Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

POSI BOLA OF JAMI MOSQUE AS SPATIAL TRANSFORMATION SYMBOL sutrisno, moh; Sastrosasmito, Sudaryono; Sarwadi, Ahmad
Journal of Islamic Architecture Vol 5, No 4 (2019): Journal of Islamic Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2048.806 KB) | DOI: 10.18860/jia.v5i4.5226

Abstract

Palopo city space as the center of Tana Luwu cannot be separated from the significance of the oldest kingdom in South Sulawesi. The entry of the Islamic religion in Luwu was marked by the Jami Mosque, which is located at the zero points of Palopo city. The preservation of pre-Islamic heritage and after the entry of Islam in the present tends to not a dichotomy in two different meanings. The research is aimed to explore the semiotic meaning of the Jami Mosque, which has become an icon in Palopo City. The research used the ethnomethodology method within the framework of the semiotics paradigm to obtain contextual meaning as well as the application of a new approach in architecture semiotics study. The results show that the Jami Mosque keeps the complexity of meaning, which can be the foundation of conservation philosophy and planning of the built environment. The cosmos axis of Palopo city space and the territory of Luwu become the central point of religious civilization, especially in Islamic cosmology. The space transformation is represented by ‘posi bola’ (house pole). The symbolic ‘posi bola’ moves from the palace to the Jami mosque as the axis of Luwu space in the Islamic era. The horizontal slice of the pole has implications on the particular geometrical patterns of Luwu. The elements of structure and construction of buildings become a symbol of Islamic teachings.
KAJIAN PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANG LABORATORIUM FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN ALAUDDIN MAKASSAR Safruddin Juddah; Muhammad Attar; Moh. Sutrisno
Teknosains Vol 15 No 1 (2021): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v15i1.18060

Abstract

Abstract: UIN Alauddin Makassar, as one of the largest university in Indonesia, is located on the equator and has a tropical climate so that it gets abundant, free and almost available light energy from the sun every day. However, there are still many rooms in the building that still use artificial sources of electricity to illuminate the room, one of which is building D, Faculty of Science and Technology. This is inversely proportional to the design of the building which has wall openings in the building envelope and voids in the middle of the building. This study used to analyze the illumination of laboratory space caused by differences in the orientation of the wall openings and the width of the openings, to analyze the level of change in natural light illumination throughout the day, and to simulate the illumination according to laboratory space requirements. The Laboratory of the Faculty of Science & Technology of the Alauddin State Islamic University of Makassar is the location for this study, where there are four rooms selected as samples, namely: Zoology Laboratory Room, Optic Laboratory, Basic Physical Laboratory, and Microprocessor & Robotical Laboratory. This study obtained the results that there are differences in illumination and the minimum size of the wall opening due to differences in the orientation of the openingsKey words: illumination, orientation and opening area, laboratory  Abstrak: UIN Alauddin Makassar sebagai salah satu universitas terbesar di Indonesia berada di garis ekuator memiliki iklim tropis sehingga memperoleh energi cahaya dari matahari yang cukup melimpah, gratis dan hampir tersedia setiap hari. Meskipun demikian, masih banyak ruang-ruang dalam bangunannya yang masih menggunakan sumber listrik buatan untuk menerangi ruangan salah satunya gedung D Fakultas Sains dan Teknologi. Hal ini berbanding terbalik dengan desain gedung yang memiliki bukaan dinding pada selubung bangunan dan void di bagian tengah gedung. Penelitian ini bertujuan menganalisis iluminasi ruang laboratorium yang disebabkan oleh perbedaan orientasi bukaan dinding dan luas bukaannya, menganalisis tingkat perubahan iluminasi cahaya alami sepanjang hari, dan mensimulasikan iluminasi yang sesuai dengan standar kebutuhan ruang laboratorium. Laboratorium Fakultas Sains & Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar menjadi lokasi pada penelitian ini yang mana terdapat empat ruangan yang dipilih sebagai sampel yaitu: Ruang Laboratorium Zoologi, Laboratorium Optik, Laboratorium Fisika Dasar, dan Laboratorium Mikroprocessor & Robotik. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan iluminasi dan ukuran minimal luas bukaan dinding akibat perbedaan arah orientasi bukaan. Kata kunci: iluminasi, orientasi dan luas bukaan, laboratorium
PENINGKATAN KUALITAS TEMPAT MINUMAN SARABBA SEBAGAI BAGIAN DARI DAYA TARIK WISATAWAN KAMBO DI KOTA PALOPO Moh. Sutrisno; Muhammad Chaidar Febriansyah; Andi Tenrisanna Syam; Rahmiani Rahim; Mayyadah Syuaib; Suci Q. Ramadhani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.12899

Abstract

Kambo area is a strategic area geographically located in the highland area of Palopo City. The natural conditions of Kambo are fertile, and the distance from Palopo city is quite close. On the other hand, the limited land for residents and the location of buildings on hillsides prone to landslides are problems that need mediation. This activity aims to provide input to residents about the importance of protecting the natural environment, increasing awareness of landslide disasters, and optimizing the place as a tourist area with the characteristic of Sarabba drink. Sarabba is a typical drink from South Sulawesi. Sarabba drink is made from ginger and brown sugar as ingredients. The community service used the lecture method in the counseling process and placemaking to identify problems and potential within the community. The results of service community activities positively impact the development of more quality and modern building facades. The idea of optimizing the potential of Kambo's natural wealth with the characteristics of a more comfortable and contemporary Sarabba drink can be accepted by residents without leaving the rules of local wisdom. The emergence of a business place with a modern concept, both in terms of form and building materials. The youth community made markers to enter the Kambo village, marking the peaks of nests to enter natural tourist areas. The uniqueness of Kambo is increasingly known through social media. --- Kawasan Kambo termasuk wilayah strategis yang secara geografis terletak di kawasan dataran tinggi Kota Palopo. Tidak hanya kondisi alam Kambo yang subur tetapi juga jarak dengan kota Palopo yang cukup dekat. Dilain sisi, keterbatasan lahan warga, letak bangunan di lereng-lereng bukit yang rawan terjadinya longsor menjadi permasalahan yang perlu dilakukan mediasi. Kegiatan ini bertujuan memberikan masukan kepada warga tentang pentingnya menjaga lingkungan alam sekitar, meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana longsor, serta optimalisasi tempat sebagai kawasan wisata dengan ciri khas minuman Sarabba. Sarabba adalah minuman khas Sulawesi Selatan. Minuman Sarabba terbuat dari bahan baku Jahe dan gula merah. Pengabdian menggunakan metode ceramah dalam proses penyuluhan, dan placemaking dalam mengidentifikasi permasalahan dan potensi yang ada bersama-sama masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian berdampak positif kepada perkembangan fasad bangunan yang lebih berkualitas dan modern. Gagasan mengoptimalkan potensi kekayaan alam Kambo dengan ciri khas minuman Sarabba lebih nyaman dan modern dapat diterima oleh warga tanpa meninggalkan kaidah-kaidah kearifan lokal. Munculnya tempat usaha dengan konsep modern, baik dari segi bentuk maupun material bangunan. Komunitas pemuda membuat penanda untuk masuk ke dalam kelurahan Kambo, penanda puncak sarang-sarang untuk masuk ke area wisata alami. Keunikan Kambo semakin dikenal melalui media sosial.
Rekomendasi Adaptive Re-Use Pada Gedung Radio Republik Indonesia Di Makassar Moh. Sutrisno; Anugrah, Sandy Nur Arya
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 4 No. 2 (2022): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v4i2a9

Abstract

Abstrak_ Bangunan Tua merupakan warisan arsitektur yang cenderung memiliki nilai-nilai sejarah. Salah satu bangunan tua di Makassar adalah Gedung Radio Republik Indonesia (RRI) yang terletak di tengah kawasan kota Tua Makassar. Gedung RRI tidak termasuk dalam daftar bangunan cagar budaya, akan tetapi gedung tersebut terindikasi memiliki nilai-nilai sejarah. Gedung RRI termasuk salah satu bangunan yang rawan upaya pembongkaran maupun rehabilitasi. Pemerintah mengeluarkan aturan terbaru tahun 2022 tentang Objek Diduga Bangunan Cagar Budaya (ODBC). Penelitian menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya adaptive reuse di ruang dalam bangunan gedung RRI. Selain itu, Citra kawasan bertambah baik jika dilakukan relokasi masjid dari halaman utama gedung ke bagian samping bangunan. Kata kunci: ODBC; Adaptive Reuse; Gedung Radio. Abstract_ Old buildings are an architectural heritage that, too, kept historical values. One of the old buildings in Makassar is the Radio Republik Indonesia (RRI) Building, located in the middle of the Makassar Old Town area. The RRI building was not included in the list of cultural heritage buildings, but it is indicated that the building has historical values. The RRI building was one of the buildings prone to demolition or rehabilitation. The government issued the latest regulations for 2022 concerning Objects Suspected of Cultural Heritage Buildings (ODBC). The research used qualitative methods. The results of this study showed the importance of adaptive reuse in the interior of the RRI building. Besides, the image area will improve if the mosque is relocated from the main courtyard of the building to the building's side. Keywords: ODCB; Adaptive Reuse; Radio Building.
VULNERABLE PADA IKON KAWASAN KOMPLEKS KERATON YOGYAKARTA Moh Sutrisno
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v2i2.5728

Abstract

Kompleks keraton Yogyakarta menjadi kawasan yang sangat kental dengan kearifan lokal di era modern dan globalisasi. Keraton bertahan dengan budaya lokal. Setiap fasad bangunan hunian mencerminkan ciri khas rumah adat Jawa. Penduduk menjaga keaslian budaya secara turun-temurun. Hal ini menunjukkan ketahanan kawasan permukiman yang berada di pusat perkotaan. Di sisi lain, usaha mikro dan pedagang kaki lima berdagang di trotoar dan ruang publik di dalam kompleks keraton. Berdasarkan aspek arsitektur dan ruang skala meso, pedagang menurunkan kualitas ruang di dalam kompleks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Usaha mikro menempati jalur pejalan kaki yang dibuat sebagai elemen kota. Toko-toko kecil mengganggu aktivitas pengguna jalan dalam waktu-waktu tertentu. Kondisi ekonomi dan sosial budaya dipertimbangkan dalam penataan pedagang kaki lima. Kawasan keraton mengalami gangguan sehingga menimbulkan vulnerable. Fasad arsitektur tradisional berubah karena pengaruh budaya non-kontekstual di kawasan keraton Yogyakarta.
TRACING PERSIAN INFLUENCES: EXPLORING THE MEANING OF MOSQUES AND MAUSOLEUMS IN SOUTH SULAWESI AS ICONIC ISLAMIC ARCHITECTURE Moh. Sutrisno
Journal of Islamic Architecture Vol 7, No 4 (2023): Journal of Islamic Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jia.v7i4.19372

Abstract

This study explores the meaning of Mosques and Mausoleums in South Sulawesi as Islamic architecture influenced by Persian civilization. Previous research on the shape of the mausoleum scattered in South Sulawesi indicated the justification of Persian civilization. The research used a rationalistic paradigm with qualitative methods. The study's results explained that the meaning of mosques and mausoleums indicated the development of the spread of Islam in South Sulawesi. The old mosque has concluded as an iconic Islamic architecture in the category of Islamic heritage buildings. The Old Jami Mosque in Palopo, the al-Hilal Mosque of Katangka Gowa, and the old al-Mujahidin Mosque in Bone represent the three old mosques. The syntactic relations of the three regions were compiled in a historical relationship as the three great kingdoms in the classical period of Islam in South Sulawesi. The similarity aspect is shown by the alignment of the shape of the mosque with the architectural forms of the archipelago's mosques through the shape of the roof and its layers—shapes from nature such as leaves, mean fertility. The creativity of carving on the mihrab shows public awareness to present the mosque's beauty through calligraphy.
Emergency Response Center: Bangunan Ikonik Penanggulangan Bencana Terpadu di Indonesia Timur Sutrisno, Moh.; Miftahullah, Mukti; Said, Ratriana
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 2 No. 2 (2020): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v2i2a8

Abstract

Abstrak_ Indonesia terletak dalam bentang kawasan yang rawan bencana. Beberapa tahun terakhir, telah terjadi berbagai bencana yang melanda bangsa indonesia. Dilain sisi, Indonesia belum memiliki fasilitas untuk melakukan tanggap bencana secara terpadu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data-data sekunder tentang pelayanan terpadu untuk bencana. Selanjutnya studi preseden menjadi rujukan dalam membuat konsep dan mengembangkan gagasan yang diwujudkan dalam bentuk karya arsitektur.  Perancangan ini memberikan solusi permasalahan dalam bentuk desain arsitektur untuk berkonstribusi dalam pelayanan tanggap bencana yang ada di Indonesia, dan khususnya di Kabupaten Gowa. Kata kunci: Desain; Bencana; Bangunan Ikonik; Pelayanan Terpadu. Abstract_ Indonesia is located in a disaster-prone landscape. In the last few years, there have been various disasters that have hit the Indonesian nation. On the other hand, Indonesia does not yet have the facilities to carry out an integrated disaster response. This study uses a qualitative method by collecting secondary data about integrated services for disasters. Furthermore, precedent studies become a reference in conceptualizing and developing ideas that are manifested in the form of architectural works. This design provides solutions to problems in the form of architectural designs to contribute to disaster response services in Indonesia, and especially in Gowa Regency. Keywords:  Design; Disaster; Iconic Building; Emergency Response Center
ANALISIS FORMAL FASAD ARSITEKTUR RUMAH TINGGAL ORANG TORAJA DI KOTA PALOPO Sutrisno, Moh; Sarwadi, Ahmad
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 6 No 2 (2019): December
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v6i2a9

Abstract

Abstrak_Penelitian ini mengkaji fasad arsitektur rumah tinggal masyarakat Toraja yang ada di Kota Palopo. Arsitektur yang bersifat tradisi cenderung dinamis. Dari waktu ke waktu cenderung mengalami perubahan, serta dari tempat satu ke tempat lain cenderung mengalami adaptasi. Metode penelitian kualitatif dengan paradigma rasionalistik. Hasil menunjukkan kondisi dan keadaan lingkungan yang berbeda antara Palopo dan Toraja berpengaruh pada perwujudan dan transfromasi bentuk sehingga terjadi perubahan aspek fisik. Berdasarkan analisis dengan parameter teori proporsional garis simetri dan golden section menyimpulkan bahwa ukuran bangunan rumah tinggal berbentuk tongkonan mendekati proporsional golden section. Hirarki fungsi pada pembagian ruang atas, ruang tengah dan ruang bawah tidak diterapkan secara jelas oleh masyarakat suku toraja yang ada di Palopo. Kebutuhan fungsional pada tata ruang rumah menjadikan penggunaan hirarki ruang vertikal berubah fungsinya. Semua elemen atapnya tidak ditopang oleh tulak somba. Kesimpulan secara keseluruhan objek penelitian bahwa bentuk arsitektur tradisional di Palopo bersifat proporsi, metaforis dan monumental.Kata kunci: Rumah Tinggal; Proporsi; Golden Section; Fasad.  Abstract_This study examined the architectural of residential facades of the Toraja community in Palopo City. Traditional architecture tends to be dynamic. From time to time it tends to change. And from one place to another tends to adapt. This study applied a qualitative research method with rationalistic paradigms. The results showed that different environmental conditions between Palopo and Toraja affect the manifestation and transformation of forms so that there are changes in physical aspects. Based on the analysis with the theory parameter of symmetry line proportional and the golden section concludes the size of the house building in the form of a tongkonan approaching the proportional golden section. The hierarchy of functions in the division of upper space, the middle room, and lower space is not applied by the Toraja tribe community in Palopo. Functional requirements in the spatial layout of the house make use of the vertical space hierarchy change its function. All elements of the roof are not supported by tulak somba. The overall conclusion of the research object on traditional architectural forms in Palopo is proportional, metaphorical and monumental.Keywords:  Dwelling house; Proportion; Golden section; Facade. 
PENERAPAN ARSITEKTUR METAFORA PADA MUSEUM PERTAMBANGAN NIKEL DI KABUPATEN LUWU TIMUR Alam, Surendra Putra; Tauhid, Fahmyddin A’raaf; Sutrisno, Moh.
JAMBURA Journal of Architecture Vol 6, No 1 (2024): JJoA : Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v6i1.23938

Abstract

Pertambangan adalah ekstraksi deposit mineral yang bermutu dan bernilai ekonomis dari kerak bumi, secara mekanis atau manual dari bawah dataran bumi dan di bawah air. Kabupaten Luwu Timur adalah salah satu daerah yang berkedudukan dalam area administratif Provinsi Sulawesi Selatan. Aset yang menonjol di Kabupaten Luwu Timur adalah nikel. Metafora yakni salah satu jenis dari gaya bahasa yang digunakan untuk menafsirkan suatu hal melalui perumpamaan dan perbandingan. Banyaknya peninggalan-peninggalan pertambangan yang telah ditemukan dan sudah semestinya dibangun sebuah image yang mengangkat kekhasan Pertambangan Nikel daerah Luwu Timur, maka dari itu dirasa penting untuk dibangun Museum Pertambangan Nikel. Penerapan konsep arsitektur metafora pada perancangan museum pertambangan nikel bertujuan agar bangunan dapat menghasilkan suatu pengandaian. Metode penelitian yang dipakai adalah survei, Pengumpulan data primer melalui survei lapangan/observasi dan wawancara. Pengumpulan data sekunder didapatkan dengan cara mengumpulkan informasi dari studi kepustakaan, majalah atau karya ilmiah yang berhubungan dengan buku, judul, materi pustaka dan produk karya lainnya. Data eksplorasi meliputi hasil analisis data primer dan data sekunder. Perencanaan Museum Pertambangan Nikel dengan Pendekatan Arsitektur Metafora di Luwu Timur diharapkan masyarakat akan mengetahui sejarah panjang nikel dalam negeri dari sisi yang berbeda melalui Museum Pertambangan.