Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengatasi Dampak Fraud: Peran Public Relations dalam Membangun Kembali Citra Perusahaan (Studi Kasus pada PT. Indofarma Tbk.) Betriana, Abeta; Mey Lindasari, Nelly; Wahyu Ningsih, Tri; Desma Rahadhini, Marjam
PENG: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 2 No. 1 (2025): Januari: Economics and business economics in Humanity
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/8zyx1197

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana tim hubungan masyarakat (humas) dapat membantu memperbaiki nama baik perusahaan setelah terjadi kecurangan keuangan. Kasus yang dibahas adalah skandal di PT Indofarma Tbk, di mana manipulasi keuangan menyebabkan kerugian besar dan merusak reputasi perusahaan. Penelitian ini melihat dampak kecurangan terhadap citra perusahaan dan cara-cara efektif yang bisa digunakan humas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Penulis mengkaji berbagai tulisan tentang citra perusahaan, kecurangan, dan peran humas dalam menangani krisis. Selain itu, penelitian ini juga membahas pentingnya pengawasan internal untuk mencegah kecurangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk memperbaiki nama baik perusahaan, diperlukan beberapa langkah: memperbaiki cara perusahaan dikelola, meningkatkan pengawasan keuangan, dan menerapkan strategi komunikasi yang terbuka dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Kesimpulannya, kombinasi perbaikan internal perusahaan dan komunikasi yang baik dengan pihak luar sangat penting untuk memulihkan reputasi perusahaan setelah skandal. Penelitian ini memberikan panduan bagi tim humas dan pimpinan perusahaan dalam menghadapi krisis akibat kecurangan keuangan.
Transparansi dalam Komunikasi Public Relations: Analisis Kasus Penolakan Tawaran Buzzer Oleh Jerome Polin Wigayati, Aisyah; Restu Nadyani, Wahid; Bagas Kurniawan, Akbar; Desma Rahadhini, Marjam
ALAMTARA Vol 9 No 2 (2025): Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alamtara.v9i2.4246

Abstract

This article discusses the significance of transparency in public relations communication through a case study of Jerome Polin, a well-known Indonesian content creator who publicly refused a government offer to act as a paid “buzzer” for IDR 150 million. This research aims to analyze how transparency serves as an ethical communication practice and a strategic approach to building public trust in the digital era. The study employs a qualitative descriptive method using a case study approach, with data collected from online news portals and social media posts by Jerome Polin between August and October 2025. The results show that transparent communication enhances personal credibility, encourages public dialogue on ethical issues, and fosters media literacy about opinion manipulation. However, transparency also brings challenges, such as public skepticism toward evidence authenticity and accusations of self-promotion. The study concludes that transparency, when combined with accountability and two-way communication, strengthens credibility and public trust while countering manipulative communication practices. Recommendations for standards and openness in public relations to maintain integrity and long-term reputation in digital communication.