Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Algoritma C4.5 Untuk Pengelolaan Sistem Manajeman Penyewaan Alat Outdor Berbasis Web Dengan Framework Laravel: (Studi Kasus : Kampung Komedi Adventure Depok) Amin, Faisal; Zakaria, Hadi
Buletin Ilmiah Ilmu Komputer dan Multimedia Vol 1 No 3 (2023): Buletin Ilmiah Ilmu Komputer dan Multimedia (BIIKMA)
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Komedi Adventure Depok merupakan salah satu tempat penyewaan alat outdoor yang berkiprah sejak tahun 2019. Kampung komedi Advanture Depok memiliki berbagai macam jenis alat outdoor seperti tenda, sepatu, jaket, kompor, nesting dan perlengkapan outdoor lainya. Dalam operasionalnya, manajeman penyewaan alat outdoor Kampung Komedi Advanture Depok masih menggunakan sistem pencatatan dengan cara menuliskan di buku besar agar data alat outdoor yang tersedia dapat terdata dengan baik. Namun sistem ini masih banyak kelemahannya, sehingga sering terjadi kesalahan dalam pendataan penyewaan alat, hal tersebut membuat transaksi penyewaan menjadi terhambat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut penulis melakukan penelitian untuk merancang dan membangun aplikasi pengelolaan sistem manajeman penyewaan alat outdoor berbasis web dengan menggunakan algoritma c4.5. Dalam penelitian ini penulis menggunakan framework laravel, serta database MySQL sebagai penyimpanan data untuk laporan transaksi penyewaan, hingga data pelanggan. Dan penulis menggunakan metode RAD dalam membuat alur perancangannya karena metode ini berfokus pada pengembangan aplikasi secara cepat. Diharapkan pembuatan aplikasi pengelolaan sistem manajemen penyewaan alat outdoor berbasis web ini dapat mempermudah dalam proses manajemen penyewaan alat sehingga transaksi penyewaan menjadi lebih cepat, serta pemrosesan data tersimpan secara terpusat dan terintegrasi ke dalam database dan memudahkan pemilik dalam mendata penyewaan alat yang ada.
The Role of Visual Storytelling in Enhancing Disaster Risk Knowledge: Developing Digital Comics for Landslide Mitigation Education Amin, Faisal; Bahri, Muhammad Saiful
Future Space: Studies in Geo-Education Vol. 1 No. 4 (2024): Future Space: Studies in Geo-Education
Publisher : CV Bumi Spasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69877/fssge.v1i4.39

Abstract

Learning media serve as a tool to convey information in the learning process. Various forms of learning media have been proven to affect the interest and motivation of students to support the learning process. Digital comics, as a form of learning media, have the potential to enhance students' understanding and engagement by presenting information through storylines and visually appealing illustrations. This research aims to produce digital comic learning media on landslide disaster mitigation material entitled “Landslide Alert” for XI social studies class students in high school. The developed digital comic will cover topics such as understanding landslides, causal factors, impacts, types of landslides, and disaster mitigation efforts, providing a comprehensive overview for students. This research applied the ADDIE development model, focusing on the initial phases of Analysis, Design, and Development phase to create the foundational elements of the learning media. This research was tested on students in class XI 10 of State Senior High School 1 Kencong. The validation test of media experts obtained results of 97.06% and material experts of 75% by obtaining an overall average percentage of 86.72% including in the very feasible category. The trial on students obtained a percentage of 85.36%. Based on the development research, digital comic learning media for landslide disaster mitigation material with the title "Landslide Alert" is considered appropriate and feasible to use.
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI SEKOLAH DI DESA HULU SAMPANAHAN Riadi, Selamat; Nasruddin, Nasruddin; Mattiro, Syahlan; Amin, Faisal; Riduan, M.
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.65693

Abstract

Remote Indigenous Communities (KAT) in Hulu Sampanahan Village face serious barriers in accessing formal education due to geographic isolation, economic limitations, poor infrastructure, and strong local cultural values. This community service program aimed to increase educational awareness while identifying factors that hinder school participation among KAT in Hulu Sampanahan. The program was carried out through participatory educational outreach and socialization using a Participatory Action Research (PAR) approach, involving village officials, community leaders, and residents. The findings revealed that low school participation is mainly caused by the long distance to secondary schools (33–44 km), severely damaged road conditions, the absence of middle and high schools within the village, and low parental awareness (only about 30% encourage their children to continue to junior high school, and less than 10% aspire for higher education). In addition, more than 70% of children are involved in household and subsistence work. Through the educational sessions attended by 35 households, with 63% actively participating in discussions, the community gained new awareness regarding educational rights, the importance of secondary and higher education, as well as scholarship opportunities accessible to their children. As an impact, the program successfully built initial community awareness of the strategic value of education, while also identifying priority needs such as the establishment of satellite schools, the provision of school transportation, and sustained multi-stakeholder support. Thus, participatory and context-based educational empowerment has proven to be an effective initial step in fostering social transformation in remote Indigenous communities.Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Hulu Sampanahan menghadapi hambatan serius dalam mengakses pendidikan formal akibat keterpencilan geografis, keterbatasan ekonomi, buruknya infrastruktur, dan nilai-nilai budaya lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pendidikan sekaligus mengidentifikasi faktor penghambat partisipasi sekolah pada Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Hulu Sampanahan. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi dan sosialisasi berbasis partisipatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi sekolah disebabkan oleh jarak ke sekolah menengah yang sangat jauh (33–44 km), kondisi jalan rusak berat, ketiadaan layanan pendidikan menengah di desa, rendahnya kesadaran orang tua (hanya sekitar 30% mendorong anak hingga SMP, dan kurang dari 10% hingga perguruan tinggi), serta keterlibatan lebih dari 70% anak dalam pekerjaan rumah tangga dan aktivitas ekonomi keluarga. Melalui kegiatan edukasi yang diikuti oleh 35 kepala keluarga dengan tingkat partisipasi aktif 63%, masyarakat memperoleh pemahaman baru mengenai hak pendidikan, pentingnya pendidikan menengah dan tinggi, serta peluang beasiswa yang dapat diakses anak-anak mereka. Dampaknya, kegiatan ini berhasil membangun kesadaran awal masyarakat terhadap nilai strategis pendidikan, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan prioritas berupa sekolah filial, transportasi pendidikan, dan dukungan multi-stakeholder yang berkelanjutan. Dengan demikian, pemberdayaan pendidikan berbasis partisipasi terbukti menjadi langkah awal yang efektif dalam mendorong transformasi sosial di komunitas adat terpencil.