Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBAYARAN NON TUNAI PADA E-COMMERCE Hadi, T Saiful; Kismawadi, Early Ridho; Chalil, Rifyal Dahlawy; Bahri, M Irvani
Jurnal Ilmu Keuangan dan Perbankan (JIKA) Vol. 11 No. 2: Juni 2022
Publisher : Program Studi Keuangan & Perbankan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jika.v11i2.6036

Abstract

This study aims to determine the effect of consumer knowledge, the ease and features of the service on the decision to use. A total of 100 respondents were involved in this study using purposive sampling technique. Respondents were selected based on the criteria, namely, e-commerce users at least 5 times who used Shopee, Tokopedia and Lazada in the past year. Multiple Linear Regression Analysis was used in this study as a method to analyze data using SPSS 16.0 (Statistical Package for Social Science) software. The results of this study indicate that: (1) Consumer knowledge has a positive and significant effect on decisions to use non-cash payments in e-commerce, indicated by the value of the income coefficient (X1) which is positive, namely 2.507 and the p-value is less than the significance level (0.014 < 0.05). (2) Ease has a positive and significant effect on the decision to use non-cash payments in e-commerce, indicated by the value of the convenience coefficient (X2) which is positive, namely 3.023 and the p-value is less than the significance level (0.003 < 0.05). (3) Service features have a positive and significant effect on the decision to use non-cash payments in e-commerce, as indicated by the service feature coefficient value (X3) which is positive, namely 3.409 and the p-value is less than the significance level (0.001 < 0.05). And the coefficient of determination (R2) is 0.341 or 34.1%. This value indicates that 34.1% of usage decisions are influenced by consumer knowledge, convenience and service features, while the remaining 65.9% is influenced by independent variables that are not examined.
Analisis Perilaku Investor Muslim Millennial Di Kota Langsa Terhadap Keputusan Investasi Cryptocurrency Darmawan, M Ari; Munadiati, Munadiati; Chalil, Rifyal Dahlawy
el-Amwal Vol. 7 No. 1 (2024): Maret
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/el-amwal.v7i1.15892

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku investor muslim Millennial dalam mengambil keputusan untuk melakukan investasi pada Cryptocurency yang menggunakan sistem blockchain dan tergolong teknologi baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 10 informan Investor cryptocurrency muslim millennial yang ada di Kota Langsa. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik Snowball Sampling. Sumber data penelitian terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan Investor cryptocurrency muslim millennial yang ada di Kota Langsa. Data sekunder berasal dari studi pustaka yang mendukung penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa mekanisme investasi cryptocurrency dilakukan melalui platform perdagangan crypto yang memungkinkan investor untuk membeli dan menjual aset crypto mereka. Pemahaman investor Muslim millennial di Kota Langsa terhadap keharaman investasi cryptocurrency bervariasi, mereka menghormati Fatwa MUI yang melarang penggunaannya tetapi mereka tetap berinvestasi karena melihat potensi keuntungan yang besar dan memiliki pendapat nya sendiri untuk tetap berinvestasi cryptocurrency. Perilaku investor cryptocurrency muslim millennial yang ada di Kota Langsa dalam pengambilan keputusan investasi yang mereka lakukan selalu dilandasi alasan yang jelas, baik karena alasan masa depan, keuntungan yang cepat, pengalaman, maupun lindung nilai meskipun hal ini tidak selalu sejalan dengan hukum investasi cryptocurrency dalam Islam.
Leveraging local assets: Empowering Langsa’s community through mushroom cultivation on palm oil waste Sari, Juli Dwina Puspita; Chalil, Rifyal Dahlawy; Safarida, Nanda; Midesia, Shelly
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v7i2.21563

Abstract

Langsa City, a significant palm oil producer in Aceh Province, generates approximately 724,185 tons of waste annually, with empty fruit bunches (EFB) being the primary type of waste. This significant amount of by-side product coexists with a persistent regional poverty rate (10.23%), creating a critical challenge but also a unique opportunity. This article addresses the issue of unexploited economic potential and unemployment by examining the potential of EFB waste as a valuable resource for community empowerment. The initiative applied the Asset-Based Community Development (ABCD) model through a community service program titled “The Langsa Local Community Mushroom Project.” The method involved three key stages: 1) an initial survey to assess community needs, 2) stakeholder socialization to build commitment, and 3) a comprehensive workshop for 40 participants. The workshop provided theoretical and practical training in cultivating mushrooms using EFB as the primary growth medium, utilizing a local waste asset directly. The program yielded significant outcomes. Pre- and post-test assessments revealed a dramatic 37-point increase in participant knowledge, with average scores rising from 45% to 82%. This research demonstrated a successful transfer of skills. Furthermore, the project yielded tangible results, including a functioning community mushroom cultivation site, and fostered a clear behavioral change. Hence, the initiative confirms that the ABCD model is highly effective in transforming a local waste problem into an economic opportunity.[Kota Langsa, sebagai penghasil kelapa sawit utama di Provinsi Aceh, menghasilkan limbah sekitar 724.185 ton per tahun, dengan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) sebagai limbah utama. Kelimpahan produk sampingan ini beriringan dengan tingginya angka kemiskinan daerah (10,23%), yang menciptakan tantangan kritis sekaligus peluang unik. Artikel ini membahas masalah potensi ekonomi yang belum dimanfaatkan dan pengangguran dengan mengeksplorasi penggunaan alternatif limbah TKKS menjadi sumber daya berharga untuk pemberdayaan masyarakat. Inisiatif ini menerapkan model Asset-Based Community Development (ABCD) melalui program pengabdian masyarakat berjudul “Projek Jamur untuk Komunitas Lokal Langsa.” Metode yang dilakukan melibatkan tiga tahap utama: 1) survei awal untuk menilai kebutuhan masyarakat, 2) sosialisasi kepada pemangku kepentingan untuk membangun komitmen, dan 3) workshop komprehensif bagi 40 peserta. Workshop ini memberikan pelatihan teoritis dan praktik mengenai budi daya jamur dengan menggunakan TKKS sebagai media tumbuh utama, yang secara langsung memanfaatkan aset limbah lokal. Program ini menghasilkan luaran yang signifikan. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan sebesar 37 poin, dengan nilai rata-rata yang naik dari 45% menjadi 82%. Hal ini menunjukkan keberhasilan diadopsinya keterampilan yang baru. Lebih lanjut, proyek ini menghasilkan luaran berupa lokasi budi daya jamur komunitas yang berfungsi dan mendorong perubahan perilaku yang nyata. Dengan demikian, program ini menegaskan bahwa model ABCD sangat efektif dalam mengubah masalah limbah lokal menjadi peluang ekonomi.]