Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Ground Motion di Selatan Gunung Api Ungaran Berdasarkan Mikrozonasi Metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) Muhammad Khemal Amrullah; Maulana Rizki Aditama; Fx Anjar Tri Laksono; Asmoro Widagdo
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 4, No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.4.3.2021.134-141

Abstract

Salah satu mitigasi bencana yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi daerah yang berpotensi mengalami pergerakan tanah adalah analisis mikrotremor dengan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) yang menghasilkan parameter frekuensi dominan dan amplifikasi. Kedua data tersebut digunakan untuk mencari nilai indeks kerentanan seismik, ketebalan lapisan sedimen, dan peak ground acceleration yang dijadikan sebagai parameter untuk dianalisis dalam mengidentifikasi daerah yang berpotensi mengalami pergerakan tanah. Pada daerah penelitian nilai indeks kerentanan seismik terendah 0,15 s2/cm dan tertinggi 33,74 s2/cm, ketebalan sedimen paling tipis pada Vs 175 m/s adalah 3,24 m dan ketebalan lapisan sedimen paling tebal adalah 33,71 m, sedangkan pada Vs 350 m/s ketebalan paling tipis adalah 6,48 m dan ketebalan sedimen paling tebal adalah 67,43 m, serta nilai peak ground acceleration paling tinggi  adalah 48,48 gal dan paling rendah adalah adalah 14,91 gal. Berdasarkan analisis data microtremor, nilai indeks kerentanan seismik, lapisan sedimen, depth of boundary, dan peak ground acceleration, daerah yang memiliki potensi pergerakan tanah yang relatif tinggi berada di titik MS12, MS14, MS15, MS20, MS21, dan MS23.
Interpretasi Geologi Daerah Cidora Dan Sekitarnya, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Dea Rizqi Zerlinda; Maulana Rizki Aditama
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 1 No 2 (2021): JPTI - Februari 2021
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.11

Abstract

Pemetaan geologi diakukan di daerah Cidora dan sekitarnya, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Daerah ini termasuk ke dalam Zona Pematang dan Kubah Zona Depresi Tengah (Van Bemmelen,1949), tepatnya pada zona Pegunungan Serayu Selatan. Pemetaan ini dimaksudkan untuk dapat mengetahui keadaan geologi di daerah pemetaan dan menambah pengetahuan mengenai pemetaan geologi pagi penyusun. Pemetaan geologi dilakukan dengan berbagai tahapan, antara lain tahap pendahuluan yaitu studi pustaka, tahap analisis citra, analisis geomorfologi dan analisis stratigrafi, dan tahap pengolahan data hingga mendapatkan hasil, dan yang terakhir tahap pembuatan laporan. Dari hasil pemetaan yang dilakukan didapatkan beberapa informasi mengenai aspek-aspek geologi. Aspek geomorfologi dari daerah penelitin terdiri dari Satuan Perbukitan Homoklin Karanggayam, Satuan Lembah Antiklin Cidora, dan Satuan Punggungan Blok Sesar Binangun. Stratigrafi daerah penelitian tersusun dari tua ke muda yaitu Satuan Batulempung Sisipan Batupasir, Satuan Perselingan Batupasir Batulempung, dan Satuan Batupasir. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan informasi bahwa daerah ini terendapkan pada lingkungan bathyal tengah - neritik luar pada Miosen Tengah hingga Pliosen. Struktur geologi yang terdapat di daerah ini yaitu struktur lipatan antiklin yang membentang dari arah Baratlaut (NW) – Tenggara (SE) dan sesar geser kiri. Proses yang masih berlanjut hingga kini yaitu proses eksogen berupa erosi yang mengakibatkan daerah penelitihan memiliki kondisi seperti sekarang.
Sedimentologi dan Tektonostratigrafi Formasi Halang di Cekungan Banyumas serta Potensinya untuk Reservoir Hidrokarbon Eko Bayu Purwasatriya; Akhmad Khahllil Gibran; Maulana Rizki Aditama; Gentur Waluyu
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 22 No. 3 (2021): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v22i3.640

Abstract

Formasi Halang merupakan formasi yang dikenal dengan struktur turbidit dan diendapkan pada lingkungan laut dalam. Penelitian tentang reservoir Formasi Halang telah ditulis oleh beberapa penulis sebelumnya menyebutkan bahwa porositas batupasir Formasi Halang cukup baik namun diragukan permeabilitasnya, sehingga permasalahan utama reservoir batupasir Formasi Halang di Cekungan Banyumas adalah permeabilitasnya. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengukuran penampang stratigrafi di lapangan, analisis dan interpretasi data laboratorium berupa data porositas, permeabilitas dan densitas, yang diintegrasikan dengan data sekunder hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasies proksimal dan medial Formasi Halang mempunyai potensi sebagai reservoir dan adanya rejim tektonik kompresi pada umur Plio-Plistosen membentuk kekar-kekar pada batupasir sehingga menambah permeabilitasnya. Data sidewall core sumur Karang Gedang-1 juga menunjukkan masih adanya permeabilitas yang bagus pada batupasir Formasi Halang di bawah permukaan. Data XRMI juga menunjukkan adanya rekahan terbuka sebagian pada kedalaman sekitar 13.000 – 14.000 kaki di bawah permukaan, sehingga kesimpulannya batupasir turbidit Formasi Halang mempunyai potensi sebagai reservoir hidrokarbon di Cekungan Banyumas.Katakunci: Batupasir, Cekungan Banyumas, Formasi Halang, Reservoir.
Tholeiitic Basalt in Banyumas Basin (Kebasen, Central Java): The Evidence of Sedimentary Recycling Input and the Contribution of Oceanic Slab on Fore-arc Active Continental Margin (ACM) Magmatism fadlin fadlin; Shaban Godang; Nita Ariyanti; Wildan Nur Hamzah; Maulana Rizki Aditama
Indonesian Journal on Geoscience Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17014/ijog.8.2.233-253

Abstract

DOI:10.17014/ijog.8.2.233-253The study of tholeiitic basalt is a general-classic study from geotectonic MORB, ocean island (OIB), continental rift, volcanic-arcs {IAB or Active Continental Margin (ACM)}. However, the geotectonic study of the tholeiitic volcanic-arcs is still unclear at the moment. In general, the arc tholeiitic is directly pointed to an island-arc volcanic, and the result of google search engine defines no existence of tholeiitic geochemistry which is formed from continental-arc volcanic (ACM). The problem lies in the model of discrimination diagram which is not able to discriminate ACM from the island arc volcanic. The spider diagram shows relatively similar of patterns as well as in the use of the isotope 143Nd/144Nd versus 87Sr/86Sr. Tholeiitic Kebasen pillow lava exhibits a slightly hydrothermal alteration (propyilitic alteration) which consists of plagioclase (labradorite-bytownite), olivine, pyroxene (diopside), hornblende, volcanic glass and other secondary minerals (such as iddingsite, zeolite, carbonate, sericite and opaque minerals). The results of the interpretation using the overlay diagram of Mg# and FeO(t)/MgO, diagram Nb/La vs. La/Yb, the overlaid diagram between the diagram of Zr/Y vs. Zr, newly developed diagram for sedimentary recycling (Th/Ce vs. SiO2) reveal the Kebasen lava is a differentiated tholeiitic rock with relatively low of Mg# (Mg# < 55) which is generated from geotectonic forearc ACM (Active Continental Margin) and involves the sedimentary recycling (Th/Ce > 0.1); furthermore, the trace element constituent is interpreted based upon the melting of oceanic slab (Zr/Y ~ 3). The magmatism of Kebasen lava is potentially formed at temperature of ~ 1240 oC and a pressure of ~ 1.7 GPa at the depth of ~ 56 Km.
Manajemen Set Data Temperatur Packing Sealer di Pabrik Liquid Unilever Menggunakan Microsoft Power BI Kurniawan, Yogiek Indra; Chrismawan, Stephen Prasetya; Sunan, Huzaely Latief; Aditama, Maulana Rizki; Laksono, FX Anjar Tri
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JAMSI - September 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2093

Abstract

Pabrik Liquid Unilever merupakan salah satu lini produksi yang memprioritaskan kualitas kemasan produk, khususnya jenis pouch, guna menghindari defect seperti kebocoran akibat temperatur penyegelan yang tidak optimal. Dalam upaya meningkatkan pemantauan kualitas kemasan, dilakukan Pengabdian Masyarakat yang bertujuan mengelola dan memvisualisasikan data temperatur mesin sealer menggunakan Microsoft Power BI. Data diperoleh dari sensor temperatur pada 21 mesin pengemasan dengan frekuensi pencatatan tinggi dan disimpan dalam file CSV secara berkala. Tahapan proyek meliputi pembersihan data (handling error, null, dan duplikasi), transformasi, pemodelan relasional, hingga pembuatan dashboard interaktif. Dashboard yang dikembangkan dilengkapi fitur filter berdasarkan tanggal, jenis mesin pouch, dan sensor temperatur (temp) sehingga memudahkan pengguna dalam menganalisis tren temperatur dan mengidentifikasi anomali yang dapat menyebabkan cacat kemasan. Evaluasi oleh mitra menunjukkan bahwa dashboard telah memenuhi kebutuhan pemantauan, meskipun performa pemuatan data masih perlu dioptimalkan. Proyek ini memberikan kontribusi nyata dalam pengambilan keputusan berbasis data di lini produksi serta dapat dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi otomatisasi data dan fitur tambahan sesuai kebutuhan industri.
Interpretasi Struktur Geologi Berdasarkan Fault Fracture Density (FFD) dan Implikasinya Terhadap Potensi Likuefaksi di Daerah Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Sunan, Huzaely Latief; Gibran, Akhmad Khahlil; Aditama, Maulana Rizki; Iswahyudi, Sachrul; Widiatmoko, Fajar Rizki; Widagdo, Asmoro; Laksono, FX Anjar Tri
EKSPLORIUM Vol. 42 No. 1 (2021): MEI 2021
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/eksplorium.2021.42.1.6129

Abstract

The existence of geological structures is often associated with landslides and earthquakes. The Kalibening area is an interesting location for research on that purpose. This area is composed of Pleistocene and Recent rocks units. Based on its stratigraphy, the rocks in the area are truncated by fault structure. It means that the fault in the area is categorized as an active fault. The high morphology and a basin existence on its center indicate that the area formation was controlled by faults. The research is carried out to determine the trend of the geological structures that control the study area. To determine the trend of the geological structure, a structural mapping method of Fault Fracture Density (FFD) map combined with the Bouguer anomaly residual map and hillshade lineaments map is used. In general, the most important thing in the study of structural geology is the geometry of the structural elements. The conceptual model of geological structures is subsequently used to analyze the liquefaction potential of the study area. The interpretation of the structures shows the existence of dextral strike-slip fault followed by companion faults and pull-apart basin that is inferred as the result of normal faulting in the strike-slip mechanism. The dextral strike-slip fault produces a basin filled with loose sediment that is prone to liquefaction in the event of an earthquake and ground motion. This study concludes that the Kalibening area is prone to liquefaction due to the existence of the movement of dextral strike-slip fault, loose sediments that dominate the study area, and shallow groundwater table.