Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Es Krim Kelor sebagai Inovasi Cerdas Olahan Pangan Lokal Solusi Pencegahan Stunting Menuju Ekonomi Berdaya Fajriah, Agustina Nurul; Asnidar, Asnidar; Nafaida, Rizky; Murni, Mayang; Perangin-angin, Mochammad Iswan; Rahma, Fathia
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7555

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang berdampak signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Anak-anak yang mengalami stunting cenderung memiliki gangguan perkembangan dan daya tahan tubuh, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas dan daya saing bangsa. Kabupaten Aceh Timur menjadi salah satu daerah dengan prevalensi stunting tinggi, kondisi ini diperburuk oleh rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu dan kurangnya pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi; (2) memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah daun kelor menjadi es krim sehat; dan (3) menciptakan peluang usaha mikro melalui inovasi pangan lokal sebagai upaya mendukung ekonomi berdaya. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung (demo).  Metode evaluasi dalam kegiatan ini menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan kader posyandu. Peserta mampu membuat es krim kelor secara mandiri dan memahami manfaatnya bagi pencegahan stunting. Selain itu, inovasi ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan posyandu karena produk es krim kelor menjadi daya tarik bagi anak-anak. Selain aspek kesehatan, inovasi ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Dengan modal yang relatif rendah dan bahan baku yang tersedia secara lokal, es krim kelor berpotensi dipasarkan di sekolah-sekolah dan warung desa. Pendekatan ini sejalan dengan konsep ekonomi berdaya, dimana masyarakat diberdayakan melalui pemanfaatan sumber daya lokal untuk menciptakan nilai tambah. Dampak ini diharapkan mampu membantu masyarakat memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga
BoSanTi (aBOn aSAm sunTI): Pelestarian Warisan Kuliner Aceh dan Ekonomi Produktif di Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur Nurul Fajriah, Agustina; Murni, Mayang; Nafaida, Rizky; Asnidar; Rahma, Fathia; Wahyudi Manaf, Annisa
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i1.28350

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh potensi belimbing sayur yang melimpah di Gampong Alue Bu Tuha, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Selama ini, belimbing sayur hanya diolah secara tradisional menjadi asam sunti, tetapi hasilnya sering gagal, tidak higienis, dan hanya untuk konsumsi pribadi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah belimbing sayur menjadi produk kuliner khas Aceh bernilai ekonomi, yaitu abon asam sunti (BoSanTi). Kontribusi kegiatan ini adalah pemberdayaan kelompok IRT agar mampu memanfaatkan sumber daya lokal secara produktif, meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga, serta mendukung pelestarian warisan kuliner Aceh. Metode yang digunakan meliputi observasi, diskusi, penyuluhan tentang potensi ekonomi belimbing sayur, pelatihan modernisasi produksi menggunakan oven dehydrator dan grinder, serta pelatihan packaging dan branding. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta yaitu 10%-35%. Produk BoSanTi yang dihasilkan lebih higienis, praktis, tahan lama, dengan kemasan kedap udara dan branding yang menarik, sehingga memiliki potensi dipasarkan di pasar lokal maupun regional. Prospek pengembangan BoSanTi masih terbuka luas melalui diversifikasi produk, penguatan jaringan pemasaran digital, serta dukungan legalitas usaha.