Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Substitution of Arrowroot Starch on the Elasticity and Water Holding Capacity (WHC) of Tilapia Fish Nugget Nur, Fatkhun; Prakosa, Cucut
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 1 (2025): May
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v8i1.96386

Abstract

Arrowroot tubers can be used as an alternative food ingredient by utilizing starch sources as a substitute for tilapia nuggets. This study aims to determine the effect of arrowroot starch substitution as a filling material on the chemical properties and texture of tilapia nuggets. This study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatment formulations, namely P1 = arrowroot starch: tapioca (0 g: 15 g), P2 = arrowroot starch: tapioca (5 g: 10 g), P3 = arrowroot starch: tapioca (10 g: 5 g), and P4 = tapioca starch (15 g: 0 g). The results showed that arrowroot starch substitution had a significant effect on elasticity and water binding capacity. Elasticity of tilapia nuggets ranged from 9.36 N-17.64 N and water binding capacity 165.7%-180.3%. The best result was obtained from P3 treatment with the ratio of arrowroot starch and tapioca flour as much as 10:5, namely insoluble dietary fiber 1.71%, water binding capacity 175.22%, and elasticity 13.49 N.
Substitusi Pati Garut Terhadap Sifat Kimia dan Tekstur Nugget Ikan Mujair Nur, Fatkhun; Wulandari, Aniek
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v5i2.9219

Abstract

Arrowroot tubers can be used as an alternative food by utilizing the starch source as a filler or substitution in tilapia fish nuggets. This study aims to determine the effect of substitution of arrowroot starch as a bahan pengisi on the chemical properties and texture of tilapia fish nuggets. This study used a completely randomized design with 4 treatment formulations, namely P1 = arrowroot starch: tapioca (0 g :15 g), P2 = arrowroot starch: tapioca (5 g : 10 g), P3 = arrowroot starch: tapioca (10 g : 5 g) and P4 = arrowroot starch: Tapioca (15 g : 0 g). The results showed that arrowroot starch substitution had a significant effect on the water content and texture of tilapia fish nuggets, while the fat and protein content did not show a significant effect. Arrowroot starch substitution of 15 g gave the best value from all treatments with a moisture content of 56.63%; protein 11.64%; fat 12.63% and texture 9.52 N. Umbi garut dapat digunakan sebagai pangan alternatif dengan memanfaatkan sumber patinya sebagai bahan pengisi atau substitusi pada nugget ikan mujair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi pati garut sebagai bahan pengisi terhadap sifat kimia dan tekstur nugget ikan mujair. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 formulasi perlakuan, yaitu P1=Pati garut : Tapioka (0 g :15 g), P2 =Pati garut : Tapioka (5 g : 10 g), P3=Pati garut : Tapioka (10 g : 5 g) dan P4=Pati garut:Tapioka (15 g : 0 g). Hasil penelitian menunjukkan substitusi pati garut memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air dan tekstur nugget ikan mujair, sedangkan kadar lemak dan proteinnya tidak menunjukkan pengaruh yang nyata. Substitusi pati garut 15 g memberikan niai terbaik dari semua perlakuan dengan kadar air 56,63%; protein 11,64 %; lemak 12,63 % dan tekstur 9,52 N.
Karakteristik Kimia, Fisik dan Organoleptik Yogurt Kulit Pisang Raja Selama Penyimpanan Rahayu, Nunuk Siti; Ernawati, ATD; Nur, Fatkhun; Arumsari, Kusuma
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4351

Abstract

AbstrakKulit pisang (salah satunya kulit pisang raja) merupakan limbah rumah tangga maupun industri buah dengan prosentase limbah paling tinggi dibanding limbah buah berupa biji maupun kulit buah lainnya. Pisang raja memiliki aroma kuat, namun kulitnya sebagai limbah belum termanfaatkan, padahal bagian ini memiliki potensi sebagai media pertumbuhan bakteri sehingga berperan sebagai prebiotik bagi bakteri probiotik yang baik untuk pencernaan di usus, yaitu Bakteri Asam Laktat (BAL). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik kimia, fisik dan organoleptik dengan penambahan Ekstrak Kulit Pisang Raja (EKPR) sebesar 0, 5, 10 dan 15% pada susu UHT komersial sebagai prebiotik pada pembuatan yogurt dengan Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus sebagai inokulan probiotik komersial merk “Biokult” sebanyak 5% selama penyimpanan (0 dan 10 hari), meningkatkan rasa dan kesukaan yogurt, serta mengetahui konsentrasi kulit pisang raja terbaik pada pembuatan yogurt kulit pisang raja (banana peel yogurt, bapeeeyo). Analisis kadar serat kasar kulit pisang raja diperoleh sebesar 1,419%, dengan kandungan starter probiotik “Biokult” sebesar 9,3x104 cfu/ml. Setelah penyimpanan terjadi perubahan sifat kimia yogurt. Penyimpanan 0 hari menghasilkan yogurt lebih baik, yaitu  makin meningkat penambahan EKPR, makin meningkatkan kadar protein, total padatan, dan total BAL bapeeyo  yang dihasilkan, namun total asam dan pH tidak signifikan, meningkatkan sifat fisik yogurt yaitu viskositas serta meningkatkan sifat organoleptik, khususnya warna, rasa dan kesukaan. Penambahan EKPR sebanyak 10%  (penyimpanan 0 hari) menghasilkan yogurt paling disukai (skor 3,1) dengan rasa khas pisang raja (skor 3,3) dan warna terbaik (skor 3,3), kadar protein 2,48%, total padatan 15,28%, jumlah total BAL 4,10x104 cfu/ml dan viskositas yogurt sebesar 4949,0 %.  Kata kunci: Kulit pisang raja; prebiotik; probiotik; yogurt