Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DETEKSI DINI PEMERIKSAAN DAN PENGUKURAN FLATFOOT PADA MURID SEKOLAH DASAR DI SDN 03 SAWANGAN DESA SAWANGAN KECAMATAN DORO KABUPATEN PEKALONGAN Syifa, Aleyda Asy; Irawan, Heru; Billa Sujadi, Anastasya Shalsa; Syifa, Annisa Nazhifatus; Rifqi, Zaimur; Mairiza, Anis Nabila; Abdurrachman, A; Nur, Achmad Vandian
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Batik-MU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v4i1.1738

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan pada anak diawali dengan koordinasi tubuh, duduk, tegak, berdiri, dan diakhiri dengan berjalan yang sangat dipengaruhi oleh kekuatan otot, tulang, dan koordinasi untuk menjaga keseimbangan. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan pada anak yaitu gangguan muskuloskeletal berupa kelainan bentuk telapak kaki ( Flatfoot ). Pembentukan arcus yang paling bagus pada anak-anak berusia 7-12 tahun. Metode pendekatan yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut yaitu berupa observasi lokasi dan wawancara. Data yang diperoleh dari 20 siswa/i yang mengikuti proses pemeriksaan ini diperoleh 3 siswa/I yang mengalami flatfoot ditandai dengan hasil cap kaki yang datar atau tidak terdapat lengkungan pada arcus. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Wet Foot Print dapat digunakan sebagai metode untuk mengetahui bentuk lengkung telapak kaki.
PENGARUH SHALAT DHUHUR TERHADAP KEBUGARAN JASMANI BAGI DOSEN DI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN Risdiani, Risdiani; Setianto, Gigih; Yusuf, Jamaludin; Irawan, Heru
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v9i1.1566

Abstract

Shalat merupakan sarana mengabdi kepada Allah SWT, hal ini tidak lain karena tujuan penciptaan manusia adalah untuk mengabdi dan beribadah kepada-Nya. Oleh karenanya shalat memiliki kedudukan yang sangat penting dan menempati posisi kunci dalam ibadah Mahdlah dan kunci manusia dalam meraih kebaikan. Adapun penjelasan tentang kewajiban shalat tercantum dalam Q.S An Nisa’ ayat 103 yang artinya “sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif kuantitatif yang dianalisis dengan SPSS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada sifnifikansi dan terdapat korelasi positif antara pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah di masjid dengan kebugaran jasmani. Penelitian dilaksanakan pada dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Hasil penelitian didapatkan presentase sejumlah 20 dosen, pada pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah secara rutin dengan berjalan kaki sebesar 45% selalu, sering 25%, Kadang-kadang 20% dan Tidak Pernah 10%. Sedangkan presentase Jawaban angket kebugaran Jasmani yaitu bugar sekali 40%, bugar 30%, cukup bugar 20% dan tidak bugar 10%. Setelah dianalisis dengan product momen menghasilkan nilai korelasi 0,284 yang terletak antara 0,20-0,40 dengan korelasi rendah, sehingga tidak ada hubungan antara pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah di masjid terhadap kebugaran jasmani. Dan angka “t” hitung didapatkan sebesar 2,086> “t” tabel 0,284 sehingga Ho ditolak dan Ha Diterima. Artinya terdapat pengaruh positif antara pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah di masjid terhadap kebugaran jasmani.
Adopsi Pembayaran Digital di Pedesaan: Perubahan Prilaku Finansial dan Tantangan Inklusi Keuangan Irawan, Heru; Senima, Bram Aprizon P; Sasongko, Mukti; Septijantini, Maria
Peradaban Journal of Economic and Business Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjeb.v5i1.734

Abstract

This study examines the adoption of digital payment systems in rural communities and its impact on financial behavior, using Pekalongan Village, East Lampung Regency, as a case study. A mixed-methods approach was employed to provide a comprehensive analysis. Quantitative data from a survey were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS), while qualitative data from in-depth interviews were used to enrich the empirical findings. The results reveal that digital payment adoption in rural areas has not yet reached the level of a daily habit. Perceived ease of use, usefulness, trust, digital literacy, and infrastructure access significantly and positively influence adoption. Furthermore, the integration of digital payments contributes to improved financial behavior, specifically in transaction record-keeping, expenditure control, and saving practices. These findings underscore the critical role of digital infrastructure and literacy as prerequisites for sustainable financial inclusion. Theoretically, this research bridges the gap between technology adoption and behavioral finance in a rural context, providing strategic implications for policymakers to foster a more inclusive digital economy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adopsi sistem pembayaran digital pada masyarakat pedesaan serta dampaknya terhadap perilaku keuangan, dengan studi kasus di Desa Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) untuk memberikan analisis yang komprehensif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS), sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam untuk memperkaya temuan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi pembayaran digital di wilayah pedesaan belum menjadi kebiasaan sehari-hari. Faktor persepsi kemudahan, kemanfaatan, kepercayaan, literasi digital, serta akses infrastruktur terbukti berpengaruh positif terhadap adopsi sistem tersebut. Lebih lanjut, penggunaan pembayaran digital berkontribusi pada perbaikan perilaku keuangan masyarakat, khususnya dalam hal pencatatan transaksi, pengendalian pengeluaran, dan pola menabung. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan infrastruktur digital dan peningkatan literasi merupakan prasyarat utama dalam mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan di pedesaan. Secara teoretis, penelitian ini menghubungkan antara adopsi teknologi dengan keuangan keperilakuan, serta memberikan implikasi strategis bagi pengambil kebijakan dalam mempercepat ekonomi digital yang inklusif.