Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Upaya Penanganan Stunting Pada Balita di Desa Tanrara Suriyani, Suriyani; Mikawati, Mikawati; Lusiana, Evi; Muaningsih, Muaningsih; Pratiwi, Rizky
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 2 No. 1 (2023): Juli Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/z3w91r19

Abstract

Gangguan pertumbuhan yang dialami oleh balita dapat mengakibatkan keterlambatan tumbuh kembang anak. Untuk itu pendidikan dan pengetahuan Ibu mengenai stunting sangatlah berkontribusi sehingga perlu diadakan pendidikan kesehatan maupun penyuluhan.Tujuan pengabdian masyarakat agar ibu-ibu termotivasi dalam melakukan pengasuhan pada anak sejak dini di Wilayah kerja Puskesmas Bontonompo Selatan Tahun 2022. Pelaksanan kegiatan ini dilakukan oleh dosen dan dibantu oleh mahasiswa Stikes Panakkukang. Metode pelaksanaannya dibagi menjadi tiga tahap. Pertama menyiapkan kegiatan dilokasi penyuluhan dan tahap kedua menyiapkan ibu –ibu yang memiliki anak usia balita bekerja sama dengan pihak puskesmas, pemerintahan desa dan ibu-ibu kader. Kegiatan ini dihadiri oleh 13 ibu yang memiliki balita. Dari hasil kegiatan ini disimpulkan bahwa pengetahuan sebagai orang tua sangatlah perlu mengetahui dan memantau kondisi kesehatan balita stunting untuk meminimalisir dampak yang akan muncul serta memberikan penanganan yang baik kepada balita stunting.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PREEKLAMSIA DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA DI RSKD IBU DAN ANAK PERTIWI MAKASSAR ANTI, SRI JULIANTI NUR; muaningsih, Muaningsih; asriyanti, Asriyanti
Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeclampsia refers to an acute pregnancy complication and occurs during pregnancy, labor and post-partum periods. Eclampsia is one of the main causes of the maternal death. The preeclampsia occurs prior to the eclampsia and it complicates the pregnancy. Preeclampsia is noticed based on the symptoms such as hypertension associated with proteinuria and edema during pregnancy. This quantitative research employs the design of cross-sectional study. The samples were selected using accidental sampling technique and as many as 55 respondents were included as the samples. The aim of the research was to find out the correlation of the knowledge level of the pregnant mother related to preeclampsia and its occurrence at RSKD Ibu dan Anak Pertiwi of Makassar. Based on the statistical test of Chi-Square, the value of p (0.005) < 0.05. The research hypothesis confirmed that Ha was accepted and HO was rejected, therefore, it showed the correlation of the knowledge level of the pregnant mothers related to the preeclampsia and its occurrence at RSKD Ibu dan Anak Pertiwi of Makassar. The finding presented the significant correlation of the knowledge level of the pregnant mother related to preeclampsia and the occurrence of preeclampsia at RSKD Ibu dan Anak Pertiwi of Makassar.
Cemilan Sehat Ibu Hamil Bisikoik Lekok Kelorok sebagai Pencegahan Stunting di Kelurahan Bontonompo Selatan Kab. Gowa Muaningsih, Muaningsih; Lusiana, Evi; Suriyani, Suriyani; Ryadinency, Resty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12763

Abstract

ABSTRAK Kelurahan Bontonompo selatan merupakan salah satu wilayah kerja dari Puskesmas Bontonompo 1. Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dihadapi di puskesmas Bontonompo 1, selain itu Ibu hamil juga perlu untuk diberikan gizi maksimal karena salah satu pencetus stunting adalah karena gizi pada saat hamil yang kurang diperhatikan. Terdapat 14 anak stunting dan 6 Ibu hamil KEK. Data ini diperoleh dari 20 kader posyandu yang tersebar di masing-masing dusun. Puskesmas Bontonompo telah memiliki program untuk penanganan gizi anak stunting yaitu program dapur gizi. Namun kader kesulitan dalam pemanfaat bahan pangan yang tersedia di sekitar serta beberapa program yang belum menyentuh Ibu hamil. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada kader terkait stunting, Ibu hamil KEK serta pemanfaatan daun kelor salah satunya dengan pembuatan BISIKOIK LEKOK KELOROK. Terdapat beberapa metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini diantaranya observasi berupa pengukuran BB dan TB anak serta Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk Ibu hamil, pendidikan kesehatan serta demonstrasi. Observasi awal pengukuran stus gizi anak, diperoleh sebanyak 14 anak yang teridentifikasi stunting serta 6 Ibu hamil KEK, observasi dilaksanakan selama 2 hari. Kemudian dilakukan pendidikan kesehatan kepada seluruh kader dan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan biskuit yang berbahan dasar daun kelor. Pendampingan dan distribusi bikcuit dilaksanakan oleh kader. Kegiatan pengabdian memberi dampak pada pengetahuan kader serta berdampak pula pada peningkatan status gizi balita stunting dan Ibu hamil KEK. Biskuit daun kelor ini menjadi salah satu menu yang diberikan pada kegiatan posyandu balita dan Ibu hamil, serta menu selingan pada program Pemberian Makanan Tambahan yang telah berjalan di Desa Tanrara yang terlaksana setiap 1 (satu) kali dalam seminggu Kata Kunci: Biskuit Daun Kelor, Ibu Hamil KEK, Stunting, Kader Pelatihan  ABSTRACT South Bontonompo Village is one of the working areas of the Bontonompo Health Center. Stunting is one of the nutritional problems faced at the Bontonompo Health Center, besides that pregnant women also need to be given maximum nutrition because one of the triggers of stunting is due to nutrition during pregnancy that is not considered. There were 14 stunted children and 6 pregnant women with SEZ. This data was obtained from 20 posyandu cadres spread across each hamlet. Puskesmas Bontonompo has a program for handling the nutrition of stunted children, namely the nutrition kitchen program. However, cadres have difficulty in utilizing the food available around them and some programs have not touched pregnant women. The implementation of this Community Service aims to provide education to cadres related to stunting, pregnant women with SEVERITY and the utilization of moringa leaves, one of which is by making BISIKOIK LEKOK KELOROK. There are several methods used in the implementation of this service including observation in the form of measuring children's weight and TB and Upper Arm Circumference (LILA) for pregnant women, health education and demonstrations. Initial observations of measuring the nutritional status of children, obtained as many as 14 children who were identified as stunted and 6 pregnant women with SEZ, observations were carried out for 2 days. Health education was then provided to all cadres and continued with a demonstration of making biscuits made from moringa leaves. Assistance and distribution of biscuits were carried out by cadres. Moringa leaf biscuits are one of the menus that can be given at posyandu activities for toddlers and pregnant women, as well as a side menu in the Supplementary Feeding program that has been running in Tanrara Village which is carried out once a week. Keywords: Moringa Leaf Biscuits, Pregnant Women With SEZ, Stunting, Cadres Training
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Deteksi Dini Resiko Preeklamsiaa menggunakan Aplikasi Digital Kartu Skore Dhiana Setyorini dan Promosi Kesehatan sebagai Upaya Pencapaian SDG'S Muaningsih, Muaningsih; Suriyani, Suriyani; Serli, Serli; Rahayu, Annisa Aulia; Mutmainnah, Aulia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23847

Abstract

ABSTRAK Salah satu komplikasi yang paling berbahaya yang dapat terjadi selama kehamilan adalah preeklamsia, yang merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu dan janin, terutama di negara-negara berkembang. Setelah usia kehamilan dua puluh minggu, kondisi ini ditandai dengan hipertensi (tekanan darah tinggi) dan proteinuria (protein dalam urin). Salah satu alat inovatif, Kartu Dhiana Styorini Skore (KSDS), dibuat untuk membantu petugas kesehatan mengevaluasi risiko preeklamsia secara sistematis dan akurat. Dengan menggunakan Aplikasi Kartu Dhiana Styorini Skore, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang preeklamsia dan pendampingan deteksi dini. Metode yang digunakan meliputi penggunaan Aplikasi Kartu Dhiana Styorini Skore (KSDS) dan pemberian pelatihan dan pendampingan kepada kader mengenai kondisi preeklamsia ibu hamil. Ada sepuluh kader yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kader lebih memahami preeklamsia. Dengan demikian, 70% kader tidak memiliki pengetahuan yang cukup sebelum pelatihan, tetapi setelah pelatihan sepenuhnya, kader memiliki pengetahuan yang cukup. Selain itu, kemampuan kader untuk menggunakan aplikasi KSDS juga meningkat. Sebelum pelatihan, tidak ada peserta yang bisa menggunakan 0%, tetapi setelah pelatihan, semua peserta sudah bisa menggunakan 100%. Tenaga kesehatan dapat mendeteksi ibu hamil secara dini, terutama preeklamsia, dengan adanya edukasi dan pendampingan kepada kader. Kata Kunci: Preeklamsia, Kader, KSDS.  ABSTRACT One of the most dangerous complications that can occur during pregnancy is preeclampsia, which is a leading cause of maternal and fetal morbidity and mortality, especially in developing countries. After twenty weeks of gestation, this condition is characterized by hypertension (high blood pressure) and proteinuria (protein in the urine). One innovative tool, the Dhiana Styorini Skore Card (KSDS), was created to help healthcare workers systematically and accurately evaluate the risk of preeclampsia. By using the Dhiana Styorini Skore Card Application, this service aims to increase knowledge about pre-eclampsia and early detection support. The methods used include using the Dhiana Styorini Skore Card Application (KSDS) and providing training and support to cadres regarding pre-eclampsia in pregnant women. There were ten cadres who participated in the activity. The results of the service show that the cadres understand preeclampsia better. Thus, 70% of the cadres did not have sufficient knowledge before the training, but after the training was complete, the cadres had sufficient knowledge. Additionally, the ability of the cadres to use the KSDS application has also increased. Before the training, no participants could use 0%, but after the training, all participants could use 100%. Healthcare workers can detect pregnant women early, especially for preeclampsia, with education and support provided to community health volunteers.Keywords: Preeclampsia, Cadres, KSDS.
BREASTFEEDING SELF-EFFICACY DI RS SAYANG IBU BAYI DENGAN NON-RS SAYANG IBU BAYI Muaningsih, Muaningsih; Rachmawati, Imami Nur; Afiyanti, Yati
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i1.686

Abstract

Breastfeeding self-efficacy (BSE) merupakan salah satu aspek penting yang mendorong ibu untuk menyusui bayinya. BSE mempengaruhi keputusan ibu untuk menyusui bayinya atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai BSE ibu menyusui di Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB) dengan Non- Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (Non-RSSIB). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross- sectional dengan uji analisis independen t-test. Penelitian ini melibatkan 188 partisipan yakni ibu menyusui yang dipilih secara konsekutif dari RSSIB dan non- RSSIB. Terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai BSE ibu menyusui di RSSIB (median = 57,00, IQR = 55,00; 68,00) dan non-RSSIB (median = 50,00, IQR = 35,00; 56,25) dengan nilai p = 000. BSE dapat dijadikan acuan untuk mengevaluasi efektifitas program RSSIB terhadap keberhasilan menyusui. 
LITERATUR REVIEW: TINJAUAN TENTANG EFEKTIFITAS TERAPI NON FARMAKOLOGI TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I Hasnah, Hasnah; Kb, Muhammad Allfian Rajab; Muaningsih, Muaningsih
Journal of Islamic Nursing Vol 3 No 2 (2018): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/join.v3i2.6854

Abstract

Labor pain is a physiological condition. Pain originates from uterine contractions and cervical dilatation. With increasing volume and frequency of uterine contractions, the pain that is felt will be stronger, the peak of pain occurs in the active phase, where the complete opening is up to 10 cm and lasts around 4.6 hours for primiparas and 2.4 hours for multiparas. Handling pain in childbirth is the main thing that must be considered by health care providers when giving birth assistance. Therefore it is important to treat pain for the mother during labor. This review literature aims to find out non-pharmacological therapies that are effective in reducing pain at first stage of labor, so that it can be used as an alternative method of handling pain in labor. Method: This review literature is done by searching articles using electronic databases, namely google schoolar. Keywords used "Therapy", "Non Pharmacology", "Pain" and "Labor". The search results of the articles were found to be in accordance with the keywords and based on 2014-2018 as many as 430 articles, then the articles were reviewed, up to 4 articles studied and left to be reviewed. In an effort to reduce labor pain there are various methods that can be used, including massage therapy, aromatherapy, breath exercise, and murottal Al-Quran therapy. In this study the Murottal Al-Quran therapy became a focused therapy by researchers, with the reason that it was considered effective in reducing pain in the first stage of labor, it could also increase the value of the patient's faith in the Almighty. It can be concluded that many pain reduction methods can be used in reducing labor pain. Further studies related to nonpharmacological actions can be carried out more deeply and two or more therapies to reduce labor pain. Keywords: Therapy, Non Pharmacology, Pain, Labor