Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AUSTENIT

MODEL PERANGKAT KERAS UNTUK TINDAKAN AWAL PECEGAHAN BAHAYA KEBAKARAN YANG BEKERJA BERDASARKAN RESPON TEMPERATUR Widagdo, Tri; Kusumanto, RD; Amin, Jaksen M
AUSTENIT Vol. 5 No. 2 (2013): AUSTENIT: Oktober 2013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.232 KB)

Abstract

Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah untuk mensosialisasikan sistem pencegahan bahaya kebakaran yang bersifat preventif serta mandiri, diperuntukkan bagi rumah padat penduduk yang sulit dijangkau oleh mobil PBK (Pembasmi Bahaya Kebakaran. Sistem dapat bekerja secara otomatis tanpa bantuan operator dan akan tetap bekerja walaupun jaringan listrik putus. Target khusus yang hendak dicapai adalah membuat model perangkat keras sistem pemadam kebakaran yang bekerja berdasarkan kenaikan temperatur udara. Prinsip kerja dari model dimulai dari pembacaan data kenaikan temperatur udara yang  disebabkan oleh  adanya  sumber  api. Pembacaan  data  dilakukan  oleh sensor temperatur. Dalam penelitian ini, sensor temperatur yang akan diujicobakan ada dua jenis, masing-msaing jenis thermoelectric dan jenis thermomekanics. Oleh transformer, data temperatur diubah menjadi tegangan listrik yang akan menggerakkan katup salenoid dan pompa. Ketika kedua komponen tersebut bekerja maka air akan keluar dari sprayer sehinggga dapat memadamkan  api. Suplai  listrik  untuk  menggerakkan  instrumen  dan  sistem kendali berasal dari baterai sedemikian rupa hingga  jika terjadi kebakaran dan listrik dari PLN terputus, model akan tetap bekerja efektif.   Metode penelitian yang diterapkan adalah Kaji Eksperimental yang didukung oleh data-data otentik yang berkaitan dengan mekanisme pemadaman api. Kegiatan dimulai dengan membuat rancang bangun model pemadam kebakaran, dilanjutkan dengan pengujian untuk mengetahui kinerja model. Hasil pengujian kinerja prototipe menunjukan kehandalan dari mesin yang dibuat, dengan melibatkan dua jenis sensor yang masing-masing memiliki kelebiah dan kekurangannya. Berdasarkan perhitungan statistik untuk kedua jenis sensor menghasilkan nilai optimum yaitu: a. Sensor Thermoelektrik, Setpoint pada nilai 500C, dengan respon pemadaman 167 detik dan durasi pemadaman selam 132 detik. Kondisi komponen mesin dan instalasi baik, b. Sensor Thermomechanics pada nilai 400C, dengan respon pemadaman 45 detik dan durasi pemadaman selam 152 detik. Kondisi komponen mesin dan instalasi baik.
PENGOLAHAN JAMUR TIRAM MENGGUNAKAN MESIN PENGGORENG VAKUM (VACUUM FRYING) Widagdo, Tri; Rizal, Samsul; Amin, Jaksen M
AUSTENIT Vol. 6 No. 1 (2014): AUSTENIT: April 2014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.326 KB)

Abstract

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur yang memiliki kandungan protein yang tinggi serta kandungan Omega 3 yang seimang, sehinggga sngat baik untuk dikonsumsi oleh anak-anak yang sedang dalam tahap pertumbuhan otakp. Artikel ini dibuat sebagai salah satu luaran Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk Iptek Bagi Masyarakat (IbM) sebagian besar telah selesai dilaksanakan. Secara umum kegiatan dibagi menjadi 3 kelompok, antara lain:- Pengadaan Mesin Penggorengan pada tekanan rendah (Vacuum Frying), yang berfungsi untuk menggoreng Jamur Tiram pada suhu rendah.- Melaksanakan kegiatan pelatihan kepada UKM mitra. Materi kegiatan meliputi:  Pengoperasian mesin dengan benar, Perawatan serta perbaikan mesin- Membuat laporan kegiatan, terdiri dari Laporan Kemajuan, Laporan Akhir Kegiatan serta Desiminasi.Hasil pengujian mesin yang telah dilaksnakan di UKM mitra, pada proses penggorengan Jamur Tiram dengan tekanan vakum diset sekitar angka – 70cmHg, pada 3 variasi suhu antara lain adalah:- Pada temperature penggorengan 700C durasi penggorengan optimum 70 menit kondisi jamur renyah dan kering- Pada temperature penggorengan 800C durasi penggorengan optimum 60 menit kondisi jamur renyah dan kering- Pada temperature penggorengan 900C durasi penggorengan optimum 50 menit kondisi jamur renyah dan kering.Â