Norhadi, Norhadi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kebijakan Standar Proses dan Pencapaian Kebijakan Standar Kompetensi Lulusan (Studi KasusSD YIMI Gresik) Etiyasningsih, Etiyasningsih; Norhadi, Norhadi
Jurnal Ilmiah Jendela Pendidikan Vol 9 No 2 (2020): Jendela Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jp.v9i2.1038

Abstract

Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat (3) Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003. Menjelaskan, Sistem pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan.  Pelaksanaan standar proses di sebuah sekolah berdasarkan pedoman Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Menteri ini menerangkan bahwa proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi pesertadidik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan. Penelitian ini difokuskan pada satuan pendidikan di era otonomi ditinjau dari kajian standar proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan, Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti mengambil lokasi penelitian di SD YIMI Gresik  berada dikawasan Kabupaten Gresik. Data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini, disesuaikan sebagaimana fokus yang telah ditentukan, yaitu; 1) sumber data primer berasal dari informan yaitu seluruh yang terlibat dalam pengelolaan sekolah, seperti pengurus yayasan, kepala sekolah, para guru, tenaga kependidikan dan peserta didik, bahkan wali murid, adapun infoman kunci. Dan selanjutnya ditentukan secara snow ball sampling hingga proses pengumpulan data benar-benar jenuh. Kemudian data sekunder sebagai data pendukung dan pelengkap data primer – dalam bentuk dokumen yang ada di sekolah, dan juga yang ada pada wali-murid, dinas pendidikan dan dokumen-dokumen yang lain yang terkait dengn sekolah tersebut. Kebijakan standar proses dan standar pencapaian kompetensi lulusan Mata Pelajaran UASBN di SD YIMI Gresik “FULL DAY SCHOOL” perlu ditingkatkan dan disempurnakan karena pencapaian kebijakan standar kompetensi lulusan belum sempurna meskipun telah dilaksanakan optimalisasi standar proses pembelajaran. Pada perencanaan pembelajaran mata pelajaran UASBN belum semua sistematis karena belum semua ada sinkronisasi antara tujuan, materi, skenario, metode, dan media, serta penilaian dalam pengembangannya. Kebijakan standar proses dan standar pencapaian kompetensi lulusan mata pelajaran Ujian Nasional lebih disempurnakan lagi agar pencapaian kebijakan standar kompetensi lulusan Ujian Nasional dapat ditingkatkan lagi.Kata Kunci: Kebijakan, Standar Proses, Pencapaian Kebijakan, dan Standar Kompetensi Lulusan
Kebijakan Standar Proses dan Pencapaian Kebijakan Standar Kompetensi Lulusan (Studi KasusSD YIMI Gresik) Etiyasningsih, Etiyasningsih; Norhadi, Norhadi
Jendela Pendidikan : Jurnal Ilmiah Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 9 No 2 (2020): Jendela Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jp.v9i2.1038

Abstract

Ketentuan Umum Pasal 1 Ayat (3) Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003. Menjelaskan, Sistem pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan.  Pelaksanaan standar proses di sebuah sekolah berdasarkan pedoman Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan Menteri ini menerangkan bahwa proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi pesertadidik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan. Penelitian ini difokuskan pada satuan pendidikan di era otonomi ditinjau dari kajian standar proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan, Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti mengambil lokasi penelitian di SD YIMI Gresik  berada dikawasan Kabupaten Gresik. Data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini, disesuaikan sebagaimana fokus yang telah ditentukan, yaitu; 1) sumber data primer berasal dari informan yaitu seluruh yang terlibat dalam pengelolaan sekolah, seperti pengurus yayasan, kepala sekolah, para guru, tenaga kependidikan dan peserta didik, bahkan wali murid, adapun infoman kunci. Dan selanjutnya ditentukan secara snow ball sampling hingga proses pengumpulan data benar-benar jenuh. Kemudian data sekunder sebagai data pendukung dan pelengkap data primer – dalam bentuk dokumen yang ada di sekolah, dan juga yang ada pada wali-murid, dinas pendidikan dan dokumen-dokumen yang lain yang terkait dengn sekolah tersebut. Kebijakan standar proses dan standar pencapaian kompetensi lulusan Mata Pelajaran UASBN di SD YIMI Gresik “FULL DAY SCHOOL” perlu ditingkatkan dan disempurnakan karena pencapaian kebijakan standar kompetensi lulusan belum sempurna meskipun telah dilaksanakan optimalisasi standar proses pembelajaran. Pada perencanaan pembelajaran mata pelajaran UASBN belum semua sistematis karena belum semua ada sinkronisasi antara tujuan, materi, skenario, metode, dan media, serta penilaian dalam pengembangannya. Kebijakan standar proses dan standar pencapaian kompetensi lulusan mata pelajaran Ujian Nasional lebih disempurnakan lagi agar pencapaian kebijakan standar kompetensi lulusan Ujian Nasional dapat ditingkatkan lagi.Kata Kunci: Kebijakan, Standar Proses, Pencapaian Kebijakan, dan Standar Kompetensi Lulusan
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescent L.) VARIETAS DEWATA F1 Pangga, Yohansen Jair; Rahmi, Abdul; Sutejo, Hery; Norhadi, Norhadi
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.9245

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia, karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat Kesehatan. Tujuan penelitian adalah: untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang ayam dan pupuk NPK Mutiara serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit, untuk memperoleh dosis pupuk kandang ayam dan pupuk NPK mutiara yang sesuai. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Ombau Asa Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, pada Juni-September 2023. Penelitian menggunakan percobaan faktorial 3 x 4 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diulang sebanyak 4 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam (P) terdiri atas 3 taraf yaitu : tanpa pupuk kandang ayam (p0), 10 g polibag-1 (p1), dan 20 g polibag-1 (p2). Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK mutiara (N) terdiri atas 4 taraf yaitu : tanpa pupuk NPK mutiara (n0),  1,5 g polibag-1 (p1), 3,0 g polibag-1 (p2), dan 4,5 g polibag-1 (p3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat berbunga, umur tanaman saat panen, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman.   Berat buah paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 20 g polibag-1 (p2) yaitu 31,28 g tanaman-1, sedangkan yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pupuk kandang ayam ((p0) yaitu 25,19 g tanaman-1; (2) pemberian pupuk NPK mutiara berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat berbunga, umur tanaman saat panen, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman.  Berat buah paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 4,5 g polibag-1 (n3) yaitu 29,38 g tanaman-1, sedangkan yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pupuk NPK mutiara (n0) yaitu 26,30 g tanaman-1.; dan (3) interaksi antara pupuk kandang ayam dan pupuk NPK mutiara berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 30 dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat berbunga dan umur tanaman saat panen,  tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hari setelah tanam, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman.