Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PERAN MAHASISWA SEKOLAH TINGGI TEOLOGI ARASTAMAR BENGKULU DALAM MEMUTUS RANTAI PENYEBARAN PANDEMIK CORONA VIRUSES DISEASE 19 Made Nopen Supriadi; Gusman Novir Giawa; Iman Kristina Halawa
Jurnal PKM Setiadharma Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal PkM Setiadharma
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.407 KB) | DOI: 10.47457/jps.v2i1.112

Abstract

The Covid-19 pandemic has an impact on many aspects of human life, this is experienced by theological schools in Indonesia, many high schools in Indonesia have difficulty adapting specifically to carry out teaching and learning activities during the Covid-19 pandemic. Theological colleges in Indonesia have also experienced the impact of becoming clusters or becoming the center of the spread of Covid-19. Bengkulu Arastamar Theological College (STTAB) is one of the theological colleges that has experienced the impact of the Covid-19 pandemic. STTAB has participated in preventing the spread of Covid-19 by involving students to play an active role in implementing health protocols. The role of STTAB students in breaking the chain of the spread of Covid-19 by implementing health protocols. This paper applies a descriptive research method to explain the background and role of the theological school. The results of this study are to contribute to other theological colleges in Indonesia to stop the spread of Covid-19 through the role of STTAB students.
Analisis Fenomenologis Terhadap Pembatasan Pembacaan Kitab Kidung Agung Dalam Konteks Ibadah Kristen Di Sekolah Tinggi Teolog Arastamar Bengkulu Iman Kristina Halawa; Made Nopen Supriadi; Minggus Dilla; Waharman Waharman; Estherlina Maria Ayawaila
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 2 No 1 (2022): DPJTMG: Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.922 KB) | DOI: 10.54170/dp.v2i1.83

Abstract

The Song of Solomon is one of the books of Poetry. This book has been accepted into canonization as an inspired writing by God. This book gets a lot of attacks and criticisms as a book that does not deserve to be called the word of God because many sentences have erotic nuances, the phenomenological implications of this book rarely get a portion in readings in Christian Worship, even the majority of Christians suggest not to use the Song of Solomon as a reference. Reading in a general context and only read in a special class and the phenomenon occurs in the context of College Theology Students. In addition, the Song of Solomon also raises debates regarding the approach to reading the book. Through qualitative methods, specifically descriptive and phenomenological analysis. The results of this study indicate that the Song of Solomon needs to get a place in Christian worship readings, but before entering the general reading of the Song of Solomon it is necessary to study it specifically to avoid misunderstanding the theological meaning in every word and sentence that has an erotic feel. Kitab Kidung Agung adalah salah satu kitab Puisi. Kitab ini telah diterima dalam kanonisasi sebagai tulisan yang diilhamkan oleh Allah. Kitab ini banyak mendapatkan serangan dan kritikan sebagai kitab yang tidak pantas disebut sebagai firman Allah karena ada banyak kalimat yang bernuansa erotis, implikasi secara fenomenologis kitab ini jarang mendapatkan porsi dalam pembacaan di Ibadah Kristen, bahkan mayoritas umat Kristen menyarankan untuk tidak menggunakan kitab Kidung Agung sebagai pembacaan dalam konteks umum dan hanya dibaca dalam kelas khusus dan fenomena tersebut terjadi dalam konteks Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi. Selain itu kitab Kidung Agung juga menimbulkan perdebatan dalam hal pendekatan pembacaan kitab. Melalui metode kualitatif secara khusus melakukan analisis deskriptif dan fenomenologis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kitab Kidung Agung perlu mendapatkan tempat dalam pembacaan di ibadah Kristen, namun sebelum memasuki pembacaan umum kitab Kidung Agung perlu dipelajari secara khusus untuk menghindari kesalahpahaman makna teologis dalam setiap kata dan kalimat yang bernuansa erotik.
Reformulasi Teologi Penginjilan Bagi Penyandang Disabilitas Fisik Made Nopen Supriadi
Jurnal Apokalupsis Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Apokalupsis
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.632 KB) | DOI: 10.52849/apokalupsis.v12i2.22

Abstract

Misi menjadi fokus penting bagi pengikut Yesus Kristus. Perintah tersebut menekankan orang percaya untuk melakukan tindakan misi penginjilan kepada orang-orang yang belum mendengar Injil. Namun problematika muncul dalam memahami misi dalam konteks orang percaya yang mengalami disabilitas, yang mana mereka tidak dapat melakukan perintah Amanat Agung untuk pergi memberitakan Injil karena kecacatan. Melalui metode studi pustaka penelitian ini mendeskripsikan reformulasi teologi misi dalam konteks disabilitas. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa orang percaya yang menyandang disabilitas tetap dapat melakukan misi pemberitaan Injili sama dengan orang percaya lainnya, namun dengan pola dan prinsip yang berbeda namun satu tujuan yaitu Yesus Kristus disaksikan dan diberitakan.
EVALUASI PENGARUH TEOLOGI KEMAKMURAN DALAM MEMAHAMI DOKTRIN PEMELIHARAAN ALLAH BERDASARKAN SEJARAH UMAT ISRAEL Made Nopen Supriadi; Iman Kristina Halawa; Waharman Waharman
TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Vol 2, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.783 KB)

Abstract

Doktrin pemeliharaan Allah adalah bagian penting dalam pemahaman iman Kristen. Melalui doktrin pemeliharaan Allah manusia mendapatkan sebuah konsep kepastian kehidupan dalam menghadapi penderitaan di dunia. Namun pemahaman tentang doktrin pemeliharaan Allah telah mengalami distorsi oleh teologi kemakmuran. Pengaruh tersebut memberikan sebuah konsep yang mengabaikan realitas penderitaan dalam pemeliharaan Allah. Melalui analisis teologis terhadap sejarah umat Israel telah dihasilkan sebuah konsep tentang realitas pemeliharaan Allah yang penting dalam memahami adanya fakta penderitaan dalam kehidupan manusia sekalipun Allah memelihara.
Reformulasi Teologi Penginjilan Bagi Penyandang Disabilitas Fisik Made Nopen Supriadi
Jurnal Apokalupsis Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Apokalupsis
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Internasional Harvest Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52849/apokalupsis.v12i2.22

Abstract

Evangelism is an important focus for followers of Jesus Christ. The commandment emphasizes believers to carry out acts of evangelistic missions to people who have not heard the gospel. However, problems arise in understanding mission in the context of believers with disabilities, who are unable to carry out the Great Commission's command to go preach the gospel because of their disability. Through the literature study method, this research describes the reformulation of evangelistic theology for believers who do not have physical disabilities to believers in the context of people with physical disabilities. The results of this study explain that believers with disabilities can still carry out the mission of preaching, evangelism the same as other believers, but with different patterns and principles but with one goal, namely Jesus Christ being witnessed and preached.
Filsafat Sebagai Ancilla Theologiae dan Implementasinya Pada Masa Kini Made Nopen Supriadi
Sesawi Vol 1, No 1 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v1i1.4

Abstract

Philosophical thinking exists in every human being. But is it true that every philosophical thought is true? Many believers today still have anti-philosophical characteristics. Even though historical facts show that each era has its own philosophical challenges. The historical part of Christianity has shown that there is a good integration between theology and philosophy, so philosophy is said to be ancilla theologiae. Therefore the article was written to try to help believers in theological understanding of philosophical principles as ancilla theologiae and to provide forms of implementation of these principles for believers today. Abstraksi Berpikir secara filosofis ada dalam setiap manusia. Namun benarkah setiap pemikiran filosofis adalah benar?. Banyak orang percaya pada masa kini masih memiliki sifat anti-filsafat. Padahal fakta sejarah menunjukkan setiap zaman memiliki tantangan filsafat masing-masing. Bagian sejarah keKristenan telah memperlihatkan adanya integrasi yang baik antara filsafat dan teologi, sehinga filsafat dikatakan sebagai ancilla theologiae. Oleh karena itu artikel ditulis untuk mencoba menolong orang percaya dalam memahami secara teologis prinsip filsafat sebagai ancilla theologiae dan memberikan bentuk implementasi prinsip tersebut dalam kehidupan orang percaya pada masa kini. Agar orang percaya dapat mengerti bagaimana menjawab pemikiran zaman pada masa kini.
PERDAMAIAN DALAM KONTEKS PLURALITAS INDONESIA: SEBUAH ANALISIS ETIS-TEOLOGIS Made Nopen Supriadi; Malik Malik
Sesawi Vol 3, No 2 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v3i2.78

Abstract

Pluralism is the color of Indonesia. Pluralism has the potential to cause conflict if it is seen as a threat, but plurality becomes a wealth if it accepts differences. The history of Indonesia shows that the presence of differences does not cause significant friction, in fact friction begins to occur when there is an action in pluralism trying to generalize all situations to be the same. The majority group wants to generalize their views and apply their views, so the attempt to harmonize culture creates conflict. This research applies the literature study method in the form of descriptive analysis. The results of this study show the situation of life in Plural Indonesia and solutions to build peace in the context of the plurality of life in Indonesia.
KAJIAN TEOLOGIS MAKNA INKARNASI KRISTUS DAN IMPLEMENTASINYA BAGI SPIRITUALITAS KRISTEN PADA KONTEKS PANDEMIK CORONA VIRUSES DISEASE 2019 Made Nopen Supriadi; Iman Kristina Halawa
Sesawi Vol 2, No 1 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v2i1.16

Abstract

Tulisan ini berjudul kajian teologis makna inkarnasi Kristus dan implementasinya bagi spiritualitas Kristen pada konteks pandemik corona viruses disesase 2019. Latar belakang penulisan adalah pengamatan penulis terhadap beberapa fenomena dalam kehidupan praktis umat Kristen pada masa pandemik covid-19 yang mengalami degradasi, baik dalam hal kerelaan, pengorbanan, kerendahatian, kasih dan iman. Persoalan tersebut penulis yakini akibat masalah spiritualitas umat Kristen masa kini. Penulis mengamati fakta inkarnasi Kristus memberikan prinsip-prinsip spiritualitas yang dapat menjawab persoalan tersebut. Oleh karena itu melalui metode analisa deskriptif penulis akan melakukan kajian teologis makna inkarnasi Kristus dan hasil kajian tersebut akan menjadi dasar implementasi bagi spiritualitas Kristen masa kini. Harapan penulis melalui tulisan ini dapat menolong menambah wawasan dalam kehidupan spiritualitas Kristen masa kini.
Implikasi The Five Point Of Calvinism (Tulip) Dalam Penginjilan Dan Implementasinya Bagi Cosmic Mission Made Nopen Supriadi
Sesawi Vol 1, No 2 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v1i2.9

Abstract

Keselamatan adalah bagian yang penting dalam iman Kristen. Dalam Akronim TULIP menunjukkan prinsip bahwa keselamatan itu pasti. Allah yang berdaulat menyelamatkan manusia. John Calvin memiliki konsep soteriologis yang memfokuskan pada kedaulatan Allah. Pemikiran soteriologis Calvin ini tertuang dalam rumusan akronim TULIP mengenai keselamatan. Pada masa kini muncul persoalan mengenai lingkungan hidup, banyaknya degradasi lingkungan hidup memunculkan disharmonisasi relasional. Kondisi demikian membutuhkan respon dari orang yang telah diselamatkan, sehingga konsep Missiologi Kosmik menjadi hal yang penting untuk dikemukakan. Lalu adakah implikasi rumusan doktrinal dari akronim TULIP yang dapat diimplementasikan untuk mewujudkan sebuah motivasi untuk doing cosmic mission?. Melalui artikel ini akan melakukan tinjauan untuk melihat implikasi dari the five point of Calvinism dan implementasinya bagi missiologi kosmik.
RELEVANSI MISI KRISTUS BAGI SPIRITUALITAS KRISTEN Made Nopen Supriadi; Minggus Dilla; Lewi Nataniel Bora
Sesawi Vol 2, No 2 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v2i2.25

Abstract

Spiritualitas merupakan bagian penting dalam kehidupan umat Kristen. Spiritualitas Kristen dibangun berdasarkan kehidupan dan teladan dari Yesus Kristus. Problematika yang terjadi dalam kehidupan umat Kristen saat ini adalah spiritualitas yang cenderung bersifat subyektif dan tidak memiliki korelasi dengan sesama manusia, bahkan ada spiritualitas yang hanya meninggikan hal-hal spiritual dan mengabaikan disiplin ilmu yang penting dalam kehidupan ini dan spiritualitas yang justru menyebabkan terjadinya tindakan asketis yang menyakitkan diri sendiri. Melalui metode analisis deskriptif penulis akan melakukan kajian terhadap problematika kehidupan spiritualitas. Penulis meneliti bahwa kehidupan pelayanan Yesus dalam misinya memiliki tiga aspek penting yaitu penginjilan, pengajaran dan penyembuhan. Dengan demikian penulis akan memberikan jawaban terhadap problematika di atas berdasarkan kehidupan misi pelayanan Yesus Kristus. Penelitian ini memiliki kebaharuan secara khusus memberikan konsep kehidupan spiritualitas yang berkorelasi dengan realitas sosial, ilmu pengetahuan dan medis.