Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS LAJU SEDIMENTASI PADA HULU SUNGAI TOGURARA KOTA TERNATE Marlina Kamis; Yudit Agus Priambodo
JURNAL SIPIL SAINS Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v11i1.3168

Abstract

Bencana sedimen merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di daerah aliran Sungai Togurara Kota Ternate khususnya di daerah hulu dan hilir sungai. Salah satu penyebab banjir di Sungai Togurara adalah debit aliran yang besar dan kapasitas tampung sungai berkurang akibat adanya erosi/sedimentasi. Kondisi struktur Sabodam sta. 2+600 sudah mengalami patah dan kerusakan pada apron, yang disebabkan terjadinya pergeseran dimana tumpukan sedimen yang mengendap tidak kunjung dikeruk sehingga mempengaruhi laju aliran sedimen di hulu Sungai Togurara. Oleh karena itu perlu mengkaji besaran laju angkutan sedimen yang terjadi. Analisis angkutan sedimen dasar dan sedimen melayang yang tertampung pada Sabodam Sta. 02+600 hulu Sungai Togurara menggunakan rumus-rumus empiris yaitu metode Meyer-Petter Muller (MPM). Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mendapatkan besaran angkutan sedimen dasar (bed load) dan sedimen melayang (suspended load) yang tertampung pada Sabodam sta. 02+600 hulu Sungai Togurara. Hasil analisis diperoleh hasil laju sedimen melayang (suspended load) sebesar 0.403 ton/hari atau 147.197 ton/tahun dan laju sedimen dasar (bed load) sebesar 8.28 ton/hari atau 3023.25 ton/tahun. Namun sungai Tugurara termasuk jenis sungai Ephemeral. Jika dihitung angkutan sedimen perharinya adalah 5.044 m3/hari. Nilai ini dapat dijadikan pertimbangan volume sedimentasi dikalikan jumlah hujan pertahun yang menyebabkan limpasan air di sungai.
KINERJA STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG HASIL DESAIN METODE PERPINDAHAN LANGSUNG DENGAN DAN TANPA FAKTOR KUAT LEBIH Yudit Agus Priambodo
JURNAL SIPIL SAINS Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v10i1.1798

Abstract

Metode Direct Displacement Based Design (DDBD) atau Metode Perpindahan Langsung sebagai metode alternatif dalam desain bangunan gedung tahan gempa. Menurut P., Yosafat, 2007, karena gaya geser dasar yang dipakai dalam perencanaan adalah gaya geser dasar pada saat leleh pertama, maka diasumsikan gaya geser dasar ultimit metode DDBD dikoreksi dengan cara membaginya dengan faktor kuat lebih total struktur yang pada saat itu sesuai SNI 1726-2002. Makalah ini membahas kinerja struktur hasil dari analisis metode DDBD dengan dan tanpa faktor kuat lebih menurut SNI 1726-2019 pada gedung bertingkat beton bertulang yang diterapkan pada gedung bertingkat 5 (empat) lantai 3D di Kota Ternate. Hasil perbandingan antara struktur yang didesain dengan Metode DDBD dengan dan tanpa faktor kuat lebih menunjukkan bahwa Metode DDBD dengan gaya geser rencana tanpa dibagi dengan faktor kuat lebih menghasilkan respon struktur yang lebih baik yaitu terjadinya mekanisme kelelehan pada balok. Dengan demikian sangat baik untuk bangunan tahan gempa. Sedangkan struktur yang didesain dengan Metode DDBD dengan faktor kuat lebih terjadinya mekanisme kelelehan pada kolom.
DELINEASI DAS SUNGAI PENYEBAB BANJIR DI KELURAHAN RUA KECAMATAN PULAU TERNATE KOTA TERNATE MENGGUNAKAN HEC-HMS Yudit Agus Priambodo; Marlina Kamis
JURNAL SIPIL SAINS Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v10i2.2521

Abstract

Kelurahan Rua merupakan kelurahan yang sering dilanda banjir sejak tahun 2017 hingga kini. Kelurahan ini terletak di kecamatan Pulau Ternate Kota Ternate provinsi Maluku Utara. Analisis debit banjir yang terjadi perlu dilakukan agar diperolah penampang sungai yang memenuhi kapasitas yang dibutuhkan. Langkah awalnya adalah menentukan batas Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada dengan cara delineasi. Pada penelitian ini proses delineasi menggunakan perangkat HEC-HMS 4.6 dengan data DEM yang diambil dari Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk pulau Ternate. Hasil delineasi sungai penyebab banjir di kelurahan Rua kecamatan Pulau Ternate Kota Ternate total sub-DASnya ada 57 buah dengan luas total keseluruhan adalah 0.8438 km2. Hasil delineasi ini selanjutnya dapat diolah dengan memasukkan data hidrologi pada HEC-HMS sehingga diperoleh debit banjir rencana untuk desain penampang sungai yang dibutuhkan.
EFEK DAMPING EKIVALEN PADA METODE PERPINDAHAN LANGSUNG UNTUK STRUKTUR YANG MEMILIKI KETIDAKBERATURAN VERTIKAL Yudit Agus Priambodo; Marlina Kamis
JURNAL SIPIL SAINS Vol 9, No 18 (2019)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v9i18.1120

Abstract

Metode Direct Displacement Based Design (DDBD) atau Metode Perpindahan Langsung sebagai metode alternatif dalam desain bangunan gedung tahan gempa. Beberapa metode untuk menghitung redaman ekivalen telah diusulkan. Salah satu kegagalan bangunan adalah disebabkan karena mekanisme softstory atau lantai lemah. Hal ini disebabkan karena perbedaan kekakuan lantai yang lebih rendah dibanding lantai yang lain. Makalah ini membahas tentang penerapan metode DDBD dengan tiga redaman ekivalen yang digunakan pada gedung bertingkat 4 (empat) lantai beton bertulang di Kota Ternate yang memiliki ketidakberaturan vertikal tipe 1a menurut SNI 1726-2012. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan struktur tidak melampaui dirft desain yaitu damage control (0.025) bahkan menghasilkan level kinerja yang lebih tinggi yaitu Serviceability. Hasil desain menggunakan redaman ekivalen menurut Priestley lebih ekonomis dibandingkan yang lain, hal ini disebabkan karena disain gaya geser yang diberikan adalah yang paling kecil.
METODE PERPINDAHAN LANGSUNG PADA GEDUNG BERTINGKAT BETON BERTULANG DENGAN KETIDAKBERATURAN VERTIKAL Yudit Agus Priambodo; Marlina Kamis
JURNAL SIPIL SAINS Vol 9, No 17 (2019)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.535 KB) | DOI: 10.33387/sipilsains.v9i17.1119

Abstract

Metode Direct Displacement Based Design (DDBD) sebagai metode alternative dalam desain bangunan gedung tahan gempa. Beberapa kegagalan bangunan disebabkan karena mekanisme softstory atau lantai lemah. Hal ini disebabkan karena perbedaan kekakuan lantai yang lebih rendah dibanding lantai yang lain. Makalah ini membahas tentang penerapan metode DDBD pada gedung bertingkat 4 (empat) lantai beton bertulang di Kota Ternate yang memiliki ketidakberaturan vertikal tipe 1a menurut SNI 1726-2012. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode DDBD memberikan level kinerja lebih tinggi dari desain rencana.
Pemodelan dan Visualisasi Banjir Di Dusun Lukolamo Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah Yudit Agus Priambodo; Marlina Kamis
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 4 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v4i2.1042

Abstract

Banjir yang terjadi di Dusun Lukolamo Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah perlu penanganan yang serius mengingat akses jalan yang terputus adalah jalan nasional. Penanganan banjir bertujuan untuk mereduksi kerugian akibat banjir dan pengamanan akses jalan nasional. Oleh karena itu memerlukan informasi kejadian dan sebaran wilayah yang dapat diperoleh melalui kajian model banjir. Dalam penelitian ini, model HEC-RAS digunakan untuk memprediksi luas, kedalaman, dan durasi banjir. Dari hasil pemodelan ini diperoleh bahwa debit banjir rencana yang digunakan adalah untuk kala ulang 5 tahun karena mendekati kondisi banjir yang terjadi di lapangan. Luas genangan banjir maksimum yang terjadi yaitu 0.529 km2. Kedalaman air banjir maksimum di dusun Lukolamo setinggi ± 4m dan juga durasi waktu terjadinya banjir mulai awal gengangan sampai akhir selama 49.75 jam atau 2.07 hari. Perlu tindak lanjut yang lebih detail lagi mengingat data topografi yang digunakan adalah data DEM dari DEMNAS yang memiliki keterbatasan akurasi. Jadi data pengukuran topografi dilapangan merupakan data yang lebih akurat dalam memprediksi luas genangan dan kedalaman air akibat debit banjir rencana.
PEMODELAN BANJIR DI DUSUN LUKOLAMO WEDA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH Yudit Agus Priambodo; Marlina Kamis
JURNAL SIPIL SAINS Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v12i1.3939

Abstract

Banjir yang terjadi di Dusun Lukolamo Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah perlu penanganan yang serius mengingat akses jalan yang terputus adalah jalan nasional. Penanganan banjir bertujuan untuk mereduksi kerugian akibat banjir dan pengamanan akses jalan nasional. Oleh karena itu memerlukan informasi kejadian dan sebaran wilayah yang dapat diperoleh melalui kajian model banjir. Dalam penelitian ini, model HEC-RAS digunakan untuk memprediksi luas, kedalaman, dan durasi banjir. Dari hasil pemodelan ini diperoleh bahwa debit banjir rencana yang digunakan adalah untuk kala ulang 5 tahun karena mendekati kondisi banjir yang terjadi di lapangan. Luas genangan banjir maksimum yang terjadi yaitu 0.529 km2. Kedalaman air banjir maksimum di dusun Lukolamo setinggi ± 4m dan juga durasi waktu terjadinya banjir mulai awal gengangan sampai akhir selama 49.75 jam atau 2.07 hari. Perlu tindak lanjut yang lebih detail lagi mengingat data topografi yang digunakan adalah data DEM dari DEMNAS yang memiliki keterbatasan akurasi. Jadi data pengukuran topografi dilapangan merupakan data yang lebih akurat dalam memprediksi luas genangan dan kedalaman air akibat debit banjir rencana.
Pemodelan Banjir Desa Wayaua Kecamatan Bacan Timur Selatan Kabupaten Halmahera Selatan Kamis, Marlina; Priambodo, Yudit Agus
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 5 No 2 (2023): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v5i2.1645

Abstract

Bencana banjir yang terjadi di Desa Wayaua Kecamatan Bacan Timur Selatan Kabupaten Halmahera Selatan pada 03 Oktober 2021 meredam ratusan rumah yang diakibatkan curah hujan yang tinggi sehingga air sungai meluap. Dan tanggal 30 Agutus 2022 terjadi lagi banjir yang sama menggenani rumah warga. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah melakukan pemodelan banjir yang disebabkan oleh luapan sungai di desa Wayaua serta melihat cakupan wilayah genangan banjir. Desa Wayaua termasuk desa di pesisir pantai dengan luas wilayah 98.5 km2. Metode pemodelan banjir menggunakan pendekatan hidrolika dalam mensimulasikan debit air pada sungai menggunakan software HEC-HMS, serta melakukan visualisasi daerah genangan banjir serta area terdampak banjir menggunakan pendekatan GIS dengan software HEC-RAS dengan interaksi pasang surut air laut. Besar debit banjir yang didapat berdasarkan analisa hidrologi pada Software HEC-HMS untuk kala ulang Q2th, Q5th, Q10th, Q25th, Q50th, Q100th masing-masing sebesar 25.9m3/s, 42.4m3/s, 53.2m3/s, 66.6m3/s, 77.3m3/s, 87.8m3/s. Sedangkan luas genangan banjir yang didapat dari hasil pemodelan banjir pada Software HEC-RAS berdasarkan banjir kala ulang Q2th, Q5th, Q10th, Q25th, Q50th, Q100th masing-masing adalah 9.33 hektar, 9.88 hektar, 10.33 hektar, 10.72 hektar, 11.14 hektar, 11.65 hektar.
Modeling and Visualization of Flooding in the Wai Lamo River, Kao Barat District, North Halmahera Regency Kamis, Marlina; Priambodo, Yudit Agus
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 7 No 1 (2025): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v7i1.2364

Abstract

In the North Maluku Province, specifically in the Kao Barat District of North Halmahera Regency, there is the Wai Lamo River which flows through five villages: Pitago Village, Bailengit Village, Soamaetek Village, Parseba Village, and Tuguis Village. These villages are often affected by flooding due to the river's overflow during heavy rainfall. The purpose of this study is to model the flooding caused by the overflow of the Wai Lamo River, especially in these five villages, and to assess the extent of the flood-affected area. The flood modeling method uses a hydrological approach to simulate water discharge in the river using the HEC-HMS software, and flood inundation areas and affected zones are visualized using GIS with HEC-RAS software. The flood discharge rates obtained from hydrological analysis using HEC-HMS (Hydrologic Modeling System) for return periods of 2, 5, 10, 20, 50, and 100 years at the flood-affected village control points are 115.8 m³/s, 324 m³/s, 550.2 m³/s, 848.5 m³/s, 1376.6 m³/s, and 1897 m³/s, respectively. The results of flood inundation modeling using HEC-RAS (River Analysis System) based on the return period floods show that the overflow of the Wai Lamo River impacts Pitago Village, Bailengit Village, Soamaetek Village, Parseba Village, and Tuguis Village due to their proximity to the riverbanks. Therefore, river embankments and riverbed normalization are required to protect the settlements from the overflow of the Wai Lamo River.
PEMODELAN GENANGAN BANJIR SUNGAI AKE TONIKU KECAMATAN JAILOLO SELATAN KABUPATEN HALMAHERA BARAT Kamis, Marlina Agus; Priambodo, Yudit Agus
Journal of Science and Engineering Vol 8, No 1 (2025): Journal of Science and Engineering (Josae)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/josae.v8i1.10620

Abstract

Abstrak Banjir yang terjadi di Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, disebabkan oleh curah hujan dengan intensitas tinggi pada hari Jumat, 21 Maret 2025, yang mengakibatkan meluapnya Sungai Kayasa dan Sungai Toniku. Tujuan penelitian ini adalah untuk memodelkan kejadian banjir akibat luapan Sungai Ake Toniku, khususnya di Desa Tabadamai, Desa Toniku, dan Desa Rioribati, serta untuk menilai luas wilayah genangan banjir.Metode pemodelan banjir menggunakan pendekatan hidrolika untuk mensimulasikan debit sungai dengan perangkat lunak HEC-HMS, serta memvisualisasikan wilayah genangan banjir dan daerah terdampak menggunakan pendekatan berbasis GIS dengan perangkat lunak HEC-RAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit banjir rencana Sungai Ake Toniku untuk periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun masing-masing adalah 50,5 m³/det, 105,8 m³/det, 152,9 m³/det, 223,9 m³/det, 284,9 m³/det, dan 352,6 m³/det. Luas genangan banjir yang sesuai untuk periode ulang tersebut masing-masing adalah 1,159 km², 1,474 km², 1,627 km², 1,920 km², 2,119 km², dan 2,360 km². Kedalaman banjir dikategorikan ke dalam rentang: (0–0,25)m; (0,25–0,5)m; (0,5–1,0)m; (1,0–2,0)m; dan (2,0–maksimum)m. Berdasarkan peta genangan banjir, Desa Toniku diidentifikasi sebagai wilayah yang paling parah terdampak, sedangkan Desa Tabadamai hanya sebagian terdampak pada skenario banjir periode ulang 100 tahun. Desa Rioribati tidak terdampak sama sekali pada model ini, karena luapan banjir hanya berasal dari Sungai Ake Toniku.Kata Kunci : Pemodelan banjir, analisis genangan, Sungai Ake Toniku