Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

STUDI KARAKTERISTIKPROSES PIROLISIS DAN ARANG DARI BRIKET SERBUK KAYU DENGAN VARIASI LAJU PEMANASAN MENGGUNAKAN METODE PIROLISIS SINGLE ROCKET STOVE Ayuningtyas, Endah; Aridito, M.Noviansyah
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.132 KB) | DOI: 10.37412/jrl.v19i1.12

Abstract

Limbah serbuk kayu memiliki posisi strategis yakni untuk mengurangi volume limbah biomassa dan menjadi sumber energi baru terbarukan. Hal ini membuat permintaan terhadap briket arang serbuk kayu cukup baik di pasar global. Namun, kendala produksi dari briket kayu yakni pada proses produksi yang relatif lama dengan oven lebih dari 8 jam, menghasilkan asap dan abu sehingga terkadang menghasilkan reject dan gangguan lingkungan. Teknologi pirolisis dengan metode Single Retort Rocket Stove menjadi salah satu solusinya dimana memiliki desain pemanasan di bagian tengah sehingga lebih merata dari bawah ke atas dan lebih cepat dengan memanfaatkan kembali gas pirolisisnya sebagai bahan bakar sehingga dapat mereduksi polusi asap dan efisiensi energi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik proses dan produk dari pirolisis briket serbuk kayu dengan Single Retort Rocket Stove dimana dilakukan variasi laju pemanasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pirolisis menggunakan Retort Pirolisis Rocket Stove dapat mempirolisis briket arang limbah serbuk kayu dengan menghasilkan gas pirolisis mempan bakar yang dapat digunakan untuk pemanasan tanpa menghasilkan abu. Proses berlangsung selama 90 menit dan menghasilkan gas pirolisis mempan bakar paling cepat pada menit ke-10 dengan laju pemanasan paling tinggi (15 ⁰C/m).Karakteristik produk berupa briket arang menunjukkan nilai kalor antara 6913,58- 7039,83 kkal/kg; kadar karbon terikat antara 80,33 - 80,89 %, Kadar air antara 6,59 - 7,02% , kadar zat terbang antara 11,92-12,54% dan kadar abu 6,20-6,27%. Terdapat kecenderungan pada pengaruh laju pemanasan pada proses dan produk dimana laju panas yang tinggi cenderung menghasilkan gas pirolisis yang lebih cepat dan briket arang serbuk kayu dengan nilai kalor, kadar karbon, kadar abu dan kadar air yang lebih rendah.Keseluruhan sampel memenuhi standar briket arang Jepang, Amerika dan Inggris untuk nilai kalor, kadar karbon terikat, kadar zat terbang namun belum memenuhi untuk kadar abu dan kadar air.
PENURUNAN KADAR WARNA DAN FENOL AIR LIMBAH BATIK MENGGUNAKAN METODE ADVANCED OXIDATION PROCESSES (AOPs) BERBASIS OZON-GAC Ayuningtyas, Endah
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v20i2.53

Abstract

Industri batik secara ekonomi memberikan pendapatan yang besar bagi Negara Indonesia. Namun di sisi lain setiap proses produksi batik banyak menggunakan zat-zat kimia yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Umumnya zat-zat pencemar dalam proses pembuatan batik dapat berupa zat warna maupun senyawa organik yang terlarut dalam air yaitu fenol. Salah satu teknologi inovatif untuk menurunkan kadar warna dan fenol pada limbah batik adalah dengan metode proses oksidasi lanjut atau Advanced Oxidation Process (AOPs) berbasis ozon dan Granular Activated Carbon (GAC).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum dari variabel waktu kontak ozonasi dan dosis karbon aktif pada limbah batik dengan teknologi AOPs berbasis Ozon/GAC. Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa semakin lama waktu proses ozonasi dan semakin banyak dosis karbon aktif yang digunakan maka penurunanan kadar wana dan fenol pada limbah batik semakin besar. Penurunan kadar warna dan fenol diperoleh waktu dan dosis optimum adalah 90 menit dan 2.0 gram dengan penuruan masing-masing 15 Pt-Co dan 0,0002 mg/L.
ANALISIS DESAIN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA KAPASITAS 150 WP SEBAGAI SUPLAI ENERGI PADA FOTOBIOREAKTOR MIKROALGA Hindarti, Fifin; Ayuningtyas, Endah
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v20i1.43

Abstract

Energi baru dan terbarukan bukan hanya merupakan energi alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan energi yang semakin meningkat, tapi juga merupakan energi hijau yang tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi manusia dan lingkungan seperti pada energi yang berasal dari fosil. Penerapan sel surya sebagai sumber energi listrik pada fotobioreaktor tempat budidaya mikroalga merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan. Penelitian ini merupakan inovasi teknologi dalam bidang budidaya mikroalga menggunakan panel surya sebagai pengkonversi energi matahari menjadi energi listrik.Perancangan pembangkit listrik tenaga surya skala kecil yang akan digunakan untuk mensuplai kebutuhan energi dari fotobioreaktor adalah menggunakan panel surya dengan kapasitas 150 wp. Panel surya sebagai pengkonversi energi, solar charge controller sebagai pengatur keseimbangan arus listrik. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu: tahap pengumpulan data awal, tahap pengembangan sistem, dan tahap pengumpulan data penelitian. Kebutuhan energi yang akan dipenuhi adalah untuk menghidupkan lampu dan aerator,Hasil pengujian sistem pembangkit listrik tenaga surya yang telah dirancang menunjukkan  bahwa daya keluaran rata-rata mencapai 45,18 Watt dan arus yang didapatkan sebesar 3,7 Ampere.
PEMANFAATAN LIMBAH POPOK BAYI (DIAPERS) SEBAGAI MEDIA TANAM Prasetyo, Fajar Dwi; Triasti, Rita Dewi; Ayuningtyas, Endah
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v21i1.91

Abstract

Tingginya pemakaian popok bayi tanpa diimbangi dengan sistem pengelolaan atau pemanfaatan akan menjadi permasalahan pada lingkungan. Popok bayi memiliki kandungan hidrogel yang dapat menyerap dan mempertahankan air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hidrogel yang telah difermentasi dengan EM4 selama 7 hari terhadap peningkatan kandungan Nitrogen (N), Fosfor (P), kalium (K), dan kadar lengas (kandungan air).Penelitian  menggunakan variasi tanah 1 kg : hidrogel 3 kg,  tanah 2 kg : hidrogel2 kg, dan tanah 3 kg : hidrogel 1 kg.  Pengukuran N, P, dan K dilakukan pada hari ke0 dan pada hari ke-14. Hasil penelitian menunjukkan kualitas media yang paling baik pada hari ke-14 adalah 1 kg : hidrogel 3 kg dengan rerata N sebesar 0,61%, P sebesar 0,54%, K sebesar 0,63% dan kadar lengas sebesar 5,43%. Data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik dengan menggunakan analisis data ANOVA satu arah dan uji T Test dengan membandingkan perlakuan pada hari ke-0 dan ke-14.Hasil dari perhitungan ANOVA N, P, K, dan kadar lengas menunjukkan hasil yang tidak signifikan pada tiap variasi media tanam. Hasil dari perhitungan T Test N, P, dan K menunjukkan bahwa pada variasi komposisi 1 kg : hidrogel 3 kg dan  tanah 2 kg : hidrogel 2 kg memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kandungan N, P, dan K dan pada variasi komposisi tanah 3 kg : hidrogel 1 kg tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kandungan N, P, dan K. Hasil dari perhitungan T Test kadar lengas media pada semua variasi media tanam memberikan pengaruh yang signifikan.
PENGEMBANGAN TEKNIK KULTIVASI Spirulina sp. SEBAGAI SUMBER BIOMASSA ENERGI TERBARUKAN DALAM FOTOBIOREAKTOR AIRLIFT Fifin Hindarti; Endah Ayuningtyas
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 16 No. 1 (2020): Vol. 16 No 1 2020
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jel.v16i1.4578

Abstract

The development of technology for the use of natural resources as fuel is increasing. One of them is theresearch of third generation biodisel. This technology utilizes microalgae as an environmentallyfriendly raw material which is also a renewable energy source for oil. Biodiesel from microalgaeespecially Spirulina sp. is one of the energy sources that can replace conventional diesel fuel whichhas potential for high lipid content. This study aims to develop a microalgae cultivation technology in anairlift photobioreactor by adjusting the light intensity of the LED lamp to obtain an optimal growth rateand increase the biomass production of Spirulina sp. The research was conducted on an intermediatescale using an airlift type photobioreactor with varying light intensity, namely 1600 lux, 2200 lux, and3200 lux. Each treatment was carried out three times for 14 days. Measurement of biomass weight wascalculated using the gravimetric method, by taking samples every 7 days. Based on the data obtained,the application of different light intensities to the spirulina sp. cultivation system will have an effect onthe final result in harvesting day 14th, specifically the weight of the biomass produced. The averageyield of biomass on day 14th with the best results was obtained at light intensity of 1600 as much as 623mg / 100 ml.
KARAKTERISTIK ARANG KARBON DARI LIMBAH SERBUK KAYU DENGAN VARIASI LAJU PEMANASAN DAN LAJU HISAP GAS SEBAGAI ADSORBEN DENGAN PIROLISIS TWIN RETORT Endah Ayuningtyas; Muhammad Noviansyah Aridito
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 22 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karbon arang briket serbuk kayu sebagai bahan karbon aktif untuk adsorben melalui proses pirolisis dengan variasi laju pemanasan dan laju hisap gas. Proses pirolisis yang digunakan menggunakan metode Twin Retort Rocket Stove. Proses pirolisis dilakukan pada suhu puncak 500° C dengan variasi Laju pemanasan yang digunakan yakni 5,67 C/menit, 8,33 C/menit dan 16,67 C/menit dan laju hisap gas yakni dengan rendah (valve terbuka ¼), sedang (terbuka ½) dan tinggi (terbuka penuh). Proses dibatasi selama 2 Jam. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik karbon (arang) serbuk kayu pada parameter kadar karbon terikat, kadar abu, kadar zat terbang, kadar air melalui proses pirolisis twin retort selama 2 jam dengan suhu puncak 500C dengan variasi laju pemanasan 5,67 C/menit – 16,67 C/menit dan laju hisap gas semua sampel memiliki standar melebihi SNI Karbon Aktif untuk keempat parameter tersebut, kondisi operasional dan metode tersebut dapat digunakan untuk konversi limbah biomassa serbuk kayu menjadi bahan baku karbon aktif untuk adsorben, namun perlu dilakukan pengujian lebih lanjut pada parameter serapan Iod. Hasil karakteristik Karbon berdasarkan standar karbon aktif SNI untuk parameter Kadar Karbon Terikat, dan Kadar Zat Terbang dengan kualitas paling baik ditunjukkan pada sampel dengan laju pemanasan dan laju hisap gas terendah 81.03 % dan 4,49% sedangkan hasil karakteristik karbon dengan parameter kadar air terendah yakni pada sample B3 dengan laju pemanasan tertinggi dan laju hisapsedang sebesar 6,36% . Hasil karbon dengan kadar abu terendah pada sample C3 dengan laju pemansasan tertinggi dan laju hisap gas tinggi sebesar 5,57%
PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK SECARA FITOREMEDIASI SISTEM CONSTRUCTED WETLANDS DENGAN TANAMAN HIAS IRIS (Iris pseuadacorus) DAN MELATI AIR (Echinodorus palifolius) Ayuningtyas, Endah; Muyasaroh, Nurul; Hermawan, Heru Bagus; Irene Arum AS; Retno Susetyaningsih; Jumiati; K.R, Muhammad Nurwahid
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah menjadi salah satu permasalahan yang berkepanjangan dan cukup sulit untuk diatasi karena akan terus ada mengikuti perkembangan kehidupan manusia. Sekolah sebagai tempat berkumpulnya banyak orang merupakan salah satu penghasil limbah domestik terbesar yang berasal dari toilet, pencucian piring dari kantin dan air wudhu. Salah satu metode pengolahan biologis yang dinilai terjangkau dan efektif untuk menurunkan zat pencemar di dalam air limbah yaitu fitoremediasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan tanaman hias Iris (Iris pseuadacorus) dan Melati Air (Echinodorus palifolius) dalam menurunkan kadar COD, BOD, dan TSS pada limbah air domestik (greywater) di SMP N 3 Prambanan. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan constructed wetlands (CWs). Variabel penelitian ini yaitu variasi komposisi 2 tanaman Iris (A); Melati Air (B) dan gabungan 2 jenis tanaman (C) serta waktu tinggal 2 dan 4 minggu. Parameter yang dianalisis adalah COD, BOD, dan TSS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi tanaman hias Iris (Iris pseudoacorus) dan Melati Air (Echinodorus palaefolius) serta waktu tinggal yang lama dalam sistem constructed wetlands mempunyai pengaruh terhadap efisiensi penurunan kadar BOD, COD dan TSS pada limbah domestic sebesar 94%; 95% dan 85%. Sistem constructed wetlands terintegrasi, yang terdiri dari gabungan 2 jenis tanaman berurutan dan waktu tinggal 4 minggu, dapat memberikan efisiensi penyisihan COD, BOD dan TSS terbesar.
Variasi Suhu Pada Pengolahan Limbah Slugde IPAL Tekstil dengan Teknologi Pirolisis 2 Fire Channel 500L M. Noviansyah Aridito; Endah Ayuningtyas; Yulanda K.P; Habib A N
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i1.384

Abstract

Pertumbuhan industri tekstil kian meningkat menghasilkan limbah sludge berupa lumpur dari IPAL tekstil. Limbah IPAL Industri Tekstil berupa Sludge atau lumpur yang harus dilakukan penanganan dan pengolahan. Volume timbulan limbah sludge pada beberapa industri tekstil bisa mencapai lebih dari 3 ton perbulan sehingga perlu dikelola oleh pihak ketiga. Pihak ketiga memerlukan upaya pengolahan limbah sludge dengan pendekatan teknologi. Teknologi termal merupakan salah satu pendekatan teknologi guna melakukan pengolahan sludge dari IPAL tekstil. Pirolisis merupakan salah satu teknologi termal untuk menguraikan limbah termasuk sludge IPAL tekstil. Pirolisis merupakan proses dekomposisi termal material tanpa kehadiran oksigen sehingga material terurai menjadi partikel yang lebih sederhana. Pirolisis beroperasi pada rentang suhu 250°C-600°C dan umumnya menghasilkan produk padatan arang (karbon), cairan (minyak), dan gas hidrokarbon mudah terbakar. Pada penelitian ini dilakukan upaya pengolahan limbah sludge IPAL tekstil dengan pendekatan teknologi pirolisis. Pirolisis yang digunakan yakni pirolisis dengan 2 fire channel yakni terdapat 2 jalur api sebagai pemanas dan ukuran reaktor 500 liter dengan tipe fixed bed. Variasi suhu dilakukan dengan suhu 400°C dan 600°C dengan waktu selama 4 jam (240 menit). Data yang diperoleh berupa profil suhu dan hasil produk cair dan gas yang dihasilkan serta rendemen padatan. Dilakukan pula pengukuran neraca massa pada proses pirolisis dari hasil dekomposisi sludge IPAL tekstil. Hasil menunjukkan bahwa proses pirolisis dengan suhu 600°C relatif lebih baik dalam memproses sludge tekstil dengan hasil berupa padatan karbon sebesar 19,2%; cairan 38,2% dan padatan tidak terproses sebesar 12,4% serta padatan tercampur sebesar 3,8%.
PENGARUH BIOAKTIVATOR MIKROORGANISME LOKAL TOMAT, KULIT PISANG DAN NASI BASI TERHADAP PENGOMPOSAN AMPAS KOPI Endah Ayuningtyas; Dewi Rahyuni; Julian Tri Anando
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.401

Abstract

Pemanfaatan limbah ampas kopi sebagai bahan baku kompos masih belum maksimal dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan akibat kandungan kafein yang tinggi. Upaya pemanfaatan ini penting dilakukan untuk mengurangi dampak negatif terhadap tanah sekaligus meningkatkan nilai guna limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh mikroorganisme lokal (MOL) yang berasal dari tomat, kulit pisang, dan nasi basi terhadap proses pengomposan ampas kopi, serta menentukan jenis MOL paling efektif sebagai bioaktivator alami. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan MOL dan satu kontrol tanpa MOL, masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi kandungan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), rasio C/N, pH, dan suhu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MOL berpengaruh signifikan terhadap kandungan fosfor (P), karbon organik (C-organik), dan rasio C/N, tetapi tidak berpengaruh terhadap nitrogen (N) dan kalium (K). MOL dari buah tomat merupakan bioaktivator paling efektif, meningkatkan fosfor hingga 0,84% dan C-organik sebesar 52,17%, sesuai standar SNI 19-7030-2004.
PENURUNAN PARAMETER AMONIA DAN KEKERUHAN AIR LIMBAH KOLAM IKAN DENGAN TANAMAN HIAS IRIS (IRIS PSEUADACORUS) DAN MELATI AIR (ECHINODORUS PALAEFOLIUS) Shafa Nabilah Alivia; Handayani Sri Winarno; Endah Ayuningtyas; Jumiati
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i1.265

Abstract

Salah satu limbah yang saat ini dihasilkan oleh kegiatan perikanan adalah air limbah kolam ikan. Sumber air limbah kolam ikan adalah sisa pakan dan hasil metabolisme ikan. Salah satu metode pengolahan biologi yang dianggap terjangkau dan efektif untuk mengurangi zat pencemar di dalam air limbah kolam ikan adalah fitoremediasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan tanaman hias Iris (Iris pseuadacorus) dan Melati Air (Echinodorus palifolius) dalam mengurangi kadar Amonia dan Kekeruhan pada air limbah kolam ikan di Jalan Jali, Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Metode penelitian ini merupakan percobaan dengan memanfaatkan constructed wetlands (CWs). Variabel penelitian ini mencakup variasi komposisi 2 jenis tanaman Iris (A); Melati Air (B) dan kombinasi 2 jenis tanaman (C). Parameter yang dianalisis adalah konsentrasi Amonia dan tingkat Kekeruhan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) monofaktor dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga terdapat 9 unit percobaan. Menurut hasil penelitian, ditemukan bahwa komposisi paling baik dari tanaman hias Melati Air (Echinodorus palaefolius) dalam sistem constructed wetlands memiliki pengaruh terhadap efisiensi penurunan kadar Amonia sebesar 91,7%. Serta, komposisi paing baik dari gabungan tanaman hias Iris (Iris pseuadacorus) dan Melati Air (Echinodorus palaefolius) dalam sistem constructed wetlands memiliki pengaruh terhadap efisiensi penurunan kadar Kekeruhan sebesar 65,8%. Sistem constructed wetlands dapat memberikan efisiensi penurunan kadar Amonia dan Kekeruhan.