Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Relevansi Praktikum Dan Perkuliahan Teori Pada Mata Kuliah Genetika Erwinsyah, Renardi; Riandi, Riandi; Nurjhani, Mimin
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi relevansi praktikum dengan perkuliahan teori genetika. Teknik pengumpulan data bersifat triangulasi berasal dari mahasiswa, pranata laboratorium pendidikan  dan instruktur. Instrumen yang digunakan meliputi format  wawancara terstruktur, angket dan inventarisasi dokumen. Penelitian ini dilakukan pada tahun akademik 2015-2016. Hasil penelitian ini adalah diperolehnya data kesesuaian praktikum genetika dengan perkuliahan teori yang meliputi analisis struktur praktikum dan data kesesuaian materi dalam praktikum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur praktikum genetika menurut hampir seluruh mahasiswa (93,5%) menyatakan kegiatan praktikum sudah sesuai dengan silabus genetika dan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk dapat membelajarkan genetika kepada siswa. Didapatkan juga bahwa semua materi (100%) yang ada di praktikum genetika menurut mahasiswa penting untuk dipelajari karena membantu pemahaman mahasiswa. sedangkan menurut instruktur praktikum beberapa materi dalam kegiatan praktikum lebih cocok diberikan pada perkuliahan teori. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa praktikum yang dilakukan selama semester genap tahun akademik 2015-2016 relevan dengan perkuliahan teori. Saran penelitian ini adalah perlunya kegiatan refleksi agar permasalahan dalam kegiatan praktikum dapat terselesaikan
Pembelajaran Berbasis Proyek Tentang Pencemaran untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kreatif dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMA Ismawati, Tuti; Rahman, Taufik; Nurjhani, Mimin
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.701 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis proyek tentang pencemaran dalam meningkatan kemampuan berfikir kreatif dan kemampuan pemecahan masalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah weak experiment dengan desain penelitian The One-Group Pretest-Postest Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa Madrasah Aliyah AL IRFAN Tanjungsari Sumedang. Sampel penelitiannya adalah siswa kelas X- Mia Madrasah Aliyah AL IRFAN Tanjungsari Sumedang. Pengumpulan data dilakukan dengan instrument tes berupa soal pilihan ganda dan uraian. Tes terdiri dari tes pemahaman konsep, tes kemampuan berfikir kreatif, dan tes kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil analisis data pretest dapat disimpukan bahwa 1) kemampuan pemahaman konsep siswa baru mencapai 68,85% (Tinggi) ; 2) kemampuan berfikir kreatif siswa baru mencapai 62,5 % (Tinggi) ; 3) kemampuan pemecahan masalah siswa mencapai 40% (rendah) ; 4) pembelajaran tertentu harus diterapkan agar dapat meningkakan kemampuan berfikir kreatif dan kemampuan pemecahan masalah.
Effectiveness of Biology Learning to Improve Digital Literacy and Higher Order Thinking Skills on the Concept of Digestive System Ibrahim, Nia Maulidhia; Sanjaya, Yayan; Nurjhani, Mimin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 9 (2024): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i9.5018

Abstract

The use of HOTS skill-based e-learning can be used as one of the ways to provide HOTS skills and digital literacy skills. This study aims to determine the effectiveness of HOTS-based e-learning in improving HOTS skills and digital literacy skills of high school students. This study used a quasi-experimental method. The research design used was non-equivalent control group design. The samples in this study were XI Science class students consisting of 38 people determined by purposive sampling technique. This research was conducted on two classes, namely the experimental class (learning using HOTS-based e-learning) and the control class (learning using e-learning not based on HOTS). The results showed that there was a significant difference in the mean between the experimental and control classes on digital literacy and higher order thinking skills. T test on the value of digital literacy skills of HOTS skills shows the number (2-tailed = 0.000 < α (0.05), which means that there is a difference in the effectiveness of using HOTS-based e-learning with e-learning not based on HOTS to improve students' digital literacy skills. Then the results showed that there was a significant difference in the average high-level thinking skills of students between the experimental class and the control class. Showing the T-test number on the value of digital literacy skills shows the number (2-tailed = 0.000) < α (0.05), it means that there is a difference in the effectiveness of using HOTS-based e-learning with ordinary e-learning to improve students' digital literacy skills. The N-Gain score criteria for using HOTS-based e-learning to improve digital literacy skills fall into the medium category (N-gain = 0.56) and the use of HOTS-based e-learning to improve higher order thinking skills in the medium category (N-gain = 0.83).
KESADARAN LINGKUNGAN DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI: TINJAUAN PUSTAKA SISTEMATIS Puspa, Shynta Ayinda; Kusnadi, Kusnadi; Nurjhani, Mimin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9368

Abstract

Environmental awareness is a crucial competency in 21st-century biology education, yet teacher-centered learning practices, limited field experience, and limited assessment remain barriers. This study aims to map international publication trends related to environmental awareness, identify effective learning models, and evaluate approaches used at various levels of education. The method used was a systematic literature review in accordance with PRISMA guidelines, analyzing 19 Scopus-indexed articles (Q1–Q3) from 2021–2025 that examined levels from elementary school to university. The study results indicate a predominance of quasi-experimental and mixed methods approaches, a primary focus on elementary school and university, and research concentrations in Indonesia, Asia, and Europe. Effective learning models include Ethno-STEM, narrative, visual arts, robotics, and technology integration, with several studies emphasizing the use of local wisdom to strengthen students' ecological relevance and pro-environmental behavior. This approach has been shown to improve students' pro-environmental knowledge, attitudes, and behavior. The findings highlight the need to strengthen active, experiential learning, integrate Education for Sustainable Development (ESD) into the biology curriculum, and incorporate contextual, locally-based teaching strategies. The research provides an evidence map and recommendations for the development of evidence-based modules, learning strategies, and teacher training. ABSTRAK Kesadaran lingkungan menjadi kompetensi penting dalam pendidikan biologi abad ke-21, namun praktik pembelajaran yang berpusat pada guru, minim pengalaman lapangan, dan penilaian terbatas masih menjadi hambatan. Penelitian ini bertujuan memetakan tren publikasi internasional terkait kesadaran lingkungan, mengidentifikasi model pembelajaran efektif, serta mengevaluasi pendekatan yang digunakan dalam berbagai jenjang pendidikan. Metode yang diterapkan adalah tinjauan pustaka sistematis sesuai pedoman PRISMA, dengan analisis 19 artikel terindeks Scopus (Q1–Q3) tahun 2021–2025 yang meneliti jenjang SD hingga perguruan tinggi. Hasil kajian menunjukkan dominasi metode quasi-eksperimen dan mixed methods, fokus utama pada sekolah dasar dan perguruan tinggi, serta konsentrasi penelitian di Indonesia, Asia, dan Eropa. Model pembelajaran efektif meliputi Ethno-STEM, narasi, seni visual, robotika, serta integrasi teknologi, dengan beberapa studi menekankan penggunaan kearifan lokal untuk memperkuat relevansi ekologis dan perilaku pro-lingkungan peserta didik. Pendekatan ini terbukti meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pro-lingkungan peserta didik. Temuan menegaskan perlunya penguatan pembelajaran aktif berbasis pengalaman, integrasi Education for Sustainable Development (ESD) dalam kurikulum biologi, serta strategi pengajaran yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Hasil penelitian menyediakan peta bukti dan rekomendasi bagi pengembangan modul, strategi pembelajaran, dan pelatihan guru berbasis bukti.