Nisrina Rona Nabilah
Universitas Nasional

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kepercayaan Jawa dalam Bingkai Realisme Magis pada Novel Gong Nyai Gandrung karya Sekar Ayu Asmara Puteri Najlah Meylani; Dicky Rachmat Pauji; Nisrina Rona Nabilah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4941

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik realisme magis dan kepercayaan Jawa dalam novel Gong Nyai Gandrung karya Sekar Ayu Asmara. Beragam ekspresi budaya di Indonesia menyebabkan tumbuhnya kepercayaan magis di masyarakat ditambah adanya ritual dan upacara yang melibatkan unsur magis yang memperkuat keyakinan seseorang. Oleh karena itu, fokus penelitian ini menemukan kepercayaan Jawa yang terbingkai di dalam realisme magis. Pemilihan topik ini diteliti sebab di dalam novel ditemukan karakteristik realisme magis maka dari itu teori yang digunakan adalah Wendy B. Faris. Peneliti menerapkan metode kualitatif sehingga dapat mendeskripsikan dan menginterpretasikan data-data tertulis yang tertuang di dalam sumber data yaitu berupa prosa. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan keberadaan karakteristik realisme magis, yaitu unsur yang tak tereduksi, dunia yang fenomenal, kenyataan yang bercampur magis, keraguan-raguan yang menggangu, dan kekacauan terhadap waktu, ruang, dan identitas. Narasi realisme magis yang terdapat di dalam novel ini mengandung kepercayaan Jawa yang didominasi oleh benda magis, kepercayaan terhadap leluhur, ritual, dan kepercayaan tradisional yang berhubungan dengan upacara pernikahan adat Jawa.
Implikatur Tindak Tutur Pemandu dengan Wisatawan Museum Sejarah Jakarta: Kajian Pragmatik Indira Intan Pratiwi; Tadjuddin Nur; Nisrina Rona Nabilah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis implikatur dalam tindak tutur ilokusi pemandu dengan wisatawan Museum Sejarah Jakarta. Metode dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan kualitatif sebagai pendekatan, metode yang bersifat deskriptif, dengan teori implikatur dan tindak tutur ilokusi George Yule. Sumber data dalam penelitian ini, berupa rekaman audio yang berisi tuturan pemandu dengan wisatawan pada saat berlangsungnya layanan pemanduan. Rekaman audio di transkripsi dengan teknik simak catat, kemudian dikelompokkan berdasarkan jenis implikatur dan tindak tutur ilokusi. Hasil analisis dari penelitian ini berupa jenis implikatur dalam tindak tutur ilokusi pemandu dengan wisatawan Museum Sejarah Jakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa; terdapat lima belas data tindak tutur ilokusi yang berupa; tindak tutur ilokusi representatif, tindak tutur ilokusi direktif, tindak tutur ilokusi ekspresif, tindak tutur ilokusi komisif, tindak tutur ilokusi deklarasi, dan lima belas data tersebut terdapat implikatur yang berupa; implikatur percakapan umum, implikatur percakapan khusus, implikatur percakapan berskala dan implikatur konvensional. Jenis tersebut menunjukkan variasi tuturan yang digunakan oleh pemandu dalam layanan pemanduan museum.
REPRESENTASI KETIMPANGAN GENDER DALAM NASKAH DRAMA PENYALIN CAHAYA KAJIAN FEMINISME INTERSEKSIONAL: Representation of Gender Inequality and Social Class in the Drama Script of the Copy of Light: A Study of Intersectional Feminism Elisabeth Eunike; Nisrina Rona Nabilah; Dicky Rachmat Pauji
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE: ON PROGRES
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i2.22096

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi ketimpangan gender serta interseksionalitas antara gender dan kelas sosial dalam naskah drama Penyalin Cahaya karya Wregas Bhanuteja. Naskah ini mengisahkan Sur, mahasiswi korban kekerasan seksual di kampus yang menghadapi tekanan sosial dan institusional ketika memperjuangkan keadilan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis teks, dengan data berupa dialog dan adegan yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan teori feminisme interseksional Kimberlé Crenshaw dan teori representasi Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan gender direpresentasikan melalui praktik victim blaming, dominasi institusi kampus, pembungkaman suara korban, serta perlindungan terhadap pelaku laki-laki. Selain itu, pengalaman Sur memperlihatkan bahwa ketertindasan tidak hanya bersumber dari gender, tetapi juga diperkuat oleh posisi kelas sosialnya yang rentan. Dengan demikian, ketimpangan dalam naskah bekerja secara interseksional melalui relasi kuasa yang saling bertumpang tindih dan mempertegas kritik terhadap struktur sosial yang tidak berpihak pada korban.