Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efforts to prevent conflict and violence in educational institutions Candramukti, Febrihada Gahas
Journal Intellectual Sufism Research (JISR) Vol 2 No 1 (2019): Journal Intellectual Sufism Research (JISR)
Publisher : http://jagadalimussirry.com/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.358 KB) | DOI: 10.52032/jisr.v2i1.50

Abstract

Every educational institution would want a conducive and peaceful atmosphere in theschool environment within the scope of teaching and learning. This does not only apply to certainlevels, but almost at various levels of elementary, junior high school, high school and the like. But inthe school environment there is still intense conflict and violence, there are several types of conflictand violence in the educational environment which are examined using qualitative descriptive typeswith the theory of conflict and violence approach, including: Types without conflict, open conflict,surface conflict and conflict. The components of violence are structural violence and culturalviolence. Preventive action that should be done is first to socialize the type of punishment for theperpetrators of violence, secondly to design or implement a polite school system.
Peranan Agama Dalam Menyikapi Konflik Komunal pada Pilpres 2019 Febrihada Gahas Candramukti
ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v2i2.3406

Abstract

Pelaksanaan Kontestasi pemilihan presiden tahun 2019 diadakan secara serentak memiliki dua perbedaan mendasar dengan pemilu 2009 dan 2014. Pertama, Pemilihan pilpres serentak tersebut mengeluarkan anggran pendapatan belanja Negara lebih banyak yakni 25,59. Ke dua, masing-masing pasangan capres pernah berkontestasi sebelumnya dan menggandeng pasangan cawapres yang sama-sama menggunakan agama sebagai jargon dan kampanye. Namun meningkatnya jumlah anggaran dalam kontestasi pemilihan capres dan cawapres 2019 tidak menjamin terbebas dari konflik. Konflik komunal antara ke dua pasangan dan pendukungnya menyebabkan kekerasan fisik dan korban kematian. Peran agama dalam menyikapi konflik tersebut yakni sebagai pemersatu dan pembawa perdamaian dengan mengedapankan dua cara yakni, pertama pola interaksi positif berlandaskan Akhlakul karimah, kedua adanya rasa saling mengalah, melepaskan sifat agresivitas dari masing-masing kandidat, artinya menerima hasil pemilihan yang diselenggarakan secara demokratis. Kedua cara ini dilakukan secara integral dengan niat baik dan tulus dari pihak-pihak terlibat konflik.
Peran Modal Sosial pada Pengrajin Perahu Pulau Sewangi Kabupaten Barito Kuala Dimas Asto Aji An’Amta; Febrihada, Febrihada Gahas Candramukti; Yusuf Hidayat; Azmi Riyadi
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v5i1.7781

Abstract

Masyarakat sungai yang dicerminkan oleh suku Banjar menjadi citra yang melekat dikarenakan kondisi alamnya yang sangat dekat dengan sungai. Maka prasarana yang diperlukan adalah perahu sebagai transportasi penunjang aktivitas kesehariannya. Namun belakangan ini masyarakat mulai banyak beralih ke transportasi darat dan berimbas terhadap penjualan perahu. Berangkat dari sini penulis mengambil fokus tentang modal sosial produsen perahu dalam mempertahankan keberadaan mereka sebagai produsen perahu terutama di Kota Banjarmasin. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan modal sosial R. Putnam dan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data selama penelitian menggunakan wawancara mendalam dan pertanyaan terbuka dengan informan kunci, observasi lapangan dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analsis data berupa reduksi data, trianggulasi waktu dan sumber. Kemudian melakukan penyajian data dan terakhir kesimpulan dari hasil penelitian ini. Dari hasil penelitian ini bahwa pengrajin perahu masih dapat produksi ditengah gempuran moda transportasi darat dikarenakan adanya modal sosial. Pertama, adanya kepercayaan yang saat ini masih terjaga baik antara pemilik dengan pekerja maupun pemilik dengan pemilik produksi. Kedua, adanya nilai/norma yang masih terjaga diantara pengrajin seperti bentuk gotong royong yang masih ada dengan istiliah lokal “mengulur”. Ketiga, jaringan sosial yang masih kuat antara pengrajin dengan pihak luar yang selama ini menjadi pemasok baik dari bahan baku maupun dengan konsumen yang menjadi pelanggan. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah Daerah Barito Kuala agar lebih memperhatikan dan memfasilitasi berbagai keperluan para pengrajin perahu.