Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Artificial Intelligence and Digital Business

Dampak Industri Rumah Tangga Kerupuk Salo Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Jorong Kuruak Kampuang Panjang Nagari Salo Kecamatan Baso Kabupaten Agam Maulidal, Ilham; Fauzan, Rusydi; Joni, Yefri; Febrian, Andis
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2932

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu permasalahan dalam peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat di Jorong Kuruak Kampung Panjang, Nagari Salo, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Meskipun industri rumah tangga kerupuk salo memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal, kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga masih terbatas, sehubung dengan itu pendekatan yang dilakukan adalah berkaitan dengan teori-teori kondisi sosial ekonomi serta pemecahan permasalahan dalam penelitian ini dibahas berdasarkan indikator-indikator kondisi sosial ekonomi. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif. Informan dari penelitian ini adalah masyarakat Jorong Kuruak Kampung Panjang, Nagari Salo, Kabupaten Agam berjumlah 15 orang yang terdiri dari pemilik, pekerja dan masyarakat sekitar. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data (display data) dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa indikator-indikator mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat yaitu interaksi sosial, penyerapan tenaga kerja, tingkat pendapatan serta kesejahteraan sangat berdampak terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Jorong Kuruak Kampung Panjang, Nagari Salo, Kabupaten Agam. Hal ini dapat dilihat Industri rumah tangga kerupuk Salo memberikan memberikan dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat dengan memperkuat interaksi sosial dan meningkatkan jalinan silaturahmi, terutama melalui hubungan antara pekerja dan masyarakat sekitar. Sedangkan dalam sisi ekonomi, Industri rumah tangga kerupuk Salo berhasil membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Persepi Petani terhadap Perbankan Syariah di Nagari Pandai Sikek Rizky, Muhammad Farel; Fauzan, Rusydi; Rahman, Ali; Joni , Yefri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7003

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya petani lebih memilih meminjam ke bank konvensional atau melalui sistem tradisional karena keterbatasan informasi, minimnya pemahaman tentang akad syariah, serta persepsi yang beragam terhadap perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani di Nagari Pandai Sikek terhadap perbankan syariah serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan lapangan (field research). Metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk memahami secara mendalam persepsi, pandangan, dan pengalaman petani terhadap perbankan syariah berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Pendekatan ini menekankan pada makna di balik perilaku dan pendapat petani, bukan sekadar angka atau statistik. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 40 informan dari empat jorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap perbankan syariah masih beragam dan belum sepenuhnya positif. Dari total 360 jawaban responden, diperoleh 34,17% positif (123 jawaban), 29,17% netral (105 jawaban), dan 36,66% negatif (132 jawaban). Persepsi negatif tertinggi terdapat pada variabel nilai (44,16%), karena petani menilai sistem syariah tidak jauh berbeda dengan konvensional akibat cicilan yang berat dan prosedur rumit. Pada variabel informasi, persepsi negatif mencapai 35% akibat minimnya sosialisasi dan literasi keuangan syariah. Sementara itu, variabel pendidikan menunjukkan persepsi positif tertinggi sebesar 36,67%, karena pendidikan dan pengetahuan agama membantu petani memahami prinsip perbankan syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbankan syariah perlu meningkatkan sosialisasi, edukasi, serta inovasi produk agar lebih relevan dengan kebutuhan petani di pedesaan.