Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The PERSPEKTIF TAFSIR KLASIK DAN KONTEMPORER TENTANG NILAI QUR’ANI DALAM MENGATASI BROKEN HOME Effendi, Sofian; Aprilia, Anita
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 02 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i02.9130

Abstract

Penelitian ini membahas harmonisasi keluarga dalam perspektif Al-Qur’an sebagai solusi atas fenomena broken home, dengan mengkaji penafsiran dalam Tafsīr Ibnu Kaṡīr dan Tafsīr al-Miṣbāḥ. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana kedua kitab tafsir memaknai ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan pencegahan dan penyelesaian masalah keluarga. Penelitian ini merupakan library research dengan metode kualitatif-komparatif, menggunakan QS. An-Nisāʾ ayat 35 dan QS. At-Taḥrīm ayat 6 sebagai fokus utama. Pendekatan psikologi keluarga melalui teori sistem keluarga Bowen digunakan untuk memperkuat analisis terkait dinamika konflik rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsīr Ibnu Kaṡīr menekankan penyelesaian konflik keluarga melalui pendekatan hukum Islam klasik dan struktur kepemimpinan yang kuat, sedangkan Tafsīr al-Miṣbāḥ lebih menonjolkan pendekatan humanistik, spiritual, dan psikologis dalam membina keharmonisan keluarga. Keduanya sepakat mengenai pentingnya musyawarah, peran ḥakam, serta pendidikan ketakwaan sebagai strategi utama pencegahan dan penanganan broken home. Penelitian ini menegaskan bahwa nilai-nilai Qur’ani perlu diimplementasikan dalam konteks modern, misalnya melalui lembaga konseling keluarga berbasis Islam serta peran aktif tokoh masyarakat sebagai mediator dalam konflik rumah tangga. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis dan praktis dalam mengembangkan model penyelesaian masalah keluarga yang berakar pada nilai Qur’ani, sekaligus menjadi rujukan dalam penguatan institusi keluarga di era kontemporer
QIRĀʾĀT SYĀDZDZAH DALAM WACANA TAFSIR AL-QUR’AN KLASIK: Studi Kontekstual Atas Kitab Al-Jâmi’ Li Ahkâm Al-Qur’ân Effendi, Sofian
TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 01 (2025): TAFAKKUR: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Ar-Rahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62359/tafakkur.v6i01.833

Abstract

This study critically examines the existence and role of Qirâ’ât Syādzdzah in the classical tafsīr work Al-Jāmiʿ li Aḥkām al-Qurʾān by al-Qurṭubī, as well as its implications for the construction of Qur’anic interpretation. The primary focus of this research lies in exploring how these non-mutawātir readings are treated by classical exegetes in determining legal meanings and normative values derived from the sacred text. Employing a qualitative-descriptive approach through library research, this study analyzes selected verses within al-Qurṭubī’s tafsīr that reference and consider Qirāʾāt Syādzdzah. The findings reveal that the presence of these readings in al-Qurṭubī’s commentary not only showcases variant recitations but also plays a pivotal role in expanding interpretative horizons and enriching the dynamics of tafsīr. The study concludes that Qirâ’ât Syādzdzah possess not only philological and historical significance, but also serve as hermeneutical instruments in the exegetical process of the Qur’an, particularly within the framework of classical tafsīr scholarship.
The Development of Qur’anic Reading Methods in Postcolonial Indonesia: From Pesantren Traditions to Modern Methods Effendi, Sofian; Fadlulloh, M. Yusuf
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 37 No. 1 (2026): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v37i1.8297

Abstract

This article examines the historical development and contemporary transformation of Qur’anic reading methods in Indonesia, focusing on the shift from traditional pesantren-based transmission to diversified and institutionalized pedagogical systems. Drawing on a qualitative design that combines a systematic literature review and document analysis, this study analyzes 86 primary and secondary sources selected through the PRISMA framework. The analysis traces major phases of pedagogical change, from oral-based methods such as Baghdadiyah and Yasiniyah to modern approaches including Qiraati, Iqra’, Yanbu’a, An-Nahdliyah, and Tartil. The findings reveal that Qur’anic pedagogy in Indonesia has evolved through processes of systematization, standardization, and mass dissemination while maintaining continuity with classical tajwid and sanad traditions. This development reflects broader postcolonial dynamics marked by nation-building, educational modernization, and intensified engagement with global Islamic networks. The study further shows that the emergence of at least 271 methods by 2022 illustrates sustained pedagogical creativity and pluralization of religious authority. Overall, the evolution of Qur’anic reading methods represents a dynamic dialectic between preservation of religious authenticity and adaptation to contemporary educational demands, reshaping patterns of literacy, authority, and piety in Indonesian Muslim society.
The Development of Qur’anic Reading Methods in Postcolonial Indonesia: From Pesantren Traditions to Modern Methods Effendi, Sofian; Fadlulloh, M. Yusuf
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 37 No. 1 (2026): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v37i1.8297

Abstract

This article examines the historical development and contemporary transformation of Qur’anic reading methods in Indonesia, focusing on the shift from traditional pesantren-based transmission to diversified and institutionalized pedagogical systems. Drawing on a qualitative design that combines a systematic literature review and document analysis, this study analyzes 86 primary and secondary sources selected through the PRISMA framework. The analysis traces major phases of pedagogical change, from oral-based methods such as Baghdadiyah and Yasiniyah to modern approaches including Qiraati, Iqra’, Yanbu’a, An-Nahdliyah, and Tartil. The findings reveal that Qur’anic pedagogy in Indonesia has evolved through processes of systematization, standardization, and mass dissemination while maintaining continuity with classical tajwid and sanad traditions. This development reflects broader postcolonial dynamics marked by nation-building, educational modernization, and intensified engagement with global Islamic networks. The study further shows that the emergence of at least 271 methods by 2022 illustrates sustained pedagogical creativity and pluralization of religious authority. Overall, the evolution of Qur’anic reading methods represents a dynamic dialectic between preservation of religious authenticity and adaptation to contemporary educational demands, reshaping patterns of literacy, authority, and piety in Indonesian Muslim society.
Implementasi Metode Abjadi Dalam Penguatan Literasi Huruf Hijaiyah di Tadika Jum’iyah dan TPQ Darul Qur’an, Narathiwat Effendi, Sofian; Darmawan, Alifia Fathin; Nada, Callista Qotrun; Rahmasary, Fanny; Viana, Tansika Wiksa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.6948

Abstract

Pembelajaran Al-Qur’an sejak usia dini memerlukan pendekatan yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak, khususnya dalam pengenalan huruf hijaiyah. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi Metode Abjadi sebagai solusi inovatif dalam penguatan literasi huruf hijaiyah di Tadika Jum’iyah dan TPQ Darul Qur’an, Narathiwat, Thailand Selatan. Metode Abjadi dirancang untuk Tingkat dasar dengan pendekatan bertahap, mulai dari huruf tanpa harakat, yang dilakukan dengan pengulangan sistematis, serta didukung oleh media interaktif seperti lagu. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan pengabdian pada Juli–Agustus 2025. Hasil menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam meningkatkan pengenalan dan pelafalan huruf hijaiyah secara sesuai dengan makharijul Huruf dan menyenangkan. Tantangan utama meliputi perbedaan urutan tartib Abjadi dengan tartil alfabai yang umum digunakan. Strategi yang diterapkan meliputi pembelajaran visual-auditori, pengulangan interaktif, dan media hafalan berbasis lagu. Respon siswa dan guru sangat positif, ditandai dengan meningkatnya antusiasme dan kepercayaan diri siswa dalam melafalkan huruf. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa Metode Abjadi berpotensi menjadi pendekatan efektif dalam pendidikan Al-Qur’an anak usia dini, khususnya di komunitas Muslim non-Arab, dan layak untuk dikembangkan secara lebih luas dan sistematis.