Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Bima Nursing Journal

Analisis Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Teknologi Aplikasi Telenursing N-SMSIn pada Asuhan Pasien Tuberkulosis dalam Mencegah Terjadinya Tuberkulosis dan Multidrug-Resistant Tuberculosis Julhana, Julhana; Rahmad, Indra; Ahmad, Ahmad; Arismansyah, Arismansyah
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i2.1822

Abstract

Tuberculosis is a chronic infectious disease that is caused by Mycobacterium Tuberculosis and mostly it attacks person in productive age. Moreover, it is still a global health problem including in Indonesia. Many factors influence pulmonary tuberculosis disease including environmental factors and behavioral factors. This research aimed to observe the correlation of age, gender, TB contact investigation, history of diabetes mellitus (DM), history of smoking, housing density through risk factor of tuberculosis in Bima District, public health center of Woha in 2024. This research utilized analytical quantitative method with case-control study design. Meanwhile, sampling technique used was purposive sampling. Population of this research were TB patients in Bima District, Public Health Center of Woha in 2024 with 138 people (69 cases + 69 controls) for the sample. This research utilized Chi Square and Logistic Regression Test. Results of this research showed that a significance value (p-value) of age was 0.002 (CI: 2.946–13.179), p-value of gender was 0.000 (CI: 2.251–10.971), p-value of TB contact investigation was 0.000 (CI: 1.683–7.310), p-value of smoking history was 0.004 (CI: 1.402–5.702). Nonetheless, this research concluded that there were significant corrrelations of age, gender, TB contact investigation, smoking history through risk factors of the occurrence of tuberculosis. It is suggested for TB patients to always do continuous medication for 6 months without stopping and for those who do not suffer from TB to always maintain their health such as healthy lifestyle, eating nutritious food, and exercising regularly.
Hubungan Pemahaman Bacaan Salat dan Fungsi Keluarga dengan Risiko Kardiovaskular pada Lansia Aditya, M.Rizki; Haris, Abdul; Julhana, Julhana; Rahmad, Indra; Sukmawati, Sukmawati
Bima Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v5i2.1598

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian di dunia, di Indonesia jumlah penderita penyakit jantung telah mencapai 1,6% yang didominasi oleh lansia. Pemahaman bacaan salat yang baik akan menghambat kerja saraf otonom simpatis dan meningkatkan kerja saraf otonom parasimpatis sehingga akan memberikan manfaat positif bagi kesehatan sistem kardiovaskular.Fungsi keluarga yang efektif akan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemahaman bacaan salat dan fungsi keluarga dengan risiko kardiovaskular pada lansia di Kecamatan Gatak. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan dilakukan pada bulan Januari 2024 di Kecamatan Gatak. Besar subjek penelitian adalah 88 orang yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Pengambilan data risiko kardiovaskular diambil dengan menggunakan kuesioner Skor Kardiovaskular Jakarta, pengambilan data fungsi keluarga menggunakan kuesioner APGAR family, data pemahaman bacaan salat menggunakan pertanyaan benar atau salah. Data dianalisis Bivariat menggunakan uji fisher’s dan Chi-square. Hasil uji fisher’s didapatkan tidak terdapat hubungan antara pemahaman bacaan salat dengan risiko kardiovaskular (p=0,359). Hasil uji chi-square didapatkan terdapat hubungan antara fungsi keluarga dengan risiko kardiovaskular (p=0,011). Tidak terdapat hubungan antara pemahaman bacaan salat dengan risiko kardiovaskular dan terdapat hubungan antara fungsi keluarga dengan risiko kardiovaskular.