Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stress Pada Lansia di Kecamatan Suboh Situbondo Abdul Aziz Azari; Ishana Balaputra
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 1 (2023): Edisi Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i1.231

Abstract

Pendahuluan: Lansia memasuki sebuah masa dimana individu sangat rentang baik dalam fisik maupun psikologis sehingga mudah sekali mengalami stress. Stress merupakan suatu kondisi dimana individu berada kesulitan dan berada dalam sebuah tekanan yang dapat mempengaruhi segala aspek dalam kehidupannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stress pada lansia di Kecamatan Suboh Kabupaten Situbondo. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang terdiri dari 100 sampel lansia yang diambil secara purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil: Hasil analisis menunjukkan; terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan stress, terdapat hubungan antara status penyakit dengan stress, terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan stress dan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan stress pada lansia di Kecamatan Suboh Situbondo. Kesimpulan: Terdapat banyak faktor yang berhubungan dengan stress yang dialami oleh lansia oleh karena itu perlu adanya dukungan yang baik terhadap lansia sehingga terjadi peningkatan kesehatan mental lansia.
Perbedaan Terapi Musik dan Aromaterapi Lavender Terhadap Ansietas pada Lansia yang Tidak Memiliki Pasangan Hidup di Kabupaten Jember Abdul Aziz Azari; Superzeki Zaidatul Fadilah
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 8 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v8i2.286

Abstract

Pendahuluan: Saat individu tidak memiliki pasangan hidup, mereka mungkin merasa kesepian atau terisolasi secara sosial. Kehidupan sosial yang terbatas atau kurangnya dukungan sosial dapat menyebabkan rasa cemas dan depresi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui perbedaan ansietas pada lansia yang tidak memiliki pasangan dengan menggunakan terapi music dan aromaterapi Lavender. Metode: Penelitian ini merancang eksperimen kuasi dengan uji pra dan pasca tanpa kelompok kontrol. Sebanyak 40 peserta (20 peserta dalam kelompok terapi musik dan 20 peserta dalam kelompok aromaterapi Lavender) diambil sebagai sampel menggunakan metode sampel probabilitas (pengambilan sampel acak sederhana). Analisis statistik yang diterapkan dalam penelitian ini adalah uji t sampel berpasangan.). Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terapi musik dan aromaterapi Lavender menghasilkan perbedaan yang signifikan dalam penurunan tingkat ansietas, dengan nilai p sebesar 0,03 pada tingkat signifikansi α = 0,05. Kesimpulan: dapat disimpulkan bahwa kedua jenis intervensi ini memiliki dampak yang serupa terhadap penurunan ansietas. Dengan demikian, penelitian ini dapat dianggap sebagai salah satu alternatif terapi yang dapat digunakan untuk membantu lansia yang tidak memiliki pasangam hidup yang sedang mengalami ansietas. Rekomendasi: Lansia yang tidak memiliki pasangan berisiko tinggi mengalami ansietas sehingga perlu dilakukan terapi dalam menangani hal tersebut dan peneliti menyarankan untuk menggunakan kombinasi terapi musik dan aromaterapi Lavender.
Pengaruh Guided Imagery Terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Menjelang Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Abdul Aziz Azari; Ishana Balaputra; Superzeki Zaidatul Fadilah; Dwi Indah Lestari
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 9 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v9i1.332

Abstract

Pendahuluan: Objective Structured Clinical Examination (OSCE) adalah tes kompetensi yang diperlukan oleh mahasiswa untuk menilai kemampuan mereka dalam melakukan keahlian perawatan keperawatan. Namun, implementasi OSCE sering kali memunculkan kecemasan pada mahasiswa, sehingga intervensi non-farmakologis diperlukan untuk mengatasi kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh teknik guided imagery dalam mengurangi kecemasan mahasiswa sebelum menghadapi ujian OSCE. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuasi dengan uji pra dan pasca tanpa kelompok kontrol. Sebanyak 50 peserta diambil sebagai sampel menggunakan metode pengambilan sampel acak sederhana. Analisis statistik yang digunakan adalah uji t sampel berpasangan. Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terapi guided imagery memiliki dampak signifikan terhadap tingkat kecemasan mahasiswa menjelang OSCE, dengan nilai p sebesar 0,001 pada tingkat signifikansi α = 0,05. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa intervensi guided imagery efektif dalam mengurangi kecemasan mahasiswa sebelum menghadapi OSCE. Oleh karena itu, teknik ini dapat dianggap sebagai alternatif terapi yang bermanfaat dalam membantu mahasiswa mengatasi kecemasan menjelang OSCE. Rekomendasi: Meskipun terapi guided imagery terbukti efektif, kombinasi dengan terapi lain dapat meningkatkan hasil yang lebih optimal.
Aplikasi Teori Abraham Maslow Pada Pengkajian Keperawatan Lansia dengan Hipertensi Abdul Aziz Azari; Dwi Indah Lestari; Ishana Balaputra
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 9 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v9i2.463

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah individu berada pada batas diatas normal dalam jangka waktu yang cukup lama. Lansia merupakan kelompok yang sering mengalami hipertensi dikarenakan proses penuaan yang menyebabkan penurunan elastisitas pembuluh darah sehingga arteri menjadi lebih kaku yang membuat jantung memompa darah lebih keras. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan teori Abraham Maslow dalam melakukan pengkajian pada lansia yang memiliki hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus pada seorang lansia. Instrument penelitian menggunakan pengkajian berdasarkan 5 Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow. Hasil: hasil pengkajian berdasarkan teori Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow pada lansia dengan hipertensi yang mengalami permasalahan adalah fisiologis dan keamanan. Berdasarkan SDKI, didapatkan 2 diagnosis keperawatan, yaitu Risiko berat badan lebih d.d sering mengkonsumsi makanan berlemak dan Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko b.d pemilihan gaya hidup tidak sehat d.d upaya peningkatan status Kesehatan yang minimal. Kesimpulan: Kebutuhan fisiologis dan keamanan merupakan kebutuhan yang sangat penting dibutuhkan oleh tubuh kita. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka individu akan mengalami sakit karena kebutuhan fisiologis berhubungan dengan metabolisme yang ada didalam tubuh.
Kajian Transkultural: Naturalistik Dan Personalistik Terhadap Sehat Sakit Pada Masyarakat Jember Aldo Apriyansah; Linda Febrianti; Iklima Najwa Billah; Abdul Aziz Azari
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v15i3.4629

Abstract

The community that adheres to the naturalistic concept assumes that a person suffers from illness due to the influence of the environment, food, lifestyle, and imbalance in the body. Meanwhile, the community that adheres to the personalistic concept assumes that the emergence of illness is caused by the intervention of an active agent that can be a non-human creature (ghost, spirit, ancestor, or evil spirit). This research aims to identify the perception of health and illness of the Jember community based on the theory of transcultural nursing in the scope of personalistic and naturalistic. This research is a descriptive study with a case study and a qualitative type of research. Data were obtained by conducting interviews with in-depth interview guide instruments. There were four main participants in this study and two additional participants. The steps in conducting research are preliminary studies, data collection, and conclusions. This research uses the Colaizzi method analysis technique. The study results show that the community believes that illness is caused by a person's biological condition, which is influenced by environmental conditions, adequate nutrition, lifestyle, body imbalance, and congenital diseases (naturalistic). The treatment method based on the naturalistic concept allows the community to get a cure for their illness by seeking treatment from modern medical health services, such as going to a doctor or buying medicine at a shop. People who understand and comprehend the meaning of illness and the causes of illness will determine their choice of treatment, whether naturalistic or personalistic.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Lansia di Desa Gunung Malang Situbondo Abdul Aziz Azari; Ishana Balaputra; Achmad Afifil Afton; Dwi Indah Lestari
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 10 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Lansia merupakan kelompok usia yang sangat berisiko mengalami gangguan fisik maupun gangguan psikologis. Kualitas hidup lansia berperan penting terhadap kemampuan lansia dalam melakukan segala aktivitas yang berhubungan dengan Kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia di Desa Gunung Malang Situbondo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sebanyak 100 peserta diambil sebagai sampel menggunakan metode pengambilan sampel acak sederhana. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Spearman. Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup dengan nilai p sebesar 0,001. Terdapat hubungan Tingkat stress dengan kualitas hidup dengan nilai p sebesar 0,004. Terdapat hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup dengan nilai p sebesar 0,001. Terdapat hubungan peran perawat dengan kualitas hidup dengan nilai p sebesar 0,005. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia, diantaranya adalah dukungan keluarga, Tingkat stress, kepatuhan minum obat dan peran perawat. Rekomendasi: Kualitas hidup lansia sangat penting untuk diperhatikan, oleh karena itu peran dari berbagai pihak dapat meningkatkan kualitas hidup lansia, termasuk perawat dan tenaga Kesehatan lainnya.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesehatan Mental Lansia di Desa Gunung Malang Situbondo Abdul Aziz Azari; Achmad Afifil Afton; Dwi Indah Lestari
MEDICAL JURNAL OF AL-QODIRI Vol. 10 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Keperawatan dan Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Al-Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai perubahan fisik dan psikologis yang dapat memengaruhi kesehatan mentalnya. Kesehatan mental lansia memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan emosional, kemampuan adaptasi, serta kualitas hidup secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental lansia di Desa Gunung Malang Situbondo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman. Hasil:Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kesehatan mental (p = 0,001), tingkat stres dengan kesehatan mental (p = 0,004), kepatuhan minum obat dengan kesehatan mental (p = 0,001), serta peran perawat dengan kesehatan mental (p = 0,005). Kesimpulan: Terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental lansia, yaitu dukungan keluarga, tingkat stres, kepatuhan minum obat, dan peran perawat. Rekomendasi: Upaya peningkatan kesehatan mental lansia memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk keluarga, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya agar lansia dapat mencapai kesejahteraan psikologis yang optimal.
Cultural Pregnancy in the Prevention of Prenatal Depression Based on Transcultural Nursing Theory in Pregnant Women Abdul Aziz Azari; Dwi Indah Lestari; Ishana Balaputra
Jurnal Kesehatan Vol 16 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v16i3.5282

Abstract

Cultural pregnancy practices in prenatal care encompass prohibitions on specific behaviors and dietary restrictions that reflect community concerns during pregnancy. These practices may also contribute to prenatal depression. This study seeks to analyze factors related to transcultural nursing theory and cultural pregnancy in preventing prenatal depression among pregnant women in Jember Regency, Indonesia. A descriptive analytical cross-sectional design with a non-proportional stratified random sampling technique was employed, involving 420 participants. Data were collected using a questionnaire based on the eight dimensions of Transcultural Nursing and Cultural Pregnancy theory. The data were analyzed using Spearman's rho test. The results revealed significant correlations among pregnancy culture, social support, economic status, educational background, and cultural beliefs. Technological factors, particularly access to health information, were associated with healthier pregnancy behaviors. Religious and spiritual engagement contributed to stronger coping mechanisms and reduced emotional distress. Family kinship and social interaction played a determining role in identifying and reducing harmful cultural practices. In conclusion, multidimensional cultural, social, technological, and spiritual factors significantly influence prenatal mental health. Strengthening family support, enhancing access to accurate information, and addressing restrictive or harmful cultural practices are essential strategies for preventing prenatal depression among pregnant individuals.