Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang berdampak signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Anak-anak yang mengalami stunting cenderung memiliki gangguan perkembangan dan daya tahan tubuh, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas dan daya saing bangsa. Kabupaten Aceh Timur menjadi salah satu daerah dengan prevalensi stunting tinggi, kondisi ini diperburuk oleh rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu dan kurangnya pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi; (2) memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah daun kelor menjadi es krim sehat; dan (3) menciptakan peluang usaha mikro melalui inovasi pangan lokal sebagai upaya mendukung ekonomi berdaya. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung (demo). Metode evaluasi dalam kegiatan ini menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan kader posyandu. Peserta mampu membuat es krim kelor secara mandiri dan memahami manfaatnya bagi pencegahan stunting. Selain itu, inovasi ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan posyandu karena produk es krim kelor menjadi daya tarik bagi anak-anak. Selain aspek kesehatan, inovasi ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Dengan modal yang relatif rendah dan bahan baku yang tersedia secara lokal, es krim kelor berpotensi dipasarkan di sekolah-sekolah dan warung desa. Pendekatan ini sejalan dengan konsep ekonomi berdaya, dimana masyarakat diberdayakan melalui pemanfaatan sumber daya lokal untuk menciptakan nilai tambah. Dampak ini diharapkan mampu membantu masyarakat memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga