Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Antara Faktor Sosial Ekonomi Keluarga dengan Status Gizi pada Anak Usia 0-23 Bulan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Daramu, Gorby Santinus Janis; Kawengian, Shirley Everdina Susanna; Mayulu, Nelly
JKK (Jurnal Kedokteran Klinik) Vol 4, No 1 (2020): JURNAL KEDOKTERAN KLINIK
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUnited Nations (badan dunia PBB) setiap tahun menyatakan bahwa sekitar 10 juta anak menderita malnutrisi akut (wasting), yang membutuhkan pemulihan termasuk penanganan gizi, penyakit infeksi, pelayanan sanitasi, dan akses terhadap air bersih, makanan yang penting bagi pertumbuhan anak yang sehat serta pemberian suplemen makanan bagi dua juta ibu hamil untuk meningkatkan nutrisinya. Namun pada satu dekade kemudian sejumlah penduduk dengan kelaparan di seluruh dunia masih tetap meningkat hingga saat ini. Sehingga 149 juta anak menderita stunting oleh akibat dari pertumbuhan dan perkembangan tinggi badan akibat malnutrisi yang lebih dikenal sebagai bentuk stunting, wasting dan overweight. Penelitian ini bertujuan untuk antara Faktor Sosial Ekonomi Keluarga dengan Status Gizi pada Anaka Usia 0-23 Bulan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional di 13 wilayah puskesmas di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Hasil penelitian terhadap 192 sampel didapatkan berdasarkan Indeks BB/U ada hubungan antara Pendapatan Keluarga dengan Status Gizi dan ada hubungan antara Pekerjaaan Ibu dengan Status Gizi. Berdasarkan Indeks ada hubungan antara Pendidikan Ibu dengan Status Gizi. Penelitian ini menyimpulkan ada hubungan antara Faktor Sosial Ekonomi Keluarga dengan Status Gizi pada Anak usia 0-23 Bulan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Kata Kunci : Faktor Sosial Ekonomi, Status GiziABSTRACThe United Nations states every year that around 10 million children suffer from acute malnutrition (wasting), which requires recovery including handling nutrition, infectious diseases, sanitation services, and access to clean water, food that is important for children's growth healthy and providing food supplements for two million pregnant women to improve nutrition. But a decade later, the number of people with hunger throughout the world is still increasing today. So that 149 million children suffer from stunting due to the growth and development of height due to malnutrition which is better known as a form of stunting, wasting and overweight. This study aims to determine the socioeconomic factors of families with nutritional status in children aged 0-23 months in Siau Tagulandang Biaro Regency. This study is an analytic study with a cross-sectional approach in 13 puskesmas areas in the Siau Tagulandang Biaro Regency. The results of a study of 192 samples obtained based on BB / U Index there is a relationship between Family Income and Nutrition Status and there is a relationship between Maternal Employment and Nutrition Status. Based on the Index there is a relationship between Mother's Education and Nutrition Status. Conclusion: This study concludes that there is a relationship between Family Socio-Economic Factors and Nutritional Status in Children aged 0-23 Months in Siau Islands Regency, Tagulandang Biaro Keyword : Socio-Economic Factors, Nutritional Status
Hubungan antara ketepatan waktu pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi balita di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Tampi, Elshadai; Kawengian, Shirley Everdina Susanna; Bolang, Alexander Sam Leonard
Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Inadequate nutritional status in toddlers is one of the serious challenges in the effort to achieve sustainable development goals in many countries, including Indonesia. Data from Riskesdas revealed the prevalence of toddlers aged 0-59 months based on the BB/U index in 2018 in North Sulawesi Province, there were 4.21% cases of malnutrition and 11.23% cases of undernutrition. In addition, based on the TB/U index, 9.77% of toddlers experience significant growth delays and 15.69% have short height. Based on the BB/TB index, 2.86% of toddlers are categorized as very thin and 6.67% are underweight. Aim: To determine the relationship between complementary feeding (MP-ASI) and the nutritional status of toddlers in East Bolaaang Mongondow District. Methods: This study is an analytical survey research using secondary data from the 2021 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) data. Results: Analysis using chi-square statistical test based on BB/U value p=0.758, TB/U value p=1.00, and BB/TB value p=1.00. Conclusion: There is no relationship between MP-ASI and nutritional status based on BB/U, TB/U, and BB/TB. Keywords: complementary feeding, nutritional status, toddler.
Hubungan Antara Literasi Gizi Dengan Persepsi Siswa Terhadap Program Makan Bergizi Gratis pada Kelas XII SMA Negeri 9 Manado Fauzi, Dasilfa Adhara; Bolang, Alexander Sam Leonard; Kawengian, Shirley Everdina Susanna
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.7792

Abstract

Latar Belakang: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan status gizi dan mendukung proses belajar siswa melalui penyediaan makanan sehat di sekolah. Pemahaman siswa mengenai gizi serta persepsi mereka terhadap program sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi gizi dengan persepsi siswa terhadap Program Makan Bergizi Gratis pada siswa kelas XII SMA Negeri 9 Manado. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 267 siswa yang dipilih menggunakan metode non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data literasi gizi dan persepsi siswa dikumpulkan menggunakan kuesioner berisi 20 item skala Likert. Uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar siswa memiliki literasi gizi baik (70,4%) dan persepsi positif terhadap program MBG (65,9%). Hasil uji Spearman menunjukkan adanya hubungan kuat dan signifikan antara literasi gizi dengan persepsi siswa (r = 0,669; p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi literasi gizi siswa, semakin positif persepsi mereka terhadap Program MBG. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara literasi gizi dan persepsi siswa terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Peningkatan edukasi gizi di sekolah dapat menjadi strategi penting untuk meningkatkan penerimaan dan efektivitas program.