Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : AUSTENIT

PERBAIKAN KUALITAS CORAN PROPELLER PADA INDUSTRI KECIL DENGAN METODE TAGUCHI HB, Indra
AUSTENIT Vol. 3 No. 01 (2011): AUSTENIT: April 2011
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.324 KB)

Abstract

Kualitas coran propeller hasil Industri kecil sangat rendah, ini didapat dilihat dari banyaknya komplain dari pengguna produk tersebut. Keluhan yang banyak dilontarkan antara lain, mudah patahnya propeller saat terjadi benturan dengan benda-benda yang ada di sungai. Hal ini tidak dapat direspon oleh industri kecil karena keterbatasan pengetahuan dan biaya. Metode taguchi menjawab semua permasalahan tersebut dimana tujuan dari metode ini adalah perbaikan proses dan disain kualitas. Perbaikan atau peningkatan kualitas bukan berarti peningkatan biaya produksi sehingga dapat dihasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik dengan biaya yang rendah. Aplikasi metode Taguchi diterapkan pada kekuatan tarik coran propeller yang termasuk dalam karakteristik higher is better karena semakin tinggi kekuatan tarik coran propeller maka semakin bagus kualitasnya. Pada data kekuatan tarik coran propeller terdapat empat factor control dan dua level yaitu : penanganan bahan baku (level: tidak dibersihkan dan dibersihkan) ; bahan bakar (level: oli bekas dan gas) ; temperature tuang (level: 420oC dan 480oC) ; temperatur cetakan (level: 100oC dan 120oC). Hasil analisa perhitungan menunjukan factor yang paling berpengaruh terhadap kekuatan tarik coran propeller yaitu bahan bakar dengan gas dan temperatut tuang 480oC serta eksperimen konfirmasi mengalami peningkatan pada rata-rata dan variabilitasnya. Dengan demikian kombinasi optimal factor-faktor tersebut diatas dapat meningkatkan kekuatan tarik coran propeller.
ANCANG BANGUN PENGECORAN SQUEEZE DENGAN PENEKANAN PUTARAN ULIR HB, Indra; Zainuddin, Zainuddin
AUSTENIT Vol. 6 No. 2 (2014): AUSTENIT: Oktober 2014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2210.281 KB)

Abstract

Proses pengecoran Squeeze lebih dikenal sebagai proses high pressure casting. Teknik ini merupakan kombinasi dari proses forging dan casting, dimana logam cair dalam cetakan dibentuk dan membeku di bawah tekanan mekanis yang tinggi. Hasil proses ini memiliki sifat mekanis, permukaan, kepadatan, dan keakuratan dimensi yang sangat baik. Teknik squeeze casting merupakan teknik pengecoran alumunium yang paling efektif, terutama untuk produk-produk berukuran kecil dan memerlukan kecepatan produksi yang tinggi. Tekanan mekanis bisa didapat dengan menggunakan putaran dari poros yang berulir yang diputar secara manual sebagai penekan dies. Dengan diameter rata-rata ulir 23 mm dan diameter specimen 70 mm didapat besarnya tekanan untuk satu kali putaran adalah 14,9 Mpa. Parameter yang mempengaruhi spesimen hasil cetakan adalah variasi suhu awal cetakan dan banyaknya putaran yang dilakukan. Spesimen hasil pengecoran yang terbaik dicapai dengan melakukan tiga kali putaran dari batas cetakan dan pemanasan cetakan sampai 3000 C, dimana terjadi peningkatan nilai kekerasan dan butir-butir sehingga porositas dapat dikurangi.
ANALISA PENGARUH SUDUT DAN WAKTU PENYEMPROTAN TERHADAP UJI KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL BAJA ST 50 PADA PROSES SANDBLASTING HB, Indra; Putri, Fenoria; Riawan, Dito
AUSTENIT Vol. 10 No. 2 (2018): AUSTENIT: Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.625 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh tekanan udara dan jarak nozzle terhadap kekasaran permukaan baja ST 50 setelah dilakukan proses sandblasting. Analisis ini menggunakan variabel independen yaitu tekanan udara dan jarak nozzle. Variabel dependennya adalah kekasaran permukaan. Sampel penelitian ini adalah baja ST 50. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, wawancara, dan observasi. Metode statistik menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, dengan pengujian hipotesis uji statistik t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara tekanan udara dan jarak nozzle dengan tingkat nilai kekasaran permukaan benda terdapat pengaruh yang signifikan. Kemampuan variabel tekanan udara dan jarak nozzle didalam mempengaruhi variabel rata-rata kekasaran sebesar 89,002%, sedangkan sisanya sebesar 10,998% dipengaruhi oleh faktor lain.
PENGARUH PENYIMPANGAN GERAK SUMBU AXIS XYZ PADA CNC ROUTER 3018 Iskandar, Iskandar; Sani, Almadora Anwar; Suryana, Didi; Utami, Ogi Meita; Zainuddin, Zainuddin; HB, Indra; Nugraha, Muhammad
AUSTENIT Vol. 14 No. 2 (2022): AUSTENIT: October 2022
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/austenit.v14i2.5759

Abstract

The industry is currently transitioning into the Industrial Revolution 4.0 era. Technology disruption is becoming more prevalent. The major goal of this industrial revolution is to maintain the flow of essentials and goods. Technology advancements demand equipment, such as CNC machines, that can be utilized to produce the required components. Using a CNC Router 3018 machine for this investigation. Data from previously generated Computer Aided Design (CAD) programming is used during the production of specimen objects. It is then imported into the Computer Aided Manufacturing (CAM) programming software in order to generate the NC Code and operate the machine in accordance with the intended form. This research was done to find out how the CNC Router 3018's motion deviation on the XYZ axis affected things. Acrylic resin with a 10 mm thickness is used in the substance. The results of the measurement data analysis were then put through a "One Ways" ANOVA. Motion axis, specifically: X axis: deviation 0.6%; Y axis: 0.4% deviation; Z axis: deviation 0.77%. The CNC Router 3018 is effective for tasks like cutting and engraving.