Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH AKTIVITAS FISIK TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI PANTI WERDAH PEMATANGSIANTAR pipin sumantrie
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 9. No 2 (2021) Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.355 KB) | DOI: 10.48134/jurkessutra.v9i2.71

Abstract

Proses menua diartikan sebagai proses biologi yang dicirikan dengan ada jaringan tubuh tertentu yang tidak tahan terhadap zat tersebut sehingga jaringan tubuh tersebut menjadi lemah, Sebagai contoh tambahan kelenjar timus yang ada pada usia dewasa berinvolusi dan semenjak itu terjadilah AutoImune (Goldteris, 1989). Proses menua yang terjadi pada lanjut usia secara linier dapat digambarkan melalui empat tahap yaitu, kelemahan (impairment), keterbatasan fungsional (functional limitation), ketidakmampuan (disability), dan keterhambatan (handicap) yang akan dialami secara bersamaan dengan proses kemunduran (Bondan, 2005).Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas makamasalah yang teridentifikasi adalah:”Apakah  senam lansia dapat meningkatkan tekanan darah sistol pada lansia panti sosial Werdah di Pematangsiantar”?Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu atau Quasi Eksperiment DesignPopulasi dalam penelitian ini adalah para lansia yang ada di panti werdah Pematang SiantarPengambilan sample yang digunakan peneliti adalah Non Random (Non Probability) Sampling dengan teknik  Accidental Random. Pembahasan Senam lansia dapat meningkatkan tekanan darah sistol dengan rata-rata peningkatan tekanan darah sistol 9,7 mmHg, dan menunjukkan perbedaan yang bermakna sebelum dan setelah perlakuan dengan nilai signifikansi 0,019 (p0,05) menurut Mann Whitney Test dan tingkat keyakinanya 95%. kesimpulan sebagai berikut: Senam lansia dapat meningkatkan tekanan darah sistol dengan rata-rata peningkatan tekanan darah sistol 9,7 mmHg, dan menunjukkan perbedaan yang bermakna sebelum dan setelah perlakuan dengan nilai signifikansi 0,019 (p0,05) menurut Mann Whitney Test dan tingkat keyakinanya 95%. Kata Kunci : senam manula, tekanan darah
TINGKAT KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS PIPIN SUMANTRIE
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 1 (2018): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.367 KB) | DOI: 10.55541/emj.v1i1.23

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan adalah modal yang sangat berharga, kesadaran akan nilai kesehatan pada dewasa ini semakin meningkat. Banyak orang yang mengorbankan kesehatan ketika masih sehat, namun saat penyakit datang, barulah mereka mengerti nilai dari kesehatan, salah satu penyakit kronis yang banyak diderita adalah penyakit gagal ginjal kronis yang mengakibatkan seseorang harus melakukan tindakan Hemodialisa (HD).Identifikasi masalah dari penelitian ini adalah sejauh mana tingkat kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi HD (fisik, spikologi, sosial, lingkungan dan spiritual), di Rumah Sakit Horas Insani Pematangsiantar.Metode penelitian adalah deskriptif, dan instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF dengan menambahkan aspek spiritual, dengan jumlah pertanyaan sebanyak 28 pertanyaan. Populasi  dalam penelitian ini adalah pasien yang sedang melaksanakan terapi HD di ruangan HD RS. Horas Insani Pematangsiantar  dengan teknik sample  purposive sampling yang berjumlah 30 pasien.Hasil penelitian  tingkat kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis dengan dimensi fisik adalah baik yang rata-rata persentase (64.6%), dengan dimensi spikologi adalah baik yang rata-rata persentase (68.8%), dengan dimensi sosial adalah baik yang rata-rata persentase (67.3%), dengan dimensi lingkungan adalah baik yang rata-rata persentase (72.3%) dan dengan dimensi spiritual adalah baik yang rata-rata persentase (75%).Saran yang penulis berikan adalah peranan keluarga sangat mempengaruhi kualitas hidup pasien GGK yang menjalani tindakan HD diharapkan keluarga menberikan dukungan kepada pasien guna meningkatkan kualitas hudupnya.
Effect of Autogenic Relaxation on Blood Pressure Reduction in Elderly Patients with Hypertension Pipin Sumantrie; Martalina Limbong
Enrichment : Journal of Management Vol. 11 No. 1, Novembe (2020): Management
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.966 KB)

Abstract

Hypertension is still one of the major health problems in public health in developed countries. Hypertension can be treated with pharmacological and nonpharmacological treatments. One of nonpharmacology treatment is autogenic relaxation to hypertension blood pressure. Objective to determine whether autogenic relaxation can reduce hypertension blood pressure. This was a pre-experimental study with pre and post design, The population of all elderly with hypertension, the ware 10 elderly purposive sampling. Autogenic relaxation techniques are carried out using guidelines for relaxation techniques performed by nurses who have the ability to do relaxation techniques. Independent t-test ware used for data analysis. The result of the analysis showed that there was a change of mean pressure between before and after autogenic relaxation therapy with significant systole value at p - value = 0,00 (α <0,05) and diastol significant value at p - value = 0,00 ( α <0.05) so that there is an autogenic relaxation effect on the decrease in blood pressure in the elderly patients with hypertension. Seeing the results of this study then this autogenic relaxation therapy can be used as an alternative therapy in treating blood pressure problems in elderly or parents in addition to treatment therapy.
Effect of Autogenic Relaxation on Blood Pressure Reduction in Elderly Patients with Hypertension Pipin Sumantrie; Martalina Limbong
Science Midwifery Vol 9 No 1, Oktober (2020): Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is still one of the major health problems in public health in developed countries. Hypertension can be treated with pharmacological and nonpharmacological treatments. One of nonpharmacology treatment is autogenic relaxation to hypertension blood pressure. Objective to determine whether autogenic relaxation can reduce hypertension blood pressure. This was a pre-experimental study with pre and post design, The population of all elderly with hypertension, the ware 10 elderly purposive sampling. Autogenic relaxation techniques are carried out using guidelines for relaxation techniques performed by nurses who have the ability to do relaxation techniques. Independent t-test ware used for data analysis. The result of the analysis showed that there was a change of mean pressure between before and after autogenic relaxation therapy with significant systole value at p - value = 0,00 (α <0,05) and diastol significant value at p - value = 0,00 ( α <0.05) so that there is an autogenic relaxation effect on the decrease in blood pressure in the elderly patients with hypertension. Seeing the results of this study then this autogenic relaxation therapy can be used as an alternative therapy in treating blood pressure problems in elderly or parents in addition to treatment therapy.
Edukasi Penyakit Menular serta Pencegahan TBC melalui Tes Cepat Molekuler (TCM) Sumantrie, Pipin; Limbong, Martalina; Julianto, Julianto
Jurnal Surya Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.5.2.2023.250-255

Abstract

Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, this disease is common in developing countries with tropical climates. This disease is widely suffered by various groups of people, both the lower class, middle class, upper class society, and even the elite who are infected with this disease. This is a serious concern of the government, through the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, in order to prevent it. The method used in community service activities is to provide assistance to the community, as well as infection prevention training through Rapid Molecular Test (TMC) examinations, for participants, consisting of 92 nursing students. The conclusions drawn from this activity were as follows, as a whole (100%) participants understood about healthy living behaviors, and prevention of TB infectious disease, and the results of TB examinations found no one infected with the Mycobakterium Tuberculosis virus.
SPIRITUAL LEADERSHIP MANAGEMENT AND NURSING SERVICE QUALITY sumantrie, pipin; Limbong, Martalina
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i2.3201

Abstract

ABSTRACT OBJECTIVE: Spiritual leadership has the potential to both directly and indirectly raise psychological patient satisfaction and work engagement. The most crucial element influencing patient satisfaction is the calibre of nursing care. Enhancing the quality of healthcare through a spiritual leadership style can boost employee retention and job satisfaction while achieving both internal and external goals. The purpose of this study was to ascertain how Spiritual Leadership Management affects and enhances the quality of nursing services.METHODOLOGY In this study, 68 nursing leaders from Adventist Hospital were selected at random using a mixed methods approach that included document studies and in-depth interviews with seven informants (n= 7 Heads of Departments and the Head of the Room). RESULTS: This study discovered a statistically significant relationship between the quality of nursing services and the use of spiritual leadership management. It had an impact on nursing service quality (p = 0.000), nursing leadership (0.01), spiritual leadership (0.00), and leadership factor (0.014) on Quality of Nursing Survive (p 0.05). Four themes emerged from the study, which demonstrated the impact of spiritual leadership on raising the calibre of nursing services: (1) The Role of Leaders in Organizations, (2) The Influence of Spiritual Leaders, (3) the leadership role in nursing, (4) Nursing service qualityCONCLUSION: The result indicates the importance of Spiritual leadership model implemented in caring behaviour in hospital services 
TERAPI MUSIK UNTUK MENGATASI STRES DALAM ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN ENDOKRIN: DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN jumianus, jumianus; Sumantrie, Pipin
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 10, No 2 (2022): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v10i2.97

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 adalah salah satu penyakit kronis paling umum di Indonesia. Indonesia berada di posisi kelima dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 19,47 juta. Biasanya lebih mungkin terjadi pada orang dewasa dan lansia dengan ciri-ciri meningkatnya frekuensi buang air kecil, rasa haus berlebihan, penurunan berat badan, pandangan yang kabur, keletihan, kelaparan, kulit menjadi bermasalah. Diabetes melitus dapat terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur, faktor genetik, berat badan, aktifitas fisik kurang, merokok, hipertensi dan stres. Penulian karya tulis ilmiah ini memiliki dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum adalah untuk mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan asuhan keperawatan khususnya terapi musik terhadap gangguan endokrin pada pasien diabetes melitus tipe 2. Adapun tujuan khusus adalah melakukan pengkajian, menentukan diagnosa, membuat rencana asuhan keperawatan, mengevaluasi tindakan keperawatan, mendokumentasikan asuhan keperawatan serta menerapkan terapi musik dalam setiap melakukan tindakan. Pelaksanaan asuhan keperawatan pada karya tulis ini lebih berfokus mendalami tentang tingkat stres pada pasien diabetes melitus tipe 2. Saran yang diberikan Penulis adalah agar perawat meningkatkan pengetahuan tentang diabetes melitus tipe 2 sehingga dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan dapat melakukannya dengan profesional dan hendaknya perawat dapat menerapkan Evidence Based Practice (EBP), sehingga dapat membantu mengurangi tingkat stres menggunakan metode terapi musik.
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKELETAL: PASKA ORIF FRAKTUR FEMUR DEXTRA DENGAN INTERVENSI TERAPI MUSIK DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN silalahi, tota rudi; Sumantrie, Pipin
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 10, No 2 (2022): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v10i2.98

Abstract

ABSTRAK Fraktur femur adalah hilangnya kontinuitas tulang pada kondisi fraktur femur secara klinis bisa berupa fraktur femur terbuka yang disertai adanya kerusakan jaringan lunak (otot, kulit, jaringan saraf, dan pembuluh darah) dan fraktur femur yang tertutup dapat disebabkan oleh trauma langsung pada paha. Fraktur adalah patahnya tulang yang utuh yang diakibatkan oleh trauma langsung dan trauma tidak langsung seperti kecelakaan lalu lintas, olahraga, jatuh dari permukaan tinggi dan pukulan langsung. Tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini memiliki dua tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum adalah untuk memperoleh gambaran yang nyata serta untuk mendapatkan pengalaman dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan paska orif fraktur femur dextra berdasarkan ilmu keperawatan yang didapatkan selama menempuh pendidikan. Tujuan khusus adalah mampu melakukan pengkajian, menentukan diagnosa, merencanakan tindakan keperawatan, melakukan asuhan keperawatan, mendokumentasikan asuhan keperawatan serta mampu memberikan edukasi dan mengurangi nyeri klien paska orif fraktur femur dextra dengan memberikan terapi musik terhadap klien. Selama penulis memberikan asuhan keperawatan, Penulis mendapat kesimpulan bahwa dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien paska orif fraktur femur dextra adalah dengan memberikan promosi kesehatan untuk mencegah terjadinya fraktur, merawat luka fraktur dan melibatkan keluarga klien dalam melaksanakan asuhan keperawatan yang optimal.Kata kunci       : Terapi relaksasi musik, asuhan keperawatan fraktur femur
IMPLEMENTASI TERAPI MUSIK PADA ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.N DENGAN MASALAH GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT JIWA X KOTA MEDAN Manik, Nesia Akwarel; sumantrie, pipin
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 11, No 2 (2023): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v11i2.150

Abstract

Pendahuluan. Halusinasi pendengaran adalah kondisi dimana pasien mendengar suara, terutama suara-suara orang yang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkannya dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu. Tujuan penulisan karya tulis ilmiah memiliki dua tujuan yaitu tujuan umum dan khusus. Tujuan umum penulisan karya tulis ini adalah mampu memberikan implementasi terapi musik pada asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaranMetode. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah, studi literatur berdasarkan Evidan Base topic pembahasan, serta melakukan studi kasus pada pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit.Hasil Penelitian. Berdasarkan studi kasus yang dilakukan, maka terdapat beberapa masalah keperawatan yang berhasil dilakukan, yaitu diaknosa keperawatan: Gangguan  persepsi           sensori berhubungan   dengan gangguan    pendengaran, harga diri rendah berhubungan dengan perubahan peran sosial , ansietas berhubungan dengan krisis situasional. Pada masalah keperawatan halusinasi, setelah dilakukan terapi music, maka evaluasi yang di peroleh halusinasi berkurang.Kesimpulan. kesimpulan bahwa dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien halusinasi pendengaran adalah dengan mengimplementasikan terapi musik yang bertujuan untuk mengatasi masalah halusinasi pendengaran dan telah berhasil dilakukan.
IMPLEMENTASI TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH HALUSINASI PENDENGARANTN. S DI RUMAH SAKIT JIWA X christian, david; sumantrie, pipin
Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara Vol 11, No 2 (2023): Edisi Juli
Publisher : Jurkessutra : Jurnal Kesehatan Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48134/jurkessutra.v11i2.151

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan. Halusinasi pendengaran (auditorik) 70 %, merupakan hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal (pikiran) dan rangsangan eksternal (dunia luar) yang ditandai dengan mendengar suara, terutama suara – suara orang, biasanya pasien mendengar suara orang yang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkannya dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu.Metode. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah, studi literatur berdasarkan Evidan Base topic pembahasan, serta melakukan studi kasus pada pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit.Hasil Penelitian. Berdasarkan studi kasus yang dilakukan, maka terdapat beberapa masalah keperawatan yang berhasil dilakukan, yaitu diaknosa keperawatan: Gangguan persepsi sensori berhubungan dengan gangguan pendengaran, harga Diri Rendah Situasional berhubungan dengan riwayat penolakan, defisit Perawatan Diri berhubungan dengan Gangguan Psikologis dan/atau. Pada masalah keperawatan halusinasi, setelah dilakukan terapi aktifitas kelompok, maka evaluasi yang di peroleh halusinasi berkurang.Kesimpulan. kesimpulan bahwa dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien halusinasi pendengaran adalah dengan mengimplementasikan terapi musik yang bertujuan untuk mengatasi masalah halusinasi pendengaran dan telah berhasil dilakukan. Kata kunci: Halusinasi pendengaran, Terapi Aktivitas Kelompok