego dengan menggunakan teori Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah membaca dan mencatat. Hasil penelitian ini, yaitu mengetahui kondisi psikologi tokoh Yudhis dan Lala serta struktur id, ego, dan superego. Faktor penyebab psikologi tokoh Yudhis dan Lala terganggu karena tekanan dari orang tua mereka masing-masing. Dilihat dari struktur jiwanya lebih banyak id dibandingkan ego dan superego.   Abstract Novels always feature unique characters so that they attract the attention of readers. The purpose of this study is to describe the psychology of the characters Yudhis and Lala and to describe the structure of the Id, Ego, and Super Ego using Sigmund Freud's theory. This study used qualitative research methods. Data collection techniques used in this study were reading and taking notes. The results of this study, namely knowing the psychological condition of the characters Yudhis and Lala and the structure of the Id, Ego, and Super Ego. The factors causing the psychology of the characters Yudhis and Lala are disturbed because of pressure from their respective parents. Judging from the structure of the soul more Id than Ego, and Super Ego
PENGARUH KONTEN YOUTUBE GAMING TERHADAP PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA TIGA SAMPAI ENAM TAHUN Natasya Eka Putri; Arju Susanto; Tadjuddin Nur
Perspektif Vol 1 No 5 (2022)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v1i5.254

Abstract

Abstrak Fenomena anak-anak kecanduan menonton kartun di YouTube dari smartphone menjadikan anak laki-laki berusia 3 sampai 6 tahun meyukai konten YouTube Gaming. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konten YouTube gaming terhadap pemerolehan bahasa anak usia 3 sampai 6 tahun dan kaitannya terhadap kemampuan berbahasa anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Data dalam penelitian ini dikumpulkan berdasarkan kuisioner dan melakukan wawancara dengan menggunakan teori Behaviorisme oleh Burhus Frederric Skinner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen (x) konten YouTube gaming berpengaruh terhadap variabel dependen (y) pemerolehan bahasa anak secara positif dan signifkan dan H1 diterima. Hasil analisis komparatif menunjukkan konten YouTube Gaming memengaruhi kemampuan berbahasa anak yang menghasilkan perbendaharaan kosakata lebih bervariasi dan luas.     Abstract The phenomenon of children being addicted to watching cartoons on YouTube from smartphones makes boys aged 3 to 6 years fond of YouTube gaming content. The purpose of this study was to determine the effect of YouTube Gaming content on the language acquisition of children aged 3 to 6 years and its relation to children's language skills. The method used in this research is a mixed method of quantitative and qualitative (mix method). The data in this study were collected based on questionnaires and conducted interviews using the theory of Behaviorism by Burhus Frederric Skinner. The results showed that the independent variable (x) YouTube gaming content had a positive and significant effect on the dependent variable (y) children's language acquisition and H1 was accepted. The results of a comparative analysis show that YouTube Gaming content affects children's language skills which results in a more varied and broad vocabulary.  
BAHASA ANAK BETAWI DI SEKOLAH: SEBUAH PERSPEKTIF SOSIOLINGUISTIK Tadjuddin Nur
Perspektif Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.305 KB) | DOI: 10.53947/perspekt.v1i1.59

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi sikap bahasa anak Betawi ketika berada dalam lingkungan sekolah mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bahasa yang mereka gunakan ketika berada di luar kelas dan di dalam kelas serta menganalisa sikap bahasa mereka terhadap Bahasa Betawi, Bahasa Indonesia, dan bahasa gaul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak Betawi ketika di luar kelas sebagian besar menggunakan Bahasa Indonesia, sebagian kecil menggunakan Bahasa Betawi dan bahasa gaul. Ketika mereka di dalam kelas hampir semua menggunakan Bahasa Indonesia, sebagian kecil saja yang menggunakan Bahasa Betawi dan bahasa gaul. Sikap bahasa anak Betawi terhadap Bahasa Betawi pada aspek kognitif, aspek afektif dan aspek konatif menunjukkan positif. Demikian juga terhadap Bahasa Indonesia pada aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek konatif menujukkan positif.Sementara terhadap bahasa gaul pada aspek kognitif dan aspek afektif menunjukkan negatif dan pada aspek konatif menunjukkan positif.
CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DALAM PERCAKAPAN SITUASI FORMAL Annisa Putri Aulia; Arju Susanto; Tadjuddin Nur
Perspektif Vol 1 No 4 (2022)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v1i4.236

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bentuk campur kode, jenis alih kode, dan faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode yang terjadi pada situasi formal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data diambil melalui pengamatan rekaman, mencatat, mengidentifikasi, dan mengklasifikasikannya. Pada penelitian ini, berhasil menemukan  40 campur kode yang terdiri atas 27 campur kode berupa kata, 7 campur kode berbentuk frasa, dan 6 campur kode berbentuk leksikalisasi kongruen. Bahasa daerah (Jawa dan Betawi), bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Korea mendominasi campur kode dalam penelitian ini. Faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode ada tiga, yaitu identifikasi peranan, identifikasi ragam, dan keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan. Sementara faktor penyebab terjadinya alih kode adalah karena hadirnya penutur dan lawan tutur. Abstract The purpose of this research is to find out the form of code-mixing, types of code-switching, and the factors causing code-switching and code-mixing that occur in formal situations. The research method used is qualitative. The technique of collecting data is by observing, recording, identifying, and classifying it. In this study, managed to find 40 code mixing consisting of 27 code mixing in the form of words, 7 code mixing in the form of phrases, and 6 code mixing in the form of congruent lexicalization. Regional languages (Javanese and Betawi), English, Arabic, and Korean dominate code-mixing in this study. There are three factors that cause code mixing, namely knowing, knowing, and wanting to explain and the related factors. Meanwhile, the factors causing code switching are the presence of the speaker and the interlocutor.
ANALISIS RAGAM MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF FILM "AYAT-AYAT CINTA" KARYA HANUNG BRAMANTYO: KAJIAN SEMANTIK Nada Lingga Afrili; Arju Susanto; Tadjuddin Nur
Perspektif Vol 2 No 3 (2023)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53947/perspekt.v2i3.491

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menelaah ragam makna denotatif dan konotatif yang ada di dalam film “Ayat-Ayat Cinta” karya Hanung Bramantyo. Teori yang digunakan pada penelitian ini ialah teori ragam makna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian ini ialah dialog antar tokoh yang mengandung ragam makna denotatif dan konotatif. Hasil penelitian ini menunjukkan ragam makna denotatif dan konotatif yang terkandung dalam dialog pada film Ayat-Ayat Cinta. Ragam denotatif ialah bersifat apa adanya, sedangkan ragam konotatif ialah bersifat kebalikan dari apa adanya. Ragam makna yang paling banyak ditemukan di dalam penelitian ini adalah ragam makna konotatif.   Abstract This study aims to examine the various denotative and connotative meanings in "Ayat-Ayat Cinta" movie by Hanung Bramantyo. The theory used in this study is the theory of multiple meanings. The method used in this study is a descriptive qualitative method. The data of this research are dialogues between characters that contain a variety of denotative and connotative meanings. The results of this study show the variety of denotative and connotative meanings contained in the dialogues in the film "Ayat-Ayat Cinta". The denotative variety is what it is, while the connotative variety is the opposite of what it is. The variety of meaning that is most often found in this study is the variety of connotative meaning.