This Community Service Program aims to empower the Deo Gratias Catholic Writers Community (KPKDG) in Malang through assistance in creating Smart Psychospiritual based on Digital Edutainment. This activity is motivated by the increasing mental health problems among teenagers and the community's low ability to integrate spiritual literacy with digital technology. The implementation method includes six stages of assistance, namely training in psychospiritual writing, training in edutainment-based teaching techniques, social media creation and optimization, as well as training in psychospiritual content creation and edutainment-based training content. All activities are carried out collaboratively among lecturers, students, and community members, employing a participatory and reflective approach. The results of the activities showed a significant increase in the knowledge, skills, and attitudes of community members. KPKDG successfully mastered psychospiritual writing techniques, created active social media accounts (Instagram and TikTok), and produced ten digital spiritual content pieces that showcased the values of faith, hope, and inner healing. This program fosters a new awareness that spiritual literacy can be a means of social therapy and a medium for spreading faith in the digital age. The program not only enhances community capacity but also establishes a model of faith- and technology-based empowerment to strengthen the mental health of young people and foster an adaptive spiritual culture amid the challenges of digitalization. [Berdasarkan Kongres Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik tahun 2024, kesehatan mental merupakan isu termutakhir yang harus ditanggulangi. Minimnya konten Rohani Katolik yang menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan mental, menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberdayakan Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias (KPKDG) Malang melalui pendampingan pembuatan Smart Psychospiritual berbasis Edutainment Digital. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan kesehatan mental remaja dan rendahnya kemampuan komunitas dalam mengintegrasikan literasi rohani dengan teknologi digital. Metode pelaksanaan meliputi enam tahap pendampingan, yaitu pelatihan menulis psikospiritualitas, pelatihan teknik mengajar berbasis edutainment, pembuatan dan optimalisasi media sosial, serta pelatihan pembuatan konten psikospiritual dan pelatihan konten pelatihan berbasis edutainment. Seluruh kegiatan dilakukan secara kolaboratif antara dosen, mahasiswa, dan anggota komunitas dengan pendekatan partisipatif dan reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap anggota komunitas. KPKDG berhasil menguasai teknik menulis psikospiritual, memiliki akun media sosial aktif (Instagram dan Tiktok), serta memproduksi sepuluh konten digital rohani yang menampilkan nilai-nilai iman, harapan, dan penyembuhan batin. Program ini menumbuhkan kesadaran baru bahwa literasi rohani dapat menjadi sarana terapi sosial dan media pewartaan iman di era digital. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas komunitas, tetapi juga melahirkan model pemberdayaan berbasis iman dan teknologi untuk memperkuat kesehatan mental remaja dan membangun budaya spiritual yang adaptif di tengah tantangan digitalisasi.]