Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Risiko Teknologi Informasi Berbasis Risk Management Menggunakan Iso 31000 (studi Kasus : I-gracias Telkom University) Andi Novia Rilyani; Yanuar Firdaus Arie Wibowo; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem Informasi pada Direktorat SISFO merupakan salah satu sistem terintegrasi yang menjadi media penghubung antara civitas akademik. Hal ini menjadikan aktivitas-aktivitas yang terjadi di dalamnya menjadi sangat krusial. Berjalannya elemen dan komponen sistem dengan baik menjadi hal yang sangat penting guna menunjang kinerja dari sistem itu sendiri. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kemungkinan munculnya berbagai ancaman dan risiko dapat menghambat bahkan melumpuhkan aktivitas di dalam sistem, salah satunya disebabkan oleh teknologi informasi yang digunakan. Untuk itu, perlu dilakukan analisis risiko terhadap berbagai kemungkinan risiko yang muncul di dalam sistem. Berdasarkan hasil analisis akan didapatkan gambaran mengenai aset fisik beserta kemungkinan risiko yang muncul pada aset tersebut. Analisis Risiko Teknologi Informasi Berbasis Risk Management menggunakan ISO 31000 dan difokuskan pada perangkat keras dan infrastruktur jaringan pada sistem i-Gracias. Dari hasil penelitian didapatkan Nilai Prioritas Risiko (RPN) berdasarkan proses pengukuran yang telah dilakukan pada tiap-tiap risiko yang telah diidentifikasi dan dianalisis sebelumnya. Sehingga organisasi dapat melakukan pencegahan, penanganan serta perbaikan untuk ke depannya sesuai dengan tingkat prioritas risiko. Kata Kunci : Direktorat SISFO, ISO 31000, Manajemen Risiko, Risk Management, Sistem Informasi, Sistem, i- Gracias.
Analisis Metode Laplacian Centrality Dalam Social Network Analysis Menggunakan Probabilistic Affinity Index (pai) Citra Rizki Pratiwi; Yanuar Firdaus Arie Wibowo; Siti Sa'adah
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Twitter merupakan media sosial yang umumnya digunakan dalam penyebaran informasi. Apabila diketahui siapa user (pengguna) paling berpengaruh pada Twitter dalam kelompok tertentu, maka hal tersebut akan memudahkan dalam penyebaran informasi di dalamnya. Kita dapat mengetahui user Twitter yang paling tinggi pengaruhnya (sentralitas / kepentingan) dengan memperhitungkan relasi follow, mention, dan reply yang terjadi di antara user dengan menggunakan metode centrality measurement pada social network analysis (SNA). Laplacian centrality (LC) merupakan salah satu metode centrality measurement yang tidak hanya memperhitungkan lingkungan lokal di sekitar vertex tapi juga lingkungan yang lebih luas di sekitar tetangganya. Namun, untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan keadaan jaringan dan relasi yang ada, maka digunakan pembobotan PAI yang akan membandingkan nilai bobot relasi dengan total relasi yang dimiliki user. Pengimplementasian PAI pada LC akan mempengaruhi hasil ranking user ketika dibandingkan dengan hasil LC tanpa diimplementasikan PAI juga ketika dilakukan penambahan nilai bobot pada relasi tertentu di antara user. Penggunaan PAI pada LC dapat diterapkan pada graf berbobot-tak berarah dalam menentukan user yang paling berpengaruh dalam penyebaran informasi pada suatu kelompok di Twitter berdasarkan hasil nilai LC tertinggi. Kata kunci: Laplacian centrality (LC), Probabilistic Affinity Index (PAI), Social Network Analysis (SNA), Twitter
Implementasi Metode Ahp (analytical Hierarchy Process) Untuk Pengambilan Keputusan Pemilihan Tingkat Kematangan Sistem E-learning Berdasarkan Proses Emm (e-learning Maturity Model) Siti Rahmah Amaliah; Yanuar Firdaus Arie Wibowo; Kusuma Ayu Laksitowening
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas suatu sistem informasi dapat diketahui melalui tingkat kematangan suatu organisasi atau lembaga. Dari sini akan diketahui sejauh mana pengembangan manajemen proses tersebut. Dalam dunia e-learning, dibangun sebuah model eMM (e-Learning Maturity Model) yang akan menjadi kriteria pengukuran tingkat kematangan e-learning organisasi atau lembaga. Proses evaluasi yang dilakukan berdasarkan pertimbangan prioritas pengembangan manajemen proses sistem e-learning akan menghasilkan pembangunan rekomendasi yang lebih terarah dan efisien. eMM sebagai acuan dalam proses evaluasi kematangan e-learning memiliki banyak sekali kriteria. Berdasarkan hal tersebut, maka dibutuhkan metode AHP dalam menentukan tingkat kematangan dengan pertimbangan prioritas pengembangan manajemen proses sistem e-learning berdasarkan multikriteria eMM. Dalam penelitian ini AHP akan memecah masalah multikriteria eMM yang kompleks. Sehingga adanya proses kombinasi metode AHP dengan eMM dimana bobot prioritas AHP akan mempengaruhi proses evaluasi eMM dalam menentukan tingkat kematangan. Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan e-learning. Kondisi infrastruktur e-learning telah siap, namun kenyataannya tidak seluruh civitas akademik ITB berpatisipasi aktif didalamnya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya sosialisasi serta peran aktif institusi dalam mendukung e-learning. Selain itu kedepannya ITB memiliki beberapa misi unggul yang perlu dicapai. Dari permasalahan di atas, maka digunakan AHP untuk mengukur tingkat kematangan e-learning ITB berdasarkan area eMM dalam membantu meningkatkan kualitas e-learning ITB. Berdasarkan hasil evaluasi, ITB berada pada tingkat kematangan 3 (defined). Hal ini menunjukkan bahwa ITB telah mengintegrasikan e-learning ke dalam perencanaan pengajaran dan pembelajaran yang strategis yang mengacu pada menstra ITB secara keseluruhan. Tujuan e-learning ITB telah dibuat namun perencanaan dan kebijakan institusi tidak lengkap dan belum matang. Sehingga dibangun sebuah rekomendasi untuk memperbaiki kualitas proses-proses tersebut dimana terdiri atas rekomendasi prioritas subarea yang perlu diperhatikan serta rekomendasi perbaikan subarea yang perlu dilakukan saat ini. Kata Kunci: e-Learning Maturity Model (eMM), Analytical Hyrarchy Process (AHP), Institut Teknologi Bandung.
Analisis Arsitektur Enterprise Menggunakan Framework Togaf Pada Layanan Pendidikan Jarak Jauh Telkom University Nicodemus Nelwan; Mahmud Imrona; Yanuar Firdaus Arie Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Semakin meningkatnya kebutuhan dalam fungsi bisnis yang dijalankan dan kurangnya perencanaan strategi bisnis khususnya pada sistem informasi dalam suatu perusahaan merupakan suatu permasalahan dalam pengembangan strategi bisnis yang sedang berkembang saat ini. Kesiapan penggunaan elearning yang tepat pada pendidikan jarak jauh yang dijalankan pada Universitas Telkom, khususnya sudah diterapkan saat ini di UPT PJJ sebagai unit pelaksana pada program pascasarjana(S2) menjadi landasan kuat perlunya implementasi tata kelola teknologi informasi (IT governance) melalui perencanaan strategis sistem informasi. Untuk menjawab tantangan ini organisasi harus melaksanakan perencanaan strategis arsitektur enterprise dengan penyediaan suatu framework. Framework yang digunakan untuk merencanakan, merancang dan mengelola sistem informasi dalam bentuk kerangka dasar (blueprint) adalah TOGAF ADM(Architecture Development Method). Hasil dari penelitian yang dilakukan untuk organisasi dari penerapan framework TOGAF ADM yaitu kerangka dasar arsitektur enterprise dengan saran perbaikan yang harus dikembangkan selanjutnya. Pada penelitian juga dilakukan pengujian arsitektur enterprise dengan menggunakan framework EA Scorecard, hasil pengujian yang dilakukan berdasarkan hasil kuisioner balanced EA scoredcard yang merupakan metode pengujian pada EA Scorecard. Hasil yang didapatkan berdasarkan hasil perhitungan rata-rata dari setiap aspek enteripse (bisnis, informasi, sistem informasi, teknologi informasi) adalah 75,85%. Berdasarkan hasil pengujian EA Scorecard rancangan yang dilakukan sudah dianggap valid karena melebihi angka > 50%, angka tersebut dapat terus ditingkatkan dengan melengkapi komponen yang kurang pada pengujian EA Scorcard. Kata Kunci: Kata kunci : Perencanaan strategis sistem informasi, tata kelola TI, TOGAF ADM, UPT PJJ, Telkom University
Implementasi Metode Document Oriented Index Pruning Pada Information Retrieval System Hendri Priyanto; Yanuar Firdaus Arie Wibowo; Siti Sa'adah
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Informasi yang sangat pesat mengakibatkan jumlah informasi yang tersedia secara online mengalami peningkatan yang sangat pesat, sehingga sangat sulit apabila pencarian dilakukan secara satu-persatu, karenanya dibutuhkan Information Retrieval System untuk menemukan suatu informasi. Permasalahan yang muncul pada Information Retrieval adalah semakin besar data collection yang dimiliki maka semakin besar pula biaya yang dibutuhkan untuk menyediakan layanan komputasi, storage, dan network resource. Oleh karena itu suatu metode diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan kompresi index. Metode kompresi index yang akan digunakan adalah metode Document Oriented Index Pruning. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sampai dengan persentase index sebesar 80% metode Document Oriented Index Pruning mampu memberikan hasil relevansi pencarian yang lebih baik dibandingkan hasil relevansi pencarian tanpa menggunakan metode Document Oriented Index Pruning sehingga performansi sistem yang dihasilkan lebih baik dibandingkan dengan tanpa menggunakan metode Document Oriented Index Pruning. Kata kunci:information retrieval , document oriented index pruning, indexing
Pengukuran Kesiapan Manajemen Keamanan Informasi Direktorat Sistem Informasi Universitas Telkom Menggunakan Iso/iec 20000 Dan Cobit 5 Dwi Kurnia Putri; Yanuar Firdaus Arie Wibowo; Eko Darwiyanto
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan Informasi merupakan upaya untuk melindungi komputer dan non-peralatan komputer, fasilitas, data, dan informasi dari penyalahgunaan oleh orang yang tidak bertanggung jawab [1]. Dengan menggunakan manajemen keamanan informasi, diharapkan informasi-informasi penting dalam sebuah layanan dapat terjaga keamanannya. Salah satu layanan yang membutuhkan manajemen kemanan informasi adalah Telkom University Network Engine (TUNE), yang merupakan sebuah layanan penyedia jaringan internet. Layanan TUNE ini ditujukan untuk seluruh warga Universitas Telkom. Informasi yang tersimpan dalam layanan TUNE adalah username dan password yang nantinya digunakan oleh pengguna untuk dapat login ke layanan. Untuk mengetahui kesiapan layanan TUNE dalam manajemen keamanan informasi, dibutuhkanlah sebuah kegiatan penilaian. Dalam penelitian kali ini, penilaian menggunakan framework ISO/IEC 20000 yang dipetakan dengan framework COBIT 5. Dari hasil pemetaan kedua framework, diperoleh tiga proses manajemen keamanan. Setelah melakukan penelitian, didapat penilaian kesiapan untuk ketiga proses tersebut. Untuk proses kebijakan keamanan informasi, kontrol, keamanan informasi, serta perubahan dan insiden keamanan informasi layanan TUNE berada pada level PA 1.1 (performed process) dimana hanya sedikit atau tidak ada bukti dari pencapaian sistematis atas tujuan proses. Diharapkan dapat mencapai target optimalnya pada level 4 untuk proses kebijakan keamanan informasi dan kontrol keamanan informasi, sedangkan level 5 untuk perubahan dan insiden keamanan informasi. Kata Kunci : Cobit 5, ISO/IEC 20000, TUNE
Analisis Kinerja Struktur Data Trie Untuk Kamus Indonesia - Jawa Jesira Enjeliva Br. Girsang; Eko Darwiyanto; Yanuar Firdaus Arie Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini, kamus di pasaran sudah banyak bentuknya. Salah satunya adalah kamus elektronik. Kamus elektronik dibagi menjadi tiga jenis, yaitu software kamus, kamus website atau kamus online, dan kamus mobile. Seringkali orang memiliki laptop atau PC, tetapi belum tentu memiliki telepon seluler yang mumpuni. Atau mungkin saja orang memiliki telepon seluler, tetapi, tidak ingin memberatkan telepon seluler tersebut dengan aplikasi kamus berbasis android yang akan membuat performa telepon seluler tersebut menjadi menurun. Maka dari itu, diciptakanlah software kamus berbasis desktop yang dapat digunakan offline atau tanpa membutuhkan internet dalam penggunaannya. Ada dua struktur data yang biasanya digunakan dalam pembuatan software kamus berbasis desktop yang menggunakan python dalam pembuatannya, yaitu struktur data trie dan struktur data dafsa. Dengan membandingkan kinerja kedua struktur tersebut, didapatlah bahwa struktur data trie seringkali lambat dalam mencari arti kata dan memakan memory yang lebih banyak daripada dengan menggunakan struktur data dafsa. Kata kunci : Kamus Berbasis Desktop, Stuktur Data Trie, Struktur Data Dafsa, Python. Abstract At this time, the dictionary on the market has many forms. One of them is an electronic dictionaries. Electronic dictionaries are divided into three types, namely software dictionaries, website dictionaries or online dictionaries, and mobile dictionaries. People often have a laptop or PC, but they don't necessarily have a capable cell phone. Or maybe people have cell phones, but, they don't want to load their cellphones with an android-based dictionary application that will reduce the performance of these cellphones. Therefore, a desktopbased dictionary software was created that can be used offline or without the need for internet usage. There are two data structures that are usually used in making desktop-based dictionary software that uses python in its creation, namely the trie data structure and the dafsa data structure. By comparing the performance of these two structures, it is found that the trie data structure is often slow in finding the meaning of words and consuming more memory than using the dafsa data structure. Key words : Desktop-based Dictionary, Trie Data Structure, Dafsa Data Structure, Python.
Analisis Kualitas Website Pada RSUD Dr. Mohammad Zyn Sampang Dengan Menggunakan Metode Webqual 4.0 Bahamis Ali, Ariqo Sukma; Lukmana Sardi , Indra; Arie Wibowo , Yanuar Firdaus
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Mengikuti perkembangan teknologi, rumah sakit ini mengadopsi penggunaan website sejak tahun 2019 untuk memberikan pelayanan kesehatan online kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana kualitas kegunaan, kualitas informasi, dan kualitas interaksi layanan di website RSUD Dr. Mohammad Zyn Sampang mempengaruhi kepuasan dan kepercayaan pengguna. Pengukuran kualitas layanan website menggunakan metode webqual4.0 dengan fokus pada tiga dimensi utama: Usability Quality (kualitas kegunaan), Information Quality (kualitas informasi), dan Service Interaction Quality (kualitas interaksi layanan). Tujuan dari penilitian ini adalah menganalisa tingkat kepuasan pengguna terhadap website RSUD Dr. Mohammad Zyn Sampang serta mendapatkan rekomendasi perbaikan berdasarkan hasil analisis dari Importance Performance Analysis (IPA). Dengan metode WebQual 4.0, tingkat kepuasan pengguna layanan dapat menjadi bahan evaluasi kepada penyedia layanan. WebQual 4.0 mengganti dimensi kualitas situs menjadi dimensi Usability (Kegunaan), Information Quality (Kualitas Informasi), Service Interaction Quality (Kualitas Pelayanan Informasi), dan penambahan satu dimensi yaitu Privacy/Security (Kualitas Keamanan). Berdasarkan pengujian yang dilakukan telah mendapatkan hasil bahwa dimensi Service Interaction Quality dan variable. Kata kunci— Kualitas Kegunaan, Kualitas Informasi, Kualitas Interaksi Layanan, Kepuasan Pengguna, Webqual, IPA
Klasterisasi Data Kompetisi Mahasiswa Menggunakan Algoritma K-Modes Nugroho, Raditya Pradhyatama; Kurniati, Angelina Prima; Wibowo, Yanuar Firdaus Arie
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetisi adalah salah satu aspek penting dalam duniapendidikan. Salah satu fungsi utama partisipasi dalamkompetisi adalah dapat mengukur kemampuan diri. Selainitu, kompetisi juga memiliki berbagai manfaat, yakni dapatmenciptakan inovasi baru dalam pemecahan suatu masalah,memberikan pengalaman baru, dan mengenal/memahamipersaingan antar peserta. Peserta kompetisi di bidangpendidikan, tidak lepas dari dukungan universitas yangmewadahi segala fasilitas dan penunjang dalam aspeklainnya. Untuk lebih mengenal perkembangan kompetisipeserta dalam suatu universitas, diperlukan analisis datayang dapat memberikan gagasan baru. Teknik analisis datayang efektif adalah dengan pendekatan penambangan data,lebih rincinya klasterisasi. Klasterisasi memiliki banyakvariasi algoritma dengan salah satu contohnya K-Modes yangmampu menangani data kategorikal seperti data kompetisi.Sebagai perguruan tinggi dengan peraih prestasi yang cukupbanyak dan menjadi salah satu universitas swasta terbaik diIndonesia, Universitas Telkom menjadi subjek yang menarikuntuk implementasi algoritma K-Modes. Penelitian inibertujuan untuk melakukan klasterisasi K-Modes pada datakompetisi Mahasiswa Universitas Telkom dan ditambahdengan metode Silhouette Score dan Davies-Bouldin Indexuntuk membantu menentukan jumlah klaster yang optimal.Hasil penelitian menunjukkan jumlah klaster optimal adalah13 klaster dengan Silhouette Score bernilai 0,23 (jangkauannilai -1 hingga 1) dan Davies-Bouldin Index bernilai 1,95(jangkauan nilai mulai dari 0 ke bilangan positif).Selanjutnya penelitian ini memberikan visualisasi klasterklaster K-Modes dari perhitungan metode PrincipalComponent Analysis (PCA) dan hasil identifikasi berupainformasi analisis setiap klaster. Kata kunci: Davies-Bouldin Index, K-Modes, Klasterisasi, PCA, Silhouette Score, Universitas Telkom
Analisis Kepuasan Pengguna Terhadap Kualitas Website Upoint.Id Menggunakan Metode Webqual 4.0 Naufal, Nabil Ahmad; Wibowo, Yanuar Firdaus Arie; Achmad, Kusuma Adi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UPoint.ID adalah salah satu website penyedia layanan top up game dan entertainment milik anak perusahaan Telkom Indonesia yaitu PT. Nuon Digital Indonesia. Pada tahun 2020 ditemukan adanya keluhan dari pelanggan yang dituliskan pada forum Google Play terkait pembelian produk yang telah dibayarkan namun produk tersebut tidak diterima oleh pengguna dan pengguna tersebut merasa tidak ada kejelasan dari pihak UPoint.ID terkait hal ini sehingga service interaction quality masih kurang pada UPoint.ID. Tujuan dari penelitian ini ialah mengkaji korelasi antara kinerja UPoint.ID dan kepuasan pengguna website UPoint.ID melalui metode WebQual 4.0 mencakup variabel usability quality, information quality, dan service interaction quality pada website UPoint.ID. Perolehan data penelitian dilakukan dengan kuisioner terhadap 103 responden melalui teknik analisis regresi linear berganda dan SPSS 29 serta pengukuran skala likert. Pengolahan data menghasilkan pemahaman pengguna secara stimutan berdampak positif dan signifikan pada kepuasan pengguna, namun secara parsial dimensi kualitas informasi tidak berdampak signifikan pada kepuasan pengguna sehingga diperlukan adanya peningkatan kembali. Kata Kunci: UPOINT.ID, website, Webqual 4.0, kepuasan pengguna