Hudhiyantoro, Hudhiyantoro
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Potensi Penerapan Ecodrainage di Desa Sumberejo Kecamatan Pakal Kota Surabaya. (Hal. 10-18) Hudhiyantoro, Hudhiyantoro; Saves, Faradlillah; Indra, Masca
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.312 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.10

Abstract

ABSTRAKKota Surabaya berkembang sangat pesat, seiring perkembangan tersebut tentu didukung dengan perkembangan infrastruktur air. Akibat pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi dan kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan, sehingga kerap kali terjadi banjir.Dalam penelitian ini peneliti mencoba menerapkan sistem ecodrainage di salah satu desa yang ada di Surabaya yaitu Desa Sumberejo Kecamatan Pakal, dimana yang notabene di desa tersebut kerap terjadi banjir. Tahap awal adalah survei lapangan guna mencari informasi faktual tentang banjir setempat. Langkah selanjutnya melakukan pengolahan data yaitu dengan menganalisis data curah hujan yang kemudian didapatkan curah hujan rancangan dan kemudian dirunning menggunakan software EPA SWMM 5.1. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh saluran eksisting tidak dapat menampung debit rencana. Sehingga diperlukan sumur resapan untuk menanggulangi banjir. Sumur resapan direncanakan setinggi 2,9125 m dengan jari-jari sumur 0,5 m. Dengan adanya sumur resapan maka debit rencana dapat tertampung 100%.Kata kunci: saluran drainase, EPA SWMM 5.1, sistem ecodrainage ABSTRACTSurabaya develops very rapidly, as the development of course supported the development water infrastructure.Due to the higher growth of population and the lack of public awareness on the importance of protecting the environment, so it often time there was a flood.In this research researchers tried to apply ecodrainage system in one village that is in surabaya which is a village Sumberejo Sub-district Pakal, where the service provider claimed in the village floods the.The initial stage is field surveys in order to look for factual information about local flood .The next step process data that is by analyzing of precipitation data which are then obtained rainfall dirunning uses software design and then the final stage of the SWMM 5.1.Based on the research done the existing obtained can not accommodate discharge plan.Leading to the need for wells to cope with the flood.Wells planned as high as 2.9125 m with radius of wells 0.5 m with the wells and discharge plan could be accommodated 100%.Keywords: drainage, EPA SWMM 5.1, ecodrainage system
ANALISIS PERPANJANGAN RUNWAY BANDAR UDARA INTERNASIONAL ADI SOEMARMO SOLO JAWA TENGAH Hudhiyantoro, Hudhiyantoro; Moetriono, Hary; Suryani, Any
Extrapolasi Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Solo merupakan salah satu kota yang memiliki bandara terbesar di Jawa Tengah yaitu Bandara Internasional Adi Soemarmo. Bandara Adi Soemarmo memiliki panjang landasan pacu 2600 m x 45 m. Untuk menjadikan Kota Solo sebagai hub di Jawa yang kota-kota besar di luar Jawa khususnya Indonesia Timur dan Barat dapat mendarat langsung di Solo, Bandara Adi Soemarmo membutuhkan pembangunan. Pembangunan Bandara Adi Soemarmo Solo direncanakan untuk menambah rute penerbangan dan penumpang internasional (Sumber: http://www.dephub.go.id).Berdasarkan hasil perhitungan yang mengacu pada standar International Civil Aviation Organization (ICAO) dengan pesawat Boeing 777-300ER dan 747-100, dibutuhkan panjang landasan sepanjang 3.700 m. Untuk kapasitas runway, kebutuhan tahunan sebesar 31.676 operasi per tahun lebih kecil dari volume layanan tahunan sebesar 210.000 operasi per tahun sehingga kapasitas runway belum terlampaui.Untuk menentukan ketebalan perkerasan runway menggunakan pesawat dengan beban roda tunggal terbesar yaitu B747 -100 sehingga B-777-300ER tidak digunakan. Untuk ketebalan perkerasan menggunakan Metode Pesawat Udara Ekuivalen dari FAA dengan metode CBR Metode Perkerasan Fleksibel B-747-100 perhitungan grafik. Hasil:Ketebalan total perkerasan jalan adalah 31 inci ? 89 cm, Ketebalan permukaan (P-403 HMA) 5 in ? 13 cm,Ketebalan lapisan dasar (P-304 Cement Treat Base) adalah 6 inci ? 15 cm, Ketebalan dari subbase course (P-154 sub-course) adalah 24 inci ? 61 cm. Untuk perhitungan drainase didapatkan saluran tertutup (pipa) dengan dimensi inlet 0,25 m x 0,25 m dengan jarak inlet antara 50 m.
OPTIMASI PENGELOLAAN AIR BENDUNG CAWAK UNTUK DAERAH IRIGASI CAWAK DENGAN PROGRAM SOLVER (Studi kasus : Kemanteren Nglumber_Kecamatan Kepohbaru_Kabupaten Bojonegoro) Hudhiyantoro, Hudhiyantoro; Saputro, Bayu Aji Dwi
Extrapolasi Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendung Cawak terletak di Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. LayananBendung Cawak dipergunakan untuk keperluan irigasi di Daerah Irigasi Cawak Kecamatan Kepohbaru, ketersediaan air yang tidak mencukupi sedangkan banyaknya lahan yang membutuhkan air , sehingga Optimasi Bendung Cawak sangat diperlukan agar air tampungan Bendung dapat dioptimalkan sesuaidengan kebutuhan.Pada studi ini, untuk memaksimalkan luas lahan irigasi dilakukan optimasi luas lahanirigasi . Dalam model optimasi yang digunakan adalah optimasi satu bulanan selama 1 tahun dengan memperhitungkan luas lahan irigasi yang tersedia, luas lahan irigasi yang terpenuhi, besarnya ketersediaan debit air maksimal, dan kebutuhan air irigasi yang dipenuhi. Metode optimasi yang digunakan dalam perhitungan ini yaitu Program Solver.Hasil yang diperoleh debit andalan yang tersedia di tampungan bendung cawak adalah 2,547 m3/detik. kebutuhan air irigasi dengan pola tanam Palawija-Padi-Padi awal tanam Agustus I itu sebesar 0,579 lt/dtk/ha sebagai rencana tanam dengan kebutuhan air paling minimum.Serta optimasi didapatkan pola tanam dan awal tanam yang paling optimum adalah Agustus I dengan pola tanam Palawija-Padi-Padi intensitas tanam 291% dan dengan luas areal irigasi MT I 675 ha, MT II 742 ha, MT III 742 ha.
ANALISIS PERPANJANGAN RUNWAY BANDAR UDARA INTERNASIONAL ADI SOEMARMO SOLO JAWA TENGAH Hudhiyantoro, Hudhiyantoro; Moetriono, Hary; Suryani, Any
EXTRAPOLASI Vol 18 No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v18i1.5209

Abstract

AbstractSolo City is one of the cities that has the largest airport in Central Java, namely Adi Soemarmo International Airport. Adi Soemarmo Airport has a runway length of 2600 m x 45 m. To make the city of Solo a hub in Java, where major cities outside Java, especially East and West Indonesia can land directly in Solo, Adi Soemarmo Airport requires development. Adi Soemarmo Solo Airport development is planned to add flight routes and international passengers (Source: http://www.dephub.go.id).Based on the results of calculations that refer to the International Civil Aviation Organization (ICAO) standard with Boeing 777-300ER and 747-100 planes, a runway length of 3,700 m is needed. For runway capacity, the annual demand of 31,676 operations per year is smaller than the annual service volume of 210,000 operations per year so that the runway capacity has not been exceeded.To determine runway pavement thickness using planes with the largest single wheel load, namely B747-100 so that B-777-300ER is not used. For pavement thickness using Equivalent Aircraft Method from FAA with CBR Method Flexible Pavement B-747-100 graph calculation. Results:The total pavement thickness is 31 in ? 89 cm, Surface thickness (P-403 HMA) of 5 in ? 13 cm, Base course thickness (P-304 Cement Treat Base) is 6 in ? 15 cm, The thickness of the subbase course (P-154 sub-course) is 24 in ? 61 cm. For the calculation of drainage, the result is a closed channel (pipe) with an inlet dimension of 0.25 m x 0.25 m with a distance between 50 m inlet. AbstrakKota Solo merupakan salah satu kota yang memiliki bandara terbesar di Jawa Tengah yaitu Bandara Internasional Adi Soemarmo. Bandara Adi Soemarmo memiliki panjang landasan pacu 2600 m x 45 m. Untuk menjadikan Kota Solo sebagai hub di Jawa yang kota-kota besar di luar Jawa khususnya Indonesia Timur dan Barat dapat mendarat langsung di Solo, Bandara Adi Soemarmo membutuhkan pembangunan. Pembangunan Bandara Adi Soemarmo Solo direncanakan untuk menambah rute penerbangan dan penumpang internasional (Sumber: http://www.dephub.go.id).Berdasarkan hasil perhitungan yang mengacu pada standar International Civil Aviation Organization (ICAO) dengan pesawat Boeing 777-300ER dan 747-100, dibutuhkan panjang landasan sepanjang 3.700 m. Untuk kapasitas runway, kebutuhan tahunan sebesar 31.676 operasi per tahun lebih kecil dari volume layanan tahunan sebesar 210.000 operasi per tahun sehingga kapasitas runway belum terlampaui.Untuk menentukan ketebalan perkerasan runway menggunakan pesawat dengan beban roda tunggal terbesar yaitu B747 -100 sehingga B-777-300ER tidak digunakan. Untuk ketebalan perkerasan menggunakan Metode Pesawat Udara Ekuivalen dari FAA dengan metode CBR Metode Perkerasan Fleksibel B-747-100 perhitungan grafik. Hasil:Ketebalan total perkerasan jalan adalah 31 inci ? 89 cm, Ketebalan permukaan (P-403 HMA) 5 in ? 13 cm,Ketebalan lapisan dasar (P-304 Cement Treat Base) adalah 6 inci ? 15 cm, Ketebalan dari subbase course (P-154 sub-course) adalah 24 inci ? 61 cm. Untuk perhitungan drainase didapatkan saluran tertutup (pipa) dengan dimensi inlet 0,25 m x 0,25 m dengan jarak inlet antara 50 m.
OPTIMASI PENGELOLAAN AIR BENDUNG CAWAK UNTUK DAERAH IRIGASI CAWAK DENGAN PROGRAM SOLVER (Studi kasus : Kemanteren Nglumber_Kecamatan Kepohbaru_Kabupaten Bojonegoro) Hudhiyantoro, Hudhiyantoro; Saputro, Bayu Aji Dwi
EXTRAPOLASI Vol 18 No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/exp.v18i1.5210

Abstract

AbstractBendung Cawak is located in the district of Kepohbaru, Bojonegoro. Bendung Cawak is used for irrigation and water supplies of Kepohbaru, water availability is insufficient, while the amount of land and also residents who need water, so optimization Bendung Cawak is necessary for the water pitcher bendung can be optimized according to the needs.In this study, to maximize the area of land irrigated area to be optimized. In the optimization model used is the optimization of the monthly for 1 year by calculating the area of irrigated land available, land irrigation is met, the greater availability of water and irrigation needs are met. Optimization method used in this calculation is Program Solver.The results obtained by the reliable discharge available in the Cawak dam reservoir are 2.547 m3 / second. The need for irrigation water with the cropping pattern of Palawija-Padi-Padi at the beginning of planting in August I is 0.579 l / sec / ha as a planting plan with the minimum water requirements. As well as optimization, the optimum cropping pattern and initial planting are August I with the Palawija-Padi-Padi planting intensity 291% and with irrigation area MT I 675 ha, MT II 742 ha, MT III 742 ha. AbstrakBendung Cawak terletak di Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. Layanan Bendung Cawak dipergunakan untuk keperluan irigasi di Daerah Irigasi Cawak Kecamatan Kepohbaru, ketersediaan air yang tidak mencukupi sedangkan banyaknya lahan yang membutuhkan air , sehingga Optimasi Bendung Cawak sangat diperlukan agar air tampungan Bendung dapat dioptimalkan sesuaidengan kebutuhan.Pada studi ini, untuk memaksimalkan luas lahan irigasi dilakukan optimasi luas lahan irigasi . Dalam model optimasi yang digunakan adalah optimasi satu bulanan selama 1 tahun dengan memperhitungkan luas lahan irigasi yang tersedia, luas lahan irigasi yang terpenuhi, besarnya ketersediaan debit air maksimal, dan kebutuhan air irigasi yang dipenuhi. Metode optimasi yang digunakan dalam perhitungan ini yaitu Program Solver.Hasil yang diperoleh debit andalan yang tersedia di tampungan bendung cawak adalah 2,547 m3/detik. kebutuhan air irigasi dengan pola tanam Palawija-Padi-Padi awal tanam Agustus I itu sebesar 0,579 lt/dtk/ha sebagai rencana tanam dengan kebutuhan air paling minimum.Serta optimasi didapatkan pola tanam dan awal tanam yang paling optimum adalah Agustus I dengan pola tanam Palawija-Padi-Padi intensitas tanam 291% dan dengan luas areal irigasi MT I 675 ha, MT II 742 ha, MT III 742 ha.