Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU MATEMATIKA MELALUI PENULISAN KARYA ILMIAH Ida Nuraida; Ai Tusi Fatimah; Nur Eva Zakiah
Abdimas Galuh Vol 2, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.123 KB) | DOI: 10.25157/ag.v2i1.3328

Abstract

Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan berupa kegiatan workshop dengan judul “Peningkatan Profesionalitas Guru Matematika melalui Penulisan Karya Ilmiah”. Sasaran kegiatan workshop ini adalah guru matematika di Desa Padamulya dan Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis. Hal ini dilatarbelakangi karena guru dituntut melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampunya. Kegiatan workshop dihadiri oleh 30 orang guru dari Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Ciamis. Tujuan dilaksanakan kegiatan workshop ini adalah untuk memberi pemahaman dan memotivasi guru untuk melakukan penulisan karya ilmiah dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini bersifat persuasif-edukatif, yang dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam penulisan karya ilmiah. Adapun metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi, dan simulasi/praktek. Hasil yang diperoleh dari kegiatan workshop ini yaitu guru-guru mampu: (1) mendeskripsikan kondisi ideal dan kondisi nyata berdasarkan hasil observasi; (2) merumuskan masalah berdasarkan hasil observasi; (3) merumuskan proposal dan membuat solusi pemecahan masalah; (4) melaksanakan PTK; dan (5) merumuskan dan mempresentasikan laporan pelaksanaan PTK.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SMP MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION (ATI) DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN OPEN ENDED Yayang Ayu Nuraini; Toto Toto; Ai Tusi Fatimah
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.8792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan kemampuan representasi matematis siswa antara model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) dengan pendekatan open ended dibandingkan dengan model pembelajara discovery learning dengan pendekatan saintifik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain nonequivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMPN 4 Rancah, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-C sebagai kelas kontrol. Instrument penelitian yang digunakan yaitu instrumen tes kemampuan representasi matematis siswa dengan pokok bahasan lingkaran. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji dua pihak dengan uji nonparametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan representasi matematis siswa antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) dengan pendekatan open ended dibandingkan siswa yang menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan pendekatan saintifik; kualitas peningkatan kemampuan representasi matematis siswa untuk kelas yang menggunakan model pembelajaran Aptitude Treatment Interaction (ATI) dengan pendekatan open ended termasuk kedalam kategori tinggi sedangkan kualitas peningkatan kemampuan representasi untuk kelas yang menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan pendekatan saintifik termasuk ke dalam kategori sedang.Kata Kunci:           Kemampuan Representasi Matematis, Model Pembelajaran ATI, Pendekatan Open Ended.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT Vina Nuryani; Adang Effendi; Ai Tusi Fatimah
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i1.6736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP pada pokok bahasan segiempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelititan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 4 siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri daerah Pangandaran. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data meliputi tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi terkait kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan langkah Polya. Data dianalisis berdasarkan indikator dari pemecahan masalah matematis siswa yaitu memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan melihat kembali hasil yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) subjek dalam kemampuan memahami masalah masih belum semuanya memahami tentang masalah, berada pada kriteria sedang. 2) subjek dalam kemampuan membuat rencana ada yang sudah membuat dengan baik ada juga yang masih salah dalam merencanakan apa yang harus dilakukan, berada pada kriteria rendah. 3) subjek dalam kemampuan melaksanakan rencana masih ada yang keliru dalam melakukan perhitungan dan ada juga yang sudah benar dalam melakukan perhitungan, berada pada kriteria seang. 4) subjek dalam kemampuan melihat kembali hasil yang diperoleh masih ada yang mengabaikan langkah ini ada juga yang memeriksa kembali hasil yang diperoleh, berada pada kriteria rendah.Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Segiempat
Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Ditinjau Dari Kemandirian Belaja Di Kampung Nelayan Pangandaran Rusdi Attamami; Ai Tusi Fatimah; Yoni Sunaryo
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.8751

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini berangkat dari aktivitas masyarakat Kampung Nelayan Pangandaran yang melibatkan matematika di dalamnya dan munculnya pandemi covid-19 yang menyebabkan penyelenggaraan pembelajaran dilakukan secara tentatif. Oleh karenanya perlu diadakan analisis kemampuan koneksi matematis siswa yang ditinjau dari kemandirian belajar. Dari berbagai literatur, kajian pustaka dan penelitian sebelumnya, diperoleh informasi bahwa kemandirian belajar dapat berpengaruh terhadap penguasaan kemampuan koneksi matematis siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa di Kampung Nelayan Pangandaran ditinjau dari kemandirian belajar. Strategi yang digunakan dalam penelitiana ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek pada penelitian ini terdiri dari tujuh orang siswa kelas IX yang tersebar dalam tiga Rukun Tetangga yang merupakan wilayah Kampung Nelayan Pangandaran. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah agket kemandirian belajar, soal tes kemampuan koneksi matematis dan pedoman wawancara. Soal yang dirancang memanfaatkan permasalahan kontekstual yang terdapat dalam aktivitas keseharian masyarakat. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa 1) seluruh siswa dengan kemandirian belajar kurang dan cukup memiliki kemampuan koneksi konteks dengan konsep matematis; 2) lima siswa dengan kemandirian belajar kurang dan cukup memiliki kemampuan koneksi antar konsep matematis; 3) tiga siswa dengan kemandirian belajar kurang dan cukup memiliki kemampuan koneksi antar prosedur matematis.
Konstruksi Pengetahuan Trigonometri Kelas X Melalui Geogebra dan LKPD Ai Tusi Fatimah; Asep Amam; Adang Effendi
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 1, No 2 (2017): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.696 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v1i2.596

Abstract

Abstrak. Pengetahuan trigonometri di kelas X merupakan aspek yang mendasar bagi peserta didik untuk memahami trigonometri pada jenjang kelas berikutnya. Oleh karena itu, peserta didik harus mengonstruksi pengetahuan trigonometrinya secara mandiri sehingga memiliki kemampuan pemahaman trigonometri yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peserta didik mengonstruksi pengetahuan trigonometri  dengan menggunakan bantuan GeoGebra dan lembar kerja peserta didik (LKPD). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Penerapan dilakukan terhadap peserta didik pada salah satu SMA di Kabupaten Ciamis. Hasil yang diperoleh adalah peserta didik dapat mengonstruksi pengetahuan trigonometri dengan bantuan GeoGebra dan LKPD dengan baik. Konstruksi pengetahuan trigonometri terdiri dari konsep sudut, kuadran, perbandingan trigonometri, fungsi trigonometri dan sudut-sudut berelasi. Kebaruan penelitian ini adalah konstruksi pengetahuan trigonometri dilakukan oleh peserta didik secara mandiri dengan bantuan GeoGebra yang perintahnya dipandu dalam LKPD. Dampak penelitian ini adalah peserta didik mudah memahami konsep trigonometri dengan pendekatan visualisasi grafik fungsi trigonometri. Hal ini didukung dengan fakta terdapat peningkatan kemampuan pemahaman trigonometri peserta didik dengan kategori tinggi.  Kata Kunci. Konstruksi pengetahuan trigonometri, GeoGebra dan LKPD Abstract. The knowledge of trigonometry in class X is a fundamental aspect for learners to understand trigonometry in the next grade. Therefore, the leaners must construct his trigonometric knowledge independently so as to have good trigonometric understanding skills. This study aims to determine how learners construct trigonometric knowledge by using GeoGebra help and student work sheet (LKPD). The method used in this research method was descriptive explorative. Implementation was done to students in one of high school in Kabupaten Ciamis. The results obtained were that learners can construct trigonometric knowledge with the help of GeoGebra and LKPD well. The construction of trigonometric knowledge consists of the concept of angle, quadrant, trigonometric ratio, trigonometric function and related angles. The novelty of this research is the construction of trigonometric knowledge done by learners independently with the help of GeoGebra whose command is guided in LKPD. The impact of this study is that learners can easily understand the concept of trigonometry with visualization approach graph trigonometric function. This is supported by the fact that there is an increase in the ability to test high trigonometric understanding of students with high category. Keywords. Construction of trigonometric knowledge, GeoGebra and LKPD
Pendekatan Kontekstual dengan Scaffolding untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Yoni Sunaryo; Ai Tusi Fatimah
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 3, No 1 (2019): Edisi Maret
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.543 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v3i1.1468

Abstract

Abstrak. Kemampuan berpikir kritis matematik merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa. Kemampuan ini dapat dilatih melalui proses pembelajaran oleh karena itu perlu adanya inovasi pada model pembelajaran agar kemampuan berpikir kritis matematik siswa terlatih maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan penerapan Pendekatan Kontekstual pada Model Pembelajaran Scaffolding terhadap kemampuan berpikir kritis matematik. Selain itu untuk mengetahui ketercapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) siswa di kedua kelas tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan posttest only control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling yakni acak kelas dengan mengambil satu kelas sebagai kelas eksperimen yang menggunakan Pendekatan Kontekstual pada Model Pembelajaran Scaffolding dan satu kelas sebagai kelas kontrol yang menggunakan Pembelajaran Konvensional. Instrumen yang digunakan berupa soal tes kemampuan berpikir kritis matematik. Hasil dari pengolahan data postes menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan Pendekatan Kontekstual pada Model Pembelajaran Scaffolding terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik dan ketercapaian KKM kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol.  Kata Kunci: Pendekatan Kontekstual, Model Pembelajaran Scaffolding, Berpikir Kritis Matematik.
Science, technology, engineering, agriculture, mathematics, and health in agribusiness curriculum Ai Tusi Fatimah; Agus Yuniawan Isyanto; Toto Toto
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 12, No 4: December 2023
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v12i4.25665

Abstract

Vocational high school curriculum can provide various solutions to problems in the business and industrial worlds that require a variety of disciplines. The complex problem-solving in the real world has increased the multidisciplinary boundaries of science, technology, engineering, agriculture, mathematics, and health (STEAM-H). Therefore, this study investigated teachers’ understanding of the coherence and integration of the vocational high school curriculum in the crop agribusiness program in STEAM-H. The sample population consisted of science, mathematics, and productive teachers from a crop agribusiness vocational high school in Ciamis, Indonesia. The results showed that participants’ understanding of curriculum coherence began with the knowledge of the existence of conceptual connections between subjects, essential concepts, explicit or implicit, and concepts outside or within the curriculum. Furthermore, the productive teachers were more aware of implicit subject connections in this study. Teachers often had different points of view on the essential concepts listed in the curriculum. The results also showed that agriculture is a conceptual integrator for science, technology, engineering, mathematics, or health for integrated STEAM-H learning, as well as a contextual integrator for subject-centered education. The teachers argued that the multidisciplinary, interdisciplinary, and transdisciplinary patterns were suitable for implementation with strategies agreed upon across all subjects. Therefore, the understanding of teachers is expected to change integrated learning in crop agribusiness schools to an independent curriculum.
DETERMINING FACTORS OF WORK READINESS OF AGRICULTURAL VOCATIONAL SCHOOL STUDENTS Agus Yuniawan Isyanto; Ai Tusi Fatimah; Sudrajat Sudrajat; Lidya Nur Amalia
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2024: The 2nd ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/iconesth.vi.399

Abstract

The competition in the world of work is currently very tight, job seekers are not only competing with other job seekers but also competing with technology that has now replaced the role of humans in the industrial world. Vocational High School is a level of education that is prepared to produce graduates who are ready to work and prepare skilled workers in accordance with their fields of expertise. In line with that, Agricultural Vocational High Schools ideally produce graduates who are skilled and ready to work in the agricultural sector. The study was conducted with the aim of identifying the determinants of the work readiness of Agricultural Vocational High School students to work in the agricultural sector. The study was conducted at Agricultural Vocational High Schools in Ciamis Regency with a sample size of 132 students. The determinants of the work readiness of Agricultural Vocational High School students to work in the agricultural sector were analyzed using multiple linear regression. The results of the study showed that the variables of work motivation, career guidance, work interest, and spiritual intelligence had a significant effect on the work readiness of Agricultural Vocational High School students to work in the agricultural sector, both partially and simultaneously.
Matematika pada kompetensi teknik dan bisnis sepeda motor Ai Tusi fatimah; Nur Eva Zakiah
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 5 No 1 (2019): Edisi Vol. 5 No. 1 Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v5i1.584

Abstract

This study aims to describe the mathematical needs that support competency in the Technical and Business of Motorcycle. This study involved the participation of teachers of Technical and Motorcycle Business and automotive engineering academics. Participants were vocational teachers and lecturers in the Ciamis and Tasikmalaya areas who were accessed by researchers. Data on mathematical needs in technical and motorcycle business are obtained from views of participants and vocational document searches. Participants identify the mathematical needs of the basic competencies in subjects of expertise competency (C3). The results of the study were obtained: (1) measurement, numbers, geometry, algebra, and statistics is the scope of mathematics that supports the competency in the Technical and Business of Motorcycle with an emphasis on the concept of comparison, area, volume, function, and conversion; (2) mathematical relational understanding is needed to solve problems. These results indicate that mathematics with mathematical understanding is needed in the Technical and Motorcycle Business Competencies.
Mathematics in the Subject of Vegetable Processing Production Ai Tusi fatimah; Sri Solihah
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 6 No 2 (2020): Edisi Vol. 6 No. 2 Nopember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v6i2.1118

Abstract

Mathematics studied in SMK should have relevance with student competencies to support vocational school education goals. This study aims to explore the role of mathematics in the Vegetable Processing Production Subject. This subject is studied by students of the Agricultural Product Processing Agribusiness Competency Vocational School. This research uses a qualitative approach. The role of mathematics in the production of vegetable processing is explored from the perspective of productive teachers and documents. The analysis to explore the role of mathematics and its relevance to mathematics content and mathematics learning. The results show that the role of mathematics is to calculate and measure the various needs for tools, materials, and business planning analysis for the production of vegetable processing. The role of mathematics has relevance to the mathematical content of numbers and measurements. The integration of vegetable product processing production contexts can be done to construct a mathematical concept or present a mathematical task situation as an effort to develop mathematical understanding by student expertise.