Sutejo, Hery
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH BERAT BENIH DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF BIBIT DURIAN (Durio Zibethinus Murr) Ding, Tomas; Sutejo, Hery; Fatah, Abdul
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 14, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v14i2.1433

Abstract

Effect of  Seed Weight and Growing Media on the Vegetative of  Durian Seedling (Durio zibethinus Murr).  The research aimed at knowing the effect seed weight and growing media on the vegetative growth of Durian seedling.  It lasted for about four months, from February to May 2013, and carried out at Ujoh Village of Long Bagun Sub District, Mahakam Ulu Regency. The Completely Randomized Design was employed for the research with repetitions.  The first factor was seed weight (B) that consisted of 3 sub-factor 7-12 g (b1), 14-17 g (b2), and 18-20 g (b3).  Whereas the second factor was growing media (M) : entirely top soil (m1), equal mix 1:1 between top soil and sand (m2), equal mix 1:1 between top soil and cow dung (m3), and equal mix 1:1 between top soil and paddy straw (m4).  Result of the research revealed that : (1) the seed weight affected very significantly on the seedling height at 30, 60 and 90 days, leave number at 60 and 90 days and stem diameter at 30, 60 and 90 days.  But it did not affect significantly on the leave number 30 days.  (2) the growing media affected very significantly on seedling stem diameter at 90 days, affected significantly on seedling height at 90 days, but did not affect significantly on seedling height at 30 and 60 days, leave number at 30, 60 and 90 days, and stem diameter at 30 and 60 days, and (3) the interaction between the two above factors did not affect significantly on all parameters observed.
PENGARUH PUPUK GANDASIL B DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) The Effect of Gandasil B Fertilizer and Chicken Manure on The Growth and Yield of Long Bean (Vigna sinensis L). Bulan, Anita; Napitupulu, Marisi; Sutejo, Hery
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1775

Abstract

Pengaruh Pupuk Gandasil B dan Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.).  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk Gandasil B dan dosis pupuk kandang ayam serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang, dan juga untuk mengetahui konsentrasi pupuk Gandasil B  dan dosis pupuk kandang ayam yang tepat untuk meningkatkan hasil tanaman kacang panjang.Tempat penelitian di Kampung Tering, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan timur.   Penelitian dilaksanakan  awal  bulan Februari sampai dengan  bulan Mei 2014. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan anailsis faktorial 4x4 dengan ulangan 3 kali.  Faktor Perlakuan I adalah Pupuk Gandasil B (B), terdiri atas 4 taraf, yaitu : tanpa pupuk Gandasil B atau kontrol (b0), konsentrasi pupuk daun Gandasil B  2 g/ l.air (b1),  konsentrasi pupuk daun Gandasil B 4 g/l.air (b2), dan konsentrasi pupuk daun Gandasil B 6 g/l.air (b3).  Faktor Perlakuan II adalah Pupuk Kandang Ayam (K), terdiri atas 4 taraf, yaitu : tanpa pupuk kandang ayam atau kontrol (k0), dosis pupuk 5 ton/ha atau 25 g/polibag (k1), dosis pupuk 10 ton/ha atau 50 g/polibag (k2), dan dosis pupuk 15 ton/ha atau 75  g/polibag (k3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk Gandasil B (B) berbeda nyata pada jumlah buah per 3  tanaman dan berbeda sangat nyata pada berat buah per 3 tanaman, dan berbeda tidak nyata pada panjang tanaman umur 2 minggu, 4 minggu dan 6 minggu setelah tanam, umur saat berbunga dan umur saat panen.  Produksi polong tertinggi terdapat pada perlakuan b3 (konsentrasi pupuk Gandasil B 6 g/l.air) dengan berat 322,92 g/3 tanaman, sedangkan produksi polong terendah terdapat pada perlakuan kontrol (b0), yaitu 312,50 g/3 tanaman.Perlakuan pupuk kandang ayam (K) berbeda tidak nyata pada panjang tanaman umur 2 minggu, 4 minggu dan 6 minggu setelah tanam, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah buah per 3 tanaman dan berat buah per 3 tanaman.  Produksi polong tertingi terdapat pada perlakuan pupuk kandang ayam dengan dosis 15 ton/ha atau 75 g/polibag (k3), yaitu 322,92 g/3 tanaman, sedangkan produksi polong terendah terdapat pada perlakuan kontrol (k0), yaitu 316,67 g/3 tanaman.Interaksi perlakuan (BxK) berbeda tidak nyata pada semua parameter pengamatan, yaitu : panjang tanaman umur 2 minggu, 4 minggu dan 6 minggu setelah tanam, umur saat berbunga, umur saat panen, jumlah buah per 3 tanaman dan berat buah per 3 tanaman.
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK NPK PELANGI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT CHERRY (Solanum lycopersicum L.) Suriana, Jesyca; Sutejo, Hery; Napitupulu, Marisi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4347

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang ayam dan pupuk NPK Pelangi serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat cherry, dan juga untuk memperoleh dosis pupuk kandang ayam dan pupuk NPK Pelangi yang tepat untuk hasil yang maksimal.Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan, yaitu mulai bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2017, terhitung sejak pembibitan  hingga pengambilan data terakhir. Tempat Penelitian di Kampung Bentas RT 01, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.Penelitian menggunakan analisis faktorial 3 x 3 dalam  Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 ulangan. Faktor penelitian terdiri atas 2 faktor.  Faktor I adalah Pupuk Kandang Ayam (K), terdiri atas 3 taraf, yaitu : tanpa pupuk kandang ayam atau kontrol (k0), dosis pupuk kandang ayam 5 ton/ha setara 180 g/polibag (k1), dan dosis pupuk kandang ayam 10 ton/ha setara 360 g/polibag (k2).  Faktor II adala Pupuk NPK Pelangi (P), terdiri atas 3 taraf, yaitu : tanpa pupuk NPK Pelangi  atau kontrol (p0), dosis pupuk 100 kg NPK Pelangi setara 3,6 g/polibag (p1), dan dosis pupuk 200 kg NPK Pelangi setara 7,2 g/polibag (p2).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang ayam tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 hari dan 45 hari setelah tanam, umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman.Perlakuan pupuk NPK Pelangi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 hari dan 45 hari setelah tanam, umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman.Interaksi perlakuan pupuk kandang ayam dan pupuk NPK Pelangi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 hari dan 45 hari setelah tanam, umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman.
Response of Plant Growth and Green Mustard (Brassica juncea L.) Yield Upon the Application of Agrobost Liquid Organic Fertilizer Sulastri, Sulastri; Sutejo, Hery; Fatah, Abdul
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3624

Abstract

The aim of research was to determine the effect of Agrobost liquid organic fertilizers on the growth and yields of greens mustard, and to find the proper concentration of Agrobost liquid organic fertilizer to obtain the highest yield of green mustard.The research was conducted in Sumber Rejo Village, Sub.district of Sekolaq Darat, West Kutai Regency.  It was conducted from February 2016 to April 2016.The research used a single factor in a completely randomized design (CRD).  The research factor wasan Agrobost Liquid Organic Fertilizer (A), with six replications.  It consisted of six treatments, namely: no application of Agrobost liquid organic fertilizer or control (a0), 2 ml/l water (a1), 4 ml/l water (a2), 6 ml/lwater (a3), 8 ml/l water (a4), and 10 ml/lwater (a5).The research results revealed that the Agrobost liquid organic fertilizer treatment affected very significantly on the crop height at 2, 3, and 4 weeks after planting, leaf number at 2, 3, and 4 weeks after planting, and fresh weight per crop. The highest parameters observed (crop height, leaf number, and fresh weight per crop) were attained at a5 teratment. The highest fresh weight was attained at a5 treatment, namely 250.67 g.  Meanwhile, the lowest one was attained at a0 treatment, with only 61.83 g.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PUTIH (Raphanus sativus L.) VARIETAS MING HO TERHADAP PEMBERIAN PUPUK GREEN TONIK DAN TRICHOKOMPOS Ramadani, Abdul Aris; Jannah, Noor; Sutejo, Hery
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 2, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v2i2.7703

Abstract

Lobak putih (Raphanus sativus L.) dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit baik penyakit dari dalam maupun dari luar. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih terhadap pemberian konsentrasi pupuk Green Tonik dan dosis pupuk Trichokompos dan untuk mengetahui pemberian konsentrasi pupuk Green Tonik dan dosis pupuk Trichokompos yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2023. Tempat penelitian ini dilaksanakan di Jl. Mulyo Pranoto RT. 02 Desa Loh Sumber Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Rancangan percobaan menggunakan analisis factorial 3 x 3 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang diulang sebanyak 5 kali. Terdiri atas 2 taraf faktor perlakuan. Faktor I, Konsentrasi Pupuk Green Tonik (G) terdiri atas 3 taraf, yaitu : tanpa konsentrasi pupuk Green Tonik (g0), konsentrasi pupuk Green Tonik 2 ml/L air (g1), konsentrasi pupuk Green Tonik 4 ml/L air (g2). Faktor II, Dosis Pupuk Trichokompos (T), terdiri atas 3 taraf, yaitu tanpa dosis pupuk Trichokompos atau kontrol (t0), dosis pupuk Trichokompos 500g/polybag (t1), dan dosis pupuk Trichokompos 750g/polybag (t2). Perlakuan konsentrasi pupuk Green Tonik (G) tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman 3 minggu, 5 minggu dan 7 minggu setelah tanam, jumlah daun 3 minggu, 5 minggu dan 7 minggu setelah tanam, panjang umbi, diameter umbi dan bobot umbi. Perlakuan pupuk Trichokompos tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman 3 minggu, 5 minggu dan 7 minggu setelah tanam, jumlah daun 3 minggu, 5 minggu dan 7 minggu setelah tanam, panjang umbi, diameter umbi dan bobot umbi. Interaksi perlakuan pupuk Green Tonik dan pupuk Trichokompos (GxT) tidak berpengaruh nyata pada semua parameter pengamatan, yaitu : tinggi tanaman 3 minggu, 5 minggu dan 7 minggu setelah tanam, jumlah daun 3 minggu, 5 minggu dan 7 minggu setelah tanam, panjang umbi, diameter umbi dan bobot umbi. 
PENGARUH PUPUK ORGANIK TANIJAU DAN PUPUK GANDASIL D TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAHE GAJAH (Zingiber officinale Var. officinale) Romi, Marselinus; Sutejo, Hery
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 2, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v2i1.7133

Abstract

Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan tanaman obat dan rempah-rempah yang banyak dimanfaatkan masyarakat terutama bagian rimpangnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Tanijau Dan Pupuk Gandasil D serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe gajah, dosis yang tepat dan interasiknya. Penelitian dilaksanakan di Kampung Kinong Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur pada bulan April 2018-Juli 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan percobaan faktorial 3 x 3 dan terdiri atas 3 ulangan (blok), terdiri dari 2 faktor perlakuan. Perlakuan pupuk Tanijau berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 20, 40 dan 60 hari setelah tanam, jumlah daun umur 20, 40, 60 hari setelah tanam, jumlah anakan, berat rimpang per petak produksi dan berat rimpang per hektar produksi. Berat rimpang tertinggi dihasilkan pada perlakuan 15 ton/ha setara dengan 2,16 kg/petak (t2) yaitu 20.18 ton/ha, sedangkan yang paling ringan pada perlakuan tanpa pupuk Tanijau (t0) yaitu 13.29 ton/ha. Perlakuan pupuk Gandasil D berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat rimpang umur 20, 40 dan 60 hari setelah tanam. Interaksi perlakuan pupuk tanijau dan gandasil D sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 20 hari setelah tanam, berbeda nyata terhadap tinggi tanaman 40 dan 60 hari setelah tanam, jumlah daun 20 dan 40 hari setelah tanam. Produksi polong tertinggi terdapat pada perlakuan t2g2 yaitu 23,33 ton/ha. sedangkan yang paling rendah terdapat pada perlakuan t0g0 yaitu 12,63 ton/ha.
PENGARUH PUPUK NPK MUTIARA DAN POC NASA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Purnomo, Sidik; Sutejo, Hery; Fatah, Abdul
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v3i1.8438

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sayuran Indonesia yang mempunyai manfaat yaitu sebagai bumbu penyedap makanan, dan memiliki banyak vitamin serta bahan obat tradisional. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK  Mutiara  dan  POC Nasa terhadap pertumbuhan dan hasil tanam bawang merah (Allium ascalonicum L.), dan untuk mengetahui konsentrasi pupuk NPK Mutiara dan konsentrasi POC Nasa yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian dilaksanakan selama dua bulan, mulai bulan Agustus 2022 sampai dengan akhir bulan Oktober 2022. Lokasi penelitian tenggarong L2 kecamatan tenggarong seberang, Kalimantan timur. Penelitian menggunakan rancangan percobaan dengan analisis faktorial 4 x 3 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 kali ulangan. Terdiri atas 2 faktor perlakuan. Faktor I, Dosis Pupuk NPK Mutiara (P) terdiri dari 4 taraf yaitu : tanpa pupuk NPK Mutiara atau kontrol (p0), dosis pupuk 5 g/polibag (p1), dosis pupuk 10 g/polibag (p2), dan dosis pupuk 15 g/polibag (p3). Faktor II, POC Nasa (B)) terdiri atas 3 taraf, yaitu : konsentrasi POC Nasa 5 ml/l.air (b1), konsentrasi POC Nasa 10 ml/l.air (b2), dan konsentrasi POC Nasa 15 ml/l.air (b3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk NPK Mutiara tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 34 hari dan umur 58 hari setelah tanam, jumlah umbi dan berat umbi per tanaman. Perlakuan POC Nasa tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 34 hari dan umur 58 hari setelah tanam, jumlah umbi dan berat umbi per tanaman. Interaksi perlakuan pupuk NPK Mutiara dan POC Nasa tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 34 hari dan umur 58 hari setelah tanam, jumlah umbi dan berat umbi per tanaman.
PENGARUH PUPUK KANDANG KAMBING DAN POC FORTUNE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG PREI (Allium porrum L.) VARIETAS BLAZE F1 Kemnyien, Mauritius; Sutejo, Hery; Napitupulu, Marisi
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 3, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v3i1.8453

Abstract

Peluang usaha budidaya bawang prei sangatlah menjanjikan karena banyak dibutuhkan oleh masyarakat sebagai bahan sayuran terutama bumbu penyedap. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang kambing dan pupuk Organik Cair Fortune serta interaksi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang prei, dan juga untuk mengetahui dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi pupuk Organik Cair Fortune yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang prei. Penelitian dilaksanakan pada Januari-Maret 2024. Tempat penelitian di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan rancangan percobaan dengan analisis faktorial 3 x 3 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 kali ulangan. Terdiri atas 2 faktor perlakuan. Faktor I, Dosis Pupuk Kandang Kambing (K) terdiri dari 3 taraf yaitu: tanpa pupuk kandang kambing atau kontrol (k0), dosis pupuk 150 kg/ha atau setara dengan 125 g/polibag (k1), dan dosis pupuk 10 ton/ha atau setara dengan 250 g/polibag (k2). Faktor II, Pupuk POC Fortune (F) terdiri atas 3 taraf, yaitu : tanpa POC Fortune atau kontrol (f0), konsentrasi POC Fortune 10 ml/l.air (f1), dan konsentrasi POC Fortune 20 ml/l.air (f2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang kambing (K) berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 60 hari setelah tanam dan berat basah tanaman. Berat basah tanaman terberat terdapat pada perlakuan pupuk kandang kambing dengan dosis 250 g/polibag (k2), yaitu 117,00 g/polibag. Sedangkan berat basah teringan terdapat pada perlakuan tanpa pupuk kandang kambing (k0), yaitu 77,67 g/polibag. Perlakuan POC Fortune berpengaruh nyata terhadap panjang akar. Berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 60 hari setelah tanam dan berat basah tanaman. Berat basah tanaman terberat terdapat pada perlakuan POC Fortune dengan konsentrasi 20 ml/l.air (f2), yaitu 111,00 g/polibag, sedangkan berat basah tanaman teringan terdapat pada perlakuan tanpa POC Fortune (f0), yaitu 70,00 g/polibag. Interaksi perlakuan pupuk kandang kambing dan POC Fortune (KxF) tidak berpengaruh nyata
PENGARUH PUPUK SP-36 DAN PUPUK KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG HIJAU (Solanum melongenaL.) VARIETAS PATRIOT F1. Sari, Heni Indra; Napitupulu, Marisi; Sutejo, Hery; Astuti, Puji; Jannah, Noor
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i1.7660

Abstract

Terung merupakan komoditas pertanian yang penting dibutuhkan di Indonesia, hal ini disebabkan karena terung mempunyai kandungan gizi cukup lengkap dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk SP-36 dan pupuk KCl serta interaksinya, terhadap hasil tanaman terong hijau, dan juga untuk memperoleh dosis pupuk SP-36 dan dosis pupuk KCl yang tepat untuk memperoleh hasil tanaman terong hijau tertinggi. Penelitian dilaksanakan di Desa Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu. Pada bulan Juli-November 2022. Penelitian menggunakan rancangan percobaan dengan analisis faktorial 3 x 3 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 kali ulangan. Terdiri atas 2 faktor perlakuan. Faktor I, Dosis Pupuk SP-36 (P) terdiri dari 3 taraf yaitu: tanpa pupuk SP-36 atau kontrol (p0), dosis pupuk 150 kg/ha atau setara dengan 12 g/polibag (p1), dan dosis pupuk 300 kg/ha atau setara dengan 24 g/polibag (p2). Faktor II, Pupuk KCl (B)) terdiri atas 4 taraf, yaitu: tanpa pupuk SP-36 atau kontrol (n0), dosis pupuk 100 kg/ha atau setara dengan 8 g/polibag (n1), dosis pupuk 200 kg/ha atau setara dengan 16 g/polibag (n2), dan dosis pupuk 300 kg/ha setara dengan 24 g/polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk SP-36 tidak berpengaruh nyata terhadap umur saat berbunga dan umur saat panen. Berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. Berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan berat buah pertanaman. Perlakuan pupuk KCl berpengaruh nyata terhadap umur saat berbunga, umur saat panen dan jumlah buah per tanaman. Berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman. Interaksi perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman
PELATIHAN PEMBUATAN DAN APLIKASI FOTOSINTESIS BAKTERIA (PSB) PADA KOMODITI PADI SAWAH DI KELOMPOK TANI PANCA KELURAHAN LEMPAKE KECAMATAN SAMARINDA UTARA Sutejo, Hery; Napitupulu, Marisi; Rahmi, Abdul; Syahfari, Helda; Jannah, Noor; Sujalu, Akas Pinaringan; Astuti, Puji; Sherena, Annisa Bella; Kemnyien, Maurintus; Kustiwi, Wiwik; Suhebi, Yulianto
JURNAL ABDIMAS UNTAG SAMARINDA Vol 3, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jaus.v3i1.8708

Abstract

Bakteri fotosintesa atau photosynthetic bacteria (PSB) merupakan bakteri autotroph yang dapat berfotosintesis. Pelaksanaan   Pelatihan Pembuatan  Dan Aplikasi  Fotosintesis   Bakteria (PSB) Pada Komoditi Padi Sawah di Betapus, Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara. Pembuatan Fotosintesis Bakteria (PSB) ini di kelompok tani Panca Karya. Bahan dan alat adalah 1 buah telur (ayam /bebek/keong mas), 1 sendok makan MSG (penyedap rasa), 1  buah terasi sachet merek ABC, Air Bersih 1 liter, Botol bekas air mineral kapasitas 1,5 ltr  sebanyak 3 biji. Hasil produksi padi setelah dilakukan  pemberian  PSB ke padi  jenis Invari 32 di padi sawah petani di Betapus Lempake : 3,5-4 ton/ha. Dengan sistem tanam  jajar legowo 2:1. Penerapan aplikasi fotosintesis bakteria ini dapat meningkatkan kesuburan tanah dan produksi tanaman padi.