Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PEMBESARAN IKAN NILA DI DESA LOA KULU KOTA KECAMATAN LOA KULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Sari, Rita Ratna; Sundari , Sundari; Damayanti , Arista
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 5 (2025): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan nila memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta peluang pasar dalam negeri yang sangat baik. Ikan nila merupakan ikan yang populer dikalangan masyarakat Karena harganya yang tejangkau, rasa yang nikmat dan memiliki kandungan protein serta gizi yang cukup tinggi. Desa loa kulu kota memiliki prospek yang cukup baik bagi usaha budidaya perikanan terutama untuk usaha pembesaran Ikan nila. Namun didalam menjalankan usaha pembesaran ikan nila masih sering mengalami naik turunya hasil Produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi Pengembangan Usaha Pembesaran Ikan Nila di Desa Loa Kulu Kota. Serta ntuk Mengetahui alternatif strategi apa yang dapat diterapkan dalam mengembangkan usaha Pembesaran Ikan Nila di Desa Loa Kulu Kota. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan dalam menentukan data menggunakan 9 informan kunci (Key Person). Penelitian ini menggunakan alat analisis SWOT adapun hasilnyan adalah faktor internal strategi pengembangan usaha pembesaran ikan nila di peroleh 5 faktor kekuatan dan 5 faktor kelemahan, total nilai Matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) adalah sebesar 5,17. Faktor eksternal strategi pengembangan usaha pembesaran ikan nila diperoleh 5 faktor Peluang dan 5 faktor ancaman, total nilai Matriks Eksternal Factors Analysis Summary (EFAS) adalah sebesar 5,36 Selisih nilai kekuatan (S) dan kelemahan (W) sebesar 2,23 – 2,94 = -0,71, serta selisih nilai peluang (O) dan ancaman (T) sebesar 2,84 –2,52= 0,32. Posisi strategi kebijakan pengembangan usaha pembesaran ikan nila di Desa Loa Kulu Kota berada pada Kuadran III yaitu mendukung strategi Turn- Around atau strategi WO (Weaknesses-Opportunities) yang terdiri dari, (1) Mempelajari cara pembukuan yang benar dan rinci melalui pedampingan penyuluh dan akses lainya (2) Memperbaiki sistem manajemen tenaga kerja melalui pembinaan dan pelatihan (3) Memanfaatkan penyuluhan dari petugas penyuluh perikanan untuk meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi dan akses pasar (4) Melakukan kerja sama dengan lembaga keuangan untuk meningkatkan permodalan usaha (5) Meningkatkan kualitas produk dengan Penggunaan benih yang unggul.
PERAN GURU DAN LITERASI BUDAYA DALAM PEMBENTUKAN TOLERANSI SISWA SEKOLAH DASAR Sari, Rita Ratna; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Al-Fatih Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 8 No. 2, Juli-Desember 2025
Publisher : STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61082/alfatih.v8i2.611

Abstract

This study aims to analyze the role of teachers and cultural literacy in the formation of tolerance attitudes among elementary school students using a qualitative method with a Literature Review approach. The literature used was obtained from reputable databases such as Scopus, DOAJ, and Google Scholar with a publication range from 2020 to 2025. The findings show that teachers play a key role as role models and facilitators in instilling human values through reflective, empathetic, and collaborative learning. Cultural literacy contributes to increasing empathy, social awareness, and respect for diversity among students. The integration of both creates a harmonious and inclusive school climate, supporting the formation of strong social character. However, most of the research remains descriptive and has not examined causal relationships or the long-term impact of cultural literacy implementation. Therefore, further research is needed to develop an integrated digital cultural literacy model and the role of teachers as a contextual learning strategy that adapts to the Merdeka Curriculum, in order to strengthen humanistic and sustainable character education.