Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU MATEMATIKA MELALUI PENULISAN KARYA ILMIAH Ida Nuraida; Ai Tusi Fatimah; Nur Eva Zakiah
Abdimas Galuh Vol 2, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.123 KB) | DOI: 10.25157/ag.v2i1.3328

Abstract

Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan berupa kegiatan workshop dengan judul “Peningkatan Profesionalitas Guru Matematika melalui Penulisan Karya Ilmiah”. Sasaran kegiatan workshop ini adalah guru matematika di Desa Padamulya dan Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis. Hal ini dilatarbelakangi karena guru dituntut melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampunya. Kegiatan workshop dihadiri oleh 30 orang guru dari Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Ciamis. Tujuan dilaksanakan kegiatan workshop ini adalah untuk memberi pemahaman dan memotivasi guru untuk melakukan penulisan karya ilmiah dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini bersifat persuasif-edukatif, yang dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam penulisan karya ilmiah. Adapun metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, demonstrasi, dan simulasi/praktek. Hasil yang diperoleh dari kegiatan workshop ini yaitu guru-guru mampu: (1) mendeskripsikan kondisi ideal dan kondisi nyata berdasarkan hasil observasi; (2) merumuskan masalah berdasarkan hasil observasi; (3) merumuskan proposal dan membuat solusi pemecahan masalah; (4) melaksanakan PTK; dan (5) merumuskan dan mempresentasikan laporan pelaksanaan PTK.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT Vina Nuryani; Adang Effendi; Ai Tusi Fatimah
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i1.6736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP pada pokok bahasan segiempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelititan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 4 siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri daerah Pangandaran. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data meliputi tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi terkait kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan langkah Polya. Data dianalisis berdasarkan indikator dari pemecahan masalah matematis siswa yaitu memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan melihat kembali hasil yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) subjek dalam kemampuan memahami masalah masih belum semuanya memahami tentang masalah, berada pada kriteria sedang. 2) subjek dalam kemampuan membuat rencana ada yang sudah membuat dengan baik ada juga yang masih salah dalam merencanakan apa yang harus dilakukan, berada pada kriteria rendah. 3) subjek dalam kemampuan melaksanakan rencana masih ada yang keliru dalam melakukan perhitungan dan ada juga yang sudah benar dalam melakukan perhitungan, berada pada kriteria seang. 4) subjek dalam kemampuan melihat kembali hasil yang diperoleh masih ada yang mengabaikan langkah ini ada juga yang memeriksa kembali hasil yang diperoleh, berada pada kriteria rendah.Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Segiempat
Konstruksi Pengetahuan Trigonometri Kelas X Melalui Geogebra dan LKPD Ai Tusi Fatimah; Asep Amam; Adang Effendi
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 1, No 2 (2017): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.696 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v1i2.596

Abstract

Abstrak. Pengetahuan trigonometri di kelas X merupakan aspek yang mendasar bagi peserta didik untuk memahami trigonometri pada jenjang kelas berikutnya. Oleh karena itu, peserta didik harus mengonstruksi pengetahuan trigonometrinya secara mandiri sehingga memiliki kemampuan pemahaman trigonometri yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peserta didik mengonstruksi pengetahuan trigonometri  dengan menggunakan bantuan GeoGebra dan lembar kerja peserta didik (LKPD). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Penerapan dilakukan terhadap peserta didik pada salah satu SMA di Kabupaten Ciamis. Hasil yang diperoleh adalah peserta didik dapat mengonstruksi pengetahuan trigonometri dengan bantuan GeoGebra dan LKPD dengan baik. Konstruksi pengetahuan trigonometri terdiri dari konsep sudut, kuadran, perbandingan trigonometri, fungsi trigonometri dan sudut-sudut berelasi. Kebaruan penelitian ini adalah konstruksi pengetahuan trigonometri dilakukan oleh peserta didik secara mandiri dengan bantuan GeoGebra yang perintahnya dipandu dalam LKPD. Dampak penelitian ini adalah peserta didik mudah memahami konsep trigonometri dengan pendekatan visualisasi grafik fungsi trigonometri. Hal ini didukung dengan fakta terdapat peningkatan kemampuan pemahaman trigonometri peserta didik dengan kategori tinggi.  Kata Kunci. Konstruksi pengetahuan trigonometri, GeoGebra dan LKPD Abstract. The knowledge of trigonometry in class X is a fundamental aspect for learners to understand trigonometry in the next grade. Therefore, the leaners must construct his trigonometric knowledge independently so as to have good trigonometric understanding skills. This study aims to determine how learners construct trigonometric knowledge by using GeoGebra help and student work sheet (LKPD). The method used in this research method was descriptive explorative. Implementation was done to students in one of high school in Kabupaten Ciamis. The results obtained were that learners can construct trigonometric knowledge with the help of GeoGebra and LKPD well. The construction of trigonometric knowledge consists of the concept of angle, quadrant, trigonometric ratio, trigonometric function and related angles. The novelty of this research is the construction of trigonometric knowledge done by learners independently with the help of GeoGebra whose command is guided in LKPD. The impact of this study is that learners can easily understand the concept of trigonometry with visualization approach graph trigonometric function. This is supported by the fact that there is an increase in the ability to test high trigonometric understanding of students with high category. Keywords. Construction of trigonometric knowledge, GeoGebra and LKPD
Pendekatan Kontekstual dengan Scaffolding untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Yoni Sunaryo; Ai Tusi Fatimah
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 3, No 1 (2019): Edisi Maret
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.543 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v3i1.1468

Abstract

Abstrak. Kemampuan berpikir kritis matematik merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa. Kemampuan ini dapat dilatih melalui proses pembelajaran oleh karena itu perlu adanya inovasi pada model pembelajaran agar kemampuan berpikir kritis matematik siswa terlatih maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan penerapan Pendekatan Kontekstual pada Model Pembelajaran Scaffolding terhadap kemampuan berpikir kritis matematik. Selain itu untuk mengetahui ketercapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) siswa di kedua kelas tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan posttest only control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling yakni acak kelas dengan mengambil satu kelas sebagai kelas eksperimen yang menggunakan Pendekatan Kontekstual pada Model Pembelajaran Scaffolding dan satu kelas sebagai kelas kontrol yang menggunakan Pembelajaran Konvensional. Instrumen yang digunakan berupa soal tes kemampuan berpikir kritis matematik. Hasil dari pengolahan data postes menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan Pendekatan Kontekstual pada Model Pembelajaran Scaffolding terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik dan ketercapaian KKM kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol.  Kata Kunci: Pendekatan Kontekstual, Model Pembelajaran Scaffolding, Berpikir Kritis Matematik.
Science, technology, engineering, agriculture, mathematics, and health in agribusiness curriculum Ai Tusi Fatimah; Agus Yuniawan Isyanto; Toto Toto
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 12, No 4: December 2023
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v12i4.25665

Abstract

Vocational high school curriculum can provide various solutions to problems in the business and industrial worlds that require a variety of disciplines. The complex problem-solving in the real world has increased the multidisciplinary boundaries of science, technology, engineering, agriculture, mathematics, and health (STEAM-H). Therefore, this study investigated teachers’ understanding of the coherence and integration of the vocational high school curriculum in the crop agribusiness program in STEAM-H. The sample population consisted of science, mathematics, and productive teachers from a crop agribusiness vocational high school in Ciamis, Indonesia. The results showed that participants’ understanding of curriculum coherence began with the knowledge of the existence of conceptual connections between subjects, essential concepts, explicit or implicit, and concepts outside or within the curriculum. Furthermore, the productive teachers were more aware of implicit subject connections in this study. Teachers often had different points of view on the essential concepts listed in the curriculum. The results also showed that agriculture is a conceptual integrator for science, technology, engineering, mathematics, or health for integrated STEAM-H learning, as well as a contextual integrator for subject-centered education. The teachers argued that the multidisciplinary, interdisciplinary, and transdisciplinary patterns were suitable for implementation with strategies agreed upon across all subjects. Therefore, the understanding of teachers is expected to change integrated learning in crop agribusiness schools to an independent curriculum.
DETERMINING FACTORS OF WORK READINESS OF AGRICULTURAL VOCATIONAL SCHOOL STUDENTS Agus Yuniawan Isyanto; Ai Tusi Fatimah; Sudrajat Sudrajat; Lidya Nur Amalia
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2024: The 2nd ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/iconesth.vi.399

Abstract

The competition in the world of work is currently very tight, job seekers are not only competing with other job seekers but also competing with technology that has now replaced the role of humans in the industrial world. Vocational High School is a level of education that is prepared to produce graduates who are ready to work and prepare skilled workers in accordance with their fields of expertise. In line with that, Agricultural Vocational High Schools ideally produce graduates who are skilled and ready to work in the agricultural sector. The study was conducted with the aim of identifying the determinants of the work readiness of Agricultural Vocational High School students to work in the agricultural sector. The study was conducted at Agricultural Vocational High Schools in Ciamis Regency with a sample size of 132 students. The determinants of the work readiness of Agricultural Vocational High School students to work in the agricultural sector were analyzed using multiple linear regression. The results of the study showed that the variables of work motivation, career guidance, work interest, and spiritual intelligence had a significant effect on the work readiness of Agricultural Vocational High School students to work in the agricultural sector, both partially and simultaneously.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN BANGUN RUANG DIMENSI TIGA UNTUK PESERTA DIDIK SMK DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PEMBUATAN BANANA CAKE Juliyani, Wanda Afifah; Fatimah, Ai Tusi; Erlin, Euis
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i1.15830

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi perencanaan pembelajaran berbasis proyek pembuatan Banana Cake bagi peserta didik SMK Agribisnis konsentrasi keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) pada topik bangun ruang dimensi tiga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang terkumpul diperoleh dari analisis dokumen pembelajaran diantaranya: CP Matematika Tingkat Lanjut Fase F dan CP Mata Pelajaran APHP Fase F, PERMENDIKBUDRISTEK  RI NO 16 TAHUN 2022, Kurikulum 2013, dan Kurikulum Merdeka kemudian wawancara terhadap  guru matematika dan guru produktif pada salahsatu SMK Agribisnis di kabupaten Ciamis. Analisis data mengacu pada Algozzine dan Hancock dirumuskan dalam 7 tahapan diataranya Identify research question, Determine analytic categories, Read data and establish grounded categories, Determine criteria of selecting for sorting data, Sorting the data into various categories, Review textual materials as sorted into various categories, Consiers the patterns of relevant literature of theory; your finding; the extant literature on subject. Hasil dari penelitian ini merupakan deskripsi hasil rancangan kegiatan pembelajaran berbasis proyek pembuatan Banana Cake bagi pesert didik SMK Agribisnis konsentrasi keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) pada topik bangun ruang dimensi tiga.
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA Purwanto, Andre; Amam, Asep; Fatimah, Ai Tusi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i1.15841

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah kemampuan penalaran matematis siswa SMP masih rendah. Berdasarkan hasil tes kemampuan penalaran matematis yang dilakukan peneliti di sekolah yang akan diteliti menunjukan bahwa kemampuan penalaran matematis masih rendah. Tidak sedikit siswa melakukan kesalahan dalam menjawab soal penalaran matematis, seperti: kurangnya penguasaan konsep atau materi prasyarat, masih kurang tepat untuk merencanakan atau memberikan solusi karena siswa tidak memahami permasalahan yang disajikan, siswa tidak dapat menyelesaikan masalah dengan benar karena kesalahan dalam menafsirkan pertanyaan, ketika melakukan perhitungan siswa kurang teliti dalam melakukan proses yang mereka gunakan untuk menyelesaikan masalah, yang masih belum sepenuhnya benar. Hal ini diakibatkan oleh kurangnya kemampuan memahami permasalahan dan kemudian merencanakan atau mengusulkan solusi yang diterapkan. Dari berbagai literatur, kajian pustaka dan penelitian yang dilakukan sebelumnya, diprediksi bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual melalui model problem based learning dapat membantu siswa dalam memperbaiki kemampuan penalaran matematis yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa antara yang menggunakan pendekatan kontekstual melalui model problem based learning dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain penelitian nonequivalent pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Banjar. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VIII-F sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-H sebagai kelas kontrol dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa soal tes kemampuan penalaran matematis. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa antara yang menggunakan pendekatan kontekstual melalui model problem based learning dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional. Penerapan pendekatan kontekstual melalui model problem based learning memunculkan inovasi baru untuk memecahkan masalah dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Penerapan pendekatan kontekstual melalui model problem based learning menumbuhkan rasa percaya diri siswa agar ikut terlibat menyampaikan pendapatnya.
Matematika pada kompetensi teknik dan bisnis sepeda motor Ai Tusi fatimah; Nur Eva Zakiah
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 5 No 1 (2019): Edisi Vol. 5 No. 1 Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v5i1.584

Abstract

This study aims to describe the mathematical needs that support competency in the Technical and Business of Motorcycle. This study involved the participation of teachers of Technical and Motorcycle Business and automotive engineering academics. Participants were vocational teachers and lecturers in the Ciamis and Tasikmalaya areas who were accessed by researchers. Data on mathematical needs in technical and motorcycle business are obtained from views of participants and vocational document searches. Participants identify the mathematical needs of the basic competencies in subjects of expertise competency (C3). The results of the study were obtained: (1) measurement, numbers, geometry, algebra, and statistics is the scope of mathematics that supports the competency in the Technical and Business of Motorcycle with an emphasis on the concept of comparison, area, volume, function, and conversion; (2) mathematical relational understanding is needed to solve problems. These results indicate that mathematics with mathematical understanding is needed in the Technical and Motorcycle Business Competencies.
Mathematics in the Subject of Vegetable Processing Production Ai Tusi fatimah; Sri Solihah
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 6 No 2 (2020): Edisi Vol. 6 No. 2 Nopember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v6i2.1118

Abstract

Mathematics studied in SMK should have relevance with student competencies to support vocational school education goals. This study aims to explore the role of mathematics in the Vegetable Processing Production Subject. This subject is studied by students of the Agricultural Product Processing Agribusiness Competency Vocational School. This research uses a qualitative approach. The role of mathematics in the production of vegetable processing is explored from the perspective of productive teachers and documents. The analysis to explore the role of mathematics and its relevance to mathematics content and mathematics learning. The results show that the role of mathematics is to calculate and measure the various needs for tools, materials, and business planning analysis for the production of vegetable processing. The role of mathematics has relevance to the mathematical content of numbers and measurements. The integration of vegetable product processing production contexts can be done to construct a mathematical concept or present a mathematical task situation as an effort to develop mathematical understanding by student expertise.